P. 1
6 Contoh Soal(Teg Utama)

6 Contoh Soal(Teg Utama)

|Views: 489|Likes:
Dipublikasikan oleh jampuk

More info:

Published by: jampuk on Jun 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2015

pdf

text

original

CONTOH SOAL

Sebuah poros berdiameter 50 mm mendapat beban
tekan aksial sebesar 200 kN dan momen puntir sebesar
2 kNm secara simultan.
Ditanyakan:
a) Gambar kondisi tegangan pada elemen kubus dari
poros
b) Matriks tegangan pada elemen kubus
c) Tegangan utama yang bekerja pada silinder tersebut
d) Tegangan geser maksimum yang terjadi pada silinder
tersebut
SOAL 1 :
Penyelesaian
J
Tr
xy
= t
MPa 102
50
4
1
10 x 200
2
3
x
=
t
= o
) (
Gaya tekan aksial akan menimbulkan tegangan tekan
aksial sebesar :
Tegangan geser yang terjadi pada bagian terluar dari
poros adalah terbesar , dihitung dengan menggunakan
rumus :
T = momen puntir
r = jari-jari silinder
J = momen kelembaman polar luasan silinder
MPa 130
32 25
25 10 10 x 2
J
Tr
4
3 3
xy
=
t
= = t
/ ) (
) )( )( (
Sebuah elemen pada permukaan terluar dari poros akan
mempunyai tegangan geser paling besar seperti
ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Tegangan geser yang terjadi pada bagian terluar dari
poros :
o
x
= 102 MPa
o
x
= 102 MPa
t
xy
= 130 MPa
t
xy
= 130 MPa
t
xy
= 130 MPa
t
xy
= 130 MPa
(a) Kondisi tegangan pada elemen kubus
(b) Matriks tegangan pada elemen kubus :
MPa
0 0 0
0 0 130
0 130 102
ij
(
(
¸
(

¸

= o
÷
(c) Tegangan utama :
2
xy
2
x
x
maks
2
2
) ( ) / ( t + o +
o
= o
MPa 6 88 130 2 102
2
102
2 2
, ) ( ) / ( = + ÷ +
÷
=
2
xy
2
x
x
2
2
) ( ) / (
min
t + o ÷
o
= o
MPa 191 130 2 102
2
102
2 2
÷ = + ÷ ÷ = ) ( ) / (
(d) Tegangan geser maksimum :
MPa 140 130
2
102
2
2 2 2 2
maks
xy
x
± = +
÷
± = t +
o
± = t ) ( ) ( ) ( ) (
Suatu silinder berdinding tipis mendapat beban kombinasi kearah
tarik dan puntir secara bersamaan. Silinder tersebut mempunyai
diameter = 400 mm dan tebal dinding = 2 mm. Silinder menerima
beban tarik sebesar 200 kN dan beban puntir sebesar 50 kNm secara
simultan.
Ditanyakan :
a) Gambar kondisi tegangan pada elemen kubus dari dinding silinder
b) Matriks tegangan pada elemen kubus tersebut
c) Tegangan utama yang bekerja pada silinder tersebut
d) Tegangan geser maksimum yang terjadi pada silinder tersebut
e) Menurut kriteria luluh Rankine, Tresca, Von Mises bagaimana
kondisi material tersebut bila material mempunyai tegangan luluh
sebesar 350 MPa?
SOAL 2 :
Penyelesaian
MPa
x
A
P
x
6 , 79
) 2 )( 400 (
10 200
3
= = =
t
o
(a)
(b)
Tegangan tarik aksial sebesar 200 MPa menghasilkan
distribusi tegangan yg uniform sepanjang silinder sebesar :
Tegangan tarik tersebut bekerja pada setiap penampang
seperti pd gbr (a)
Tegangan geser akibat beban puntir dihitung dengan
menggunakan rumus :
J
Tr
xy
= t
T = momen puntir
r = jari-jari silinder
J = momen kelembaman polar luasan silinder
4 6 3 3
mm 10 x 100 2 200 2 t r 2 J = t = t = ) )( (
Silinder dinding tipis harga J adalah :
Tegangan geser t
xy
terlihat pada gambar (b) diatas.
MPa
x
x
J
Tr
xy
100
6
10 100
) 200 )(
3
10 )(
3
10 50 (
= = = t
Tegangan geser pada silinder dinding tipis :
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh tegangan yang
bekerja pada silinder dinding tipis adalah :
t
xy
= 100 MPa
o
x
= 79,6 MPa
(a) Kondisi tegangan pada elemen kubus dari dinding
silinder :
(
(
¸
(

¸

= o
0 0 0
0 0 100
0 100 6 79
ij
,
o
x
= 79,6 MPa
o
x
= 79,6 MPa
t
xy
= 100 MPa
t
xy
= 100 MPa
t
xy
= 100 MPa
t
xy
= 100 MPa
(b) Matriks tegangan pada elemen kubus :
Tegangan tarik o
x
dan tegangan geser t
xy

bekerja secara
simultan :
o
x
= 79,6 MPa , t
xy
= 100 MPa
(c) Tegangan utama :
2
xy
2
x
x
2
2
maks
) ( ) / ( t + o +
o
= o
MPa 8 67 100 2 6 79
2
6 79
2 2
, ) ( ) / , (
,
÷ = + ÷ =
2 2
xy x
x
2
2
) ( ) / (
min
t + o ÷
o
= o
MPa 4 147 100 2 6 79
2
6 79
2 2
, ) ( ) / , (
,
= + + =
MPa 7 107 100
2
6 79
2
2 2 2 2
xy
x
maks
, ) ( )
,
( ) ( ) ( ± = + ± = + ± = t t
o
(d) Tegangan geser maksimum :
(e) Kondisi material menurut Kriteria Luluh Rankine,
Tresca dan Von Mises :
 Kriteria Tegangan Normal Maksimum (Rankine) :
o
maks
= 147,4 MPa < 350 MPa  material belum luluh
 Kriteria Tegangan Geser Maksimum (Tresca) :
Tegangan luluh geser = 0,5 tegangan luluh tarik = 0,5 x 350
MPa
= 175 MPa
t
maks
= 107,7 MPa < 175 MPa  material belum luluh
 Kriteria Von Mises :

MPa 350 MPa 62 190
eq
< = o ,
 material belum luluh
( ) ( ) ( ) | | MPa 62 190 100 6 6 79 6 79
2
2
2
1
2 2 2
eq
, , , = ÷ + + = o
( ) ( ) ( ) ( ) | |
2
1
2 2 2
2 2 2
eq zx yz xy x z z y y x
6
2
2
t + t + t + o ÷ o + o ÷ o + o ÷ o = o
SOAL 3 :
Sebuah poros berdiameter 30 mm berputar dengan
kecepatan sudut konstan (seperti terlihat pada gambar
dibawah ini). Sabuk (belt) pada pulley memberi beban
kombinasi bending dan torsi pada poros. Berat poros dan
pulley diabaikan, asumsikan bahwa bantalan pada poros
hanya memberikan gaya reaksi arah melintang.
Ditanyakan:
a) Gambar diagram benda bebas pada konstruksi poros
dan bantalan
b) Gambar diagram bidang momen pada poros akibat
beban bending dan torsi
c) Tegangan utama yang bekerja pada poros tersebut

Gambar konstruksi poros dan bantalan
Diagram Benda Bebas dan Diagram Bidang Momen
a) Diagram Benda Bebas
b) Diagram Bidang Momen
kNm 57 , 0
2
) 15 , 0 (
2
) 55 , 0 (
B
M = + =
kNm 43 , 0
2
) 35 , 0 (
2
) 25 , 0 (
C
M = + =
Momen puntir (torsi) antara 2 pulley adalah konstan :
kNm 0,3 )
3 -
10 x 200 )( 500
3
10 x (2 T = ÷ =
Resultan momen bending di B dan C :
Momen puntir (torsi) di B dan C adalah sama  elemen
kritis pada poros terdapat pada titik B
Tegangan bending maksimum di B :
MPa 215
64 /
4
π(30)
) 2 / 30 )(
3
10 )(
3
10 x (0,57

I
M.y

x
= = = o
Tegangan geser maksimum di B :
MPa 56,5
32 /
4
π(30)
) 2 / 30 )(
3
10 )(
3
10 x (0,3

J
T.r

xy
= = = t
c) Tegangan utama (principal stress) :
MPa 229 (56,5) (215/2) 215/2
) )
2 2
2 2
maks
= + + =
+ + =

(
2
1
(
2
1

xy x x
t o o o
MPa 14 - (56,5) (215/2) 215/2
) )
2 2
2 2
min
= + ÷ =
+ ÷ =

(
2
1
(
2
1

xy x x
t o o o
SOAL 4 :
Sebuah konstruksi poros pejal berbentuk bulat yang
ditumpu oleh dua buah bantalan. Pada kedua ujungnya
mendapat beban tarik oleh dua buah sabuk yang
bekerja pada pulley seperti terlihat pada gambar (a)
dibawah ini.
Bila poros tersebut terbuat dari material yang
mempunyai tegangan luluh 250 MPa, maka dengan
menggunakan teori tegangan normal maksimum dan
angka keamanan 3 hitung diameter poros supaya tahan
terhadap beban diatas.
(a)
(b)
(c)
(d)
Reaksi pada bantalan dinyatakan dalam R
B
dan R
C
terdapat dalam satu bidang vertikal seperti pada gambar
(b).
Dari statika diperoleh : R
B
= 2,83 kN dan R
C
= 3,67 kN.
Variasi momen bending sepanjang poros dinyatakan pada gambar (c ),
dengan cara yang sama momen puntir digambarkan sama sepanjang
poros (gambar d) .
Daerah kritis sepanjang poros terdapat pada titik C (gambar c),
sehingga pada elemen di C terjadi tegangan o
x
dan t
xy
o
x o
x
t
xy t
xy
t
yx
t
yx
MPa
3
d
6
10 x 3,06

32 /
4
πd
) 2 / d )(
3
10 )(
3
10 x (0,6

J
Tr

xy
= = = t
(2)
Tegangan geser t
xy
muncul akibat beban puntir dari
tarikan sabuk pulley :
Tegangan normal yang lain : o
y
dan o
z
= 0
MPa
d
10 x 5,4

/64 πd
)(d/2) )(10 10 x (0,53

I
Mc

3
6
4
3 3
x
σ = = = (1)
Tegangan normal akibat bending :
2
3
6
10 06 , 3
2
3
2
0
6
10 4 , 5
3
2
0
6
10 4 , 5
3
250
|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
÷
+
+
=
d
x
d
x
d
x
Dari persamaan diatas diperoleh d = 43 mm
Substitusi pers (1), (2), dan (3), dengan menggunakan
angka keamanan 3, maka :
2
) (
2
2 2
xy
y x y x
maks
t
o o o o
o +
|
|
.
|

\
|
÷
+
+
=
Tegangan normal maksimum diperoleh dari tegangan utama
maksimum dengan rumus :
(3)
SOAL 5
Sebuah elemen kecil pada suatu komponen mendapat
beban multiaxial sebagai berikut :
ksi
5 5 3
5 10 7
3 7 2
ij

(
(
(
¸
(

¸

÷ ÷
÷ ÷
= o
Ditanyakan :
a) Gambar kondisi tegangan multiaxial pada elemen
kubus tersebut
b) Besar tegangan utama yg terjadi akibat pembebanan
multiaxial tsb.
c) Cos arah (l,m,n) dari tegangan utama
Penyelesian :
x
y
z
o
xx
= 2ksi

o
yy
= 10 ksi

o
yy
= 10 ksi

o
xx
= 2ksi

o
zz
= -5 ksi

o
zz
= -5 ksi

o
1
t
xy
= 7 ksi



t
yx
t
xz
t
zy
t
yz
t
zx
dimana koefisien invarian I
1,2,3
adalah :
I
1
= (o
xx
+ o
yy
+ o
zz
) = 3 ksi
I
2
= (o
xx
o
yy
+ o
yy
o
zz
+ o
xx
o
zz
– t
xy
2
– t
yz
2
–t
xz
2
)
= - 143 (ksi)
2
I
3
= (o
xx
o
yy
o
zz
+ 2 t
xy
t
yz
t
xz
– o
xx
t
yz
2
– o
yy
t
xz
2
- o
zz
t
xy
2
)
= 95 (ksi)
3
o
xx
= 2 ksi , o
yy
= 10 ksi, o
zz
= -5 ksi,
t
xy
= 7 ksi, t
yz
= 5 ksi, t
zx
= -3 ksi
Sehingga :
Arah tegangan utama
SOAL LATIHAN
Sebuah komponen dibuat dari bahan baja St 60 mendapat beban
multiaksial sbb : tegangan tarik ke arah sb x dan sb y sebesar 50 kg/mm
2

dan 10 kg/mm
2
, tegangan tekan ke arah sb Z sebesar 20 kg/mm
2
,
tegangan geser pada bid x ke arah sb z sebesar 30 kg/mm
2
Bila material tersebut mempunyai tegangan luluh = 55 kg/mm
2
, maka
ditanyakan :
a) Gambar kondisi tegangan pada suatu titik (elemen kubus)
b) Matriks tegangan yang bekerja pada elemen kubus tersebut
c) Menurut kriteria luluh Rankine, Tresca dan Von Mises, bagaimana kondisi
material tersebut pada saat menerima beban tegangan?
SOAL 1 :
SOAL 2 :
Sebuah silinder berdinding tipis mempunyai diameter 250 mm dan
tebal dinding 2,5 mm. Di dalam silinder tersebut mendapat tekanan
yang seragam (uniform) sebesar 1 MPa. Berapa gaya tarik axial
yang bekerja pada dinding silinder tersebut secara simultan tanpa
tegangan tarik maksimum melebihi 150 MPa?

SOAL 3 :
Sebuah silinder berdinding tipis mendapat gaya tekan axial 200 kN
dan momen torsi 3 kNm secara simultan. Diameter silinder adalah
300 mm dan tebal dinding silinder 3 mm. Tentukan tegangan utama
yang terjadi pada elemen dinding silinder dan tegangan geser
maksimumnya. Abaikan kemungkinan terjadi buckling pada silinder.

Bejana Dinding Tipis
h
pr
c
= o
h
pr
l
2
=
o

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->