Anda di halaman 1dari 15

SECONDARY METABOLITES AND PLANT DEFENSE

1.Nandang Kusmana 2.Marshanti Lisbania Gratia 3.Mutmainna Ekawati

KUTIN, LILIN DAN SUBERIN

Kutin, Suberin dan Lilin Terbuat dari Senyawa Hidropobik


1. Kutin Ditemukan pada bagian di atas permukaan tanah Merupakan makromolekul, sebuah polimer yang terdiri dari asam lemak rantai panjang yang melekat satu sama lain oleh ikatan ester, yang menghasilkan jaringan tiga dimensi yang kaku.

Merupakan unsur pokok pada kutikula, struktur multilayer yang membungkus dinding sel terluar dari epidermis pada bagian aerial dari tumbuhan herba Kutikula tersusun dari lapisan atas yang terdiri dari lilin, kemudian lapisan tengah yang tebal mengandung kutin yang terbenam pada lilin (kutikula) dan lapisan bawah terbentuk dari kutin dan lilin yang bercampur dengan dinding sel zat pektin, selulosa dan karbohidrat lainnya.

Kutin dibentuk dari asam lemak 16:0 dan 18:1 karbon (C16:0 dan C18:1) dengan hidroksil atau kelompok epoksida yang terletak baik di tengah rantai atau pada ujung asam karboksilat
Perbandingan model asam stearat (C18:0, atas), poke (C18:1, tengah), dan asam linolenat (C18:3, bawah). Posisi cis pada ikatan rangkap dua mengakibatkan melengkungnya rantai dan mengubah perilaku fisik dan kimiawi ketiga asam lemak ini. Pelengkungan tidak terjadi secara nyata pada ikatan rangkap dengan posisi trans.

Asam heksadekanoat (C16:0), asam palmitat.

Simbol C diikuti angka menunjukkan banyaknya atom C yang menyusunnya; angka di belakang titik dua menunjukkan banyaknya ikatan ganda di antara rantai Cnya). Jadi, C18:1 berarti asam lemak berantai C sebanyak 18 dengan satu ikatan ganda.

Hidroksi asam lemak yang berpolimerasi membentuk kutin

2. Suberin
Terdapat pada bagian di bawah tanah, batang berkayu, dan pada luka yang mengalami proses penyembuhan

Juga terdapat pada dinding sel akar yang tak terluka sebagai pita Caspari di endodermis dan eksodermis serta di seludang berkas pembuluh pada rerumputan
Tumbuhan membentuk suberin bila perubahan secara fisiologis atau perubahan perkembangan, atau faktor cekaman, menyebabkan tumbuhan perlu menghambat difusi. Tapi pada tingkat molekul, kejadian yang menyebabkan terbentuknya suberin belum diketahui.

Hidroksi asam lemak yang berpolimerasi untuk menghasilkan suberin

Sebagian besar kelompok ini mempunyai lebih dari 16 atom karbon. Suberin selebihnya mengandung senyawa fenol dengan asam ferulat sebagai komponen utamanya.

Seperti pada kutin, fenol ini diperkirakan mengikatkan fraksi lipid dari suberin ke dinding sel. Jadi suberin serupa dengan kutin karena keduanya memiliki fraksi poliester lipid utama, tapi suberin memiliki lebih banyak fraksi fenol dalam hal jenis asam lemaknya.

3. Lilin

Bukan merupakan makromolekul melainkan campuran kompleks dari lemak asid rantai panjang yang sangat hidropobik.

Komponen yang paling umum dari lilin adalah alkana rantai lurus dan alkohol dari 25 sampai 35 atom karbon

Komponen umum lilin

Lilin pada kutikula disintesis oleh sel epidermis. Lilin meninggalkan sel-sel epidermis sebagai tetesan yang melewati pori-pori pada dinding sel yang tidak diketahui mekanismenya.

Kutin, Suberin dan Lilin Membantu Mengurangi Transpirasi dan Serangan Patogen
Kutin, suberin, dan lilin yang terkait membentuk hambatan antara tumbuhan dan lingkungannya yang berfungsi untuk menjaga keluar masuknya air dan patogen.

METABOLIT SEKUNDER
Tumbuhan dapat menghasilkan berbagai macam kandungan senyawa organik namun tidak memiliki fungsi dalam pertumbuhan dan perkembangannya, senyawa organik tersebut diketahui sebagai metabolit sekunder

Metabolit sekunder merupakan hasil dari proses pengolahan metabolit primer yang merupakan metabolit esensial untuk pertumbuhan dan reproduksi sel.

Peran Metabolit Sekunder bagi Tumbuhan


Metabolit sekunder melawan dari gigitan herbivora dan memberikan perlawanan terhadap mikroba patogen. Metabolit sekunder berperan sebagai penarik untuk serangga penyerbuk dan penyebar biji dan berperan sebagai agen kompetisi tumbuhan.

Metabolit Sekunder dibagi Menjadi Tiga Kelompok Utama