Anda di halaman 1dari 57

BAB 2 TEORI KOMPRESI

2.1 Udara Udara lingkungan adalah gas campuran yang mempunyai sifat: a. Tidak berwarna b. Tidak berbau c. Tidak berasa d. Terdiri dari banyak gas, tetapi yang utama oxygen dan nitrogen. e. Komposisi yg dikandungnya (dari permukaan air laut hingga ketinggian 25 km), relatip konstan.

Udara bisa terkontaminasi dgn partikel padat seperti debu, pasir, jelaga dan kristal garam. Derajat kontaminasi ini akan lebih tinggi didaerah berpenduduk padat, dan lebih rendah didaerah berpenduduk jarang (pedesaan dataran tinggi). Udara bukan chemical substance, tetapi secara mekanis adalah mixed substance. Gambar 2.1. 2.2 Kelembaban udara Udara dianggap sebagai campuran antara udara kering dan udara basah.

Gambar 2.1. Komposisi utama udara teridiri: Nitrogen 78%; Oxygen 21% dan 1% unsur lain.

Udara yg mengandung uap air disebut udara basah (moist air), tetapi kelembaban udara beragam. Tekanan maksimum uap udara meningkat dgn naiknya temperatur. Tekanan maksimum uapair berkaitan dengan temperatur. Tekanan uap relatip (dikenal sebagai relative humidity) adalah keadaan antara tekanan parsial uap dan tekanan saturated pada temperatur sama. Dew point adalah temperatur ketika udara adalah saturated dengan uap air, jika temperatur turun maka akan terjadi kondensasi. Atmospheric dew point adlh temperatur dimana

mulai mengembun pada tekanan atmosfir. Tekanan dew point adalah temp. equivalen dengan kenaikan tekanan. Hubungan ini dapat ditulis sebagai, (p x ps) x 105 x V = Ra x ma x T x ps x 105 x V = RV x mV x T

Dalam hal ini: p = Tekanan total absolut, bar. ps = Saturation pressure pd temperatur aktual, bar. = Tekanan uap relatip.

V = Volume total jelembaban udara, m3. Ra = Konstanta gas untuk udara kering = 287,1 J/Kg.K. RV = Konstanta gas untuk uap air. = 461,3 J/Kg.K. ma = Massa udara kering, kg. T = Temperatur absolut udara lembab, K. 2.3 Tekanan Tekanan dalam kompresor dibangkitkan oleh gas yang tertekan dalam tangki atau pressure vessel. Secara progresip jumlah gas meningkat, gas yang

tertekan adalah jasil dari gaya yang bekerja dalam container walls. Gaya ini disebabkan oleh bombardir berulang dengan cepat dari sejumlah molekul yang ada dalam gas. Kompresi terjadi ketika ruangan antar molekul diperkecil. Berkurangnya volume, berarti jarak tiap partikel lebih pendek untuk bergerak, tumbukan sebanding dengan selang waktu yang diberikan. Karena kompresor dirancang untuk meningkatkan tekanan udara atau gas untuk keperluan tertentu, indikator prestasi kompresor centrifugal atau fans, sama seperti untuk pompa centrifugal.

Tekanan biasanya diukur dengan gauge, yaitu tekanan antara vessel dan tekanan atmospir. Karena itu psig bukan menunjukkan tekanan gas total sebenarnya. Tekanan sebenarnya (tekanan diatas nol), perlu menambah dengan tekanan atmospir atau tekanan barometer. Jumlah ini adalah tekanan absolut (psia). Lihat gambar 2.2. Semua perhitungan kompresor diperlukan tekanan absolut. Atau, pgauge = pabsolut - patmosfir Untuk tekanan diatas tekanan atmosfir

pabsolut = pbarometer + pgauge

pgauge

Tek. diatas atmosfir Tekanan atmosfir Tek. dibawah atmosfir

pbarometer

pabsolut

pvacuum

Tek. nol absolut

Gambar 2.2 Tekanan

dan, pvacuum = patmosfir - pabsolut Untuk tekanan dibawah tekanan atmosfir

Contoh: Tekanan vacuum gage dihubungkan dengan ruangan yang terbaca 5,8 psi pada lokasi yang tekanan atmosfir 14,5 psi. Tentukan tekanan absolut ruangan ?. Jawaban: Tek. abs. dihitung dengan:

pabs. = patm. pvac. pabs. = 14,5 psi 5,8 psi pabs. = 8,7 psi Contoh satuan tekanan adalah, 1 kPa = 103 Pa 1 Pa = N/m2 = kgm/(dt2)/(m2) 1 bar = 105 Pa = 0,1 MPa = 100 kPa 1 atm = 101,325 Pa = 101,325 kPa = 1,01325 bars 1 atm = 14,696 psi Pounds/square in = (psi) = lb/inch2 Pounds/square ft = (lb/square ft) = lb/ft2

