BAB I PENDAHULUAN Sejarah tak ubahnya kacamata masa lalu yang menjadi pijakan dan langkah setiap insan

di masa mendatang. Hal ini berlaku pula bagi para mahasiswa UTA’45 untuk tidak hanya sekedar paham sains tapi juga paham akan sejarah kebudayaan islam di masa lalu untuk menganalisa dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Seperti yang kita ketahui setelah masuknya agama Islam ke pulau Jawa yang menjadikan adanya kerajaan yang menganut agama Islam, dalam makalah ini akan membahas tentang masa kejayaan Kerajaan Islam Sumedang Larang. Dengan segala keterbatasan penulis, maka dalam makalah ini tidak akan dijabarkan satu persatu secara rinci, tapi akan dibahas inti dari masa Kerajaan Sumedang Larang pada waktu berjaya, yaitu mengenai sub pokok bahasan seperti yang telah tertuang dalam kata pengantar, meliputi: 1. Bagaimana berdirinya Kerajaan Sumedang Larang, dimana akan diuraikan bagaimana awal mula kerajaan islam Sumedang Larang. 2. Masa jaya Kerajaan, yaitu membahas mengenai pada masa kepemimpinan raja siapakah pada masa itu. 3. Akhir dari Kerajaan Sumedang Larang, yaitu dimana akan diuraikan bagaimana peralihan dari masa Kerajaan menjadi Kabupaten. 4. Penjelasan tanggapan dan kesimpulan, yaitu akan menguraikan sejarah Kerajaan Islam dari segi edukatif, inspiratif dan rekreatif. Demikianlah sedikit gambaran mengenai isi makalah ini yang penulis buat dengan metode literatur kaji pustaka terhadap buku-buku yang berhubungan dengan tema yang penulis buat.

1

Kemudian pada masa zaman Prabu Tadjimalela. diganti menjadi Himbar Buana. Mataram. keberadaan kerajaan ini merupakan bukti sejarah yang sangat kuat pengaruhnya dalam penyebaraan Islam di Jawa Barat sebagaimana yang dilakukan oleh Kerajaan Cirebon dan Kerajaan Banten. Sumedang Larang berarti tanah luas yang jarang bandingnya” (Su= bagus. B. Medang = luas dan Larang = jarang bandingannya). Pada masa Prabu Tajimalela (721–778 M) putra dari Guru Aji Putih mendirikan Kerajaan Sumedang Larang di desa bekas Kerajaan Tembong Agung yang telah pindah. yang berarti menerangi alam. Mulainya Pemerintahan Islam 2 . Kerajaan Sumedang mengalami beberapa perubahan. Indonesia. Arti lain dari Sumedang Larang (Sumedang berasal dari Insun Medal/ Insun Medangan yang berarti aku dilahirkan. dan larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya). Tapi. Pada awalnya Kerajaan Tembong Agung berada di Citembong Girang Kecamatan Ganeas Sumedang kemudian pindah ke kampung Muhara. A. Asal Mula Sumedang Larang Kerajaan Sumedang Larang berasal dari kerajaan Sunda-Pajajaran yang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Adji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Padjadjaran. popularitas kerajaan ini tidak sebesar popularitas Kerajaan Demak.BAB II PEMBAHASAN Kerajaan Sumedang Larang adalah salah satu kerajaan Islam yang pernah berdiri di Jawa Barat. Bogor. Yang pertama yaitu berasal dari Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) dipimpin oleh Prabu Guru Adji Putih pada abad ke XII (678–721 M) putra Aria Bima Raksa / Ki Balagantrang Senapati Galuh cucu dari Wretikandayun pendiri Kerajaan Galuh. dan kemudian di Desa Leuwi Hideung Kecamatan Darmaraja.. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan. Banten dan Cirebon dalam literatur sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Namun.

