Anda di halaman 1dari 2

SERTIFIKASI BENIH MAKSUD SERTIFIKASI BENIH : 1 MEMBERIKAN RASA PUAS DAN MEMENUHI HARAPAN PARA PETANI AGAR USAHA

TANINYA BERHASIL. 2 MEMBERIKAN KEUNTUNGAN YG BESAR KAPADA PARA PRODUKSEN DAN PEDAGANG KARENA BANYAKNYA PERMINTAAN DR KONSUMEN. SERTIFIKASI BENIH TERMASUK DLM PROGRAM PRODUKSI BENIH UNGGUL/YG BERKUALITAS TINGGI DR VARIETAS YG GENETISNYA UNGGUL. v SERTIFIKASI BENIH BERTUJUAN : UTK MEMELIHARA KEMURNIAN DAN MUTU BENIH. BENIH BERSERTIFIKAT MERUPAKAN BENIH DLM PRODUKSINYA : DITERAPKAN CAR2 DAN PERSYA RATAN TERTENTU SESUAI DG KE TENTUAN SERTIFIKASI BENIH. RIWAYAT SERTIFIKASI BENIH. BERMULA DI SWEDIA YAITU PERKUMPULAN YG DISEBUT SWEEDISCH ASSOCIATIE THN 1888. TUJUAN PERKUNPULAN INI UTK MEMPRODUKSI DAN MENGEMBANGKAN BENIH2 TANAMAN DG MUTU YG BAIK.UTK NEGARANYA, KEMUDIAN UTK NEGARA LAINNYA. MAKA LAHIRLAH DI NEGARA TSB. BALAI PENELITIAN SELEKSI TANAMAN ORGANISASI PENYEBARAN BENIH BALAI PENGUJIAN BENIH

(BBN) DLM LINGKUNGAN DEPTAN BADAN INI BERFUNGSI MEMBANTU MENTAN DALAM MERENCANAKAN DAN MERUMUSKAN DALAM BIDANG PERBENIHAN. 5. 1971. KELUAR KEPRES No. 72 TENTANG PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH. SALAH SATU TUGAS POKOK BBN YAITU MEMBENTUK LEMBAGA YG TUGASNYA MEMPERBANYAK DAN MEMPRODUKSI BENIH YG BERKUALITAS TINGGI. PERANAN SERTIFIKASI BENIH DLM PEMBANGUNAN PERT.

* PARA PRODUKSEN BENIH, DPT MENYATAKAN PRODUKNYA UNGGUL DAN MENDAPAT SERTIFIKAT HRS MENGAJUKAN SAMPELNYA KE LAB. * PARA PEDAGANG BENIH BERSERTIFIKAT HRS BERTANG GUNG JAWAB THD MASA BERLAKUNYA, DAN SEGERA MENGUJINYA KE LAB. APAKAH BENIH BERSERTIFIKAT MASIH MEMENUHI PERSYARATAN. B. ANALIS, AHLI SELEKSI, DAN PEMULIA TAN. PARA ANALIS SANGAT DIHARAPKAN KETELITIANNYA MELAKUKAN PENGUJIAN, DEMI KEPENTINGAN PEMBERIAN SERTIFIKAT BENIH. PARA AHLI SELEKSI BENIH SANGAT DIPERLUKAN AGAR DAPAT MEMPRODUKSI BENIH YG MURNI GENETK.

PERANAN SERTIFIKASI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DLM PROGRAM PENINGKATAN PROD DUKSI PADI PALAWIJA DAN HORTI KULTURA DPT DIKEMUKAKAN PROYEK-PROYEK YANG MENONJOL PROYEK BIMAS/IMMAS PADI DAN PALAWIJA PROYEK PENGADAAN DAN PENYE BARAN BENIH PROYEK PENGEMBANGAN TATA PENYULUHAN d). PROYEK PROTEKSI TANAMAN e). PROYEK PEMUPUKAN, PRODUK TIVITAS TANAH ALAT2MESIN PERT. f) PROYEK PERBAIKAN FASILITAS PEMASARAN g) PROYEK PENINGKATAN PRODUK SI PALAWIJA DAN HORTIKULTURA h) PROYEK PENGEMBANGAN PERTA NIAN PADI PASANG SURUT, LEBAK DAN TANAH KERING.

