Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN SNH DIRUANG ANGGREK DUA RSUD Dr.

MOEWARDI SURAKARTA Tanggal Pengkajian Pukul Tanggal Masuk RS No. RM Ruangan/Kelas No. Kamar Diagnosa Masuk A. IDENTITAS 1. Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Agama Suku/Bangsa Status Perkawinan Pendidikan Terakhir Pekerjaan Alamat 2. Identitas Penanggung jawab Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan terakhir Pekerjaan B. RIWAYAT KESEHATAN 1. Kuluhan Utama tidak bisa digerakan. 3. Riwayat Kesehatan Dahulu : Pasien mengatakan anggota gerak sebelah kanan melemah kurang lebih 17 jam sebelum masuk rumah sakit. : Ekstrimitas kanan lemah, susah bicara 2. Riwayat Kesehatan Sekarang: Pasien mengatakan ekstremitas kanan lemah dan : Tn.S : 81 tahun : Laki- laki : Islam : Jawa/ Indonesia : Kawin : SLTP : Swasta : Karanganyar : Ny. L : 76 : Perempuan : SD : Ibu Rumah Tangga : 3 April 2013 : 11.00 WIB : 02 April 2013 : 01187797 : Anggrek 2/ Kelas 3 : 5C : SNH

4. Riwayat Kesehatan Keluarga : Pasien mengatakan tidak ada yang menderita HIV dikeluarganya. C. REVIEW of SISTEM (ROS) Keadaan umum Kesadaran : Sedang : Compos mentis

Skala Koma Glasgow : Verbal: 6 Psikomotor: 5 Mata: 4 TB/BB : Tanda- tanda vital : Nadi: 100 Temp: 36,70c RR: 20 Tensi: 100/70mmHg 1. Sistem Pernafasan Gejala ( Subyektif) : a. Dispnea : Pasien mengatakan tidak sesak nafas. b. Riwayat penyakit pernafasan: Pasien mengatakan riwayat penafasan tidak ada Bronkitis, asama, TBC dan Pneumonia. c. Pemajanan terhadap udara berbahaya: Pasien tidak kontak langsung dengan udara berbahaya, d. Kebiasaan merokok: Pasien mengatakan merokok, 1 hari 3 batang rokok. Lama kurang lebih 32thun merokok. e. Batuk: Pasien mengatakan batuk f. Sputum: Pasien mengatakan ada sputum g. Penggunaan alat bantu: Pasien mengatakan tidak menggunakan alat bantu saat aktivitas. Tanda ( Obyektif) : a. Inspeksi Kelainan tulang belakang: tidak tampak kelainan tulang belakang Warna kulit: warna kulit tampak sianosis Lesi pada dinding dada: tidak tampak lesi pada dinding dada Terdapat luka post operasi: tidak tampak luka Terpasang WSD: tidak tampak terpasang WSD Clubbing Finger: tidak tampak clubbing finger Dada: Dada tampak simetris Pergerakan dada: Pergerakan dada simetris Frekuensi dan Irama pernafasan: 17 kali/menit ( irreguler) Pola nafas: bradipneu

Retraksi: tampak ada retraksi

b. Palpasi Taktif fremitus: normal , getaran sama Nyeri tekan: ada nyeri tekan Massa abnormal: tampak massa tidak ada Ekspansi paru: getaran sama

c. Perkusi: sonor d. Auskultasi Suara napas: vesikular Friction Rub

2. Sistem kardiovaskular Gejala (Subyektif) a. Palpitasi b. Nyeri data: pasien mengatakan ada nyeri tekan c. Riwayat pemakaian obat jantung: pasien mengatakan tidak pernah menggunakan obat jantung. Tanda (Obyektif) a. Inspeksi Sklera : tidak tampak ikteik Konjungtiva: tidak anemis Ictus Cordis: tampak saat bernafas Pulsasi Katup: katup normal Heart rate Frekuensi Ciri denyutan Irama Isi nadi Ictus Cordis JVP CVP : Teratur : kuat :

b. Palpasi -

Arteri Karotis :

Ekstremitas

:Tidak ada edema pada ekstermitas atas Tidak ada edema pada ekstermitas bawah

Kulit: turgor kulit baik, akral hangat. Capillary Refill : kembali selama 3 detik. c. Perkusi Batas jantung d. Auskultasi Bunyi jantung I,II: Teratur Gallop: Tidak ada Murmur/bising jantung: tidak ada mur-mur atau bising jantung Derajat murmur: tidak ada

3. Sistem Gastrointestinal Gejala (subyektif) a. Diit biasa(tipe): diet lunak, jumlah makanan per hari:3X sehari b. Pola diit 08.00 c. Nafas/selera makan: pasien mengatakan selera makan menurun d. Nyeri ulu hati : pasien mengatakan tidak nyri pada ulu hati e. Alergi makanan: pasien mengatakan tidak alergi makanan apapun. f. Masalah mengunyah /menelan: pasien mengatakan ada masalah mengunyah. g. Pola BAB: selama dirawat BAB 3 kali h. Kesulitan BAB: dari luar. j. BAB terakhir: jumat sore 5 /04/2013 k. Riwayat perdarahan: pasien mengatakan tidak ada perdarahan. l. Riwayat inkontinensia alvi: m. Riwayat hemoroid: pasien mengatakan tidak ada riwayat hemoroid. Tanda (Obyektif) a. Berat badan: 60kg Tinggi badan: 168cm Konstipasi: tidak Diare: tidak i. Penggunaan laksantif: saat diare pasien mengatakan obat pencahar :teratur dengan porsi yang diberikan habis sebanyak porsi, makanan terakhir pagi jam

b. Turgor kulit: c. Edema

kering Tonus otot : lemah

: tidak ada edema lidah: kotor.

d. Kondisi mulut: gigi tampak kotor, Mukosa mulut : kering e. Bising usus: 16 kali/mnt f. Abdomen Nyeri tekan: tidak ada nyeri tekan Massa: tidak ada massa pada abdomen Ukuran/lingkar abdomen:Integritas kulit perut: kering, tidak ada lesi g. Hemoroid : pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat hemoroid h. Inspeksi abdominal : Abedomen tampak simetris i. Palpasi abdominal : lunak j. Perkusi abdominal : timpani 4. Sistem Perkemihan Gejala (Subyektif) a. Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit ginjal / kandung kemih b. Riwayat penggunaan diuretik : pasien mengatakan tidak pernah menggunakan diuretik c. Rasa nyeri atau rasa terbakar saat kencing : pasien mengatakan tidak ada nyeri dan tidak ada rasa terbakar saat kencing d. Kesulitas BAK : tidak ada Tanda (Obyektif) a. Pola BAK: Dorongan: Retensi: b. Perubahan kandung kemih: Distensi kandung kemih: tidak ada c. Karakteristik urine: warna: kekuningan Jumlah: 1600cc Bau : khas amoniac 5. Sistem Persyarafan Gejala (Subyektif) a. Rasa ingin pingsan/pusing : pasien mengatakan pusing b. Sakit kepala P:pusing S: 3 Q:ditimpa benda berat R:sebelah kanan T: saat aktivitas sekitar 2 menit kuat Frekuensi: 4-5 kali/hari

c. Kesemutan/kebas/kelemahan: pasien mengatakan badannya lemah d. Kesulitan menelan : pasien mengatakan ada kesulitan menelan e. Gejala sisa stroke : pasien mengatakan mempunyai penyakit stroke f. Kejang : Urutan kejang : pasien mengatakan tidak mengalami kejang Karakter dari gejala kejang : pasien mengatakan tidak tahu tentang kejang Faktor Pencetus : pasien mengatakan tidak tahu penyebab kejang Riwayat kejang : pasien mengatakan tidak pernah mengalami kejang Penggunaan obat kejang : pasien mengatakan tidak pernah minum obat kejang g. Status postikal: Tanda (Obyektif): a. Pemeriksaan saraf kranial: N III,IV,VI : pupil isokor (2mm/2mm), RCL/RCTL (+/+) gerak bola mata dalam batas normal. N V : Reflek kornea (+/+) N VII,XII : parese UMN b. Pemeriksaan fungsi sensorik: terdapat gangguan pada penglihatan (pandangan mata sering kabur). c. Pemeriksaan fungsi motorik : tampak saat beraktivitas pasien lemah karena ekstremitas kanan tidak dapat digerakkan d. Pemeriksaan reflek : reflek tampak lemah e. Pemeriksaan saraf otonom: 6. Sistem Immune Gejala (Subyektif) Riwayat Imunisasi a. BCG : pasien mengatakan tidak pernah mendapat imunisasi BCG b. Hepatitis A : pasien mengatakan tidak pernah mendapat imunisasi hepatitis A c. Hepatitis B : pasien mengatakan tidak pernah mendapat imunisasi hepatitis B cara mengontrol