mulailah corak agama Islam mewarnai perkembangan Sumedang Larang. C. dan Brebes. Pangeran Santri adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi. Kemudian mempunyai seorang putri bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata (Ratu Pucuk Umun) yang menikah dengan Pangeran Kusumahdinata keturunan Majapahit lebih dikenal dengan julukan Pangeran Santri karena asalnya dari pesantren yang berperilaku sangat alim (1505-1579 M). Ia mempunyai dua orang putra yaitu anak pertama Ratu Istri Rajamantri yang menikah dengan Prabu Siliwangi dan mengikuti suaminya ke Pakuan Pajajaran. Prabu Tajimalela memberi perintah kepada putranya Prabu Gajah Agung menjadi raja Kerajaan Sumedang Larang tetapi wilayah ibu kota harus mencari sendiri. Setelah Sunan Guling meninggal dilanjutkan oleh putra tungga Sunan Guling yaitu Sunan Tuakan. Pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Pucuk 3 . Ratu Pucuk Umun adalah merupakan seorang wanita Sunda Muslimah keturunan raja-raja Sumedang kuno yang memerintah Sumedang Larang bersama suaminya Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang) dan menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Dengan pernikahan tersebut berakhirlah masa kerajaan Hindu di Sumedang Larang. Masa Kejayaan Sumedang Larang Pada pertengahan abad ke-16. Sejak itulah mulai menyebarnya agama Islam di wilayah Sumedang Larang. Prabu Lembu Agung dan para keturunannya tetap berada di Darmaraja. Setelah itu kerajaan dipimpin oleh putri dari Sunan Tuakan yaitu Nyi Mas Ratu Patuakan yang menikah dengan Sunan Corenda (putra Sunan Parung) yaitu cucu Prabu Siliwangi / Prabu Ratu Dewata. Setelah Prabu Gajah Agung menjadi raja maka kerajaan dipindahkan ke Ciguling. Kedua Sunan Guling yang melanjutkan menjadi raja di Kerajaan Sumedang Larang. Sedangkan Sunan Geusan Ulun dan keturunannya tersebar di Limbangan.Prabu Agung Resi Cakrabuana (Prabu Tajimalela) Beliau punya tiga putra yaitu Prabu Lembu Agung. dan Sunan Geusan Ulun. Karawang. Prabu Gajah Agung. seorang ulama keturunan Arab Hadramaut yang berasal dari Mekkah dan menyebarkan agama Islam di berbagai penjuru daerah di kerajaan Sunda. Berdasarkan Layang Darmaraja.

Prabu Geusan Ulun (1580-1608 M) dinobatkan untuk menggantikan kekuasaan ayahnya. ibukota Kerajaan Sumedang Larang dipindahkan dari Ciguling ke Kutamaya. Sangiang Kondanghapa. yang letaknya di bagian Barat kota. batas wilayah timur Sungai Cipamali (daerah Brebes sekarang). dan Batara Pancar Buana Terong Peot membawa pusaka Pajajaran dan alas parabon untuk di serahkan kepada penguasa Sumedang Larang pada waktu itu dan pada masa itu pula Pangeran Angkawijaya / Pangeran Kusumadinata II dinobatkan sebagai raja Sumedang Larang dengan gelar Prabu Geusan Ulun sebagai nalendra penerus kerajaan Sunda Padjajaran dan Raja Sumedang Larang ke-9. Kiyai Rangga Haji. Batara Dipati Wiradidjaya (Nganganan). Kiyai Demang Watang. Tasik. Ketika dinobatkan sebagai raja Prabu Geusan Ulun berusia + 23 tahun menggantikan kekuasaan ayahnya (Pangeran Santri) yang telah tua. Pada masa Ratu Pucuk Umun. Santowaan Awiluar.Umun ini melahirkan Prabu Geusan Ulun atau dikenal dengan Prabu Angkawijaya. Pangeran Santri. yaitu Pangeran Angkawijaya (Prabu Geusan Ulun). Wilayah kekuasaannya meliputi Kuningan. Dari pernikahan Ratu Pucuk Umun dengan Pangeran Santri memiliki enam orang anak. Santowaan Cikeruh. Pada masa pemerintahan Pangeran Santri / Pangeran Kusumahdinata I raja Sumedang Larang ke-8 (ayah dari Prabu Geusan Ulun) pada tanggal 22 April 1578 atau bulan syawal bertepatan dengan Idul Fitri di Keraton Kutamaya Sumedang Larang Pangeran Santri didatangi empat Kandaga Lante yang dipimpin oleh Sanghiang Hawu (Jaya Perkosa). Sukabumi (Priangan) kecuali Galuh (Ciamis). Jayakarta dan Kesultanan 4 . Beliau menetapkan Kutamaya sebagai ibukota kerajaan Sumedang Larang. Daerah yang tidak termasuk wilayah Sumedang Larang yaitu Kesultanan Banten. Ratu Pucuk Umun dimakamkan di Gunung Ciung Pasarean Gede di Kota Sumedang. Samudra Hindia sebelah Selatan dan Laut Jawa sebelah utara. Garut. maka Sumedang mewarisi seluruh Padjajaran dengan batas meliputi. Sungai Cisadane batas wilayah barat. Santowaan Wirakusumah. Bandung. Dengan diberikannya mahkota tersebut kepada Prabu Geusan Ulun.

