Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

System digestivus merupakan system pencernaan yang banyak melibatkan organorgan dalam tubuh. Sehingga organ tersebut sangat berhubungan satu sama lain dan apabila terjadi gangguan dapat mengakibatkan gangguan pada organ yang lain. Gangguan pencernaan adalah gangguan yang berhubungan dengan organ lambung atau perut. Sebagian besar dari kasus gangguan percernaan yang menetap mungkin merupakan gejala dari penyakit yang serius seperti tukak lambung, usus kecil, penyakit kandung empedu dan kanker lambung. Keluhan pada gastrointestinal (GI) dapat berkaitan dengan gangguan local/ intra lumen saluran cerna (misalnya, adaya ulkus duodeni, gastritis, dan sebagainya). Pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) blok 15 ini membahas tentang nyeri ulu hati, muntah diserta darah, dan berat badan menurun yang berhubungan dengan penyakit atau gangguan pada organ pencernaan. Nyeri ulu hati, muntah disertai darah, dan berat badan menurun merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan akibat terjadinya gangguan pada proses cerna. Gangguan ini dapat terjadi akibat peningkatan asam, lambung, infeksi bakteri yang ada di lambung seperti bakteri helicobakteri atau akibat keganasan.

1|Page

Hemaliny A. S 102007152

BAB II ISI

Nyeri Ulu Hati, Muntah disertai Darah dan Berat Badan Turun
ANAMNESIS Anamnesis yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menanyakan keluhan-keluhan pasien. Anamnesis dibagi menjadi dua, dengan menanyakan pada pasien langsung (auto) atau kepada keluarga terdekat (allo). Riwayat keluarga, keluhan utama dan riwayat penyakit sekarang. Wawancara terhadap pasien atau keluarganya mengenai: Identitas pasien seperti nama, tempat dan tanggal lahir, agama dan lain-lain, Keluhan Utama Keluhan tambahan. Riwayat penyakit terdahulu. Riwayat penyakit keluarga. Lamanya sakit. Pengobatan yang sudah dilakukan. Riwat obat yang telah digunakan sebelumnya

ETIOLOGI

Nyeri ulu hati dan muntah disertai darah Nyeri yang timbul di daerah ulu hati merupakan nyeri yang berasal dari epigastrium. Nyeri ini bisa timbul tiba-tiba atau berlangsung lama. Nyeri yang dirasakan dapat ditentukan lokasinya. Oleh karena itu nyeri yang ditimbulkan sangat khas dan dapat menjalar ke tempat lain.

2|Page

Hemaliny A. S 102007152

Nyeri atau tidak enak pada perut bagian atas: Nyeri panas seperti terbakar (rasa terbakar pada dada/perut bagian atas yang disebut heart burn). Rasa penuh, terkumpulnya gas dalam lambung dan sering bersendawa. Mual dan muntah.

Muntah dapat dirangsang dari: Serabut aferen Vagus dari lapisan visceral GI, misalnya muntah akibat rangsangan peritoneum System versibuler yang dirangsang posisi atau infeksi vestibuler Susunan saraf pusat , misalnya rangsangan penciuman atau penglihatan Chemoreseptor trigger zone pada area postrema medulla, muntah akibat obat kemoptrapi, toksin, hipoksia Etiologi yang menyebabakan terjadinya nyeri ulu hati dan muntah yang disertai darah : Peningkatan asam lambung Asam lambung yang meningkat akibat iritasi dinding lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti makan tidak teratur, makan terlalu banyak atau sedikit,keracunan makanan, alergi terhadap makanan , merokok, peminum alkohol berat, infeksi bakteri berat/virus, obat-obatan tertentu dan tekanan batin atau stress. Infeksi merupakan peradangan pada daerah system pencernaan yang salah satunya disebabkan oleh bakteri helicobakteri pylori.

3|Page

Hemaliny A. S 102007152

Keganasan merupakan stadium yang sangat bahaya yang disebabakan oleh infeksi atau peradangan yang sangat hebat atau tumor.

Asam lambung, infeksi dan keganasan

Dispepsia
Definisi Kelainan traktus digestivus bagian proksimal yang dapat berupa mual atau muntah, kembung, dysphagia, rasa penuh, nyeri epigastrium atau nyeri retrosternal dan ruktus, yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Dengan demikian dyspepsia merupakan suatu sindrom klinik yang bersifat kronik. Mekanisme terjadinya dyspepsia: Sampai sekarang mekanisme dari terjadinya dyspepsia belum diketahui jelas. Ada berbagai pendapat mengenai penyebab dyspepsia. Berbagai hal yang dianggap sebagai penyebab dyspepsia misalnya adalah : asam lambung keradangan gangguan motilitas makanan yang pedas obat yang merangsang alkohol atau rokok

Tetapi bukti yang jelas dari peranan hal tersebut belum ditemukan. Gejala dyspepsia dapat disebabkan karena keadaan keadaan dalam lambung atau esophagus misalnya: 6 Dyspepsia non ulkus Ulkus peptikum Keganasan lambung Esophageal reflux Penatalaksanaan Pemeriksaan-pemeriksaan untuk mengkonfirmasikan dyspepsia : Endoskopi Foto saluran bagian atas Tes fungsi hati Gastritis

4|Page

Hemaliny A. S 102007152

USG Bernstein test Monitoring pH

Pemeriksaan motilitas Amilase

Pembagian Dyspepsia 1. Dyspepsia fungsional Gejala dyspepsia fungsional (menurut kriteria Roma) : a. Gejala menetap selama 3 bulan dalam 1 tahun terakhir. b. Nyeri epigastrium yang menetap atau sering kambuh (recurrent). c. Tidak ada kelainan organik yang jelas (termasuk endoskopi) d. Tidak ada tanda-tanda IBS (Irritable Bowel Syndrome) - symptom tidak hilang dengan defekasi - tidak ada perubahan frekuensi dan konsistensi tinja. Mekanisme Terjadinya Dyspepsia Fungsional : 1. Asam lambung 2. Motilitas - Hipomotilitas antrum : pengosongan lambung terhambat - Gastrid Accomodation : kemampuan menerima makanan jumlah besar - Gangguan aktifitas listrik pada otot lambung 3. Psikologis ; Anxiety, Neurotik, Somatosasi, Depresi 2. Dyspepsia organik

Keterangan

Dyspepsia ulcus

GERD

5|Page

Hemaliny A. S 102007152

Etiologi

Infeksi H. pylori Inkompetensi/relaksasi sphincter cardia yang menyebabkan regurgitasi asam lambung ke esofagus

Gejala

hunger pain food relief Untuk ulkus duodeni nyeri umumnya terjadi 1 sampai 3 jam setelah makan, dan penderita sering terbangun di tengah malam karena nyeri Pada ulkus lambung seringkali gejala hunger pain food relief tidak jelas, bahkan kadang kadang penderita justru merasa nyeri setelah makan

Gejala khas, terdiri dari : Heart Burn Rasa panas di epigastrium Rasa nyeri retrosternal Regurgitasi asam Pada kasus berat : ada gangguan menelan Gejala tidak khas : Nafas pendek Wheezing Batuk-batuk

Pengobatan awal : Terapi Antasid (tiap 4 jam), H2 blocker, Simetidin (4 x 200 mg /2 x 400 mg /800 mg malam hari), Ranitidin (2 x 150 mg /300 mg malam hari), Famotidin (2 x 20mg atua 40 mg malam hari), Penghambat pompa proton (tidak digunakan untuk pengobatan maintenance), Omeprasol (20 mg sebelum makan pagi), Lanzoprazole (30 mg sebelum

A. Farmakoterapi H2 Blocker, PPI, Prokinetik, Metoclopramid,Domperido n, Cizapride,Hindari obat anti, cholinergic B. Perubahan Diet a. Kurangi porsi makan b. jangan makan dalam 2