d. DPT : pasien mengatakan pernah mendapat imunisasi DPT e. Polio : pasien mengatakan pernah mendapat imunisasi polio f. Hib : pasien mengatakan tidak pernah mendapat imunisasi HIP g. MMR h. Tifoid i. Varisela Tanda (Obyektif) 7. Sistem Reproduksi Pria Gejala (Subyektif) a. Rabas penis b. Gangguan prostat: tidak ada gangguan prostat c. Sirkumsisi: klien sudah melakukan sirkumsisi pada usia 11 tahun d. Vasektom: tidak pernah e. Melakukan pemeriksaan sendiri: tidak pernah f. Payudara/testis: normal, tidak ada pembesaran pada testis g. Protoskopi/pemeriksaan prostat terakhir: tidak terkaji Tanda (Obyektif) a. Pemeriksaan b. Payudara/testis c. Kutil genital/lesi 8. Sistem muskuloskeletal Gejala (Subyektif) a. Riwayat cidera kecelakaan:Klien mengatakan tidak pernah mengalami cidera b. Fraktur/dislokasi: klien mengatakan tidak pernah mengalami fraktur atau dislokasi c. Arthritis/sendi tak stabil: klien mengatakan tidak pernah mengalami arthitis d. Masalah punggung: tidak ada kelainan pada punggung seperti, skoliosis, kifosis dll e. Riwayat penggunaan kortikosteroid: klien mengatakan tidak pernah menggunakan obat-obatan kortikosteroid Tanda ( Obyektif)

a. Massa /tonus otot: tidak ada massa, tonus otot lemah b. Postur: tubuh klien tampak kurus c. Tremor: klien mengatakan tidak tremor d. Rentang gerak: rentang gerak terbatas karemna klien merasa kelelahan/ keletihan e. Kekuatan: kekuatan klien masih tidak setabil atau lemas. f. Deformitas: tidak ada deformitas g. Kelainan fungsi : tidak ada kelainan fungsi tubuh. h. Bengkak: tidak ada bengkak pada klien i. Kekakuan: klien mengatakan mengalami kekakuan pada tubuh karena kurangnya aktivitas. j. Infeksi: tidak ada infeksi pada klien. k. Instabilitas Ligament l. Gait/Posisi jalan pasien: klien tidak bisa berjalan sehingga tidak terkaji posisi jalan klien 9. Sistem Endokrin Gejala ( Subyektif) a. Poliuria : pasien mengatakan sering kencing b. Polidipsia : pasien mengatakan banyak minum c. Polifagia : pasien mengatakan tidak nafsu makan d. Susah tidur : pasien mengatakan susah tidur e. Sering merasa lemah : pasien mengatakan merasa lemah f. Mudah lelah : pasien mengatakan mudah lelah g. Emosi labil h. Gangguan penglohatan ( mata kabur) : pasien mengatakan pengelihatannya jelas i. Perubahan menstruasi/Libido j. Sering luka k. Riwayat penggunaan kortikosteroid jangka panjang l. Riwayat penyakait keturunan dalam keluarga : pasien mengatakan dikeluarga tidak ada riwayat penyakit keturunan m. Riwayat trauma kepala : pasien mengatakan tidak ada trauma kepala n. Riwayat pengangkatan kelenjar thyroid o. Riwayat defisiensi iodin