* PARA PEMULIA TAN. SANGAT DIHARAPKAN TERHADAP PERCOBAANNYA, UTK MENJAMIN KESTABILAN PRODUKSI SERTA PENYESUAIAN VARIETAS BARU PADA KEADAAN LOKAL. C. BADAN RESMI YG MENANGANI SERTIFIKASI BENIHSEBAGAI BADAN RESMI YG MENANGANI SERTIFIKASI BENIH, BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERLAKSANANYA SERTIFIKASI SECARA SEKSAMA. KEPADA PARA PEMAKAI BENIH, DIJAMIN KETERSEDIAN BENIH UNGGUL BERSERTIFAKAT D. LEMBAGA PENYULUHAN PARA PENYULUH PERTANIAN DLM MENUNJANG PROGRAM SERTIFIKASI BENIH SANGAT BESAR PERANANNYA. ADA 3 PRINSIP DLM PENYULUHAN YG DPT MENSUKSESKAN TUGAS PENYULUH : 1. MENGADAKAN HUB. AKRAB DG PARA PETANI DG SISTEM KERJA YG TERTIB, TERATUR, DAN BERKELANJUTAN. 2) MENGGUNAKAN MATERI YG AKTUAL DAN YG DIPERLUKAN OLEH PETANI PADA WAKTU ITU. DISAMPAIKAN DI TEMPAT PETANI MELAKSANAKAN USAHANYA

KEMUDIAN TERJADI PENGGABUNGAN DAN MELAHIRKAN PROGRAM SERTIFIKASI BENIH. DI INDONESIA RIWAYAT SERTIFIKASI BENIH, MULAI : TH 1930, PEMBANGUNAN LUMBUNG2 BENIH TH 1952, MSK DALAM ANGGOTA FAO TH 1958, KHUSUS PADI VARIETAS UNGGUL DIPERKENAL PADA USAHA INTENSIFIKASI (BIMAS).

BEBERAPA KOMPONEN YG MENUNJANG KEBERHASILAN SERTIFIKASI BENIH PARA PRODUKSEN DAN PEDAGANG BENIH B. LAB. DAN PARA ANALIS DAN AHLI SELEKSI C. BADAN RESMI YG MENANGANI SERTIFIKASI BENIH (BPSB) D. LEMBAGA PENYULUHAN E. SALURAN2 DISTRIBUSI

3) PENYULUH HRS MENGUASAI PENGETAHUAN MAUPUN KETRAMPILAN YG BERKAITAN DG MATERI PENYULUHAN. E. SALURAN DISTRIBUSI. TERSEDIANYA SALURAN DISTRIBUSI YG DEKAT KEPADA PARA PETANI, SERTA PELAYANANNYA

1970 DIBENTUK BADAN BENIH NASIONAL

A. PRODUKSEN DAN PEDAGANG BENIH

YG BAIK, AKAN MENINGKATKAN PROGRAM PEMBENIHAN BERSERTIFIKAT. FAKTOR2 PEMBATAS BERHASILNYA SERTIFIKASI BENIH TANAH YG DIMILIKI PETANI 2. FASILITAS FISIK 3. TENAGA YG TERLATIH DAN TERAMPIL 4. PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB IMPLEMENTASI SERTIFIKASI BENIH DI INDONESIA SERTIFIKASI BENIH DITETAPKAN DG PERATURAN DEPTAN CQ SUB DIREKTORAT PEMBINAAN MUTU BENIH, SEDANG PENGA WASANNYA DILAKUKAN OLEH BALAI PENGA WASAN & SERTIFIKASI BENIH (BPSB)

DUKSI BENIH TANAMAN BER SERTIFIKAT DITETAPKAN DG PERATURAN KHUSUS. PERMOHONAN SERTIFIKAT HRS DIAJUKAN PALING LAMBAT 1 BULAN SEBELUM TABUR, YAITU MENGISI FORMULIR, MELAMPIRKAN PETA/DENAH SITUASI LAPANGAN. DIKIRIM KE SUB DIRAKTORAT PEMBINAAN MUTU BENIH ATAU MELALUI BPSB. DISTAN SETEMPAT. SYARAT YG HRS DIPENUHI OLEH PENANGKAR : MEMILIKI HAK ATAS TANAH TEMPAT MEMPRODUKSI BENIH. MENGETAHUI DG JELAS RIWAYAT TANAH TSB. BUKAN BEKAS TANAMAN VARIETAS YG SAMA DG KLAS BENIH YG SAMA ATAU LEBIH TINGGI. 3. HRS MAMPU MEMELIHARA ATAU MENGATUR TANAH TEMPAT PRODUKSI BENIH 4. HRS MEMILIKI FASILITAS PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN SENDIRI ATAU SECARA PINJAM, BERDASARKAN PERJANJIAN TERTULIS. 5. HRS SANGGUP UTK MENTAATI SERTA MENYETUJUI MENGIKUTI PETUNJUK YG DIBERIKAN OLEH BPSB. PENGAWAS LAPANGAN PEMERIKSAAN LAPANGAN OLEH BPSB PENGAWASAN LAPANGAN MELIPUTI : PEMERIKSAAN PENDAHULUAN DAN PEMERIKSAAN SELAMA BENIH DIPERTANAMAN. BIASANYA DILAKUKAN PADA FASE VEGETATIF, FASE PEMBUNGAAN, FASE PANEN. PENGAWASAN JUGA DILAKUKAN TERHADAP PENGERINGAN DAN PENGOLAHAN.