putera kandungnya Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata/Rangga Gempol I (yang dikenal dengan Raden Aria Suradiwangsa) menggantikan kepemimpinan ayahnya. militer dan politik pemerintahan. sama halnya dengan pusaka Majapahit menjadi ciri keabsahan Demak dan Mataram. Wilayah 5 .Cirebon. Kandaga Lante adalah semacam Kepala yang satu tingkat lebih tinggi dari pada Cutak (Camat) dan 18 Umbul dengan cacah sebanyak + 9000 umpi. Pada waktu itu Sumedang Larang sudah tidak mempunyai kekuatan untuk melawan yang akhirnya Pangeran Aria Soeriadiwangsa pergi ke Mataram untuk menyatakan Sumedang menjadi bagian wilayah Mataram pada tahun 1620. budaya. Pusaka Pajajaran dan beberapa atribut kerajaan yang dibawa oleh Senapati Jaya Perkosa dari Pakuan dengan sendirinya dijadikan bukti dan alat legalisasi keberadaan Sumedang. Pada masa kepemimpinan Aria Soeriadiwangsa kekuasaan Sumedang Larang mulai menurun dan Mataram melakukan perluasan wilayah ke segala penjuru tanah air termasuk ke Sumedang. Arti penting yang terkandung dalam peristiwa itu ialah pernyataan bahwa Sumedang menjadi ahli waris serta penerus yang sah dari kekuasaan Kerajaan Pajajaran di Bumi Parahiyangan. Peralihan Dari Masa Kerajaan Ke Kabupaten Kerajaan Sumedang pada masa kepemimpinan Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial. Dilihat dari luas wilayah kekuasaannya. D. Pemberian pusaka Padjajaran pada tanggal 22 April 1578 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadinya Kabupaten Sumedang. wilayah Sumedang Larang dulu hampir sama dengan wilayah Jawa Barat sekarang tidak termasuk wilayah Banten dan Jakarta kecuali wilayah Cirebon sekarang menjadi bagian Jawa Barat. agama. Namun setelah Prabu Geusan Ulun wafat pada tahun 1608. Peristiwa penobatan Prabu Geusan Ulun sebagai Cakrawarti atau Nalendra merupakan kebebasan Sumedang untuk mengsejajarkan diri dengan kerajaan Banten dan Cirebon. sehingga Prabu Geusan Ulun mendapat restu dari 44 penguasa daerah Parahiyangan yang terdiri dari 26 Kandaga Lante.