Tanda (Obyektif) a. Keterlambatan pubertas : tidak tampak keterlambatan pubertas b. Tubuh sangat pendek : tubuh tampak standar c. Luka sulit sembuh : tidak luka d. Peningkatan Suhu tubuh : suhu tubuh 36,7 C e. Penurunan berat badan BB sebelum sakit 63 kg sesudah sakit 60 kg f. Tremor : pasien tampak lemas tidak tremor g. Berjerawat banyak : tampak wajah tidak ada jerawat h. Moon Face: wajah tampak lemas i. Buffalo Hump (Punuk) : tampak punuk j. Striae pada abdomen : tampak striae pada abdomen k. Edema : tidak ada edema 10. Sistem Integumen Gejala (Subyektif) a. Riwayat gangguan kulit : klien mengatakan tidak ada kelainan pada kulit atau alergi pada kulit. b. Keluhan klien: Tanda (Obyektif) a. Penampilan lesi kulit b. Lokasi lesi kulit Regio: c. Jumlah lesi kulit d. Penyebab lesi kulit : tidak ada lesi kulit e. Abnormalitas kuku : kuku saat ditekan merah muda f. Abnormalitas rambut : rambut tidak ada kelainan g. Penyebaran/kualitas rambut : rambut tidak rontok h. Diaforesis : tidak ditemukan diaforesis i. Laserasi : tidak ditemukan laserasi j. Ulserasi : tidak ditemukan ulserasi k. Ekimosis : tidak ditemukan ekimosis l. Luka Bakar (derajat/persen) : tidak ada luka bakar m. Drainase : tidak ditemukan drainase n. Ruam kulit primer Makula : tidak ada

Eritema : tidak ada Papula : tidak ada Nodula : tidak ada Vesikula : tidak ada Bula : tidak ada Postula : tidak ada Urtika : tidak ada Skuama : tidak ada Krusta : tidak ada Erosi : tidak ada Ekskoriasi : tidak ada Ulkus :tidak ada Rhagaden : tidak ada Parut : tidak ada Keloid : tidak ada Abses: tidak ada Likenifikasi : tidak ada Guma : tidak ada Hiperpigmentasi : tidak ada

o. Ruam Kulit Sekunder -

11. Sistem sensori Gejala (Subyektif) : pasien mengatakan tidak memiliki gangguan sensori Tanda (Obyektif) : pasien mengatakan tidak ada kelainan pada sensori. Ingatan pasien masih baik 12. Sistem Hematologi Gejala (Subyektif) a. Riwayat kesehatan keluarga : tidak ada riwayat penyakit pada keluarga b. Riwayat kesehatan klien Keganasan ,kemoterapi: menyebabkan leukemia dan mielodisplasia Hepatitis: menyebabakan anemia Kehamilan : meneyabakan anemia dan sindrom HELLP Trombosis vena: menyebabkan trombopilia

Tanda -Jenis golongan darah: A -Tanda- tanda infeksi: tidak ada tanda infeksi -Perdarahan: tidak ada tanda-tanda adanya perdarahan -warna kulit: pucat -tidak ada tanda- tanda dipsnea pada klien.

D. DATA PENUNJANG 1. Nama No. Sampel RM Umur Pemeriksaan Hematologi Rutin Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit Gol. Darah ABO Hemostasis PT APTT INR Kimia Klinik Glukosa Darah Sewaktu SGOT SGPT 111 27 14 Mg/dl u/l u/l 60-140 0-35 0-45 GOD-PAP IFCC IFCC tanpa tanpa pyridoxal phosphat pyridoxal phosphate 13.7 21.6 1.110 Detik Detik 10.0-15.0 20.0-40.0 Semi automatic Semi automatic Semi automatic 12.9 40 5.9 172 4.26 A g/dl % Ribu/ul Ribu/ul Juta/ul 11.6-16.3 33-45 4.5-11.0 150-450 4.50-5.90 Aglutinasi Pemeriksaan Laboratorium : Tn.A : 1304020551 : 01187797 : 81 tahun Hasil Satuan Rujukan Metode Tanggal Terima : 02-04-2013/8:29:21pm Tanggal ACC : 02-04-2013/9:53:59pm

