Anda di halaman 1dari 7

BAB 1 RENCANA ANGGARAN BIAYA

PENDAHULUAN
Kegiatan estimasi merupakan salah satu proses utama dalam proyek kontruksi untuk menjawab pertanyaan, Berapa besar dana yang harus disediakan untuk sebuah bangunan? Hal ini diperlukan bagi investorapabila hendak membuat keputusan investasi. Berbeda dengan penyedia jasa, estimasi diperlukan untuk proses mendapatkan pekerjaan melalui tender/lelang. Tingkat kepadatan biaya ditentukan oleh berbagai faktor dari dalam maupun dari luar proyek. Yang datang dari dalam antara lain: tingkat kompleksitas bangunan, lokasi proyek, ketersediaan alat, sistem dalam perusahaan, analisis yang digunakan, dan masih banyak lagi. Sedangkan faktor dari luar antara lain: ekonomi, keamanan publik, kebijakan pemerintah, faktor sosial dan politik, dll. Kegiatan estimasi merupakan dasar untuk membuat sistem pembiayaan dan jadwal pelaksanaan kontruksi serta merupakan peramalan kejadian pada proses pelaksanaandan memberi nilai pada masing-masing kejadian tersebut. Estimasi dilakukan dengan lebih dulu mempelajari gambar rencana dan spesifikasi. Berdasarkan gambar rencana dapat diketahui kebutuhan material, baik jenis maupun kuantitas yang nantinya akan digunakan. Perhitungan kebutuhan jenis dan kuantitas material harus dilakukan secara teliti dan setiap jenis material harus dilakukan secara teliti dan setiap material itu harus ditentukan harganya. Sedangkan spesifikasi dapat digunakan sebagai dasar untuk menetukan mutu/kualitas setiap jenis material.

ESTIMATOR
Seseorang yang berprofesi khusus dalam pembuatan anggaran biaya proyekdisebut sebagai estimator. Seorang estimator tidak hanya mampu melakukan kuantifikasi atas semua yang disajikan dalam gambar kerja dan spesifikasi, tetapi juga harus mampu mengantisipasi semua kegiatan kontruksi yang akan terjadidan sebelum menentukan keputusannya seorang estimator harus melakukan analisis terhadap semua faktor yang berhubungan dengan proyek. Kualifikasi seorang estimator ditentukan oleh kemampuannya, di mana estimator diharapkan mampu membaca/mengintepretasikan gambar dan spesifikasi, mampu memvisualisasikan bentuk tiga dimensi proyek dari gambar disain, mengerti hal-hal mengenai

produktivitas tenaga kerja dan kinerja peralatan, kreatif dan mampu mencari alternative metode kontruksi, mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, sabar dan teliti dalam melakukan pekerjaan, mempunyai pengetahuan matematika dasar, mempunyai pengetahuan tentang operasi dan prosedur lapangan, mampu mengidentifikasi dan menetralisasi risiko, dapat berorganisasi dengan baik, mampu menyampaikan estimasi secara logis dan jelas, mampu membuat atau mambantu jadwal kontruksi, mengerti dan mampu menggunakan sistem biaya ekerjaan perusahaan, memahami hubungan kontraktual, mampu membangun strategi sukses dalam fase pelelangan dan negoisasi proyek, mampu mengatasi batas waktu, dan mempunyai standar kode etik yang tinggi.

Gambar 1.1: Pengetahuan yang harus diketahui estimator

JENIS-JENIS ESTIMASI
Estimasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yitu: Estimasi kelayakan, untuk mementukan apakah proyek tersebut layak dibangun. Biaya mencakup akuisisi tanah, perancangan, depresiasi, pajak, bunga modal, pemeliharaan dan perbaikan tahunan, dan lain-lain Estimasi konseptual, dilakukan selama proses perancangan berlangsung, setiap terjadi revisi estimasi maka tingkat ketelitian atau akurasi biaya akan meningkat sesuai tahap perancangan. jenis-jenis estimasi konseptual adalah: 1. Estimasi harga satuan fungsional, yang menggunaka fungsi sebagai dasarpenetapan biaya. 2. Estimasi biaya satuan per meter persegi, dimana metode ini mengandalkan data dari proyek sejenis yang pernah dibangun. Metode ini mempunyai ketelitian rendah.