menghindari serangan dari Mataram karena waktu itu Mataram memperluas wilayah kekuasaannya dari segi kekuatan Mataram lebih kuat daripada Sumedang dan 3. Sultan Agung kemudian membagi-bagi wilayah Priangan menjadi beberapa Kabupaten yang masing-masing dikepalai seorang Bupati. Bupati yang memimpin Sumedang sampai tahun 1949 merupakan keturunan langsung dari Prabu Geusan Ulun (lihat masa pemerintahan) tetapi pada tahun 1773 – 1791 yang menjadi Bupati Sumedang adalah Bupati penyelang / sementara dari Parakan Muncang.bekas kerajaan Sumedang Larang diganti nama menjadi Priangan yang berasal dari kata “Prayangan” yang berarti daerah yang berasal dari pemberian yang timbul dari hati yang ikhlas dan Pangeran Aria Soeriadiwangsa diangkat menjadi Bupati Sumedang pertama dan diberi gelar Rangga Gempol I (1601–1625 M). 1. 2. Djamu atau terkenal sebagai Pangeran Kornel. menghindari pula serangan dari Cirebon dan VOC. Pangeran Rangga Gempol I adalah Bupati Sumedang yang merangkap sebagai Bupati Wadana Priangan pertama (1601–1625 M). Sumedang menjadi bagian dari wilayah Mataram karena Pangeran Aria Soeriadiwangsa I mengganggap . Berakhirlah sudah kerajaan Sunda terakhir Sumedang Larang di Jawa Barat Sumedang memasuki era baru yaitu Kabupaten pada tahun 1620 sampai sekarang. untuk koordinasikan para bupati diangkat seorang Bupati Wadana. Yang akhirnya wilayah Sumedang Larang pada masa Prabu Geusan Ulun menjadi wilayah Sumedang sekarang. Letak Ibu Kota Kerajaan Dan Kabupaten (678 – 1706 M) Bekas Ibukota Kerajaan No NAMA TEMPAT TAHUN MASA KETERANGAN 6 . Menggantikan putra Bupati Surianagara II yang belum menginjak dewasa Rd. a. Sejak menjadi Kabupaten. Sumedang sudah lemah dari segi kemiliteran.

Raja Sumedang Larang 9 2. Sumedang Selatan . . .Prabu Gajah Agung. .Nyi Mas Patuakan 1530 – 1578 Ratu Pucuk Umum Pangeran Santri 1578 .Raja Sumedang Larang 8 .Prabu Guru Aji Putih Hideung Darmaraja .Prabu Tajimalela. Kutamaya – Padasuka Dayeuh Luhur – Ganeas No. Masa Pemerintahan Raja dan Bupati Sumedang 1. 4.Prabu Tirtakusumah..1625 1625 .Raja Sumedang Larang 1 . NAMA TEMPAT Tegal Kalong – Sumedang Utara Canukur Sukatali – Situraja Parumasan Tenjo Laut Cidudut – Conggeang Sulambitan – Sumedang Selatan Regol Wetan – Sumedang Selatan TAHUN 1601 – 1625 1601 . 721 .1601 Prabu Geusan Ulun Bekas Ibu Kota Kabupaten .Leuwi 678 – 893 . 1.Raja Tembong Agung.Raja Sumedang Larang 3 . . 1.Prabu Pagulingan.1656 1656 . 5.Raja Sumedang Larang 2 .Raja Sumedang Larang 5 .sekarang MASA PEMERINTAHAN Rangga Gempol I.721 Batara Tuntang Buana / Prabu Tajimalela.Raja Sumedang Larang 4 . 2. 3. .1633 1633 . Rangga Gempol II Pangeran Panembahan Dalem Adipati Tanumadja b. Masa Kerajaan • • Prabu Guru Aji Putih (Raja Tembong Agung) 678 .Raja Sumedang Larang 6 . 6. PEMERINTAHAN Tembong Agung .778 7 .1706 1706 . 4. Rangga Gede Rangga Gede. 3.Raja Sumedang Larang 7 /.Sunan Guling.Prabu Lembu Agung Ciguling – Pasanggrahan 893 – 1530 .

