Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM GELOMBANG DAN OPTIK PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

Oleh :

1. AMALIYA KURNIAWATI 2. AFFIN NURUL HIDAYAH 3. RIZQA EBTA PRABEKTI 4. M. ROZIKUL ANWAR 5. IRVINA ULINNUHA

(093654209) (093654221) (093654222) (093654226) (093654234)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS 2012

PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL


Amaliya Kurniawati, Affin Nurul H., Rizqa Ebta P., M.Rozikul Anwar, Irvina Ulinnuha

ABSTRAK Telah dilakukan percobaan tentang pembiasan pada kaca plan paralel. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan besarnya indeks bias bahan (kaca) dan pergeseran sinar. Metode yang digunakan adalah dengan meletakkan balok kaca (kaca plan paralel) di atas kertas putih polos. Kemudian mengukur sudut datang cahaya pada sudut 15, 30, 45, 60, 75, dan 80. Selanjutnya jarum ditancapkan pada titik A dan B di satu sisi dan menancapkan dua buah jarum pentul di sisi yang lain (C dan D) sedemikian rupa sehingga bila di lihat dari sisi tersebut, keempat jarum tersebut (A, B, C, dan D) tampak segaris. Setelah itu, mengukur sudut bias, diameter (d), dan pergeseran sinar (t). Dari percobaan tersebut, diperoleh data diameter kaca plan paralel (d) sebesar 6 cm, sudut bias masing-masing sudut sebesar 10, 20, 30, 35, 45, dan 42. Sedangkan pergesaran sinar pada masing-masing sudut sebesar 0.9 cm, 1.2 cm, 2.1 cm, 3.1 cm, 4.3 cm, dan 5.0 cm. Pada percobaan untuk menentukan besarnya indeks bias bahan (kaca) dan pergeseran sinar kami menggunakan Hukum Snellius secara perhitungan diperoleh indeks bias pada percobaan pertama, ke dua, ke empat sebesar 1,5. Sedangkan pada percobaan ke tiga, ke lima dan ke enam diperoleh indeks bias sebesar 1,4. Hal ini telah sesuai teori dimana hasil indeks bias dari berbagai sudut yang diperoleh sama atau mendekati dengan rata-rata nilai indeks bias sebesar 1,45. Dan makin besar sudut sinar datang maka makin besar pergeseran sinar atau jarak antara garis sinar datang dan garis sinar bias (t). Kata Kunci: Sudut datang, sudut bias, indeks bias.

ABSTRACT Experiment have been conducted the reflection of the plan paralell glass. This experiment to determine the refractive index of material (glass) and a shift rays. The method used is to put a block of glass (plan pararel glass) on a plain white paper. Then measure the angle of incidence of light at an angle of 15, 30, 45, 60, 75, dan 80. Needle attached to the points and B on one side and two pin plug on the other side (C and D) such that the fourth needle (A, B, C, and D) when viewed from the side is appearline. Then, measure the refrection angle, diameter (d), and the shift rays (t). From these experiments, data plan parallel glass diameter (d) at 6 cm, the angle of refraction of each angle of 10, 20, 30, 35, 45 and 42. While a shift rays at each angle of 0.9 cm, 1.2 cm, 2.1 cm, 3.1 cm, 4.3 cm and 5.0 cm. In experiments to determine the refractive index of materials (glass) and the shift of the light we use Snellius's Law is calculated to obtain the refractive index on the first, second, fourth at 1,5. While on trial to three, to five to six and a refractive index of 1,4 is obtained. This was according to the theory in which the refractive index obtained from various angles equal or close to the average value of the refractive index of 1,45. And the bigger the angle the light comes, the greater the shift of the light or the distance between the lines of angle incidence of light and lines of refractive (t). Keywords: Angle incidence of light, refractive angle, the refractive index

BAB I PENDAHULUAN

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan

A. Latar Belakang Dalam kehidupan seharihari, pada peristiwa sedotan yang dimasukkkan ke dalam air,

masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana indeks bias yang dihasilkan cahaya dari dengan pembiasan beberapa

terlihat bahwa sedotan minuman tersebut terlihat bengkok dan

sudut datang pada kaca plan paralel? 2. Bagaimana pergeseran sinar dari berbagai sudut datang pada kaca plan paralel?

lebih besar di dalam air dan peristiwa lain yaitu kolam yang terlihat lebih dangkal dari Hal

kedalaman

sebenarnya.

tersebut merupakan salah satu contoh pembiasan cahaya. Jika seberkas cahaya datang dan

C. Tujuan 1. Menentukan besarnya indeks bias bahan (kaca). 2. Mengetahui pergeseran sinar dari berbagai sudut datang pada kaca plan paralel.

membentuk

sudut

terhadap

permukaan, maka berkas cahaya tersebut ada yang dibelokkan

sewaktu memasuki medium baru, dimana pembelokan itu d isebut dengan pembiasan. Pembiasan BAB II KAJIAN TEORI

cahaya tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan indeks bias Perbedaan cepat rambat cahaya antar satu medium dengan medium lain menyebabkan peristiwa

yang terjadi antara udara dan air. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembiasan cahaya, kami melakukan percobaan pembiasan cahaya pada plan paralel.

