Anda di halaman 1dari 7

Fungsi tulang 1. 2. 3. 4. 5. Membentuk rangka tubuh yang kuat dan bisa digerakkan.

Mendukung dan melindungi jaringan lunak dan organ vital. Tempat perlekatan otot . Memproduksi sel darah merah dalam sumsum tulang merah. Menjadi gudang garam,-garam mineral terutama kalsium dan fosfor.

Perkembangan tulang berawal dari sel-sel yang berbentuk kumparan yang disebut osteoblas. Terdapat dibawah lapisan jaringan fibrosa kuat yang menyelubungi tulang (periosteum). Sel ini mampu mengubah garam-garam kalsium dan magnesium larut seperti kalsium klorida menjadi tidak larut terutama kalsium fosfat. Osteoklas dapat mengubah kalsium fosfat yang tidak larut menjadi garam-garam mineral yang dapat larut yang dibawa keluar oleh darah. Sel ini mampu mengabsorpsi bgian tulang yang tidak diperlukan. Kedua sel distas ini berperan penting dalam pertumbuhan tulang. Osteoblas menghasilkan tulang sedangkan osteoklas membuang tulang untuk mempertahankan bentuk dan proporsi tulang.

Pertumbuhan dan perbaikan tulang Tulang membutuhkan suplai kalsium dan fosfor. Butuh juga vitamin D yang jika tidak dipenuhi akan dapat menyebabkan rickets pada anak dan osteomalasi pada orang dewasa. Kedua kelainan ini menyebabkan tulang menjadi lunak dan bengkok akibat beban berat badan. Vitamin c juga diperlukan karena berperan dalam penyimpanan kolagen, yang merupakan unsur utama jaringan penyambung. Selain nutrisi yang disebutkan diatas, pertumbuhan tulang juga dipengaruhi oleh gerak badan dan istirahat. Latihan fisik meningkatkan suplai darah ke otot dan tulang. Karena darah membawa zat pembangun, maka latihan fisik tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan. Istirahat juga sangat penting peranannya. Setelah seharian berdiri dan berlari, tulang mengalami penurunan tinggi badan yang cukup bermakna. Maka, setelah istirahat, tulang akan kembali kepanjang semula. Jenis jaringan tulang 1. Tulang kompakta Tulang kompakta merupakan tulang yang terlihat padat namun sebenarnya terdiri dari saluran havers. Diantara sistem havers, terdapat lempengan-lempengan sirkular kecil tulang yang disebut lamella interstisial.

Komponen sistem havers: kanal havers (kanal sentral yang mengandung pembuluh darah, saraf, danpembuluh limfe), lamella (lempengan-lempengan tulang yang mengelilingi kanal sentral), lacuna (ruang antara lamella yang mengandung osteosit dan saluran limfe), kanalikuli (saluran kecil yang menghubungkan lacuna dank anal sentral, mengandung pembuluh limfe yang membawa nutrien dan oksigen ke osteosit). 2. Tulang spongiosa Tulang spongiosa terlihat berongga kecil-kecil didalamnya. Di bawah mikroskop, kanal havers terlihat jauh lebih besar dan mengandung sedikit lamella. Komalasari, editor. Anatomi dan fisiologi untuk perawat. Jakarta : EGC, 2002

Jenis tulang 1. Tulang panjang 2. Tulang pipih 3. Tulang irregular

Sumber: file.upi.edu/Direktori Tungkai. Terdiri dari : 1. Femur / paha. 2. Patela / lutut. 3. Tibia / tulang kering. 4. Fibula / sebelah tulang kering.

5. Tarsal / pergelangan kaki. 6. Kaki : a. Metatarsal / telapak kaki. b. Phalanges / jari.

Sel-sel tulang 1. Osteoprogenitor Merupakan sel dari jaringan ikat mesenkim yang belum berdiferensiasi. Sel ini mempunyai daya miotik dan kemampuan untuk berkembangg menjadi dewasa. Biasanya sel ini terdapat pada permukaan tulang, dilapisan periosteum, endosteum, dan pada saluran vaskular dari tulang kompak 2. Osteoblas

Osteoblas merupakan sel mononukleat yang berasal dari sel mesenkim yang mensintesis protein matriks tulang kolagenous dan nonkolagenous. Berfungsi untuk mensintesis komponen organik dari matriks tulang (kolagen tipe I, proteoglikan, glikoprotein), mengendapkan unsur organik matriks tulang baru yang disebut osteoid. Osteoid adalah matriks tulang yang belum terklasifikasi, serta belum mengandung mineral. Namun tidak lama setelah deposisi osteoid akan segera mengalami mineralisasi dan menjadi tulang. 3. Osteosit Osteosit ini berasal dari osteoblas. Selama pembentukan tulang, osteosit ini terkurung didalam matriks tulang baru dan berada didalam lacuna tetapi aktif secara metabolic. Adapun fungsi osteosit adalah sebagai berikut : a. Homeostatis kalsium pada cairan tubuh b. Sense mechanical loading dan mengantarkan informasi ke sel lain didalam tulang. c. Mempertahankan matriks tulang dan viabilitas tulang. 4. Osteoklas Osteosit merupakan sel multinuclear dengan 10-12 nukleus yang terdapat sepanjang permukaan tulang tempat terjadinya resorpsi, remodeling, dan perbaikan tulang. Osteoklas sering terdapat dalam sebuah lekukan dangkal pada tulang yang teresorpsi atau terkikis secara enzimatik yang disebut lacuna howship. Osteoklas menghasilkan asam, kolagenase, dan enzim proteolitik lain yang menyerang matriks tulang dan membebaskan substansi dasar yang mengapur dan secara aktif terlibat dalam pembersihan debris yang terjadi selama resorpsi tulang. www.digilib.ui.ac.id

Sumber: http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/anatomi-sistem-rangka/

sumber: http://bemakbidupbptk.blogspot.com/2010_12_01_archive.html Periosteum adalah membrane jaringan ikat yang kuat dan vaskuler yang melekat erat pada bagian luar tulang, kecuali didalam send, dimana tulang dilapisi oleh kartilago. Sangat penting untuk penebalan tulang dan perbaikan fraktur.