1765 20. Masa Pengaruh Kompeni VOC • • • • • Dalem Adipati Tanumadja. 1237 – 1462 Sintawati / Nyi Mas Ratu Patuakan.1114 Mertalaya / Sunan Guling.998 Jagabaya / Prabu Pagulingan.1633 – 1656 Pangeran Panembahan / Rangga Gempol III 1656 -1706 3. 1114 – 1237 Tirtakusuma / Sunan Tuakan. Dalem Adipati Surianagara II 1761 . Dalem Adipati Surialaga. Masa Bupati Pengaruh Mataram • • • • Pangeran Suriadiwangsa / Rangga Gempol I 1601 – 1625 Pangeran Rangga Gede / Kusumahdinata IV 1625 – 1633 Raden Bagus Weruh / Pangeran Rangga Gempol II. Masa Bupati Penyelang / Sementara 8 .893 Atmabrata / Prabu Gajah Agung.1759 . 998 .• • • • • • • Jayabrata / Prabu Lembu Agung 778 . 893 .1761 19. 1706 – 1709 Pangeran Karuhun / Rangga Gempol IV 1709 – 1744 Dalem Istri Rajaningrat 1744 – 1759 Dalem Adipati Kusumadinata VIII / Dalem Anom. 1462 – 1530 Satyasih / Ratu Inten Dewata Pucuk Umum 1530 – 1578 (kemudian digantikan oleh suaminya Pangeran Kusumadinata I / Pangeran Santri) • Pangeran Kusumahdinata II / Prabu Geusan Ulun 1578 – 1601 2. 1765 – 1773 4.

Tanggapan 9 . Hasan Suria Sacakusumah. 1946 – 1947 R. • • • • • • • • Pangeran Kusumadinata IX / Pangeran Kornel. 1945 – 1946 R. 1882 – 1919 Dalem Adipati Aria Kusumadilaga / Dalem Bintang. 1937 – 1946 6. 1833 – 1834 Tumenggung Suriadilaga / Dalem Sindangraja 1834 – 1836 Pangeran Suria Kusumah Adinata / Pangeran Sugih. 1947 – 1949 R. Tumenggung Mohammad Singer. Masa Pemerintahan Belanda Merupakan Bupati Keturunan Langsung leluhur Sumedang. 1791 – 1828 Dalem Adipati Kusumayuda / Dalem Ageung. 1836 – 1882 Pangeran Aria Suriaatmadja / Pangeran Mekkah. Masa Republik Indonesia • • • • Tumenggung Aria Suria Kusumahdinata / Dalem Aria. 1828 – 1833 Dalem Adipati Kusumadinata X / Dalem Alit.• • • Dalem Adipati Tanubaya 1773 – 1775 Dalem Adipati Patrakusumah 1775 – 1789 Dalem Aria Sacapati. 1919 – 1937 Tumenggung Aria Suria Kusumahdinata / Dalem Aria. Hasan Suria Sacakusumah. 1949 – 1950 (Bupati terakhir keturunan langsung leluhur Sumedang) E. 1789 – 1791 5.