Kreatinin Ureum Elektrolit Natrium Kalium Klorida Serologi Hepatitis HBsAg 2. Terapi Obat Jenis Obat Injeksi: NaCL 0,9% Vit. B1 Ranitidin Alat bantu: O2 kanul

1.0 40 1.35 4.6 104 Nonreaktif

mg/dl mg/dl mmol/l mmol/l mmol/l

1.0-1.9 <50 132-146 3.7-5.4 98-106

JAFFE Enzimatic UV Assay DIREK ISE DIREK ISE DIREK ISE

CMIA

Dosis 20tpm 100g/12jam 50g/12jam

Keterangan

3 lpm

3. Diit Jenis Diet : Lunak IMT : 18,5 kg ( 1700kg)

Keterangan : Penurunan asupan makan dari kebutuhan dalam satu minggu terakhir sebesar 50%. 2.Pemeriksaan Diagnostik EKG : HR : 65bpm R-R : 317ms P-R : 166ms p : 71 deg T : 58 deg RVS : 1,25mV

QRS : 103 ms QT : 429 ms QTC : 447 AXIS : -64 deg

SVI : 0,37 mV RVS+SVI : 1,62 mV RaVL+SV3 : 1,71 mV TVI :0,03 mV

II. ANALISA DATA NO 1. DATA SIGN/SYMTOM ETIOLOGI MASALAH DS: - Keluarga klien mengatakan Kelemahan pada Hambatan mobiltas tangan dan kaki klien ekstremitas. fisik bagian kanan lemah dan susah untuk di gerakan. DO: Tangan dan kaki kananya tampak digerakan untuk berat (harus untuk dibantu

mengangkatnya),

kekuatan otot 2

2.

DS: - Keluarga pasien mengatakan disfasia(gangguan pasien berbicara. DO : Bicara klien tidak jelas, jawaban kadang tidak sesuai susah dan disatria (gangguan bicara yang diakibatkan cidera neuromuscular)

Gangguan

untuk perkembangan bahasa) Komunikasi Verbal

dengan pertanyaan seperti mengingat ingat.

3.

DS: - pasien mengatakan batuk. DO: - TD : 140/80mmHg - RR : 20 x/mnt - S : 320C - N : 60x/menit - Ekspansi paru tidak simetris Irama tidak teratur Hb : 12.9 g/dl Ht : 40%

Akumulasi kemampuan menurun, mobilitas sekunder, perubahan kesadaran.

secret, Ketidakefektifan batuk bersihan jalan nafas penurunan fisik dan tingkat

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Hambatan mobiltas fisik yang berhubungan dengan kelemahan pada ekstremitas. 2. Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan disfasia(gangguan perkembangan bahasa),disartria (gangguan bicara yang diakibatkan cidera neuromuscular) 3. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan akumulasi sekret, kemampuan batuk menurun. IV. RENCANA KEPERAWATAN NO DP DP 1 Tujuan: lakukan Setelah di a. Kaji secara teratur klasifikasikan melalui skala 0-4. mempertahan meningkatkan kemampuan 1. untuk fungsional mengidentifikasika n kelemahan dan dapat memberikan informasi mengenai pemulihan. TUJUAN TINDAKAN RASIONAL TANDA TANGAN

tindakan

keperawtan selama 3 x 24 jam mobilitas fisik teratasi. Kriteria hasil : klien dapat atau

dengan cara yang

kekuatan dan fungsi bagian terkena kompensasi. tubuh yang b.Ubah posisi setiap 2 2.menurunkan atau jam dan sebagainya jika memungkinkan bisa lebih sering. c.Bantu mengembangkan keseimbangan duduk seperti meninggikan bagian kepala tempat tidur, bantu untuk duduk di sisi tempat tidur. d. Konsultasi dengan ahli fisiotrapi. e.Gunakan fungsional memudahkan pengaturan posisi. bed untuk 4.Memberikan kebutuhan diperlukan klien yang terjadinya terauma atau jaringan. 3.membantu kembali melatih jaras iskemia

saraf,meningkatkan respon proprioseptik dan motorik.

5. memberikan rasa nyaman mengatur pasien. untuk posisi

DP 2

Setelah

dilakukan a.bantuan menentukan 1. menentukan derajat disfungsi tindakan keperawatan yang

tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam

yang verbal

komunikasi tak terjadi b.bedakan disfasia disartria c. bicara dengan nada normal cepat. dan hindari dengan percakapan untuk

tepat untuk pasien antara 2. memudahkan dengan tindakan keperawatan yang akan diambil 3. memudahkan klien untuk memahami penjelasan yang di sampaikan perawat.

dengan kriteria : - Menentukan metode komunikasi berekspresi - menggunakan sumber bantuan yang tepat

DP 3

Tujuan lakukan

stelah

di 1. Monitoring irama , 1. Untuk mengetahui frekuensi kedalama pernafasan pola nafas pergerakan dan keadaan pernafasan. 2. Untuk memonitor frekuensi nafas. 3. Untuk mengetahui kondisi khususnya dada. apakah ada edema atau tidak. ekspansi 5. Mengetahui suara nafas normal atau tidak. 6. Memberikan kenyamanan suara bernafas. 7. Untuk mengurangi sesak nafas. 8. Mengetahui 6. Berikan posisi semi kondisi jalan nafas. saat dada , kesimetrisan, dan otot pernafasan paru bantu fisik pada

tindakan

keperawatan selama 2 x 24 jam klien mamapu meningkatkan memepertahankan keefektifan jalan nafas

dan 2. Monitoring

agar tetap bersih dan 3. Catat mencegah aspirasi. kriteria hasil : bunyi nafas terdengar bersih,

penggunanan 4. Untuk mengetahui

ronkhi tidak terdengar, 4. Palpasi trakeal tube bebas

sumbatan, menunjukan batuk efektif, tidak ada penumpukan secret di 5. Auskultasi jalan nafas.frekuensi 16

pernafasan -20x/menit.

flower 7. Ajarkan cara nafas dalam yang benar 8. Kaji kepatenan jalan nafas

nafas. 9. Memperlancar jalan nafas.

10. Mempertahankan kondisi 11. Membantu pasien yang optimal.

9. Buka jalan nafas dengan tehnik chin bila perlu 10. Pertahankan cairan sesuai kebutuhan.

melancarkan aliran nafas. apakah kemacetan tidak. 13. Pemeriksaan yang lebih akurat. 14. Mempertahankan ada atau

lift atau jaw thrus 12. Mengetahui

11. Berikam oksigen nasal

terapi

kondisi optimal.

yang

12. Monitor oksigen.

aliran

13. Monitor hasil lab : Hb, 14. Kolaborasi pemberian furosemid 60 mg. Ht, Glukosa,Elektrolit.

V. CATATAN KEPERAWATAN NO DP HARI & TANGGAL PUKUL 1 April 1. Bantuan atau pemberian asupan diet makan dan cairan yang seimbang. DS : Keluarga mengatakan mau membantu dalam pemberian diet yang seimbang. DO kooperatif 2. Tentukan DS motivasi pasien untuk : Respon pasien tampak TINDAKAN + RESPON/HASIL TANDA TANGAN

DP 1 Senin, 2013

Pukul 13.00

mengubah kebiasaan makan. : Pasien mengatakan mengerti tentang asupan makanan yg tepat

untuk peningkatan kesehatnnya. DO makan 3. Pantau nilai laboratorium DS DO : : : Nafsu makan pasien tampak

kurang hanya 4 sendok makan setiap

4. Timbang berat badan pasien DS : Pasien mengatakan mau ditimbang berat badannya. DO :

5. Kolaborasi dengan ahli diet DS DO : :

DP 1 Selasa, 2013

April

1. Timbang berat badan DS : DO: 2. Pantau nilai laboratorium DS: DO: 3. Libatkan memantau nutrisi. DS: DO: 4. Bantuan atau pemberian asupan diet keluarga waktu pasien makan dalam jumlah

