Anda di halaman 1dari 3

Interpretasi

Page 1 KU : mata berair ( yang disebabkan oleh lakrimasis yang meningkat oleh kelenjar lakrimalis dan juga sebagai suatu respon oleh kelenjar lakrimal untuk mengeliminasi benda asing ) KT : penglihatan kabur ( adanya penghalang atau penurunan visus [ lapang pandang ] maupun disebabkan oleh menumpuknya secret pada palpebra ) agak gatal ( kemungkinan adanya respons inflamasi yang menyebabkan keluarnya mediator-mediator kimia sehingga menimbulkan gatal )

Semua keluahan ini dirasakan sejak 1 minggu yang lalu ( merupakan inflamasi yang bersifat akut ) Pada awalnya mata kanan merah seperti teriritasi, makin lama >> dan tidak enak. Bangun pagi belek ++ ( proses fisiologis pada pengeluaran secret, memperkuat bahwa penyebab mata merah dan keluhan pasien berasal dari konjungtiva, karena hanya konjungtiva yang memiliki sel goblet / sel epitel lendir yang dapat mengeluarkan secret )

RPO : obat tetes mata antibiotic, tidak membaik ( dapat dilemahkan dugaan infeksi karena bakteri )

RPD : batuk pilek, sembuh sendiri ( self limiting disease, disebabkan oleh virus. Memperkuat dugaan infeksi disebabkan oleh virus )

Tidak menggunakan lensa kontak ( melemahkan dugaan keluhan disebabkan oleh jamur. Pada lensa kontak, mudah tumbuh jamur pada tepi lensa sehingga dapat mengiritasi dan menginfeksi mata )

Page 2

Kesadaran : C M PF umum : d b n PF Okular : kotoran pada bulu mata D/S ( secret ++, pengelihatan sedikit kabur ++ [ menegaskan anamnesa ] dan semakin menguatkan ke arah konjungtivitis ] ) mata D/S berair ( lakrimasis >>, berusaha mengeliminasi benda asing pada epitel mata ) kemosis ringan dan edema palpebra + ( adanya respons inflamasi yang bersifat akut ) injeksi konjungtiva bulbar D/S + ( memperkuat diagnosis ke arah konjungtiva, adanya pelebaran PD ) hiperemia konjungtiva palpebra D/S + ( respons inflamasi akut, vasodilatasi PD shg hiperemia )

limfadenopati preaurikuler D/S teraba ( adanya inflamasi yang bersifat akut dan mungkin juga ikut membesar karena jalur penyebaran infeksi melalui saluran limfe )

Page 3 Tes flurosensi (-) : test ini dilakukan untuk melihat adanya defek pada kornea / melihat adakah keratitis maupun ulkus kornea Tes KOH (-) : untuk menilai causa infeksi konjungtiva. Karena hasilnya negative sehingga dapat dihilangkan kemungkinan infeksi disebabkan oleh jamur Hasil kultur secret konjungtiva tidak ditemukan bakteri : menilai causa. Negative causa infeksi bukan disebabkan oleh bakteri.

DIAGNOSA : KONJUNGTIVITIS ET CAUSA VIRAL

Page 4

Istirahat 1 minggu ( virus merupakan infeksi yang bersifat swasirna / self-limiting disease / dapat sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan, >> istirahat. Bila diperlukan dapat diberikan terapi antiviral ) Pemberian obat tetes mata non antibiotic ( causa bukan bakteri, sehingga antibiotic tidak diperlukan )

Follow up 1 minggu melihat prognosis PROGNOSIS : DUBIA AD BONAM