Grams/square cm = (gr/square cm) = gr/cm2 Kilograms/square cm = (kg/square cm) = kg/cm2 Kompresor mempunyai keterbatasan keterbatasan, keterba tasan tersebut beragam yaitu: 1. Discharge pressure, semua jenis kompresor. 2. Pressure rise dan pada kebanyakan jenis displacement. 3. Compression ratio. 4. Pengaruh clearance (reciprocating compressor, berkaitan dengan compression ratio). 5. Kemampuan menghemat daya.

Tekanan yg berkaitan dgn kompresor adalah: Tekanan masuk (Inlet atau suction pressure) adalah mengukur tekanan total pada flens sisi masuk silinder kompresor (kompresor RC), dinyatakan dalam psia atau psig. Tekanan sisi lepas (discharge pressure) adalah tekanan yang diukur pada flens sisi lepas kompresor, dinyatakan dalam psig atau psia. Tekanan vacuum adalah tekanan dibawah atmosfir, biasanya diukur dengan differential gauge yang menunjukkan perbedaan antara sistem dan tekanan atmosfir.

Pengukuran tek. vacuum dinyatakan dengan: Millimeters Hg vacuum = (mm Hg Vac) Inches of Hg vacuum = (in. Hg Vac) Inches of water vacuum = (in. H20 Vac) Pengukuran tekanan absolut dinyatakan sebagai berikut: Lihat gambar 2.3. Inches of Hg absolute = (in. Hg abs) Millimeters of Hg absolute = (mm Hg Abs) Pounds/sq in absolute = (psia)

2.4 Temperatur Temperatur adalah indikasi energi kinetik molekul, dan bergerak secara cepat pada temperatur yang lebih tinggi dan berhenti bergerak pada nol absolut. Temperatur ditulis dengan hubungan sebagai berikut, T (K) = T (oC) + 273,15 dan, T (R) = T (oF) + 459,67

Dalam hal ini: T = Temperatur absolut (K) t = temperatur (C)


Air mendidih Air membeku

Nol absolut

Gambar 2.3 Temperatur absolut

2.5 Kapasitas termal Kapasitas termal (thermal capacity), berkaitan dg jumlah kalor yg diperlukan utk menaikkan temp. 1 kg zat sebesar 1 K. Dimensi kapasitas termal adalah, J J ____ atau ____ kg.K mol.K Disini: cp = Kapasitas termal pada tekanan konstan cv = Kapasitas termal pada volume konstan Cp = Kapasitas termal molar pada tekanan konstan Cv = Kapasitas termal molar pada volume konstan

Disni, cp > cv Untuk kepentingan praktis, zat cair dan zat padat maka: cp cv c Daya yang dikonsumsi pada panas masa mengalir dari t1 ke t2, adalah: Q m x c x (t2-t1) Dalam hal ini: Q = Daya kalor (heat power), W.

m = Aliran massa, kg/detik. c = Kapasitas panas spesifik, J/kg.K. t = Temperatur, K. Hubungan antara cp dan cv disebut , adalah fungsi jumlah atom dlm molekul. Selanjutnya ditulis: cp C p __ __ = c = Cv v Sementara itu, hubungan antara cp, cv dan R dinyatakan dengan:

R = cp - cv 2.6 Kerja dan Daya 2.6.1 Kerja Kerja mekanis didefinisikan sebagai gaya kali jarak dimana gaya mempengaruhi benda. Sebenarnya seperti panas, kerja adalah energi yang dipindahkan dari benda satu kebenda lain. Contoh: kompresi gas dalam silinder terjadi oleh gerakan torak. Kompresi terjadi melalui gerakan gaya torak. Pada waktu yang sama energi ditransfer dari

torak ke gas yang melingkunginya. Dalam termodinamika, energi yang ditransfer ini adalah kerja. Dalam satuan SI, kerja adalah Joule yaitu: 1 J = 1 Nm = 1 Ws 2.6.2 Daya Daya (power) adalah kerja per satuan waktu. Satuan daya untuk SI adalah watt. Disini, J _____ 1W=1 detik