makan dan cairan yang seimbang. DS: DO: DP 2 Rabu, 2013 3 April 1. Timbang berat badan DS : DO: 2. Pantau nilai laboratorium DS: DO: 3. Libatkan memantau nutrisi. DS: DO: 4. Bantuan atau pemberian asupan diet makan dan cairan yang seimbang. DS: DO: 5. Kolaborasi pengobatan insulin secara teratur dan intermiten. 1. Pantau bukti adanya keletihan fisik dan emosi yang berlebihan pada pasien. DP2 Senin, 2013 07.00 1 April 2. Pantau lokasi dan sifat ketidaknyamanan atau nyeri selama bergerak atau beraktivitas. 3. Jelaskan hubungan antara keletihan dan proses atau kondisi penyakitnya. 4. Ajarkan pasien atau orang yang keluarga waktu pasien makan dalam jumlah

berarti untuk mengendalikan tanda dan gejala keletihan yang memerlukan pengurangan aktivitas. 5. Ajarkan pengaturan aktivitas dan tehnik mengatur waktu untuk mencegah keletihan. 6. Buat perencanaan dengan pasien dan indikasi aktivitas yang menimbulkan keletihan. 7. Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup. 8. Pantau 9. Tekankan darah setiap hari. nadi, pernafasan, TD, sebelum melakukan aktivitas. pentingnya mempertahankan pemeriksaan gula

DP2

Selasa, 2013

April

1. Pantau bukti adanya keletihan fisik dan emosi yang berlebihan pada pasien. 2. Pantau lokasi dan sifat ketidaknyamanan atau nyeri selama bergerak atau beraktivitas. 3. Ajarkan pengaturan aktivitas dan tehnik mengatur waktu untuk mencegah keletihan. 4. Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup. 5. Pantau 6. Tekankan darah setiap hari. nadi, pernafasan, TD, sebelum melakukan aktivitas. pentingnya mempertahankan pemeriksaan gula

DP2

Rabu,3 April 2013

1. Pantau bukti adanya keletihan fisik dan emosi yang berlebihan pada pasien. 2. Pantau lokasi dan sifat ketidaknyamanan atau nyeri selama bergerak atau beraktivitas. 3. Ajarkan pengaturan aktivitas dan tehnik mengatur waktu untuk mencegah keletihan. 4. Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup. 5. Pantau nadi, pernafasan, TD, sebelum melakukan aktivitas.

DP3

Senin, 2013

April

1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit, prognosa, dan pengobatannya 2. Lakukan pemberian pendidikan kesehatan secara bertahap dan sesuai rencana pada satuan acara pembelajaran (SAP). 3. Diskusikan bersama pasien tentang penyakitnya. 4. Tinjau ulang program pengobatan.

DP3

Selasa, 2013

April

1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit, prognosa, dan pengobatannya 2. Lakukan pemberian pendidikan kesehatan secara bertahap dan sesuai rencana pada satuan acara pembelajaran (SAP).

3. Diskusikan bersama pasien tentang penyakitnya. 4. Tinjau ulang program pengobatan.

DP3

Rabu, 2013

April

1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit, prognosa, dan pengobatannya 2. Lakukan pemberian pendidikan kesehatan secara bertahap dan sesuai rencana pada satuan acara pembelajaran (SAP). 3. Diskusikan bersama pasien tentang penyakitnya. 4. Tinjau ulang program pengobatan.

VI. CATATAN PERKEMBANGAN NO HARI&TANGGAL RESPON PERKEMBANGAN TANDA TANGAN

DP PUKUL DP 1 Senin, 1 April 2013 14.00

S: O: A:

DP1

Selasa, 2013 14.00

P: April S: O: A: P: S: O: A: P: S: O: A: P: April S: O: A: P: S: O: A: P:

DP1

Rabu, 3 April 1013 07.00

DP 2 Senin, 1 April 2013 14.00

DP 2 Selasa, 2013 14.00

DP 2 Rabu, 3 April 2013 07.00

DP 3 Senin, 1April 2013 14.00

S: O: A:

DP 3 Selasa, 2013 14.00

P: April S: O: A: P: S: O:

DP 3 Rabu, 3 April 2013 07.00

A: P: