Anda di halaman 1dari 61

PENYANGGAAN

PENYANGGAAN ADALAH KEMAMPUAN

MASSA BATUAN ATAU BAHAN (KAYU, BAJA, BETON) UNTUK DAPAT MENJAGA KONDISI LUBANG BUKAAN DALAM KEADAAN AMAN, BAIK UNTUK PEKERJA DAN MATERIAL. FILOSOFI PENYANGGA ADALAH KONDISI MASSA BATUAN DAPAT MENYANGGA DIRINYA SENDIRI.

Maksud penyanggaan adalah untuk :


Melindungi batuan yang tidak ditambang, seperti over budden

dan semua batuan yang berada di atas pempat penggalian., Melindungi tempat kerja penambangan supaya aman dari runtuhan., Melindungi para pekerja dari reruntuhan batuan yang ada di atas atau di sampingnya., Melindungi para pekerja bila terjadi banjir atau hal-hal yang tidak diinginkan., Tempat berpijak atau lantai para pekerja, terutama untuk stope yang sudah tinggi., Melindungi broken ore sebelum diangkut keluar tambang., Memisahkan antara broken ore dan ore insitu terutama untuk endapan-endapan yang bisa terkonsolidasi (kompaksi) kembali, misalnya untuk bijih-bijih sulfida.

Bahan-bahan penyanggaan meliputi ;


Pillar ;Terdiri dari batuan atau bijih, biasanya

yang berkadar rendah (barren rock) Kayu (timbering) Semen atau beton Besi Batubara Filling material Broken ore

Dasar pemilihan material penyangga adalah ; Faktor ekonomi ; dalam hal ini diusahakan biaya penyanggaan sekecil mungkin. Pertimbangan teknis ; dalam hal ini yang penting adalah bagaimana supaya maksud dan tujuan penyanggaan tercapai. Antara faktor eknomi dan pertimbangan teknis saling bertolak belakang, sehingga perlu dilakukan dalam hal-hal sebagai berikut ; Ongkos pembuatan dan pemeliharaan Umur atau lama penyanggaan tersebut diperlukan Beban yang harus disangga Dimensi lubang bukaan yang harus disangga

KLASIFIKASI PENYANGGAAN
1. Penyangga Alamiah (Natural Support )
Natural Support dapat digolongkan kedalam penyangga

sementara dikarenakan dalam penyanggaan, penyangga yang dipakai berupa ore, low grade ore, atau barren rock yang ditinggalkan dalam bentuk pillar. Sistem penyangga sementara yang direncanakan dapat menahan seluruh massa batuan sampai penyangga permanen dipasang, atau pillar-pillar (ore) yang digunakan sebagai penyangga itu sendiri akan ditambang dan tidak perlu dipasang penyangga permanen.

2. Penyangga Buatan (Artificial Support)


Artificial Support merupakan penyangga buatan dimana material

untuk penyangga dibuat sesuai dengan bentuk, susunan dan cara pemasangan tergantung dari kebutuhan. Beberapa jenis artificial support yang sering dijumpai didalam suatu sistem penyanggaan, seperti penyangga kayu dan baja, baut batuan.

Macam-macam penyangga alamiah


Rib Pillar ; merupakan penyangga pillar

dimana dimensi panjangnya jauh lebih besar dari pada dimensi lebarnya. Sering digunakan pada tambang batubara. Cassual pillars Regularly arranged pillars ; merupakan penyangga pillar yang memiliki dimensi yang teratur (pada tambang bijih dan batubara)

RIB PILLAR

REGULARLY PILLAR

REGULARLY PILLAR

Beberapa bentuk penyangga buatan yang sering dijumpai di dalam stope antara lain ;
Proop ; terbuat dari kayu yang mempunyai diamter 3-12 inch, panjang

320 ft. Proop digunakan untuk stope atau endapan bijih horizontal atau sedikit miring. Apabila stope atau endapan bijih sedikit miring, maka pemasangan prop tidak dibuat tegak lurus pada bidang horizontal (hangingwall dan footwall), tetapi dibuat sedikit miring.
Pigties atau Crib ; terbuat dari kayu bulat, balok atau papan

berdiameter 4-6 in, panjang 2-12 ft. Selain untuk menyangga stope digunakan juga untuk menyangga pada ore pass atau main haulage.
Stull ; merupakan penyangga yang berfungsi sebagai flatform.

Umumnya bagian atasnya ditutup dengan papan, dan massa batuan hasil bongkaran dipakai untuk tempat berpijak para pekerja dan melindungi bagian bawah stope atau level. Stull pada dasarnya hampir sama dengan prop yang miring, tetapi stull digunakan untuk stope yang lebih miring.

