Anda di halaman 1dari 36

OLEH : Miki Randi 1107152104 Septya Ardiani 1107120820 Syafdika Sari Siregar 1107114205

Adipura dalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam hal kebersihan serta pengelolaan LH perkotaan dimana adipura ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Program Adipura tahun 1986, berhenti 1998. Lima tahun pertama : kota di Indonesia berfokus menjadi "Kota Bersih dan Teduh". Kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002-sekarang.

Merupakan program pemerintah pusat (Kementerian Negara Lingkungan Hidup). Program ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mewujudkan kotabesih dan teduh (clean and green city) menggunakan prinsip Good Governance.

Wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu. Perhatian penting : difokuskan pada implementasi UU RI No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Tujuan pelaksanaan kebersihan kota dan pemberian penghargaan Adipura adalah : Terciptanya pelaksanaan pengelolaan kebersihan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang merupakan hasil proses pengelolaan, pelaksanaan hukum dan pemanfaatan biaya yang tersedia secara optimal serta meningkatnya peran serta masyarakat dalam kebersihan kota; Terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, teduh, indah dan nyaman; Terciptanya pengembangan sistem dalam menentukan alternatif penerapan teknologi tepat guna; Terwujudnya peningkatan pengawasan dan pengendalian pencemaran di perkotaan; Terciptanya koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait.

Pelestarian Lingkungan perlu mendapatkan kegiatan politik primer Mesyarakat perlu menuntut haknya untuk mendapatkan lingkunngan yang baik dan sehat Perlu adanya mekanisme demokrasi yang efektif sehingga terbentuklah pemerintah yang peka terhadap tuntutan masyarakat Pemerintah, baik tingkat pusat maupun daerah, perlu mempunyai kemampuan dalam menjalankan kepemerintahan yang baik di bidang lingkungan atau good enviromental governance

Terciptanya lingkungan hidup yang berkualitas tinggi; Meningkatnya kemampuan Pemerintah Daerah TK II di dalam mengelola kebersihan kota; Terciptanya lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat; Meningkatnya peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan dampak serta terwujudnya pola hidup bersih, aman dan sehat.

Kategori kota di dasarkan jumlah penduduk : - Kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa) - Kota besar (500.001-1.000.000 jiwa) - Kota sedang (100.001-500.000 jiwa) - Kota kecil (20.001-100.000 jiwa)

Prioritas pada lingkungan perkotaan yang terdiri atas dua kegiatan pokok : - Pemantauan dan evaluasi (meliputi aspek pengelolaan sampah, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan kebersihan perairan terbuka dari sampah) kinerja pengelolaan lingkungan perkotaan berdasarkan pedoman dan kriteria (indikator kondisi fisik dan non fisik) yang ditetapkan.

- Peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Kriteria adipura terdiri dari 2 indikator pokok yaitu : - indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan yang berkaitan dengan isu kebersihan dan keteduhan kota. - indikator non fisik terdiri dari : (pengelolaan lingkungan perkotaan)institusi, manajajemen, daya tanggap.

Kriteria fisik : - Sangat jelek: 30-45 - Jelek : 46-60 - Cukup : 61-70 - Baik : 71-80 - Sangat baik : 81-90 Prinsip penilaian adipura : 1. berdasarkan fisik dan non fisik 2. Merupakan gabungan : 75 % nilai fisik dan 25 % non fisik (kota metropolitan dan besar); 80 % nilai fisik dan 20 % non fisik (kota sedang dan kecil) 3. Cuts of Point (tidak berpatokan pada nilai tertentu)

Hasil pelaksanaan : - Punishment. pengumuman kota dengan nilai Adipura terendah diberlakukan untuk kategori kota metropolitan, besar, dan sedang - Reward Anugrah dipura, piagam adipura, fasilitas kota terbaik untuk lokasi (pasar, hutan kota, taman kota) yang diberikan kepada kategori kota metropolitan, besar, dan sedang.

PROGRAM ADIPURA

TUJUAN
Mekanisme penilaian fisik ini bertujuan agar diperoleh persepsi yang sama antar anggota tim penilai dalam pelaksanaan penilaian fisik kota peserta Program ADIPURA.

RUANG LINGKUP
A. Tahap persiapan B. Tahap pelaksanaan C. Tahap evaluasi D. Pelaporan

A. TAHAP PERSIAPAN
Mempelajari daftar isian yang dikirimkan oleh bupati/walikota dan/atau profil kabupaten/kota, serta menyusun ringkasan informasi awal.

Menyiapkan, mempelajari dan memahami jadwal, rute dan peta perjalanan ke lokasi penilaian. Membuat formulir isian nilai fisik untuk masing-masing kota yang dilengkapi dengan nama dan alamat lengkap lokasi penilaian.

Membawa perlengkapan penilaian yang meliputi: - Buku pedoman Program ADIPURA. - Formulir isian nilai fisik. - Kamera digital. - Komputer notebook/laptop. - CD-R kosong. - Peta administrasi ibukota Kabupaten/kota.

