Anda di halaman 1dari 10

ANGGIA FITRI WIDYANI 1102010023

1. MM. Antopometri Anak a. Kriteria normal TB, dan BB anak 1. Berat Badan menurut Umur (BB/U) Berat badan merupakan ukuran pertumbuhan massa jaringan yang memiliki sifat sensitif, artinya cepat berubah. Misalnya seorang anak makan lebih dari biasanya akan terlihat langsung penambahan berat badannya. Atau sebaiknya apabila terjadi penyakit (misalnya diare) maka berat badan akan langsung turun drastic. Gangguan pertumbuhan massa bersifat akut. 2. Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) Tinggi badan adalah salah satu ukuran pertumbuhan linier (tulang rangka) memiliki sifat pertumbuhannya lambat, tidak mdah berubah, dan seburuk keadaan ukuran adalah tetap, tidak turun. Tinggi badan menggambarkan kondisi masa lalu. Gangguan pertumbuhan linier bersifat kronis 3. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) Indeks Bb/TB lebih menggambarkan komposisi tubuh oleh karena tidak dipengaruhi oleh umur. Klasifikasi status gizi berdasarkan indeks ini disebut status kegemukan yaitu : No 1 Indeks dipakai BB/U yang Batas Pengelompokan < -3 SD - 3 s/d <-2 SD - 2 s/d +2 SD > +2 SD 2 TB/U < -3 SD - 3 s/d <-2 SD - 2 s/d +2 SD > +2 SD 3 BB/TB < -3 SD - 3 s/d <-2 SD - 2 s/d +2 SD > +2 SD Sebutan Status Gizi Gizi buruk Gizi kurang Gizi baik Gizi lebih Sangat Pendek Pendek Normal Tinggi Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk

Untuk pengukuran antropometri dengan menggunakan tes Indeks Massa Tubuh ( IMT ) dilakukan dengan menggunakan timbangan dan meteran untuk mengetahui berat badan dan tinggi tubuh orang yang diamati, kemudian data tersebut disubstitusikan kedalam rumus IMT yaitu : Berat Badan ideal = 90 % X ( Tinggi Badan 100 )

Standar berat badan ideal ( Brocce Formula ) - Berat Badan Max = 120 % X ( Tinggi Badan- 100) - Berat Badan Min = 80 % X ( Tinggi Badan 100 ) Batas Kewajaran IMT= BB kg / ( TB )m

Kategori Indeks Massa Tubuh IMT (kg/m2) di Indonesia Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,1 18,4 Normal 18,5 25,0 Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat 27

2. MM. Status gizi anak Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antroppometri, dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHO-NCHS dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Metode Penilaian Status Gizi Secara langsung : Antropometri Klinis Biokimia Biofisi Secara tidak langsung : Survey Konsumsi Makanan Statistik Vital Faktor Ekologi

a. Gizi kurang Gizi kurang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat tidak terpenuhinya asupan makanan. Gizi kurang dapat terjadi karena seseorang mengalami kekurangan salah satu zat gizi atau lebih di dalam tubuh. Akibat yang terjadi apabila kekurangan gizi antara lain : o menurunnya kekebalan tubuh (mudah terkena penyakit infeksi), o terjadinya gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, o kekurangan energi yang dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja, o sulitnya seseorang dalam menerima pendidikan dan pengetahuan. Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang, karena : o tingkat pendidikan yang rendah, o pengetahuan yang kurang mengenai gizi dan perilaku belum sadar akan status gizi. Contoh masalah kekurangan gizi, antara lain KEP (Kekurangan Energi Protein), GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium), nemia Gizi Besi (AGB).