STULL

Square set

Beberapa bentuk penyangga buatan yang sering dijumpai di dalam stope antara lain ;

Timber Mat Packs ; merupakan suatu bentuk penyangga yang semua bahannya terbuat dari kayu, biasanya digunakan untuk menyangga stope yang sempit. Pesangannya di dalam suatu stope dimulai dari bagian bawah sampai ke bagian atas stope. Square Set Timbering ; Bentuk timbering ini diterapkan untuk endapan yang terlalu lebar bila menggunkan stull. Bahannya terbuat dari balok-balok kayu dengan ukuran kurang lebih 8-12 inch. Timber tersebut mempunyai penampang bujur sangkar yang membentuk frame work (kerangka kerja), dimana masingmasing titik sudut dibuat agar dapat untuk mengadakan perluasan (ekspansi) ke arah sisi-sisi tertentu. Filling Material ; merupakan penyangga yang terbuat dari sisa-sisa material, dapat berupa barren rock atau material dari luar tambang berupa pasir yang dimasukkan atau diisikan ke dalam tambang. Untuk memasukkan pasir ke dalam stope dengan cara mencampur antara pasir dengan air sehingga menjadi pulp agar dapat melalui pipa-pipa yang dialirkan ke dalam tambang. Broken Ore ; penyangga dengan broken ore biasanya bersifat sementara, karena suatu saat akan diambil kembali. Fungsinya seperti penyangga filling material.

Penyangga broken ore pada metode penambangan shrinkage

Filling Material pada penambangan cut and fill

MACAM-MACAM PENYANGGA BUATAN


1. PENYANGGA KAYU 2. PENYANGGA BAUT BATUAN

(ROCK BOLTING) 3. PENYANGGA BAJA 4. PENYANGGA BETON 5. PENYANGGA KHUSUS

PENYANGGA KAYU

PENYANGGA BAUT BATUAN

PENYANGGA BAUT BATUAN

PENYANGGA BAJA

PENYANGGA BETON

PENYANGGA KHUSUS
POWER ROOF SUPPORT

SINGLE PROOF

PENYANGGA KAYU
KEUNTUNGAN : 1. Ringan, mudah dibawa, dibentuk dan dipasang. 2. Jika retak sepanjang seratnya akan mudah dideteksi. 3. Sisa potongan atau patahan dapat digunakan sebagai pasak, material isian dan sebagainya. KERUGIAN : 1. Kekuatan mekaniknya tergantung pada struktur serat dan cacat alami. 2. Kelembaban dapat mempengaruhi kekuatan. 3. Jamur dan hewan yang tinggal didaerah lembab berpengaruh dalam penurunan kekuatan kayu. 4. Mudah terbakar.

MACAM-MACAM PENYANGGA KAYU 1. Cribbing

2. Three Piece Set


2,40 m

Ventilation Tube Breacing

Lagging (5 x20 x 120) cm 2,00 m Compressor Pipe

78
0,3 m 0,2 m 0,60 m 0,3 m 1,20 m

3,70 m

2. Three Piece Set

3. Square Set

KAYU SEBAGAI PASAK DAN ISIAN UNTUK PENYANGGAAN BAJA

Kondisi Cribbing dan baut batuan di ujung panel longwall methods

PEYANGGA BAUT BATUAN (ROCK BOLTING SUPPORT)


Beberapa alasan mengapa baut batuan telah digunakan secara meluas sebagai penguatan batuan adalah : Fleksibel ; dapat digunakan pada bentuk geometri terowongan yang bervariasi. Umumnya mudah digunakan. Pemasangannya dapat sepenuhnya dengan mekanisasi. Kerapatannya (jumlah baut batuan per-satuan luas) dengan mudah dapat disesuaikan dengan sistem penyanggaan yang lain, misalnya mesh kawat, beton tembak dan selimut beton. Pada sistem penggalian bawah tanah NATM (New Austrian Tunnelling Method) sistem baut batuan dikombinasikan dengan beton tembak dan selimut beton untuk penyanggaan permanen.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMAKAIAN BAUT BATUAN


Keuntungan : Harga relatif tidak mahal Baut memberikan aksi penyanggaan dengan segera setelah dipasang. Dengan pemutar baut (rotating the bolt) suatu teori diaplikasikan oleh kepala baut dan mengumpulkan tarikan dalam baut. Dengan post-grouting, baut dapat menyediakan penguatan yang permanen. Pada batuan keras, pembebanan baut yang tinggi dapat dicapai. Sistem serba guna untuk penguatan batuan, dengan asumsi untuk kondisi batuan yang keras. Lebih dapat terdeformasi dari roda baut dengan pengikatan sepenuhnya (resin, semen) : kekakuan 3,5 8,5 t/cm

Kerugian : Terbatas untuk pengunaan batuan yang sedang keras. Sukar untuk memasangnya secara terandalkan Harus dipantau dan diuji ketegangannya yang tepat Kehilangan kapasitas dukung (bearing) akibat getaran hasil peledakan atau ketika batuan jatuh di sekelilng permukaan lubang bor disekitar plat, untuk batuan yang mempunyai tegangan tinggi.