B. TAHAP PELAKSANAAN
Tim penilai dalam melakukan penilaian fisik berpedoman pada panduan penentuan lokasi penilaian

Waktu penilaian fisik dilakukan antara pukul 07.00 sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat atau pada saat kegiatan obyek yang dinilai sedang berlangsung.
Nilai tiap lokasi penilaian serta komponen dan sub komponen harus diisi ke dalam formulir isian nilai fisik. Nama dan alamat lokasi penilaian dicatat dalam formulir isian nilai fisik dengan benar dan

Melakukan penilaian secara bersama-sama dengan seluruh anggota tim dan tidak dibenarkan melakukan penilaian secara terpisah, sehingga penilaian terhadap suatu wilayah penilaian dan lokasi yang dinilai didasarkan atas persepsi yang sama seluruh anggota tim

Wilayah penilaian dan lokasi yang dinilai meliputi: Wilayah perkotaan secara umum.
Mengamati seluruh wilayah perkotaan yang dinilai untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kota tersebut. Pengamatan juga dapat membantu untuk mengetahui apakah pengelolaan lingkungan perkotaan dilakukan secara terencana atau mendadak.

Lingkup lokasi yang dinilai meliputi:


I.Permukiman.
1. Menengah dan sederhana. 2. Pasang surut.

II.Fasilitas Umum Kota.


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jalan Arteri dan Jalan Kolektor. Pasar. Pertokoan. Perkantoran. Sekolah. Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas. Hutan kota. Taman kota.

III.Fasilitas transportasi.
1. Terminal. 2. Stasiun kereta api. 3. Pelabuhan.

IV.Perairan Terbuka.
1. Sungai 2. Danau, situ dan saluran terbuka.

V.Fasilitas kebersihan.
1. Tempat pemrosesan akhir (TPA). 2. Pemilahan sampah. 3. Pengolahan sampah.

VI.Pantai Wisata.

Dalam melakukan penilaian, setiap anggota tim penilai harus menyepakati dalam satu skala nilai yang sama dengan perbedaan nilai maksimum 3 (tiga) poin. Penilaian untuk setiap kota diisi dalam formulir isian nilai fisik. Nilai yang dilaporkan merupakan nilai masing-masing anggota tim. Anggota tim penilai diperbolehkan memberikan nilai hasil kesepakatan pada setiap penilaian.

Tidak diperbolehkan ada duplikasi penilaian untuk satu komponen dalam kriteria, indikator dan skala nilai fisik Program ADIPURA, kecuali untuk penilaian TPS. Foto seluruh wilayah penilaian dan lokasi penilaian serta komponen dan sub komponennya dibuat selengkap mungkin. Foto yang diambil harus dapat merepresentasikan nilai yang diberikan. Foto harus diberi nama lokasi dan tanggal pengambilan.

C. TAHAP EVALUASI DAN PELAPORAN.


Masing-masing anggota tim penilai membuat dan menandatangani formulir isian nilai fisik yang sudah diisi untuk masing-masing kota dan menyerahkan kepada ketua tim. Tim penilai harus membuat rekomendasi untuk masing-masing kota.

Ketua tim penilai bertanggungjawab dalam pengisian formulir isian nilai fisik ke dalam aplikasi penilaian fisik.

Ketua tim penilai harus menyerahkan aplikasi penilaian fisik yang sudah diisi berikut formulir isian nilai fisik seluruh anggota tim, serta foto hasil penilaian kepada Tim Teknis melalui Berita Acara.

PROGRAM ADIPURA

Non Fisik
Daftar isian kabupaten/kota mencakup aspek-aspek penting dalam pengelolaan lingkungan hidup yang terdiri atas komitmen pemerintah daerah, institusi dan manajemen. Daftar isian dan pertanyaan terdiri dari data umum kota, institusi, manajemen dan partisipasi masyarakat.

DATA UMUM KABUPATEN/KOTA


Bagian ini memuat tentang informasi umum kota, kategori kota, jumlah penduduk, wilayah pelayanan, dan kondisi geografi. Jika tempat jawaban yang disediakan tidak mencukupi, jawaban dapat diisi dengan menggunakan lembar tersendiri sebagai lampiran.

INSTITUSI
Kelembagaan - PLH - Pengelolaan kebersihan/sampah - Pengelolaan RTH Produk hukum Anggaran - Jumlah anggaran - Potensi dan realisasi penerimaan retribusi Fasilitas

Tingkat pelayanan

- Pengelolaan kebersihan/sampah - Pengendalian pencemaran air (PPA) - Pengelolaan RTH

MANAJEMEN

Perencanaan Pelaksanaan Pengendalian

PARTISIPASI MASYARAKAT
Peran serta lembaga pendidikan di bidang kebersihan dan penghijauan Peran serta media massa terhadap kebersihan kota Mekanisme pemberian usul, pertimbangan, saran dan pengaduan dalam pengelolaan sampah dari masyarakat Peran serta masyarakat dalam pengelolaan kebersihan dan penghijauan lingkungan perkotaan

Kota METROPOLITAN dan BESAR

Bobot Penilaian
Pengelolaan Sampah 50 % 25 %

FISIK
75 %

Pengelolaan RTH

Pengendalian Pencemaran Air 15 %

ADIPURA
NON FISIK
25 %

Pengendalian Pencemaran Udara

10 % 30 % 30 %

INSTITUSI MANAJEMEN PARTISIPASI MASYARAKAT

40 %

Kota SEDANG dan KECIL


FISIK
80 %

Bobot Penilaian
Pengelolaan Sampah Pengelolaan RTH 50 % 35 %

Pengendalian Pencemaran Air 15 %

ADIPURA
NON FISIK
20 %
INSTITUSI MANAJEMEN PARTISIPASI MASYARAKAT

30 % 30 %

40 %

Peraturan Mentri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura.