Anda di halaman 1dari 41

Bagian / SMF Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar

PIODERMA
SEMINAR PEMBIMBING : dr. IGAA Dwi Karmila, Sp.KK RESIDEN: dr. Hendrawan
Manuel Fatima Goncalves (0702005245) Pande Ayu Naya Kasih Permatananda (0802005110)

PIODERMA
Infeksi kulit yang disebabkan bakteri gram positif, seperti Staphylococcus, Streptococcus, atau keduanya
Etiologi : Staphylococcus aureus Streptococcus -hemolyticus grup A
(Streptococcus pyogenes)

Staphylococcus epidermidis

Faktor Predisposisi

PIODERMA
Higienitas kurang Penurunan daya tahan tubuh
anemia, kanker. Diabetes melitus, AIDS

Cedera atau inflamasi pada kulit sebelumnya


Kerusakan epidemis sehingga mudah infeksi

PATOGENESIS
AGENT
Staphylococcus & Streptococcus

coagulase-negative staphylococci (CoNS)

Environment HOST
self defens, Imunosupression, Portal de entry

Higienitas kurang Kelembaban tinggi Area kumuh

KLASIFIKASI
BERDASARKAN LOKASI BERDASARKAN ETIOLOGI BERDASARKAN PATOGENESIS

Berdasarkan etiologi : - stafiloderma - streptoderma Berdasarkan lokalisasi : - pioderma superfisialis - pioderma profunda

Berdasarkan patogenesis : - pioderma primer - pioderma sekunder (IMPETIGENISATA)

Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang :


Pengecatan Gram Darah lengkap (pada beberapa kasus dijumpai leukositosis) Kultur dan tes sensitivitas (hanya dikerjakan pada kasus-kasus kronis yang sukar sembuh dengan pengobatan biasa)

Antibiotik sistemik :

Penisilin G Prokain dan Semisintetiknya Linkomisin dan Klindamisin Eritromisin Sefalosporin

Terapi simptomatik : analgetik & antipiretik

Topikal :
Antibiotika (yg tidak dipakai secara sistemik) Kompres (rivanol 0,1%, permanganas kalikus 1/5000 atau povidon iodine 7,5% yg dilarutkan 10x)

Impetigo Folikulitis Furunkel Karbunkel Ektima Pyogenic Paronichia Erysipelas Selulitis Staphyloccocal Scalded Skin Syndrome (SSSS)

Definisi

: pioderma superfisialis (terbatas pd epidermis)


: Impetigo non bulosa (krustosa) Impetigo bulosa

Klasifikasi

PERBANDINGAN

NON BULOSA

BULOSA

Etiologi

Streptococcus B hemolyticus
Anak-anak Gejala umum (-) Predileksi : muka (sekitar lubang hidung dan mulut) Eritema & vesikel yg cepat pecah krusta tebal kuning madu krusta diangkat, dasarnya erosi Ektima (dasar ulkus)

Staphylococcus aureus

Manisfestasi Klinis

Anak dan dewasa Gejala umum (-) Predileksi : ketiak, dada, punggung Eritema yang diatasnya ada bula atau bula hipopion

DD Terapi

Dermatofitosis (disebabkan amur) Bula dipecahkan Oleskan antibiotik topikal: salep atau krim mupirocin Jika banyak: Antibitok sistemik secara oral

Bersihkan krusta Oleskan antibiotik topikal: salep atau krim mupirocin Jika banyak: Antibiotik sistemik secara oral

Fitzpatricks Dermatology in General Antibiotik diberikan selama 10 hari bila penyebabnya streptococcus

KRUSTOSA

BULOSA

FOLIKULITIS

Adalah peradangan pada folikel rambut Etiologi : Staphylococcus aureus Klasifikasi berdasarkan lokasi Folikulitis superfisialis terbatas didalam epidermis Folikulitis profunda sampai ke subkutan

Sinonim : Impetigo Bockhart Gambaran Klinis : pustula kecil bentuk domeshape pada pembukaan atau ostium folikel rambut Predileksi : Kepala (anak anak), area berjenggot, axilla, extremitas dan pantat Gejala konstitusi (-)

Gambaran Klinis : Berupa papul atau pustul eritema, tengahnya terdapat rambut, teraba infiltrat di subkutan Predileksi : bibir atas, dagu bilateral Gejala Konstitusi (+) : gatal, panas, rasa terbakar di tepi bibir atas dekat dengan hidung DD : Tinea Barbae

Antibiotik sistemik : Kloksasilin 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari Sefadroksil 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari
Topikal: Salep Basitrasin atau neomisin Salep asam fusidat atau mupirosin Pada Ulkus & lesi masih eksudatif dilakukan kompres terbuka dengan larutan permangas kalikus 1/5000, larutan rivanol 0,1%, povidine iodine 5%-10%

FURUNKEL
Peradangan folikel rambut dan sekitarnya, jika >1 disebut furunkulosis Etiologi : Staphylococcus aureus Predileksi : Pada daerah yang sering bergesekan dan berkeringat leher, muka, axilla, dan pantat Karakteristik: nodul eritema berbentuk kerucut, berbatas tegas, dindingnya tegang, pada puncaknya terdapat core yg berupa pustul (central necrotic)

FURUNKEL MALIGNA DAERAH SEGITIGA ANTARA KEDUA SUDUT MATA BAGIAN LATERAL DAN KEDUA SUDUT BIBIR

FURUNKEL

FURUNKULOSIS

KARBUNKEL
Definisi : adalah dua atau lebih furunkel yang menyatu namun memiliki beberapa puncak (core) Karakteristik : nodul eritema, berbatas tegas, ukurannya besar, ada beberapa core. Nyeri Predileksi : tengkuk, aksila, bokong Faktor predisposisi: penyakit sistemik, alcoholism, malnutrisi, imunosupresi (DM dan AIDS)

KARBUNKEL

Pengobatan Sistemik : Kloksasilin 3x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari Sefadroksil 2x500 mg p.o/hari, selama 5-7 hari atau sesuai dgn tes sensitivitas Pengobatan Topikal : Inflamasi akut kompres hangat Bila telah terbentuk abses insisi & drainase kompres dgn rivanol 0,1% / kalium permanganas 1/5000 / larutan povidon iodine 7,5% dilarutkan 10x Bila lesi kering salep yg mengandung asam fusidat / mupirosin / neomisin-basitrasin

Pada FURUNKEL MALIGNA : (daerah segitiga sudut mata, mengenai sinus cavernosus yg byk anastomosis trombosis sinus cavernosus) MRS Sefotaksim 1 gram i.m/ 8 jam selama 7-10 hari Pengobatan topikal sesuai penatalaksanaan furunkel/karbunkel Antipiretik/analgetik asam mefenamat 3 x 500 gram/hari

EKTIMA

Definisi : Adalah ulkus superfisial yg ditutupi krusta tebal berwarna coklat kehitaman Etiologi : Streptococcus B hemolyticus, Terjadi pada : anakanak, orang tua, penderita diabetes Predileksi : tungkai bawah Gambaran Klinis : Tampak krusta multipel, tebal, coklat kehitaman, sangat lekat Bila diangkat tampak ulkus dangkal, tepi meninggi, dengan radang akut. DD : impetigo krustosa Pengobatan : Jika lesi sedikit krusta diangkat olesi dgn salep antibiotik Jika lesi banyak dikombinasi dgn antibiotik sistemik

EKTIMA

PYOGENIC PARONICHIA

Definisi : adalah infeksi pada jaringan disekitar kuku Etiologi : Staphylococcus aureus Streptococcus B hemolyticus Gejala klinis : Biasanya didahului trauma Infeksi pd lipat kuku, tanda radang (+) menjalar ke matriks & lempeng kuku (nail plate) dpt terbentuk abses subungual Pd keadaan akut disertai nyeri yg hebat

PYOGENIC PARONICHIA

Proteksi kuku yang terkena infeksi bungkus dengan kasa steril kompres dgn rivanol atau larutan antiseptik lain Jika terbentuk abses insisi & drainase Antibiotik sistemik : Amoksisilin, Kloksasisilin, atau Eritromisin Jika keluhan berulang ekstraksi kuku

ERYSIPELAS
Definisi : penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman streptoccocus, ditandai dengan kemerahan berbatas tegas, cepat meluas dan disertai gejala konstitusional Etiologi : Streptococcus B hemolyticus Gejala klinis : Gejala konstitusi : demam,malaise Didahului trauma predileksi tungkai bwh, wajah Lapisan kulit yg diserang : epidermis & dermis Kelainan kulit : infiltrat merah cerah, bts tegas, pinggirnya meninggi dgn tanda radang akut. Dpt disertai edema, vesikel & bula Kronis residif : elefantisiasis

ERYSIPELAS

SELULITIS

Definisi :
Adalah peradangan supuratif yg terutama mengenai lapisan subkutis dengan batas yg tidak tegas.