perubahan arah rambat (pembelokan) cahaya pada batas dua medium tersebut. Jika seberkas cahaya

melalui bidang batas antara dua buah medium yang berbeda cahaya tingkat akan

kerapatannya,

mengalami perubahan arah rambat atau dibelokkan. Peristiwa

Pada pembiasan kaca plan paralel, selisih jarak antara

pembelokkan cahaya pada batas dua medium disebut pembiasan. Pembiasan cahaya adalah

perpanjangan sinar datang dan sinar bias dapat ditentukan dengan rumus berikut :

peristiwa pembelokan arah rambat cahaya setelah mengalami perubahan medium. Jika seberkas sinar menuju permukaan kaca plan paralel, maka sinar akan mengalami pembiasan sebanyak dua kali. Pembiasan (1) Gambar 3.1 Rancangan Percobaan Keterangan: d = Tebal kaca I = Sinar datang r = Sinar bias t = Selisih jarak

pertama terjadi ketika cahaya masuk ke kaca. Pembiasan kedua terjadi ketika cahaya keluar dari kaca ke udara. Ketika cahaya dari udara masuk ke kaca, cahaya akan

Menurut tentang

hukum

snellius yang

dibiaskan mendekati garis normal. Setelah itu, cahaya akan keluar dari kaca dan dibiaskan oleh udara menjauhi normal. Perjalanan cahaya yang mengalami pembiasan dua kali tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

pembiasan

cahaya

menyatakan bahwa dalam peristiwa pembiasaan cahaya, perbandingan sinar sudut dating dan sinus sudut bias adalah berlaku: a. Indeks bias dari udara ke kaca : konstan. Sehingga

b. Indeks bias dari kaca ke udara :

Gambar 2.1. Pembiasaan kaca plan paralel

BAB III METODE PENELITIAN

jarum tadi (A, B, C, dan D) tampak segaris. 2. Menggaris tepi-tepi kaca

A. Rancangan Percobaan

tersebut, setelah itu kaca di angkat dan posisi jarum-jarum tadi dihubungkan sehingga di peroleh garis AF dan GD. Bila di gunakan Ray-Box, garis di buat sebelum kaca diangkat.

Gambar 3.1. Rancangan percobaan

3. Selanjutnya di ukur besarnya sudut datang (i), sudut bias (r), d dan t. 4. Mengulangi langkah-langkah

B. Alat dan Bahan 1. Kaca plan paralel 1 buah 2. Penggaris 3. Pensil 1 buah 1 buah

di atas untuk sudut datang yang berbeda-beda. 5. Dari data yang di peroleh tersebut selanjutnya ditentukan pergeseran sinar (t) dengan menggunakan rumus (1) dan hasilnya di bandingkan dengan melakukan pengukuran secara langsung.

4. Kertas putih polos 1 buah 5. Jarum pentul C. variabel Variabel Manipulasi: Sudut Variabel Respon: Sudut bias Variabel kontrol: Kaca, jarum D. Prosedur Eksperimen 1. Meletakkan balok kaca di atas kertas putih polos. 1 kotak Variabel

BAB IV DATA DAN ANALISIS

Menancapkan dua buah jarum pantul di titik A dan B pada satu sisi. Selanjutnya A. Data Hasil Pengamatan Tabel 1. Data Hasil Pengamatan
No. Percobaan 1 2 3 4 5 (i1) 15 30 45 60 75 (r1) 10 20 30 35 45 ( d0,1) cm 6 6 6 6 6 (t0,1) cm 0,9 1,2 2,1 3,1 4,3

menancapkan dua buah jarum pentul di sisi yang lain (C dan D) sedemikian sehingga bila di lihat dari sisi tersebut, keempat

80

42

5,0

BAB V B. Analisis data hasil pengamatan Berdasarkan data hasil Pada percobaan untuk DISKUSI

pengamatan di atas, percobaan pertama pada sudut datang 15 diperoleh sudut bias sebesar 10 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 0,9 cm. Untuk percobaan ke dua pada sudut 30 diperoleh sudut bias

menentukan besarnya indeks bias bahan (kaca) dan pergeseran sinar kami menggunakan Hukum Snellius secara perhitungan diperoleh indeks bias pada percobaan pertama, ke dua, ke empat sebesar 1,5. Sedangkan pada percobaan ke tiga, ke lima dan ke enam diperoleh indeks bias sebesar 1,4. Hal ini telah sesuai teori dimana hasil indeks bias dari

sebesar 20 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 1,2 cm. Pada percobaan ke tiga dengan sudut datang 45

diperoleh sudut bias sebesar 30 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 2,1 cm. Untuk percobaan ke empat pada sudut 60 diperoleh sudut bias

berbagai sudut yang diperoleh sama atau mendekati dengan rata-rata nilai indeks bias sebesar 1,45. Sedangkan pergeseran garis sinar yang terjadi dari berbagai sudut menunjukkan makin besar sudut sinar datang maka makin besar pergeseran sinar atau jarak antara garis sinar datang dan garis sinar bias (t).

sebesar 35 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 3,1 cm. Pada percobaan ke lima dengan sudut datang 75

diperoleh sudut bias sebesar 45 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 4,3 cm. Sedangkan ada percobaan ke Berdasarkan data pengamatan diatas dapat diambil simpulan BAB VI SIMPULAN

enam dengan sudut datang 80 diperoleh sudut bias sebesar 42 dengan tebal kaca 6 cm, dan pergeseran sinar sebesar 5,0.

sebagai berikut:

1. Indeks bias pada yang dihasilkan dari pembiasan cahaya dengan beberapa sudut datang pada kaca plan paralel sama atau mendekati dengan rata-rata nilai indeks bias sebesar 1,45. 2. Makin besar sudut sinar datang maka makin besar pergeseran sinar atau jarak antara garis sinar datang dan garis sinar bias (t).

DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/5510352 9/5-Pembiasan-Pada-KacaPlan-Paralel. Diakses pada tanggal 15 april 2012 pukul 20.00 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Refraksi Diakses pada tanggal 15 april 2012 pukul 20.10 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_b ias Diakses pada tanggal 15 april 2012 pukul 20.15 WIB