Contoh: Daya atau energi alir pada poros kompresor, secara numerik sebanding dengan panas yang diemisikan dari system plus panas yang diterapkan pada gas yang terkompresi. 2.7 Kapasitas Satuan SI untuk debit adlh m3/detik, liter/detik. Debit ini dlm kompresor disebut compressors capacity. Dg satuan normal liter/detik (Nl/s) laju aliran udara dihitung ulang terhadap the normal state, yakni

1,013 bar and 0. Satuan utama untuk menetapkan massa aliran. Hubungan antara dua laju volume adalah (tidak mempertimbangkan humidity): Qn x (273 + Ti) x 1,013 ___________________ Qi = 273 x pi Dalam hal ini, Qi = Debit sebagai debit bebas, liter/detik (l/s) Qn= Debit sebagai normal, liter/detik (Nl/s) Ti = Temperatur sisi masuk, (oC) pi = Tekanan sisi masuk, (bar)

2.8 Hukum Termodinamika Pertama Energi tidak bisa diciptakan atau dirusak selama proses (seperti proses hisap dan tekan). Menghisap dan menekan udara (gas) akan terjadi perubahan bentuk energi satu ke energi yg lain. Dengan kata lain, bila sejumlah energi yang dilenyapkan setara dengan total energi yang harus dihasilkan. Ini adalah pernyataan steady-flow open dihasilkan system seperti yang terjadi pada kompresor, yaitu dengan mengikuti hubungan persamaan berikut: Eb + Em + Ek = 0

Eb = Energi bersih yang ditambahkan ke system sebagai panas dan kerja Em = Energi yg tersimpan dari massa masuk system Ek = Energi yang tersimpan dari massa yang meninggalkan system Contoh penerapan hukum termodinamika pertama adalah pasangan torak-silinder dengan sistem adalah gas dan tertutup torak (gambar 2.4). Jika panas dq dikenakan pada silinder (panas masuk), maka energi dalam sistem meningkat sebesar du. Akibat peningkatan energi dalam

Gambar 2.4 Hukum Termodinamika Pertama sistem, maka torak memberikan kerja sebesar dw. Selanjutnya hubungan antara panas dq, energi dalam du dan kerja dw dapat ditulis,

dq du dw = 0

Atau,
dq = du + dw 2.9 Hukum Termodinamika Kedua Hukum ini agak abstrak, dan dipahami dengan cara berikut: 1. Panas tidak bisa berjalan dari benda lebih dingin ke benda lebih panas. 2. Panas bisa dipindahkan dari benda bertemperatur

lebih rendah kebenda bertemperatur lebih tinggi hanya jika diberikan external work. 3. Pada semua proses nyata, energi yg tersedia dari system terisolasi menurun. 4. Panas atau energi hanya akan mengalir ke bawah (yaitu dari panas ke dingin). Dari ke empat pernyataan diatas, akan membawa kita untuk menunjukkan bahwa: Energi yang ada pada berbagai tingkatan bisa digu digunakan, nakan , hanya jika energi bergerak dari yang lebih tinggi kebatas yang lebih rendah rendah. .

Contoh: Tidak mungkin setiap mesin beroperasi pada siklus dan menghasilkan kerja, sementara pertukaran panas hanya dengan benda pada satu temperatur tetap. Dalam termodinamika, ukuran ketidaktersediaan energi dikenal dengan entropy. Sebagai ukuran ketidaktersediaan energi, entropy meningkat sebagai kehilangan panas system tetap konstan ketika ada tambahan atau kehilangan panas seperti pada proses adiabatis.

Entropy ini didefinisikan dengan persamaan differensial berikut: dQ __ dS = T

Dalam hal ini: T = Temperatur (Fahrenheit) Q = Panas yang ditambahkan (BTU)


2.10 Adiabatis 2.10 10. .1 Pengertian Adiabatis Isolator ideal, adalah dinding yang mencegah

adanya interaksi termal dengan lingkungan diluarnya, artinya tidak ada termal yg melintasi dinding tersebut. Isolator ideal ini desebut dengan Dinding Adiabatis. Jadi adiabatis adalah sebuah keadaan dimana tidak terjadi interaksi termal dengan lingkungan. 2.10 10. .2 Persamaan Adiabatis Jika sebuah proses berlangsung scr adiabatis, berarti tidak ada perubahan panas. Berarti juga, dq = 0