JENIS BAUT BATUAN


Baut batuan dengan cara pengikatan

mekanis (slot bolt & wedge bolt dan expansion shell anchor). Baut batuan dengan cara pengikatan yang menggunakan zat kimia (Grouted bolt) Baut batuan dengan cara pengikatan geser, (split set dan swellex) Baut kabel batuan (flexirope)

Slot & wedge bolt

Expansion shell bolt

Baut batuan dengan cara pengikatan yang menggunakan zat kimia. Grouted rockbolt dywidag steel.

Baut batuan dengan cara pengikatan geser, (split set)

KOMBINASI BAUT BATUAN: WIRE MESH

WELD MESH

ROCK TRAPS

PENYANGGA BAJA

Keuntungan & Kerugian Penyangga Baja


KEUNTUNGAN : Dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan Mempunyai modulus elastisitas E yang besar, sehingga deformasi yang diakibatkan oleh beban menjadi kecil. Relatif mudah dalam pelaksanaan. Sedangkan kerugian dari penggunaan material baja sebagai bahan bangunan adalah harganya relatif mahal.

JENIS PENYANGGA BAJA

Continous Rib Type Sering dibuat dalam dua bagian untuk memberikan kemudahan dalam pemasangannya, tetapi kadang-kadang dalam dua atau tiga bagian. Jenis ini sering dipakai untuk pembuatan terowongan dengan metode full face, side drift dan multiple drift. Penyangga jenis ini digunakan untuk kondisi batuan yang tidak rumit. Rib and Post Type Digunakan pada batuan yang kondisi berblock dan banyak rekahan yang berkembang. Rib and Post Wall Type Digunakan pada batuan yang mempunyai struktur batuannya rumit dan banyak hancuran. Rib Wall Plate and Post Type Digunakan pada metode side drift pada terowongan yang besar dengan kondisi batuannya yang jelek sedangkan untuk metode full face jenis penyangga ini digunakan untuk batuan yang mudah mengembang. Full Cyrcle Rib Type Digunakan pada terowongan dengan metode full face dengan kondisi batuan squeezing, swelling dan batuan yang hancur.

TIPE ARCHES

TIPE ARCHES

Kekuatan Baja

Tahapan Pemasangan Penyanggaan

Kondisi pemasangan Arches

Moll Arches and Wooden Support

PENYANGGA BETON

PENYANGGA BETON
Beton adalah campuran antara semen, pasir dan air yang kadang-kadang ditambah CaCl2 (Calcium Chlorida) yang berfungsi mempercepat waktu pengerasan (curing time). Dalam bidang teknik, beton banyak digunakan karena antara lain : Mempunyai kuat tekan tinggi Mudah dalam pelaksanaan kontruksi Bahan-bahan mudah didapat Tahan terhadap pengaruh cuaca Relatif ekonomis Sedangkan kelemahan dari beton adalah: Mempunyai kuat tarik rendah Dapat hancur tiba-tiba, tanpa menunjukkan tanda-tanda lebih dahulu Hancuran beton tidak dapat digunakan lagi

BETON BERTULANG
Untuk mengatasi kuat tarik yang rendah, beton dipasang tulangan baja yang ditanam didalam kontruksi beton sehingga membentuk satu kesatuan yang disebut beton bertulang (Reinforced Concrete).
Kelas Dan Mutu Beton Bertulang

Beton Tembak (Shotcrete).


Persyaratan yang harus dipenuhi oleh beton tembak adalah : Shotability ; yaitu kemampuan untuk dapat melekat diatas dengan kemungkinan kecil untuk dapat lepas. Kekuatan awal (early strength) harus cukup kuat untuk menyediakan penyanggaan dalam waktu kurang dari 4 -8 jam. Harus mampu mencapai kekuatan 28 hari dengan komposisi pemercepat (accelerator) yang dibutuhkan untuk mendapatkan kekuatan awal. Tahan lama terhadap pengaruh cuaca. Ekonomis.

Pencampuran Shotcrete

Dry Mixing

WET MIXING

Dry mixing Shotcrete

PENYEMPROTAN

Compact Trailer Mounted Robot Aplikasi Shotcrete

Drainase hasil Shotcrete

Selimut Beton (Concrete Lining)


Tekanan Selimut Beton :