Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat. Teknologi Informasi saat ini menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum. Saat ini telah lahir suatu rezim hukum baru yang dikenal dengan hukum siber atau hukum telematika. Hukum siber atau cyber law, secara internasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula, hukum telematika yang merupakan perwujudan dari konvergensi hukum telekomunikasi, hukum media, dan hukum informatika. Istilah lain yang juga digunakan adalah hukum teknologi informasi (law of information technology), hukum dunia maya (virtual world law), dan hukum mayantara. Istilah-istilah tersebut lahir mengingat kegiatan yang dilakukan melalui jaringan sistem komputer dan sistem komunikasi baik dalam lingkup lokal maupun global (Internet) dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual. Permasalahan hukum yang seringkali dihadapi adalah ketika terkait dengan penyampaian informasi, komunikasi, dan/atau transaksi secara elektronik, khususnya dalam hal pembuktian dan hal yang terkait dengan perbuatan hukum yang dilaksanakan melalui sistem elektronik.

Yang dimaksud dengan sistem elektronik adalah sistem komputer dalam arti luas, yang tidak hanya mencakup perangkat keras dan perangkat lunak komputer, tetapi juga mencakup jaringan telekomunikasi dan/atau sistem komunikasi elektronik. Perangkat lunak atau program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi tersebut. Sistem elektronik juga digunakan untuk menjelaskan keberadaan sistem informasi yang merupakan penerapan teknologi informasi yang berbasis jaringan telekomunikasi dan media elektronik, yang berfungsi merancang, memproses, menganalisis, menampilkan, dan mengirimkan atau menyebarkan informasi elektronik. Sistem informasi secara teknis dan manajemen sebenarnya adalah perwujudan penerapan produk teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasi dan manajemen sesuai dengan karakteristik kebutuhan pada organisasi tersebut dan sesuai dengan tujuan peruntukannya. Pada sisi yang lain, sistem informasi secara teknis dan fungsional adalah keterpaduan sistem antara manusia dan mesin yang mencakup komponen perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, sumber daya manusia, dan substansi informasi yang dalam pemanfaatannya mencakup fungsi input, process, output, storage, dan communication. Permasalahan yang lebih luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari perniagaan nasional dan internasional. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di bidang teknologi informasi, media, dan informatika (telematika) berkembang terus tanpa dapat dibendung, seiring dengan ditemukannya perkembangan baru di bidang teknologi informasi, media, dan komunikasi. Kegiatan melalui media sistem elektronik, yang disebut juga ruang siber ( cyber space), meskipun bersifat virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan atau perbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis kegiatan pada ruang siber tidak dapat didekati dengan ukuran dan

kualifikasi hukum konvensional saja sebab jika cara ini yang ditempuh akan terlalu banyak kesulitan dan hal yang lolos dari pemberlakuan hukum. Kegiatan dalam ruang siber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian, subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai Orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dalam kegiatan e-commerce antara lain dikenal adanya dokumen elektronik yang kedudukannya disetarakan dengan dokumen yang dibuat di atas kertas. Berkaitan dengan hal itu, perlu diperhatikan sisi keamanan dan kepastian hukum dalam pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, terdapat tiga pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber space, yaitu pendekatan aspek hukum, aspek teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk mengatasi gangguan keamanan dalam penyelenggaraan sistem secara elektronik, pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa kepastian hukum, persoalan pemanfaatan teknologi informasi menjadi tidak optimal.

B. Permasalahan Berdasarkan isi dari latar belakang di atas, rumusan masalah yang menjadi fokus dalam pembuatan tugas ini ialah bagaimana penerapan, pemampataan, dan penyalahgunaan terhadap bidang teknologi seperti ATM (Anjungan Tunai Mandiri ) baik dalam penggunaannya yang membantu dalam keseharian, sarana dan prasarana dalam bidang pengembangan ilmu, maupun terhadap planggaran hukum yang dilakukan manuasia dari keberadaan teknologi tersebut. Bahwa dengan munculnya Mesin ATM menimbulkan dampak baru baik dari sisi pisitif maupun disisi negativenya.

Dilihat dari sisi Positif adanya mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) : Membantu mempermudah manusia dalam melakukan segala aktipitas pembayaran baik tunai maupun kredit dengan cara yang lebih praktis dan efisien.

Dilihat dari sisi Negatif adanya mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) : Menimbulkan dampak baru dibidang pelanggaran hukum karena dengan adanya mesin ATM membuka cela baru bagi para pihak yang tidak bertanggung jawab yang lebih tergiur untuk melakukan perbuatan melanggar hukum seperti : Membongkar ataupun membobol Mesin ATM dengan cara paksa, karena tingkat keamanan terhadap mesin ATM tersebut tidak sepenuhnya dapat dilakukan dengan maksimal, seperti penjagaan mesin ATM selama 24 jam oleh petugas keamanan.

Namun pemerintah kita telah membuat peraturan perundang-undangan yang mengtur tentang tindakan-tindakan atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dan ditimbulkan dengan sanksi sesuai dengan tindakan yang telah ditimbulkanya. Sebagaimana dalam Pasal 32, Jo Pasal 34, Jo Pasal 36 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

BAB II PEMBAHASAN
Untuk istilah ATM dalam teknologi jaringan, lihat Asynchronous Transfer Mode. Sebuah mesin ATM ersonas 75-Series dari NCR, ATM multi-fungsi di Amerika Serikat ATM (bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko. ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan, bandar udara, pasar, dan kantor-kantor bank itu sendiri. sebagian besar ATM di seluruh dunia menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, terutama Windows XP Professional atau Windows XP Embedded.. Sejumlah kecil penyebaran dapat masih menjalankan versi Windows OS seperti Windows NT, Windows CE, atau Windows 2000. Terdapat pula industri keamanan komputer yang berpandangan bahwa sistem operasi desktop masyarakat umum memiliki resiko yang lebih besar sebagai sistem operasi untuk mesin pengeluaran uang daripada jenis lain dari sistem operasi seperti (aman) Sistem operasi waktunyata (RTOS). RISKS Digest memiliki banyak artikel tentang kerentanan kas mesin sistem operasi. Linux juga menemukan beberapa penerimaan di pasar ATM. Contoh dari hal ini adalah Banrisul, bank terbesar di selatan dari Brasil, yang mengganti sistem operasi MS-DOS di ATM nya dengan Linux. Banco do Brasil juga me-migrasikan ATM-nya ke Linux. Dengan terjadinya sistem operasi Windows dan XFS di ATM, aplikasi perangkat lunak yang memiliki kemampuan untuk menjadi lebih cerdas.

Hal ini telah menciptakan generasi baru ATM aplikasi yang umum disebut sebagai aplikasi diprogram. Jenis aplikasi ini memungkinkan sebuah host yang sama sekali baru teraplikasi di mana terminal ATM dapat melakukan lebih dari hanya sekedar berkomunikasi dengan switch

ATM. Sekarang sedang diberdayakan untuk terhubung ke server konten lain dan sistem video perbankan.

Perangkat lunak ATM terkemuka yang beroperasi pada platform XFS diantaranya Triton PRISM, Diebold Agilis EmPower, NCR APTRA Edge, Absolute Systems AbsoluteINTERACT, KAL Kalignite, Phoenix Interactive VISTAatm, dan Wincor Nixdorf ProTopas. Pada ATM paling modern, pelanggan diidentifikasi dengan memasukkan Kartu ATM plastik dengan strip magnetik atau kartu pintar plastik dengan chip, yang berisi kartu yang bernomor unik dan beberapa informasi keamanan seperti tanggal kedaluwarsa atau Kode keamanan kartu (CVV). Otentikasi ini disediakan oleh pelanggan saat memasukkan nomor identifikasi pribadi (PIN). ATM terbaru di Royal Bank of Scotland beroperasi tanpa kartu untuk menarik uang tunai hingga 100. Pelanggan awalnya harus mendaftarkan nomor ponsel merekadan dan bank akan memberikan kode enam digit untuk masuk ke ATM untuk menarik uang tunai tersebut.