6|Page

Hemaliny A. S 102007152

makan pagi), jam sebelum tidur. Pengobatan maintenance setengah dosis awal diberikan selama 6 -12 bulan. Pengobatan maintenance diberikan untuk mencegah kekambuhan. Terapi tambahan : - Memperbaiki ketahanan mukosa misalnya : Surface coating agent : Sukralfat - Obat obat anti cholinergik : Pirenzepine C. Perubahan gaya hidup Yang harus dihindari : - pakaian ketat terutama sabuk - obesitas - konstipasi - makan berlebihan - hindari latihan berat setelah makan - Tidur dengan bantal tinggi c. hindari makanan tinggi lemak, alkohol, coklat

Gastritis
Peradangan atau inflamasi mukosa lambung, yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal. Dua jenis gastritis yang sering terjadi adalah gastritis superficial akut, dan gastritis atrofik kronik (menahun). Etiologi Gastritis akut biasanya disebabkan oleh lesi sterss pada penderita sakit berat, obat-obatan (aspirin, NSAID, alkohol, dll.), trauma (pemasangan NGT, endoskopi, radiasi, dll.), infeksi (sering oleh H. pylori).1 Gastritis kronis dibagi menjadi 2 tipe besar, yaitu tipe A merupakan gastritis autoimun dan gastritis tipe B disebabkan oleh Helicobacter pylori, merokok, alkohol. Gambaran Klinis

7|Page

Hemaliny A. S 102007152

Gambaran klinis bervariasi dari keluhan abdomen yang tidak jelas, seperti anoreksia, bersendawa, mual, sampai gejala yang lebih berat seperti nyeri epigastrium (nyeri ulu hati), muntah, perdarahan, dan hematemesis. Gastritis kronis mencetuskan terjadinya ulkus peptikum dan karsinoma.8 Gejala bervariasi yaitu rasa penuh, anoreksia, nyeri ulu hati, nausea, keluhan anemia Diagnosis Gastritis akut ditegakkan dengan endoskopi, dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi biopsi mukosa lambung, radiologis dengan kontras ganda. Gastritis kronis dapat dilakukan pemeriksaan : laboratorium untuk mengetahui anemia, analisis cairan, uji schiling, kadar gastrin, tes antibodi. Diagnosis ditegakkan dengan histopatologi biopsi mukosa lambung, gastroskopi. Penatalaksanaan atasi penyebab beri antasid antihistamin anti emetik anti muntah analgesik

Ulkus Peptikum
Rusaknya atau hilangnya jaringan mukosa sampai lamina propria pada berbagai saluran pencernaan makanan yang terpajan cairan asam lambung, yaitu oesophagus, lambung, duodenum, dan setelah gastroenterostomi juga jejunum. Penyakit ini timbul terutama pada duodenum dan lambung.5 Etiologi Ulkus peptikum bisa disebabkan oleh bakteri (misalya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan

8|Page

Hemaliny A. S 102007152

yang sensitif di bawahnya. Asam lambung dan bakteri dapat mengiritasi lapisan lambung dan duodenum serta menyebabkan terbentuknya ulkus. Patogenesis Inti penyebab adalah ketidakseimbangan faktor defensif dan faktor agresif (asam dan pepsin) dimana lebih dominan. Faktor defensif antara lain : lapisan mukus (berfungsi sebagai lubrikasi, mencegah back diffusion ion H dan pepsin, mempertahankan pH permukaan sel epitel), sekresi bikarbonat (untuk menetralisir ion H yang menembus mukus), sirkulasi darah ke dalam mukosa (menjamin kerja sel). Ulkus peptikum bisa disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan yang sensitif di bawahnya. Asam lambung dan bakteri dapat mengiritasi lapisan lambung dan duodenum serta menyebabkan terbentuknya ulkus. Faktor agresif antara lain : asam lambung (bersifat korosif), pepsin (bersifat proteolitik), asam empedu, salisilat, etanol, dan asam organik lemah. Gambaran Klinis Nyeri epigastrium intermiten kronis, hilang setelah makan, timbul lagi setelah 2-3 jam setelah makan dan saat lambung kosong, mual, muntah, anoreksia, penurunan berat badan. Diagnosis Serologi, riwayat nyeri hilang setelah makan. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan barium radiogram, bila tidak berhasil dilanjutkan dengna endoskopi. Pemeriksaan penunjang Barium dobel kontras Endoskopi saluran cerna bagian atas. Endoskopi adalah pemeriksaan atau tindakan pengobatan kedalam saluran pencernaan yang mempergunakan peralatan berupa teropong ( endoskop ). Endoskopi saluran cerna bagian atas. Endoskopi adalah pemeriksaan atau

9|Page

Hemaliny A. S 102007152

tindakan pengobatan kedalam saluran pencernaan yang mempergunakan peralatan berupa teropong ( endoskop ). Pemeriksaan dengan barium terhadap saluran GI atas dapat menunjukkan adanya ulkus, namun endoskopi adalah prosedur diagnostic pilihan. Endoskopi GI atas digunakan untuk mengidentifikasi perubahan inflamasi, ulkus dan lesi. Melalui endoskopi mukosa dapat secara langsung dilihat dan biopsy didapatkan. Endoskopi telah diketahui dapat mendeteksi beberapa lesi yang tidak terlihat melalui pemeriksaan sinar X karena ukuran atau lokasinya. Terapi Tanpa komplikasi a. Suportif : nutrisi b. Memperbaiki / menghindari faktor risiko c. Pemberian obat-obatan : antasida, antagonis reseplor M2. proton pump inhibitor, mengikat asam empedu. prokinetik. pemberian obat untuk eradikasi kuman Helicobacter pylori, d. Pemberian obat-obatan untuk meningkatakan faktor defensif.

Pendarahan saluran cerna atas


Hematemesis adalah muntah darah segar (merah segar) atau hematin (hitam seperti kopi), Muntah yang disertai darah (hematemesis) merupakan indikasi dari pendarahan saluran cerna bagiam atas (SCBA), terutama dari duodenum. Pendarahan saluran cerna bagian atas akibat dari pecahnya varises esophagus, tukak pepetik, gastritis, erosive (terutama OAINS), esofagitis, tumor, dan angiodisplasi. Gejala
10 | P a g e

Muntahan seperti kopi Timbul melena Berak hitam berbau busuk


Hemaliny A. S 102007152

Penatalaksanaan Non-endoskopi Terapi empiris Obatan vasoaktif : vitamin K 3 X 1 amp, obat-obatan antisekesi, antacid, dan sukralfat : Somatostatin, octreotide, vasopressin + nitrat

Karsinoma esophagus
Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor ganas yang paling sering terjadi pada esophagus. Secara khas, karsinoma sel skuamosa terdapat pada orang yang berusia >50 tahun, sering ditemukan pada laki-laki dibanding wanita. Gejala : Nyeri perut bagian atas Anoreksi Mual Disfagia Cepat kenyang Virchows node (kelenjar supraklavikula) Benjolan epigastricum Pucat Hematemesis-melena

Adenokarsinoma
Tumor ini secara khas ditemukan pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun ditemukan pada laki-laki dibandingkan wanita. Gambaran klinis: Disfagia, odinofagia, penurunan berat badan. Hal menarik yang patut diperhatikan adalah bahwa riwayat gejala refluks esophagus ditemukan pada kurang dari 50% kasus. Program skrining dapat mendeteksi keberadaan penyakit ini secara lebih dini.

11 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi disertai biopsy. Penentuan stadium tumor dilakukan radiografi memakai kontras dan CT Scan. Terapi: Pada adenokarsinoma esophagus biasanya dilakukan reseksi ekstensif. Sebagian esophagus yang dibuang diganti oleh satu segmen kolon transversum, diikuti kemoterapi. 1

Berat Badan Menurun

Pada umumnya gangguan pada system pencernaan semuanya menyebabakan penurunan nafsu makan yang dapat menyebabakan penurunan berat badan:

Malabsorpsi
Definisi Malabsoprsi adalah keadaan terdapat gangguan pada proses absorpsi dan digesti secara normal pada satu atau lebih zat gizi. Pada umumnya datang dengan diare. Etiologi Defisiensi enzim atau adanya gangguan pada mukosa usus tempat absorpsi. Diagnosis Keluhan diare kronis, biasanya bentuk feses cair mengingat pada kelainan usus halus tidak ada nutrisi yang terabsorpsi, sehinhga feses tidak terbentuk. Pemeriksaan Radiologi dengan pemeriksaan foto polos abdomen atau ultrasonografi (USG) abdomen dapat mengidentifikasi adanya klasifikasi pankreastitis kronik. Laboratorium dengan pemeriksaan funksi pancreas, asam empedu pernafasan, dan toleransi laktosa.

Penyakit Crohn
Penyakit ini ditemukan pada semua usia, dengan insidens puncaknya pada usia belasan hingga 20 tahun. Wanita paling seirng terkena daipada pria.

12 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152

Gambaran klinis: serangan intermiten yang meliputi demam, nyeri abdominal, anoreksia, dan penurunan berat badan. Komplikasi: malabsorpsi dan malnutrisi, kehilangan albumin. Pada kelainan ileum yang luas terjadi defisiensi vitamin B12, anemia pernisiosa, kanker usus.

Disfagia
Berhubungan dengan kesulitan menelan yang menunjukkan adanya obstruksi esophagus. Disfagia berhubungan dengan nyeri menelan. Anamnesis Lamanya gejala dan adanya nyeri dada seperti terbakar/dyspepsia adalah petunjuk klinis yang berguna gejala progresif dan penurunan berat badan adalah gambaran yang tidak menyenangkan. Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan fisik sering tidak ditemukan apa-apa. Cari tanda-tanda anemia, penurunan berat badan, dan limfadenopati (termasuk nodus Virchow di belakang puncak klavikula kiri) mengindikasikan metastasis kanker saluran pencernaan atas. Pemeriksaan penunjang Hitung darah lengkap, LED, tes fungsi hati, dan kalsium. Foto toraks bias menunjukkan adanya neoplasia paru primer maupun sekunder. Menelan barium: relative aman, walaupun terdapat sedikit risiko aspirasi zat kontras ke dalam paru. Ini biasanya merupakan tes yang pertama dilakukan dan bisa menunjukkan striktur jinak ataupun ganas. Semua striktur harus dibiopsi untuk menyingkirkan keganasan, bahkan jika gambaran radiologi tidak menunjukkan tanda-tanda keganasan. Endoskopi: endoskopi saluran pencernaan atas memiliki risiko perforasi esophagus namun dapat menegakkan diagnosis pasti dengan biopsy, dan terapi langsung (dilatasi esophagus, pemasangan stent) segera dapat dilakukan. Tes spesifik lainnya (manometri, monitoring pH, CT) dilakukan tergantung indikasi dari hasil pemeriksaan di atas.

13 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152

Bab III PENUTUP

Kesimpulan Dengan melihat gejala-gejala atau tanda-tanda yang digambarkan, seperti muntah yang disertai darah, nyeri ulu hati, dan penurunan berat badan. Serta berdasarkan hasil anamnesis, diagnosis, dan pemeriksaan. Dapat disimpulkan gangguan pada system pencernaan yang terjadi merupakan ulkus peptikum.

14 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152

DAFTAR PUSTAKA

1. Gunawan Gan S, et al. Farmako dan terapi. 5th ed. Jakarta: EGC; 2007 2. Mansjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W. Kapita selekta kedokteran. 3rd ed. Jakarta: FKUI; 2009 3. Michell RN, et al. Buku saku dasar patologis penyakit Robbins dan Cotran. 7th ed. Jakarta: EGC; 2008 4. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Setiati S. Ilmu penyakit dalam. 4th ed. Jakarta: FKUI; 2006

15 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152

5. http://ackogtg. Wordpress.com/2009 /04 /03 /gastritis-ulkus-peptikum-diare/ 6. http://biomedikamataram.wordpress.com/2009/05/08/102/ dyspepsia/ 7. http://mitrakeluarga.com/ 2009/ 04/ 29/ endoskopi-saluran-pencernaan/ 8. http:// order@medicastore.com/ 2009/ 02/ 15/ gastritis/ 9. http:// www.pubmed.gov/2007/ 12/ 20/ ulcer-pepticum/

16 | P a g e

Hemaliny A. S 102007152