VENTILASI YG CUKUP WADAH YG DIGUNAKAN SUHU, Rh RUANGAN SIMPPAN.

PENGAWASAN PADA SAAT PEMROSESAN BENIH PEMERIKSAAN ANTARA LAIN : TERHADAP BENIH YG SEDANG DIOLAH IDENTIFIKASI KELOMPOK BENIH TERHADAP KA TERHADAP KOTORAN

PERATURAN DEPTAN TSB MENGATUR TENTANG : .PENETAPAN PENSTANDAR BENIH PROSEDUR DAN TEKNIK ADM .MENETAPKAN JANIS-JENIS BENIH VARIETASNYA YG BOLEH DISERTIFIKASI .MENETAPKAN DAERAH TK.I DAN TK.II YG AKAN MENYEDIAKAN FASILITAS UTK PELAKSANAAN SERTIFIKASI.

PENGUJIAN BENIH DI LABORATORIUM SAMPEL YG AKAN DIUJI HRS MEMENUHI KETENTUA SBB : DIAMBIL DR BENIH YG BERADA DALAM WADAH2 YG BERSIH PENGAMBILAN SAMPEL DILAKUKAN SECARA ACAK OLEH PENGAWAS BENIH SAMPEL2 YG TELAH DIAMBIL DIMASUKAN DALAM WADAH2 KHUSUS SELANJUTNYA DIBERI SEGEL OLEH PENGAWAS BENIH DALAM KEADAAN BERSEGEL SAMPEL BENIH HRS SEGRA DIKIRIM KE LAB. HSL PENGUJIAN DILAPORKAN SECARA TERTULIS, GUNA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN HSL PENGUJIAN TSB. LAPORAN TSB HRS SELESAI 1 MINGGU SETELAH PENGUJIAN, ISINYA BENIH TERSEBUT DAPAT DIBERI SERTIFIKAT ATAU TDK.

KELAS BENIH SESUAI DG URUTAN DAN MUTUNYA. BENIH PENJENIS (BPe)BENIH YG DIPRODUKSI DAN DIBAWAH PENGAWASAN PEMULIA TAN. BENIH DASAR (BD) TURUNAN PERTAMA DR BPe DIPRODUKSI DAN DIBAWAH PENGAWASAN INSTANSI YG DITUNJUK OLEH KETUA BADAN BENIH NASIONAL. BENIH POKOK (BP) TURUN DR BENIH PENJENIS ATAU BENIH DASAR, DIPRODUKSI DAN DIPELIHARA OLEH BALAI BENIH INDUK (BBI) 4. BENIH SEBAR (BS)TUNRUNAN DR BENIH DASAR ATAU BENIH POKOK, DIPRODUKSI OLEH PENANGKAR BENIH. AREAL SERTIFIKASI LAHAN YG AKAN DIGUNAKAN MEMPRO

PENGAWASAN GUDANG/TEMPAT PENYIMPANAN PRODUKSEN BENIH HRS MENGAJUKAN PER MOHONAN PD BPSB UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN GUDANG. PEMERIKSAAN GUDANG BIASANYA : TERSEDIANYA GUDANG MEMENUHI SYARAT ATAU TDK KEBERSIHAN GUDANG SARANA UTK MELINDUNGI BENIH DR SERANGAN H d P

KALAU DISETUJUI, PRODUKSEN DPT MEMINTA PEMASANGAN LABEL SESUAI DG KELAS YANG DISETUJUI LABORATORIUM BIASANYA DIIRINGI DG PENYEGELAN SEBAGAI BENIH BERSERTIFIKAT. >WARNA LABEL PUTIH UTK BENIH PENJENIS DAN BENIH DASAR >WARNA UNGU UTK BENIH POKOK >SERTA BIRU UTK BENIH SEBAR.