Sedang Hukum Termodinamika Pertama adalah, dq = du + dw Untuk proses adiabatis, hukum termodinamika pertama dapat ditulis, du + dw = 0 syarat dq = 0 dw = pdv Hubungan antara p dan v untuk perubahan adiabatis, maka du disubstitusi sebagai: du = cvdT Sehingga persamaan adiabatis menjadi, dq = pdv + du = 0

dq = pdv + cvdT = 0 pdv + cvdT = 0 Kita tahu bahwa persamaan keadaan adalah, pv __ pv = RT atau T = (1) R Jika persamaan ini dideferensiasikan akan menjadi, R.d(pv) pv.dR _____ d(pv) R.d(pv) d(pv) __________ ___ ___ dT = = = = R2 R R2 R 1 __ dT = (vdp + pdv) R

(2)

Jika persamaan (2) disubstitusikan ke persamaan (1), maka persamaan (1) menjadi:

pdv + cv

1 __ (vdp + pdv) = 0 R

R Jika ruas kiri dikalikan R, maka diperoleh: Rpdv + cvvdp + cvpdv = 0


Karena,

cv __ pdv + (vdp + pdv) = 0

R = cp c v

Maka persamaan diatas menjadi, (cp cv)pdv + cvvdp + cvpdv = 0 cppdv cvpdv + cvvdp + cvpdv = 0 Kalau dibagi cvpv, diperoleh: c p __ dp dv __ __ + = 0 = dC cv v p

Selanjutnya jika persamaan diatas diintegrasikan, diperoleh persamaan berikut: c p dp dv __ __ __ cv v + p = dC

cp __ ln v + ln p = ln C cv

cp = k, maka persamaan diatas menjadi, Karena: __ cv k ln v + ln p = ln C ln vk + ln p = ln C atau,


pvk = C (3)

Ini adalah hubungan persamaan antara p dan v untuk expansi atau kompresi adiabatis

Dari pers amaan gas ideal, pv = RT diperoleh, RT ___ p= v (4) Jika persamaan (4) masuk persamaan (3), diperoleh: RT k ___ v v =C Atau: (k-1) = C Tv(k (5) Ini adalah hubungan persamaan antara T dan v untuk perubahan adiabatis

Dari pers amaan gas ideal, pv = RT Juga bisa diperoleh, RT v = __ (4) p Jika persamaan (4) masuk persamaan (3), diperoleh: pT RT ___ __ p = C atau k = C p p Atau:
(1-k) = C Tkp(1 k k

(5)

Ini adalah hubungan persamaan antara T dan p untuk perubahan adiabatis

Kesimpulan: Persamaan perubahan adiabatis dalam bentuk p (tekanan), v (volume) dan T (temperatur) adalah:
pvk = C Tvk-1 = C Tkp1-k = C

Kita tahu bahwa,

dq = dw + du
Untuk adiabatis, dq = pdv + du = 0

atau,
du = -pdv Maka, Sementara,

u2- u1 = - pdv
1

dh = du + d(pv) dh = du + vdp + pdv

dh = du + vdp + pdv dh = -pdv + vdp + pdv dh = vdp Maka diperoleh,


1 Catatan: - Untuk proses ekspansi, dp negatip. - Untuk proses ekspansi, dv positip.

h2- h1 = - vdp

Maka pd proses ekspansi, energi dalam dan enthalpy menurun

2.10.3 Persamaan Polytropic Proses isotermis berkaitan dengan pertukaran panas penuh dengan lingkungan, sementara proses isentropis berkaitan dengan tidak adanya pertukaran kalor. Dalam kenyataannya proses berlangsung diantara keduanya, proses ini umumnya disebut proses polytropic. Hubungan ini ditulis dengan,

pVn = konstan
Dalam hal ini,

n n n n

= 0, berarti prosesnya isobaris. = 1, berarti prosesnya isotermis. = , berarti prosesnya isentropis. = , berarti prosesnya isokoris. Penjelasan: n=0 p1V1n = p2V2n p1V1 0 = p2 V2 0 p1 = p2 Isobar n=1 n = p Vn p V1 = p V1 p1V1 2 2 2 2 1 1 p1V1 = p2V2 Isotermis

n = , berarti prosesnya isentropis. N = , berarti prosesnya isokoris. Penjelasan: n = = 1,4 1,4 = p2V 1,4 Isentropis 2 p1V1 n= p V = p V Isochoris p V = p V Isovolumetris 2.11 Hukum gas ideal (Perfect gas laws) Gas ideal atau gas sempurna adalah gas yang

digunakan pada hukum Boyle, Charles dan Amonton. Hukum Boyle's Boyle's. Pd temp. konstan, vol. gas ideal menurun dg naiknya tekanan. Dirumuskan, V2 P 1 __ __ = atau P2V2 = P1V1 = konstant V1 P2 Hukum Charles. Pada tekanan konstan, volume gas ideal meningkat dengan meningkatnya temperatur. Jika diterapkan panas, maka volume bertambah dan tekanannya tetap sama.