Etiologi : S. aureus, Streptococcus B hemolyticus Gejala Klinis : Didahului trauma Lapisan kulit yg diserang : terutama subkutis Gejala konstitusi & predileksinya hampir sama dengan erysipelas Lesi kulit berupa : eritema lokal yg cepat meluas dgn batas yg tidak tegas

SELULITIS

KARAKTERISTIK

ERYSIPELAS

SELULITIS

Lesi

Superfisial (epidermis-dermis) Lebih dalam (Subkutan)

Klinis

Eritema merah cerah, batas tegas, tepi meninggi, hangat pd perabaan, nyeri tekan Dapat disertai edema, vesikel atau bula Tungkai bawah, muka

Eritema lokal cepat meluas dgn batas yg tidak tegas, nyeri tekan, sensasi terbakar, lemas

Predileksi

Tungkai bawah

DD

Selulitis

DVT, Osteomyelitis

MRS Bila mengenai tungkai elevasi tungkai Pengobatan Sistemik : Sefotaksim 1 gram i.m/8 jam selama 7-10 hari Antipiretik : paracetamol 3 x 500 mg/hari Pengobatan Topikal : Inflamasi akut kompres burowi / bebat hangat Bila telah terbentuk abses insisi & drainase kompres dgn rivanol 0,1% / kalium permanganas 1/5000 / larutan povidon iodine 7,5% dilarutkan 10x Bila lesi kering salep yg mengandung asam fusidat / mupirosin / neomisin-basitrasin

STAPHYLOCOCCAL SCALDED SKIN SYNDROME


Nama lain : Penyakit Ritter Dermatitis eksfoliativa neonatorum Definisi : Merupakan suatu infeksi kulit yg disebabkan oleh Staphylococcus aureus tipe tertentu dgn ciri khas berupa adanya epidermolisis Epidemiologi : terutama pd anak < 5 thn laki > perempuan Etiologi : Staphylococcus aureus exfoliative tipe B dan A

Sumber infeksi pd mata, hidung, tenggorok, telinga

Pelepasan Eksotoksin (epidermofolin & eksfoliatin)

Menyerang epidermis

Diawali demam tinggi + ISPA Kelainan kulit : Eritema mendadak pada wajah, leher, ketiak, lipat paha menyeluruh dlm 24 jam Dlm 24-48 jam akan timbul bula besar berdinding kendur Tanda Nikolski (+) Dlm 2-3 hari terjadi pengeriputan spontan + pengelupasan kulit tampak erosi (gambaran mirip kombustio) Dlm beberapa hari daerah tersebut mengering & terjadi deskuamasi Penyembuhan terjadi setelah 10-14 hari tanpa disertai sikatriks Jarang mengenai mukosa

Komplikasi : selulitis, pneumonia, septikemia Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan bakteriologi di tmpt lain Histopatologi : Lepuh intraepidermal yg sering mengandung sel-sel akantolitik Celah di antara stratum spinosus dan stratum granulosum Epidermis sisanya utuh tanpa nekrosis sel DD : Nekrosis Epidermal Toksik (NET)

PERBEDAAN Etiologi Manifestasi Klinis

SSSS Staphyloccocus - Terutama mengenai anak-anak < 5 th. - Diawali demam + ISPA. - Lesi kulit bermula di : muka, leher, aksila & lipat paha. - Jarang mengenai mukosa. - Leukositosis (+)

NET Alergi obat - Dpt terjadi pada semua usia - Ada riwayat minum obat golongan tertentu - Lesi melibatkan mukosa, dan kulit > 30% - Gejala konstitusional berat

Histopatologi

- Lesi intraepidermal - Lesi sub basal ( dgn nikolskiy sign (+) dermal-epidermal junction) dgn nikolskiy sign (+)

Terapi

- antibiotik

- kortikosteroid

MRS Terapi cairan Pengobatan sistemik: Kloksasilin 4 x 500 mg/ hari selama 7-10 hari (pada anak diberikan dgn dosis 4 x 125250 mg/hari) atau Sefotaksim 50-100 mg/kg/hari selama 7-10 hari Antipiretik : Paracetamol Pengobatan topikal : diberikan krim yg mengandung antibiotika

SSSS

TERIMA KASIH