Anda di halaman 1dari 4

EFUSI PLEURA

Batasan Efusi pleura adalah adanya cairan di rongga pleura >15ml, akibat ketidakseimbangan gaya starling, abnormalitas struktur endotel dan mesotel, drainase limfatik terganggu, dan abnormalitas site of entry (defek diafragma) Tipe efusi pleura Efusi transudatif : cairan pleura bersifat transudat (kandungan konsentrasi) protein atau molekul besar lain rendah). Efusi transudatif terjadi karena perubahan faktor sistemik yang mempengaruhi pembentukan dan absorbsi cairan pleura. Penyebab: Gagal jantung kongestif Sindrom nefrotik Sirosis hati Sindrom meigs Hidronefrosis Dialisis peritoneal Efusi pleura maligna / paramaligna : karena atelektasis pada obstruksi bronkial, atau stadium awal obstruksi limfatik. Efusi eksudatif : cairan paru bersifat eksudat ( konsentrasi protein lebih tinggi dari transudat). Efusi eksudatif terjadi karena perubahan faktor lokal yang mempengaruhi pembentukan dan absorbsi cairan pleura. Penyebab: Tuberkolosis Efusi parapneumonia: efusi pada penumonia Keganasan: metastasis (karsinoma paru, kanker mammae, limfoma, ovarium,dll), mesothelioma Emboli paru Penyakit abdomen: penyakit pankreas, abses intraabdominal, hernia diafragmatika Penyakit kolagen (LES,dll) Trauma Chylothorax Uremia Radiasi Sindrom dressler Pasca CABG Penyakit pleura diinduksi obat; amiodarone, bromocriptine Penyakit perikardium Chylothoraks: timbul bila terjadi disrupsi ductus thoracicus dan akumulasi chylus di rongga pleura keadaan ini disebabkan trauma, atau tumor mediastinum. Hemothoraks: cairan pleura mengandung darah, dan Ht cairan pleura >50% Ht darah tepi keadaan ini disebabkan trauma atau ruptur pembuluh darah atau tumor.

Efusi pleura maligna: dapat ditemukan sel-sel ganas yang terbawa pada cairan pleura atau ditemukan jaringan pleura saat biopsi pleura. Efusi paramaligna: efusi yang disebabkan keganasan, tetapi sel-sel neoplasma tidak dapat ditemukan pada cairan pleura atau jaringan pleura. Efusi paramaligna dapat berupa cairan transudat. Anamnesis : Nyeri, sesak, demam Pemeriksaan fisik Restriksi ipsilateral pada pergerakan dinding dada bila >300 ml cairan: Bagian bawah / daerah cairan: Perkusi : redup Fremitus taktil dan fokal : menghilang Suara napas : melemah s.d menghilang, fremitus (saat awal) Trakea : terdorong ke kontralateral Di atas dari cairan : penekanan pada paru / konsolidasi Foto torak PA : sudut kostofrenikus tumpul (bila > 500 ml cairan) Lateral : sudut kostofrenikus tumpul (bila > 200 ml cairan) PA / Lateral : gambaran perselubungan homogen menutupi struktur paru bawah, biasanya relatif radioopak, permukaan atas cekung USG: menentukan adanya dan lokasi cairan di rongga pleura, membimbing aspirasi efusi terlokulasi ( terutama bila ketebalan efusi < 10 mm atau terlokulasi) CT scan (bila perlu): menunjukan efusi yang belum terdeteksi dengan radiologi konvensional, memperlihatkan parenkim paru, identifikasi penebalan pleura dan klasifikasi karena pemaparan asbestos, membedakan abses paru perifer dengan empyema terlokulasi. Pungsi pleura (torakosintesis) dan analisis cairan pleura : melihat komposisi cairan pleura dan membandingkan komposisi cairan pleura dengan darah. Dinilai secara: Makroskopis: Transudat = jernih, sedikit kekuningan Eksudat = warna lebih gelap, keruh Empiema = opak, kental Efusi kaya kolesterol = berkilau seperti satin Efusi chylous = seperti susu Mikroskopis: Sel leukosit < 1.000/mm3 : transudat

Diagnosis

Sel leukosit meningkat, prediminasi limfosit matur : neoplasma, Limfoma, TBC Sel leukosit predominasi PMN : pneumonia, pankreatitis

Diagnosis Banding Pemeriksaan Penunjang

Kimiawi Protein LDH Cairan disebut eksudat bila memenuhi salah satu dari 3 kriteria: - Rasio kadar protein total cairan pleura / serum >o,5 - Rasio kadar LDH cairan pleura / serum > 0,6 - Kadar LDH > 200 IU atau 2/3 batas atas nilai normal serum Jika efusi pleura eksudat, selanjutnya diperiksakan : - Kadar glukosa - Kadar amilase - PH - Hitung Jenis - Kadar lipid: trigliserida - Pemeriksaan mirobiologi dan sitologi - Amilase - Tes bakteriologi: pewarna gram, kultur MOR, pemeriksaan BTA langsung dan kultur BTA - Sitologi Transudat, eksudat, chylothorax, empiema Foto toraks PA, lateral dan lateral dekubitus Analisis cairan pleura Pemeriksaan cairan pleura: BTA langsung, kultur BTA, kultur mikroorganisme+ resistensi Sitologi cairan pleura (dengan atau tanpa cytospin) USG toraks CT scan Efusi karena gagal jantung Diuretik Torakosintesis diagnostik bila: - Efusi menetap dengan terapi diuretik - Efusi unilateral - Efusi bilateral, ketinggian cairan berbeda makna - Efusi + febris - Efusi + nyeri dada pleuritik Efusi Parapneumonia / Empiema Torakosintesis + Antibiotik drainase Efusi pleura karena pleuritis tuberkulosis Obat anti tuberkulosis (minimal 9 bulan) + kortikosteroid dosis 0,75- 1 mg/kgBB/hari selama 2-3 minggu, setelah ada respons diturunkan bertahap + torakosintesis terapeutik, bila sesak atau efusi>tinggi dari sela iga III

Tatalaksana

Efusi pleura keganasan Drainase dengan chest tube + pleurodesis kimiawi. Kandidat yang baik untuk pleurodesis ialah: - Terjadi rekurens yang cepat - Angka harapan hidup, minimal beberapa bulan - Pasien tidak debilitasi - Cairan pleura dengan ph > 7,30 Alternatif pasien yang tidak tepat dapat dilakukan pleurodesis ialah pleuroperitoneal shunt Terapi kanker paru - Kemoterapi sistemik pada limfoma, kanker mammae dan karsinoma paru smallcell. - Radioterapi pada limfoma dan chylothorax limfomatous dengan keterlibatan KGB mediastinum. Pasien dengan lama harapan hidup pendek atau keadaan buruk : torakosintesis terapeutik periodik. Chylothoraks Chest tube / toracostomy sementara, selanjutnya dipasang pleuroperitoneal shunt Hemothoraks Chest tube / thoracostomy, bila perdarahan > 200 ml/jam, pertimbangkan torakotomi Efusi karena penyebab lain Atasi penyakit primer