Hukum Charles menganggap tdk ada gesekan, dan dirumuskan sebagai: V2 __ T2 V2 __ V1 __ __ = atau = V1 T1 T 2 T1 Hukum Amonton. Pada volume konstan, tekanan gas ideal menurun dengan naiknya temperatur.

P2 __ T2 P2 __ P1 __ __ atau = = P1 T1 T2 T1 Tekanan p, volume V dan temperatur T adalah sifat gas yang saling berkaitan.

Hukum Boyles dan Hukum Charless yang dikombinasikan kedalam satu persamaan yang berkaitan dengan Hukum Gas Ideal. Persamaan. ini selalu benar untuk gas ideal dan benar untuk gas riil pada kondisi tertentu. Hubungan ini adalah,

p2V2 p1V1 ____ ____ = R = konstanta gas = T2 T1


Dalam hal ini, p = tekanan absolut.

V = Volume absolut. v = Volume spesifik = V/m m = massa gas T = Temperatur absolut R = Konstanta gas individu dan hanya memperhati= kan sifat gas, J/kg.K. = R/M Selanjutnya, persamaan gas ideal dapat ditulis sebagai:

pxV=mxRxT Disini: R = Konstanta gas universal R = 8314 (J/kmol x K) Untuk udara pada temperatur ruangan, tek. > 400 psia kesalahan persamaan ini kurang dari 1%. Untuk udara pd tek. 1 atm, temp. semakin rendah -200o F kesalahan pers. ini kurang dari 1%. Untuk gas yang berbeda, faktor kesalahan ini akan beragam.

2.12 Perubahan keadaan Perubahan keadaan dapat dipahami dengan memperhatikan diagram p vs V dan T vs S, dan ini yang mendasari bagaimana kompresor bekerja 2.12 12. .1 Proses Isolumetric (Isochoric) Pemanasan gas pada tabung tertutup, adalah contoh proses isochoric (gambar 2.5). Maka jumlah panas yang diterapkan adalah, q12 = m x cv x (T2-T1)

Gambar 2.5 Proses Isochoric. Perubahan keadaan, tekanan naik sementara volumenya konstan

Dalam hal ini, m = Massa gas, kg. cv = Kapasitas panas pada volume konstan, J/kg.K. T = Temperatur absolut, K.

2.12 12. .2 Proses Isobaric Pemanasan gas dalam silinder pada pembebanan konstan oleh torak, adalah contoh dari proses isobaric. Lihat pada gambar 2.6. Maka jumlah panas yang diterapkan adalah,
q = m x cp x (T2-T1)

Gambar 2.6 Proses Isobaric. Perubahan keadaan, volume naik sementara tekanannya konstan

2.12.3 Proses Isothermic Gas dalam tabung yang dikompresi dengan keadaan temperatur tetap, lihat gambar 2.7. Secara praktek proses ini tidak bisa dilakukan, karena tidak mungkin proses berlangsung secara lambat dalam praktek. Panas yang terjadi dalam proses ini adalah, q = m x R x T x ln (p2/p1) q = p1 x V1 x ln (V2/V1) p = Tekanan absolute (Pa).

Gambar 2.7 Proses Isothermic. Perubahan keadaan, temperatur konstan ketika volume dan tekanan berubah

2.12.4 Proses Isentropic Gas yang ditekan didalam silinder yg terisolasi tanpa terjadi pertukaran panas dengan lingkungan, adalah contoh dari proses isentropis. Gambar 2.8. Contoh lain proses isentropis adalah jika gas yang diekspansikan secara cepat melalui nosel yang tidak mempunyai waktu untuk terjadi pertukaran panas dengan lingkungan. Hubungan ini ditulis, dq = dw + du dq = pdv + du ini adalah HT 1 Yg dimaksud dg tdk terjadi pertukaran panas adalah,

Gambar 2.8 Proses Isentropy (entropy konstan). Slm proses komp. dan eksp. tidak tjd pertukaran kalor dg lingkungan