Anda di halaman 1dari 14

Hemostatika dan oksitosikum

Ana miftahul jannah

Definisi....
Hemostatik adalah zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan. Pendarahan dapat disebabkan oleh defisiensi satu faktor pembekuan darah. Hemostatik dibagi dua, yaitu hemostatik lokal dan hemostatik sistemik.

continue....

Hemostatik Lokal Yang termasuk golongan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mekanisme hemostatiknya : (a) Absorbable haemostatics (hemostatika serap) Obat golongan ini menghentikan perdarahan dengan pembentukan suatu bekuan buatan atau memberikan jaringan yang mempermudah pembekuan bila diletakkan langsung pada luka. Dengan kontak permungkaan benda asing, trombosit akan pecah dan membebaskan factor pembekuan. Termasuk golongan ini spons gelatin dan selulosa oksida (oksisel). (b) Astringen Zat ini bekerja lokal dengan mengendapkan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan. Contoh: Ferri Klorida, Nitras argenti dan asam tanat.

(c) Koagulan Dapat menimbulkan hemostasis dengan dua cara, yaitu dengan mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin dan secara langsung menggumpalkan fibrinogen. Contoh : Russells viper venom, trombin (dalam bentuk bubuk atau larutan untuk penggunaan lokal) (d) Vasokonstriktor

Dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler dan cara penggunaannya dengan mengoleskan kapas yang telah dibasahi dengan obat ini pada permukaan luka. Contoh : Epinefrin, Norepinefrin dan Vasopresin.

2. Hemostatik Sistemik Dengan memberikan transfusi darah, seringkali perdarahan dapat dihentikan segera. Hal ini terjadi karena penderita mendapatkan semua faktor pembekuan darah yang terdapat dalam darah transfusi. Keuntungan lainnya ialah perbaikan volume sirkulasi. Perdarahan yang disebabkan oleh defisiensi factor pembekuan darah tertentu dapat diatasi dengan menggantikan/memberikan faktor pembekuan yang kurang tersebut. Zat zat tersendiri : 1. Faktor antihemofilik (faktor VIII) dan Cryoprecipitated Antihemophilic Factor Berguna untuk mencegah atau mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia A (defisiensi faktor VIII) dan penderita yang darahnya mengandung inhibitor faktor VIII

2. Kompleks faktor IX Sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX dan X; serta sejumlah kecil protein plasma lain. Digunakan untuk pengobatan hemofilia B, atau bila diperlukan faktor - faktor yang terdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegah perdarahan. Akan tetapi karena ada kemungkinan timbulnya hepatitis, sebaiknya preparat ini tidak diberikan pada penderita non hemofilia. Efek samping, berupa trombosis, demam, menggigil, sakit kepala dan shock anafilaksis. 3. Human fibrinogen Sediaan ini hanya digunakan bila dapat ditentukan kadar fibrinogen dalam darah penderita, dan daya pembekuan yang sebenarnya. 4. Vitamin K Sebagai hemostatik, vitamin K memerlukan waktu untuk menimbukan efek, sebab vitamin K harus merangsang pembentukan darah terlebih dahulu.

5. Asam aminokaproat Merupakan competitiv inhibitor dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri berperan menghancurkan fibrinogen, fibrin dan faktor pembekuan darah lainnya. Oleh karena itu asam aminokaproat dapat membantu mengatasi perdarahan berat akibat fibrinolisis yang berlebihan. 6. Asam traneksamat

Indikasi dan mekanisme kerja yang sama dengan asam aminokaproat, tetapi 10 kali lebih kuat dengan efek samping lebih sedikit.
7. Karbozokrom Dapat memperbaiki permeabilitas kapiler dan untuk mencegah dan mengobati perdarahan kapiler

oksitosikum....

Oksitosik adalah obat yang merangsang kontraksi uterus. Obat ini berguna dalam praktek kebidanan. Obat yang bermanfaat ini ialah oksitosin dan derivatnya, alkoloid ergot dan derivatnya, dan prostaglandin semi sintetik.

Continue...
(a) Alkaloid Ergot Sumber alkaloid ergot adalah Claviseps purpurea, suatu jamur yang hidup sebagai parasit pada tanaman gandum. Khasiatnya yang terpenting adalah stimulus otot polos, terutama dari pembuluh darah perifer dan rahim, dengan efek vasokonstriksi dan oksitosik. Alkaloid alkaloid ini merupakan turunan asam lisergat, dan dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu : Ergotamin Indikasi : Meningkatkan kontraksi uterus, migrain Mekanisme kerja : Oksitosik dan vasokonstriksi kuat Kontra indikasi : Wanita yang habis melahirkan, sepsis, gagal ginjal dan hati Efek samping : Berdebar, naiknya tekanan darah, perasaan dingin, haus, muntah, diare Sediaan : Tablet, injeksi

Ergometrin Khasiat vasokonstriksi lebih lemah dari pada ergotamin, namun efek oksitosiknya lebih kuat. Turunannya metilergometrin, memiliki efek oksitosik yang lebih kuat dan lebih lama.
Indikasi : Meningkatkan kontraksi uterus, migrain

Kontra indikasi : Wanita yang habis melahirkan, sepsis, gagal ginjal dan hati Efek samping : Berdebar, naiknya tekanan darah, perasaan dingin, haus, muntah, diare Sediaan : Tablet, injeksi Ergotoksin Terdiri dari ergokristin, ergokriptin dan ergokonin. Yang digunakan hanya derivat dihidro nya. Terutama digunakan pada gangguan sirkulasi dipermukaan, hipotensi ringan dan migrain.

Continue...
(b) Oksitosin merangsang frekuensi dan kekuatan kontraksi otot polos uterus. Efek ini bergantung pada konsentrasi estrogen. Pada konsentrasi estrogen rendah, efek oksitosin terhadap uterus juga berkurang. Oksitosin tidak dapat diberikan secara oral karena dirusak dilambung dan di usus. Contoh : Syntocinon IM / IV. (c) Prostaglandin (PG) PG dapat dianggap sebagai hormon lokal, karena kerjanya terbatas pada organ penghasil dan segera diinaktifkan ditempat yang sama. PG yang terdapat di uterus, cairan menstrual dan cairan amnion ialah PGE dan PGF. Contoh : karbopros trometamin, dinoproston, gemeprost, sulproston

TERIMAKASIH...