Anda di halaman 1dari 4

PROBLEM 1.

Anamnesis: KU: kejang bayi pr 5 bln 24 jam yg lalu demam (39,5oC: rectal) , batuk(+), Pilek (+) 1 Jam lalu o.s kejang 1 x@ 5 menit. Tidak berulang dalam 24 jam. Sebelum kejang: bayi menangis Saat kejang: tak sadar, Tipe kejang: seluruh tubuh kelojotan,badan gemetar, mata melotot Setelah kejang: sadar(menangis), defisit neurologis (-) RPD: diare (+) saat usia 2 bulan, sudah sembuh. Kejang demam(-), demam tifoid(-), alergi obat dan makanan disangkal(-), campak(-), disentri (-). ISPA(+). Riwayat pengobatan: parasetamol diresepkan oleh dokter. RPK: pengasuh sedang batuk pilek. Riwayat epilepsy (-), Riwayat kejang (-) . Riwayat perinatal: ANC di bidan 4 kali, imunisasi TT 2 kali, minum vitamin Fe dan kalsium. Keluhan (-). Riwayat natal: partus normal, cukup bulan, dibantu bidan, kelainan saat lahir (-), BBL: 3kg, PBL: 50cm. Riwayat postnatal : AsI keluar lancar, periksa di bidan dinyatakan sehat. Riwayat Imunisasi : polio (0,2,4 bulan), hepatitis B (0,2 bulan), DPT (0,2,4 bulan), BCG (usia 2 bulan). Kesan imunisasi dasar

HYPOTHESIS DD : KDS Encefalitis Meningitis

MECHANISM

MORE INFO infeksi Usulan pemeriksaan: demam (kenaikan -Tes darah suhu 1oC) tepi lengkap metabolisme -elektrolit basal (10-15%) -glukosa -lumbal kebutuhan O2 pungsi Perubahan keseimbangan (membrane sel neuron) Difusi melalui membrane (ion K+---- Na+ ) Lepas muatan listrik Kejang

DONT KNOW Klasifikasi kejang

LEARNING ISSUES

PROBLEM SOLVING

Decision Making : Bayi ani umur 5 bulan batuk pilek. Tetanus KD simpleks 24 jam mengalami demam 39,5C, Non Cerebral Keracunan diikuti kejang 2 jam yang lalu (selama kejang Botulismus Ekstrakranial sadar) kejang selama 5 menit 1 kali saat Tetani KD Kompleks kejang tidak sadar, tangan dan kaki kelojotan, badan gemetar dan mata Infeksi Intrakranial melotot. Setelah kejang sadar. Gg metabolik KEJANG Gg elektrolit RPD Diare pada usia 2 bulan Gg kardiovaskuler Akut sesaat Pemeriksaan fisik: Keganasan Malformasi Keadaan umum: tampak sakit Keracunanbahan toksik Cerebral sedang, kejamh (-) Withdrawl obat (selama kejang Status internus: reflek pupil indirek tak sadar) Epilepsi : (+N/+N) 2mm, reflek pupil direk - umum / general Kronik berulang - partial (+N/+N) 2mm, sensibilitas kornea - tak terklasifikasi (+/+), Ukuran tonsil T 2-2, faring Kejang simplek : kejang terjadi hiperemis, singkat lamanya < 15 menit Status neurologis: dalam batas umumnya berhenti sendiri, serangan normal kejang 1 kali pada 1 periode demam, kejang tonus dari atau klonik tanpa Diagnosis : gerakan fokal, kejang tidak berulang Kejang demam simpleks et causa dalam waktu 24 jam, ISPA Kejang komplek : lama kejang > 15 Treatment : menit, kejang fokal / sebelah tubuh / Medika mentosa: parsial 1 sisi/ kejang umum didahului -akut:saat kejang dizepam dulu kejang parsial, serangan kejang > 1 Paracetamol 10 mg/kgBB/kali, kali dalam 24 jam / berulang, kalau perlu dapat ditambahkan biasanya ada kelainan neurologi Diazepam 0,3-0,5 mg/kgBB/kali pasca kejang. bila panas tinggi.(lihat protap) Kejang intracranial -terapi penyebab: amoxixilin 10 Contoh: Asfiksia : ensefalopati mg/kgBB, GG 10mg/kgBB hipoksis iskemik . PCT Trauma(perdarahan): perdarahan Non medika mentosa: subdural, subarachnoid, atau Planning: intraventrikular. Infeksi : bakteri , 1. Observasi tanda-tanda vital virus, parasit. Kelainan bawaan : 2. Edukasi Pada Orang Tua disgenesis korteks serebri, sindrom a. Menerangkan tentang penyakit zelluarge, sindrom Smith Lemli kejangnya kepada orang tua. Opitz. b. Memberikan dan menerangkan Kejang ekstrakranial Gangguan cara penanganan kejang kepada metabolic : hipoglikemia, orang tua. hipokalsemia, hipomognesemia, c. Memberikan informasi

lengkap sesuai umur. Riwayat Gizi : ASI eksklusif: 4 bulan Susu formula: 4-5 bulan, (SGM) diberikan dengan takaran3 x @ 3 sdm dalam 90cc air, bubur nasi dan sayur: porsi 3 X@ 3 sendok makan, kadang habis. Tidak ada keluhan selama pemberian susu formula dan MP-ASI. Kesan: kualitas makanan kurang, kuantitas makanan cukup Riwayat tumbuh kembang: BBL 3kg, BB sekarang 6kg, PB sekarang: 65 cm pada KMS naik tapi tidak sesuai dengan garis. Kesan gizi: Riwayat perkembangan anak : senyum social 2 bulan, miring 4 bulan, tengkurap 5 bulan. Kesan perkembangan anak sesuai umur. Riwayat Sosek : cukup. 2. Pemeriksaan fisik: KU: kejang (-) gerak aktif, sianosis (-), tampak sakit sedang kesadaran compos mentis Status gizi : kesan gizi cukup Vital sign: RR 30x/ menit, nadi 110x/ menit, isi tegangan cukup, regular suhu rectal: 39,5oC Z score : status internus kepala: bentuk messosefal, UUB belum menutup bentuk cekung/datar, mata: bentuk pupil isokor, reflek pupil indirek (+N/+N)

gangguan elektrolit (Na dan K). Toksik : intoksikasi anestesi local, sindrom putus obat . kelainan yang diturunkan : gangguan metabolism asam amino, ketergantungan dan kekurangan produksi kernikterus.

kemungkinan kejang kembali. d. Menerangkan beberapa hal yang bisa dlakukan orang tua bila dirumah anak kejang: - Tetap tenang dan tidak panik - Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher - Bila tidak sadar posisikan anak terlentang dengan posisi miring, agar bisa membersihkan muntahan atau lendir di mulut dan hidung. - Ukur suhu, catat lama kejang dan suhunya - Berikan diazepam rektal selama kejang dan jangan berikan jika kejang telah berhenti - Bawa ke dokter jika kejang telah berulang/ terjadi lebih dari lima menit. monitoring tanda vital

2mm, reflek pupil direk (+N/+N) 2mm, sensibilitas kornea (+/+), konjungtiva palpebra pucat (-), sclera ikterik (-), hidung: dbn telinga: dbn mulut: sianosis (-), lidah tidak kotor, gusi berdarah (-), palatum letak tinggi (-), bibir kering (-) tenggorok: tonsil: ukuran T 2-2, hiperemis (+), kripte melebar (-), detritus (-), pseudomembran (-), faring: hiperemis (+), jaringan granulose (-) leher: bentuk simetris, deviasi trakea (-), warna kulit sama dengan sekitar, pembesaran kelenjar limfe (-), Dada: Paru: I: gerakan dada simetris statis dinamis, retraksi () Pal: stem fremitus kanan = kiri, nyeri tekan (-), Perkusi: sonor seluruh lapang paru Auskultasi: Depan: SD vesikuler, ST : RBH (-) , wheezing (-), hantaran (-) Belakang: SD vesikuler, ST : RBH (-) , wheezing (-), hantaran (-) Jantung: I: ictus cordis tak tampak, Palpasi: ictus cordis teraba di SIC IV LMCS, tidak melebar, tidak kuat angkat Perkusi: batas kiri: SIC IV LMCS, batas kanan SIC IV LPSD, batas atas: SIC II LPSS Kesan: konfigurasi jantung DBN Auskultasi: bunyi jantung I dan

II murni, tidak ada suara jantung tambahan bising (-), gallop (-), Abdomen: I: bentuk datar, warna sesuai dengan kulit sekitar, spider navy (-), umbilikus tidak menonjol berbentuk cekung. Au: bising usus 8x/menit Per: timpani di seluruh lapangan abdomen, pekak sisi (+N), pekak alih (-) Pal: supel, nyeri tekan (-), defans muscular (-),benjolan(-), hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas: edema (-), sianosis (-), akral dingin(-), kapilari refill < 2, Anogenitalia: Jenis kelamin Perempuan, anus dalam batas normal. Ekstremitas? Akral dingin,sianosis, cap refil Status neurologi: Tonus, trofi, klonus, reflek Reflek fisiologis: DBN Reflek patologis: (-) Rangsang meningeal: Kaku kuduk (-), kernick (-), Burdzinski I,II,III (-)