Gizi buruk adalah keadaan kekurangan zat gizi tingkat berat akibat kurang makan dan atau menderita sakit dalam waktu lama Etiologi Balita tidak mendapat ASI Eksklusif Anak balita disapih sebelum umur dua tahun Anak balita tidak mendapat makanan pendamping ASI pada umur enam bulan atau lebih. Makanan pendamping ASI kurang dan tidak bergizi. Setelah umur enam bulan balita jarang disusui Balita menderita sakit dalam waktu yang lama. Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor Pencegahan Memberikan ASI eksklusif sampai anak berumur 6 bulan Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak Jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Implikasi Untuk Upaya Perbaikan Gizi Anak Umur 6-18 Tahun Masih tingginya prevalensi kekurusan pada kelompok umur 6-12 tahun (usia sekolah) mengindikasikan adanya risiko terganggunya konsentrasi belajar bagi sekitar sepertiga jumlah siswa SD atau yang sederajat. Masalah kependekan yang masih tinggi, dimana prevalensi kependekan pada anak perempuan juga tinggi yaitu sekitar 30 persen, dimana 12

persen diantaranya adalah sangat pendek. Hal ini merupakan keadaan yang berisiko sebagai calon ibu rumahtangga yang akan melahirkan generasi penerus. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas maka perlu diintensifkan upaya perbaikan gizi anak sekolah, melalui: Peningkatan edukasi gizi bagi anak sekolah baik di sektor pendidikan formal maupun informal untuk pencapaian KADARZI UNTUK SEMUA. Penyediaan makanan tambahan bagi anak sekolah (PMT-AS) terutama untuk daerah-daerah miskin, terutama untuk anak usia sekolah (6-12 tahun).

Implikasi Untuk Upaya Perbaikan Gizi Penduduk Dewasa Penyuluhan gizi seimbang diikuti dengan aktivitas fisik diperlukan untuk mengatasi masalah obesitas pada penduduk dewasa, agar dapat dicegah penyakit khronis seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan lain-lain. b. Gizi berlebih Status gizi lebih merupakan keadaan tubuh seseorang yang mengalami kelebihan berat badan, karena kelebihan jumlah asupan energi yang disimpan dalam bentuk cadangan berupa lemak. Ada yang menyebutkan bahwa masalah gizi lebih identik dengan kegemukan. Kegemukan dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya yaitu dengan munculnya penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, hipertensi, gangguan ginjal dan masih banyak lagi. Kegemukan (obesitas) dapat terjadi mulai dari masa bayi, anak-anak, sampai pada usia dewasa. Kegemukan pada masa bayi terjadi karena adanya penimbunan lemak selama dua tahun pertama kehidupan bayi. Bayi yang menderita kegemukan maka ketika menjadi dewasa akan mengalami kegemukan pula. Kegemukan pada masa anak-anak terjadi sejak anak tersebut berumur dua tahun sampai menginjak usia remaja dan secara bertahap akan terus mengalami kegemukan sampai usia dewasa. Kegemukan pada usia dewasa terjadi karena seseorang telah mengalami kegemukan dari masa anak-anak.

3. MM. status gizi ibu hamil Status gizi ibu hamil adalah suatu keadaan keseimbangan dalam tubuh ibu hamil sebagai akibat pemasukan konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang digunakan oleh tubuh untuk kelangsungan hidup dalam mempertahankan fungsi-fungsi organ tubuh janin. a. Asupan normal ibu hamil Ibu hamil memerlukan tambahan kalori sebanyak 300 kal/hari pada trimester kedua dan ketiga. Sedangkan pada trimester pertama penambahannnya boleh kurang dari 300 kal. Untuk ibu hamil usia remaja, berat badan kurang, dan ibu hamil yang aktif, mungkin diperlukan lebih banyak kalori. Tambahan kalori ini diperlukan akibat meningkatnya metabolisme tubuh dan untuk melindungi kebutuhan protein yang sangat diperlukan sebagai bahan pembangun si janin. Kalori. Selama kehamilan konsumsi kalori bertambah dikisaran 300-400 kkal perharinya.Baiknya, 55% kalori di peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak baik nabati maupun hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta buahan bisa melengkapi. Asama Folat. Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna pembentukan sel dan sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan dapat membuat janin terlahir dengan. Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau. Protein. Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel merupakan salah satu fungsi protein. Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu. Kalsium. Berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan ada kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit osteoporosis. Susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik. Vitamin A. Sangat bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit. Selain itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Zat Besi. Berfungsi di dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Zat besi akan diperlukan pada saat kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg per harinya. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan. Vitamin C. Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu vitamin C sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah melindungi jaringan dari organ tubuh dari bberbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan. Vitamin D. Dapat meneyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan. 4. MM. PHBS keluarga dan Institusi Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan.

Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Ada 10 indikator PHBS yang terdiri dari 6 indikator perilaku dan 4 indikator lingkungan dengan rincian sebagai berikut : 1. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi bayi asi ekslusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangan dengan air brsih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah.

Indikator PHBS Tatanan Institusi Pendidikan Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di institusi pendidikan. Sasaran PHBS tatanan institusi pendidikan adalah sekolah dan siswa dengan indikator : Tersedia jamban yang bersih dan sesuai dengan jumlah siswa Tersedia air bersih atau air keran yang mengalir di setiap kelas Tidak ada sampah yang berserakan dan lingkungan sekolah yang bersih dan serasi Ketersediaan UKS yang berfungsi dengan baik Siswa menjadi anggota dana sehat (JPKM) Siswa pada umumnya (60 %) kukunya pendek dan bersih Siswa tidak merokok Siswa ada yang menjadi dokter kecil atau promosi kesehatan sekolah (minimal 10 orang)

Klasifikasi Klasifikasi PHBS ditentukan berdasarkan nilai perilaku dan lingkungan sehat tiap keluarga dengan ketentuan sebagai berikut : a) Sehat 1 yaitu bila keluarga berperilaku positif kurang dari 25% dari jumlah seluruh indikator PHBS, b) Sehat 2 yaitu bila keluarga perperilaku positif 25% - 49% dari jumlah seluruh indikator PHBS, c) Sehat 3 yaitu bila keluarga berperilaku positif 50% - 74% darijumlah seluruh indikator PHBS, dan d) Sehat 4 yaitu bila keluarga berperilaku positif lebih dari 75% dari jumlah seluruh indikator PHBS.

Manfaat Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit. Rumah tangga sehat dapat meningkat produktivitas kerja anggota keluarga Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga Salah satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota dibidang kesehatan Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain. Bagi Rumah Tangga : 1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. 2. Anak tumbuh sehat dan cerdas. 3. Anggota keluarga giat bekerja. 4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga. Bagi Masyarakat: 1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. 2. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah masalah kesehatan. 3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.

5. MM. Gaya hidup yang mencerminkan prilaku hidup sehat Menggunakan Air Bersih Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun Menggunakan Jamban Sehat Memberantas Jentik Dirumah Sekali Seminggu Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari Melakukan Aktifitas Fisik Setiap Hari Tidak merokok di dalam rumah Rumah yang Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang nyaman, kebisingan 45-55 dB, Memenuhi kebutuhan kejiwaan Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan

6. Memahami dan Menjelaskan Pola Asuh Keluarga Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif. Pola asuh orangtua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orangtua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan.Dalam kegiatan memberikan pengasuhan ini, orangtua akan memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap keinginan anaknya. Sikap, perilaku, dan kebiasaan orangtua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tidak sadar akan diresapi kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya. Macam macam Pola Asuh Orang Tua Terdapat 4 macam pola asuh orang tua terhadap anaknya yaitu antara lain : Pola asuh Demokratis Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak raguragu mengendalikan mereka. Pengaruh pola asuh demokratis yaitu akan menghasilkan karakteristik anakanak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya. Pola asuh Otoriter Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Orang tua mungkin berpendapat bahwa anak memang harus mengikuti aturan yang ditetapkannya. Pola asuh otoriter biasanya berdampak buruk pada anak, biasanya pola asuh seperti ini menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah. Pola asuh Permisif Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup, cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya. Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri (egois), dan kurang percaya diri. Pola asuh Penelantar Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman.

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Kepribadian Anak a. Bila dia hidup dalam permusuhan, dia belajar berkelahi b. Bila dia hidup dalam ketakutan, dia belajar menjadi penakut c. Bila dia hidup dikasihani, dia belajar mengasihi dirinya d. Bila dia hidup dalam toleransi, dia belajar bersabar e. Bila dia hidup diejek, dia belajar menjadi malu

Pengaruh Pola Asuh Dan Latarbelakang Orang Tua Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Orang Tua yang Bekerja akan berkurang perhatian terhadap anaknya, mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anaknya. Sehingga anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang menyebabkan anak bersifat manja. Orang tua yang tidak bekerja di luar rumah akan lebih fokus pada pengasuhan anak. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak menjadi kurang mandiri, karena terbiasa dengan orang tua. Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tingi akan lebih memperhatikan segala perubahan dan setiap perkembangan yang terjadi pada anaknya. Mereka umumnya mengetahui bagaimana tingkat perkembangan anak dan bagaimana pengasuhan orang tua yang baik sesuai dengan perkembangan anak khususnya untuk pembentukan kepribadian yang baik bagi anak, seperti mengajarkan sopan santun, baik dalam berbicara ataupun dalam hal lain. Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah, kurang memperhatikan tingkat perkembangan anak, dikarenakan orang tua yang masih awam dan tidak mengetahui tingkat perkembangan anak. Pola asuh orang tua seperti ini akan membentuk suatu kepribadian yang kurang baik. Orang tua yang tingkat perekonominnya menengah keatas biasanya memanjakan anaknya. Segala kebutuhan anak dapat terpenuhi dengan kekayaan yang dimiliki orang tua. Anak yang terbiasa dengan pola asuh yang demikian, akan membentuk kepribadian yang manja, serta menilai sesuatu dengan materi dan anak akan sombong dengan kekayaan yang dimiliki orang tua serta kurang menghormati orang yang lebih rendah darinya. Orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah dalam cara pengasuhannya kurang dapat memenuhi kebutuhan anak yang bersifat materi. Orang tua hanya dapat memenuhi kebutuhan anak yang benar-benar penting bagi anak. Perhatian dan kasih sayang orang tualah yang dapat diberikan. Sehingga akan terbentuk kepribadian anak yang mandiri, mampu menyelesaikan permasalahan dan tidak mudah stres dalam menghadapi suatu permasalahan.

7. MM. PHBS dalam Islam dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Islam Hukum menjaga kebersihan Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 57 yang bermaksud: Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, melainkan mereka menganiaya diri mereka sendiri. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dan apa yang terdapat di mukabumi; dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, kerana sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Surah Al-Baqarah, ayat 168) Sesungguhnya mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan dirinya QS Al Ala ayat : 14Dalam Islam, kebersihan adalah bersifat global atau luas. Artinya kebersihan itu meliputi semua aspek dalam Islam. Barangsiapa benar-benar dapat mengamalkan kebersihan yang global secara Islam ini maka oleh Allah mereka dijanjikan kemenangan baik di dunia terlebih lagi di akhirat. Pemberdayaan Masyarakat dalam Islam Islam sebagai ajaran yang sempurna mewajibkan zakat, dan menyerukan memberikan infaq dan shadaqah, sebagai pengejawantahan kepedulian sosial. Zakat dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin sebagai tanda syukur atas nikmat Allah SWT. Dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan untuk beroleh berkah, membersihkan

jiwa dan memupuknya dengan pelbagai kebajikan. Tidak membayar zakat, sanksinya adalah dosa, yang dapat mengurangi kualitas ibadah. Dari sudut pandang agama Islam, kedudukan zakat lebih tinggi daripada pajak.