Dengan adanya ATM kita dapat mengakses akun bank untuk membuat penarikan, uang tunai melalui kartu debit, dan memeriksa saldo rekening mereka serta membeli kredit ponsel prabayar. Jika mata uang yang ditarik dari ATM berbeda dengan rekening bank dalam mata uang (misalnya: Penarikan Yen Jepang dari rekening bank berisi Dolar AS), uang tersebut akan dikonversi pada nilai tukar resmi pasar. Dengan demikian, ATM sering memberikan salah satu kemungkinan harga tukar terbaik resmi untuk wisatawan asing, dan juga banyak digunakan untuk tujuan ini.

Mesin ATM dengan berbagai fungsi di Korea Selatan. Meskipun ATM awalnya dikembangkan hanya sebagai dispenser uang tunai, alat ini telah berkembang untuk memasukkan banyak fungsi-bank lainnya yang terkait. Di beberapa negara, khususnya yang memanfaatkan jaringan ATM lintas-bank terintegrasi (misalnya: Multibanco di Portugal), ATM mencakup banyak fungsi yang tidak berkaitan langsung dengan pengelolaan rekening bank sendiri, seperti: Pengakuan deposit mata uang, penerimaan, dan daur ulang

Membayar tagihan rutin: o Utilitas/kebutuhan rumah tangga (televisi kabel, PAM, dsb.) o Tagihan telepon o Tagihan listrik o Asuransi o Pajak

Mencetak rekening koran Memperbarui buku tabungan Memuat nilai uang ke Kartu Prabayar Membeli: o Perangko o o o o o o Tiket undian Tiket transportasi (kereta, pesawat, dsb) Tiket konser Tiket bioskop Pulsa telepon seluler Emas - "Di London pekan lalu [tahun 2011] beberapa pengusaha pintar meluncurkan ATM emas batangan pertama di Inggris dengan menggunakan kartu debit atau uang tunai.

Fitur permainan dan promosi. Pinjaman cepat CRM di ATM Donasi ke badan amal. Modul pemrosesan cek Membayar (secara penuh/sebagian) saldo pada kartu kredit terkait dengan akun tertentu saat ini. Mentransfer uang antar rekening terkait (seperti transfer antar rekening tabungan), baik dari satu bank maupun dua bank berbeda yang berhubungan satu sama lain/tersedia.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Bahwa dengan adanya Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dapat lebih mempermudah kehidupan manusia dalam sehari-hari untuk melakukan kegiatan pembayaran baik untuk yang bersifat wajib maupun yang bersifat umum, sehingga tidak lagi perlu membuang-buang waktu untuk datang langsung ketempat pembayaran yang ditujukan karena dapat dilakukan dimana saja dengan cara yang praktis dan mudah seperti hanlnya pembayaran melalui ATM. Seperti yang kita ketahui terkadang untuk melakukan penyelesaian pembayaran sungguh sangat menyita waktu apabila dilakukan dengan cara mendatangi langsung ketempat yang telah ditentukan, dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan banyak waktu yang tersita sia-sia karena bukan hanya kita sendiri yang akan melakukan pembayaran tersebut melaikan banyak lagi para pembayar lainnya. B. SARAN. Atas adanya tugas materi kulia kertas berharga pembahasan tentang ATM (anjungan tunai mandiri) menambah pengetahuan kami dalam bidang pengetahuan hukum yang ada di Republik Indonesia mungkin tugas kami ini jauh dari kata sempurna kami harap kritik dan saran serta komentar dari dosen sekalian agar memberi arahan yang lebih benar atas penamsiran serta penjelasan dari kami, serta dalam penggunaan Undang-Undang.

DAFTAR PUSTAKA
Abdulkadir Muhammad, Hukum Dagang tentang Surat-Surat Berharga, Alumni Bandung, 1984. Joni Emirzon, Hukum Surat Berharga dan Perkembangannya Di Indonesia, PT. Prenhallindo, Jakarta, 2002. www.wikipedia.com/ATM/ di akses pada tanggal 2 mei 2013 kamis. Jam 19.03 wib