memberikan daerah tanpa meminta imbalan pada Kerajaan yang lebih kuat agar bisa melindungi masyarakat yang terkenal dengan nama “Parayangan”. diambil dari nama seorang tokoh yang karismatik yaitu Raja pertama dan terakhir Kerajaan Sumedanglarang yang bernama “Prabu Geusan Ulun”. Sumedang masih berstatus kabupaten. Sumedang letaknya tepat di selatan alun-alun kota Sumedang. Adapun artefak sejarah berupa pusaka perang. Dan salah satu hasil dari Seminar Sejarah Jawa Barat tersebut dapat diputuskan dan ditetapkan untuk memberi nama Museum YPS. 10 . Edukatif Sejarah tentang Kerajaan Sumedang Larang adalah warisan budaya yang berharga. Kebijaksanaan dan mngutamakan kesejahteraan rakyat dan kedermawanan pemimpin sangat dibutuhkan seperti yang dilaksanakan oleh Aria Soeriadiwangsa. bersatu dengan Gedung Srimanganti dan bangunan pemerintah daerah setempat. Maka pada tanggal 13 Maret 1974 Museum YPS diberi nama menjadi Museum “Prabu Geusan Ulun” –YPS. atribut kerajaan. Inspiratif Kepemimpinan yang baik sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dilaksanakan Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang) bisa memajukan dan mensejahterakan masyarakat patut dijadikan sebagai contoh teladan yang baik dalam kepemimpinan.a. sebagai sisa peninggalan konflik politik yang banyak diintervensi oleh Kerajaan Mataram pada masa itu. perlengkapan raja-raja dan naskah kuno peninggalan Kerajaan Sumedang Larang masih dapat dilihat secara umum di Museum Prabu Geusan Ulun. Pada kesempatan yang baik itu Sesepuh YPS dan Sesepuh Wargi Sumedang mengusulkan untuk memberi nama Museum YPS yang disampaikan pada forum Seminar Sejarah Jawa Barat. Hingga kini. Pada tanggal 7 – 13 Maret 1974 di Sumedang diadakan Seminar Sejarah Jawa Barat yang dihadiri oleh para ahli-ahli sejarah Jawa Barat. b.

Awal berdirinya Museum Prabu Geusan Ulun. c. -Cadas Nangtung Pasanggrahan. antropologis dan lain-lain telah ditunjukkan dengan sangat logis dan wajar “kehebatan para Buyut” mampu memilih lokasi. Membuktikan bahwa naskah bukan isapan jempol belaka. diawali berdirinya “Yayasan Pangeran Aria Soeria Atmadja (YAPASA)”. situs-situs sejarah sumedang tersebut berdekatan dengan lokasi ladang view. Dengan aspek arkeologis. memelihara dan mengelola barang – barang wakaf Pangeran Aria Soeria Atmadja Bupati Sumedang 1882 – 1919. • Cagar Budaya disekitar Ladang View Ladang View terletak di Desa Margalaksana Sumedang. Ladang view berkeinginan mengenalkan kembali budaya peninggalan leluhur Sumedang sebagai warisan budaya. yayasan yang mengurus. membuat mereka sangat memahami aspek lingkungan dan dapat memilih daerah yang “ramah lingkungan” untuk seluruh kehidupannya. tidak dianggap dan tidak dihargai. termasuk aspek ritualitasnya. 11 . Kehidupan yang menyatu dengan alam. apalagi diremehkan keberadaannya. Nyata pula bahwa data tekstual sarat dengan khasanah pengetahuan bagi mereka yang hendak ‘wanoh” (mengenal) sedalam-dalamnya dan sesungguh-sungguhnya falsafah kehidupan Urang Sunda yang sejati. kosmologis. Pada tahun 1973 YAPASA berubah nama menjadi Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) dan didirikan sebuah Museum yang bernama Museum Yayasan Pangeran Sumedang yang pada mulanya dibuka hanya untuk di lingkungan para wargi keturunan dan seketurunan Leluhur Pangeran Sumedang. Untuk melestarikan benda – benda wakaf tersebut YAPASA merencanakan untuk mendirikan Museum. Ditunjang tradisi lisan berupa folklore yang berkembang di masyarakat sekitar daerah Gunung/Pasir Reungit berada. Rekreatif Nyata bahwa warisan karuhun orang Sunda disebut ‘kabuyutan’ Gunung / Pasir Reungit ada hubungannya dengan salah satu naskah Sunda berjudul Puru Sangkarayang secara faktual mengungkap keadaan sosial pendukung budaya tatkala kabuyutan masih berfungsi.