3. Estimasi biaya satuan per meter kubik, dapat digunakan dalam bangunan di mana volume sangat dipentingkan.metode ini hanya dapat diandalkan untuk fase awal perencanaan dan perancangan. 4. Estimasifaktorial, digunakan pada proyek yang mempunyai tipe sama. Metode ini sangat berguna untuk proyek-ptoyekyang mempunyai komponen utama yang sama. 5. Estimasi sistematis, proyek dibagi atas sistem fungsionalnya kemudian harga satuan ditentukan dari penjumlahan tiap harga satuan elemen dalam setiap sistem atau mengalikan dengan dengan data faktor pengali yang ada. Estimasi detail, umumnya dilakukan oleh kontraktorumum. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat quantity take off berdasakan gambar kerja dan spesifikasi kemudian menyatukan biaya material, tenaga kerja, peralatan, sub-kontraktor dan biaya lain seperti overhead dan keuntungan. Sistem estimasi sub-kontraktor, dipakai pada bagian kontruksi khusus yang disub-kontrakan. Estimasi pekerjaan tambah kurang, dimana pekerjaan tambah kurang dapat terjadi karena kebutuhan pemilik, kesalahan dalam dokumen kontrak, atau perubahan kondisi lokasi proyek. Estimasi kemajuan, tujuannya adalh: sebagai dasar permintaan pembayaran; sebagai pembanding terhadapkeuntungan; dan erugianyang telah diramalkan sebelumnya.

Gambar 1.2: Jenis-jenis estimasi

SUMBER INFORMASI UNTUK ESTIMASI


Sumber informasi terbaik untuk estimasi biaya adalah pengalaman perusahaan. Informasi mengenai jumlah material terpakai, tenaga kerja atau jam kerja yang dikeluarkan, jam peralatan yang dibutuhkan untukmelakukan setiap dari proyek-proyekterdahulu akan sangat berguna.

Gambar 1.3: Sistem dalam estimasi

RISIKO DALAM ESTIMASI


Beberapa cara untuk mengidentifikasi risiko dalam proyek adalah: Mempelajari semua dokumen yang berhubungan dengan proyek, termasuk dokumen yang direferensikan dalam dokumen kontrak. Melakukan tinjauan ke lokasi proyek sebelum melakuakan penawaran. Membuat jadwal kontruksi sebelum penawaran Menyelidiki kemampuan keuangan dan etika bisnis pemilik proyek. Memilih subkontraktor dan supplier yang tepat. Mengikuti rapat penjelasan pekerjaan. Mengidentifikasi reaksi masyarakat terhadap proyek. Mendapatkan kepastian bahwa sumber daya tersedia untuk pembangunan proyek. Membuat daftar hal-hal yang sesungguhya tentang proyek. Membuat strategi untuk mendapatkan proyek tersebut. Mengidentifikasi dan memahami klausa-klausa dalam spesifikasi yang memberikan risiko untuk kontraktor. Mengidentifikasi dan memahami klausul-klausul dalam suplemen atau kondisi khusus dalam spesifikasi yang memberikan risiko tambahan bagi kontraktor. Mengidentifikas persyaratan-persyaratan pemerintah Mengidentifikas gangguan lingkungan ang berhubungan dengan proyek Mengkaji ulang pola musim daerah lokasi proyek. Mengidentifikas lokasi pembuangan. Mengkaji ulang laporan penyelidikan tanah di lokasi proyek. Mengkaji ulang proyek dan metode kontruksi. Melakukan analisis pekerjaan-pekerjaan yang di subkontrakan untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan telah tercakup.

ESTIMASI DETAIL SECARA UMUM


Pembuatan Estimasi Detail Tujuan utama pembuatan estimasi secara detail adalah untuk pengadaan pekerjaan/proyek dan sebagai dasar untu evaluasi dan pengendalian proyek.sebagai langkah pengendalian dalam proyek, dilakukan pembandingan antara apa yang terjadi dengan apa yang harusnnya terjadi. Hal ini untuk melihat kemajuan sebuahproyek akan dibandingkan antara biaya yang telah dikeluarkandengan rencana anggaranyang telah ditetapkan.umumnya kontraktor membuat estimasi detail menutrut format UCI (Uniform Construction Index). Organisasi estimasi untuk kontraktor umum (general contractor) tersebut menurtu 16 divisi. Estimator wajib membuat sistem estimasi yang mampu mengakomodasi biaya bagi subkontraktor untuk semua divisi sehingga seluruh item dalam lingkup kerja sub-kontraktor terangkum dalam penawaran kontraktor yang ditujukan untuk pemilik proyek. Format UCI tersebut terbagi menjadi enam belas kegiatan utama dengan kode yang telah tertentu, yaitu: Tabel 1.1: Uniform Contruction Index DIVISI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 DESKRIPSI General requirements Sitework Cocrete Mansory Metals Wood and plastics Thermal and moisture protection Doors and windows Finishes Specialties Equipment Furnishing Special contruction Conveying system Mechanical Electrical

Tahapan dalam membangun estimasi secara rinci, yaitu: Melakukan perhitungan volume berbagai material yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek.

Proses pemberian nilai, dimana pada tahap ini estimator menghitung estimasi biaya material, tenaga kerja, sub-kontrak, peralatan dan lain-lain Thap rekapitulasi, merupakan ringkasan estimasi sesuai urutan pekerjaan, berfungsi untuk menghitung berbagai biaya overhead seperti pajak,asuransi dan jaminan.. tahap ini merupakan gambaran umum dari hasil estimasi.

Anda mungkin juga menyukai