sedangkan dari Cirebon 2 jam. sedangkan jarak dari Cirebon 85 kilometer. akrab dan mandiri dengan ciri budaya berladang dan perangkat kepercayaannya. jarak tempuh dari Bandung 1 jam. Beberapa paket wisata budaya memperkenalkan situs-situs tersebut. Ciri khas budaya berladang adalah orientasi kuat terhadap lingkungan alam dan segala kandungannya (kesuburan). pelayanan masyarakat (perkawinan) 3. Jarak dari Bandung 45 kilometer. • Museum Prabu Geusan Ulun Museum Prabu Geusan Ulun terletak di tengah kota Sumedang.Masyarakat Tatar Sunda sejak sebelum masa Tarumanagara hingga hadirnya inovasi. sehingga berusaha mendekatkan diri kepada lingkungan selaras Konsep (pikukuh) pemeliharaan bumi dengan segala isinya hakekatya simbolisasi hubungan dirinya dan PenciptaNYA. Penyebarluasan informasi 5. didampingi oleh ahli sejarah situs sumedang dan para sepuh sumedang. 50 meter dari Alun-alun ke sebelah selatan. Indonesia. Datang dan nikmati Liburan di Ladang View – Sumedang. Program Museum 1. berdampingan dengan Gedung Bengkok atau Gedung Negara dan berhadapan dengan Gedung-gedung Pemerintah. Karena masyarakat dengan budaya berladang memenuhi hidupnya secara langsung terlibat dengan memnafaatkan lingkungan alam. serta iklim. Pameran Tetap 2. pemanduan pengunjung 4. Pameran keliling 12 .

3000 Anak-anak: Rp 2000 Tamu Asing: 10. museum tutup Harga Tiket Dewasa: Rp.000 Fasilitas 1. Workshop/Seminar 7. Ruang pameran tetap 2.00 Hari Jumat dan hari libur nasional. Ceramah Jadwal Kunjungan Buka setiap hari Sabtu-Kamis pukul 08.00-16. Toilet 3. Ruang pengelola 4. Audio Visual 13 . Ruang seminar/ceramah 5.6.

Islam sangat mempengaruhi kebudayaan di Jawa Barat Indonesia. Kesimpulan Pada pemerintahan Kerajaan Sumedang Larang yang dipimpin oleh Prabu Geusan Ulun mencapai masa keemasannya. Kebudayaan adalah warisan yang sangat berharga. masa Kerajaan sudah memasuki era baru yaitu menjadi Kabupaten pada tahun 1620 sampai sekarang. Berakhirnya masa kerajaan Sunda terakhir Kerajaan Sumedang Larang di Jawa Barat. militer betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus memakmuran masyarakat hingga mencapai tingkat tertinggi.Secara politis. Saran 14 . ekonomi.BAB III PENUTUP A. B.

DAFTAR PUSTAKA http://bataviase.Dari penjelasan di atas kita sebagai umat Islam dapat mengambil pelajaran. Sebuah sistem yang teratur akan menghasilkan pencapaian tujuan yang maksimal.info/kolom/msgview/1300/6702/no/6702.id/sumedang-larang/ http://www.id/blog/pariwisata-sumedang/ http://cekas.blogspot. kita juga dapat belajar dari kekurangan-kekurangan pemerintahan yang ada pada masa lalu agar tidak sampai terjadi pada diri kita dan anak cucu.web. seperti kisah kepemimpinan Pangeran Santri dan para raja kerajaan muslim.com 15 .org/wiki/Kerajaan_Sumedang_Larang http://babadsunda.php?q=sumedang-larang http://id.indonesiaindonesia.com/apps/blog/show/prev?from_id=4855913 http://smd.web.html http://daluang.id/detailberita-10478915.id/sumedang/sekilas-sumedang-larang/ http://indonesia-life.co. Mereka bisa mendirikan kerajaan dan menciptakan perdamaian dan persatuan.webs.wikipedia.html http://pupuhusumedang.com/ http://radenrudolf.com/bac.blogspot.blogspot.com/f/4091-kerajaan-sumedang-larang/ http://dirmanto.com/baca/isi/kerajaan-sumedang-larang http://situsarnes.com/2010/12/selayang-pandang-nonoman-ksatrya.web.html http://marinedirectoryonline. Sebaliknya.