Anda di halaman 1dari 15

Makalah Farmakognosi I

Padi (Oryza Sativa L.)


Tinjauan Botani, Kandungan Kimia, Kegunaan dan Pemanfaatannya

Disusun oleh kelompok VII: Dody Arnando Rian Trilaksana Putra Dias Rijaluddin Halim Fatty Ratna Sari NPM 10060311131 NPM 10060311132 NPM 10060311133 NPM 10060311134

Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Bandung
1434 H/2013 M

Kata Pengantar Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji serta syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberi kita banyak sekali nikmat, dan karunia. Juga tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kelompok kami sangat bersyukur kepada-Nya, karena dengan seizin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Padi ( Oryza sativa L.). Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki dan kendala-kendala lainnya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan. Penulis berharap makalah ini dapat berguna, dan bermanfaat bagi kami selaku penyusun, dan semua pembaca. Penulis juga mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bandung, Rajab 1434 H/28 Mei 2013

Tim Penyusun

Daftar Isi Hal Kata Pengantar................................................................................................. 1 Daftar Isi.......................................................................................................... 2 I. Pendahuluan........................................................................................... 3 I.1. I.2. I.3. II. Latar Belakang.............................................................................. 3 Tujuan Penulisan........................................................................... 4 Manfaat Penulisan......................................................................... 4

Tinjauan Botani...................................................................................... 5 II.1. II.2. II.3. Klasifikasi Oryza sativa L. .......................................................... 5 Ciri Morfologi Umum................................................................... 5 Penyebaran Tumbuhan.................................................................. 6

III. IV. V.

Kandungan Kimia Oryza sativa L. ........................................................ 6 Kegunaan Oryza sativa L. ..................................................................... 7 Pemanfaatan Oryza sativa L. ................................................................ 10

V.1. V.2. VI.

Bagian dari Oryza sativa L. yang Digunakan............................... 10 Simplisia dari Oryza sativa L. dan Pembuatannya....................... 11

Penutup................................................................................................... 13

Daftar Pustaka.................................................................................................. 14

I. I.1.

Pendahuluan Latar Belakang Beras merupakan makanan pokok di tidak kurang 26 negara padat

penduduk (China, India, Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Thailand, dan Vietnam), atau lebih separuh penduduk dunia. Di Indonesia, masalah beras erat kaitannya dengan masalah budaya, sosial dan ekonomi bangsa. Keeratan hubungan antara padi (beras) dengan manusia tercermin dari berbagai kepercayaan penduduk, antara lain melalui hikayat Dewi Sri. Dalam bidang ekonomi, beras sering digunakan sebagai indeks kestabilan ekonomi nasional. Padi (Oryza sativa L.) merupaka famili Graminae dan genus Oryza. Padi jenis lain yaitu Oryza glaberrima, merupakan tanaman liar, tetapi bila dibudidayakan tidak dapat menghasilkan beras seperti Oryza sativa L. Padi ditanam lebih dari 100 negara dari semua benua kecuali Antartika. Padi ditanam pada daerah 53oLU-40oLS sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut. Tanaman padi (Oryza sativa L.) dapat dibedakan atas tiga ras, yaitu Javanika, Japonika dan Indika. Jenis Indika mempunyai butir padi berbentuk lonjong panjang dengan rasa nasi pera, sedangkan pada jenis Japonika, butirnya pendek bulat, dengan rasa nasi pulen dan lengket. Beras yang ada di Indonesia secara umum dikategorikan atas varietas cere dengan ciri bentuk butiran lonjong sampai sedang. Indika lebih pendek masa tanamnya, tahan kekurangan air, dipanen sekaligus karena butir padi mudah terlepas dari malainya sehingga mudah tercecer. Sedangkan Javanika lebih lama masa tanamnya, tanaman lebih tinggi, dipanen satu per satu karena butir padi melekat kuat pada malainya. Penanaman beras di Indonesia juga sering didasarkan atas daerah produksinya, misalnya beras Rojolele dan Cianjur dari Jawa Barat, Siarias dari Sumatera Utara, Solok dari Sumatera Barat dan beras Empat Bulan dari Sumatera Selatan. Sebagai bahan pangan pokok bagi sekitar 90% penduduk Indonesia, beras menyumbang antara 40-80% kalori dan 45-55% protein. Sumbangan beras dalam mengisi kebutuhan gizi tersebut makin besar pada lapisan penduduk yang berpenghasilan rendah. Mengingat demikian pentingnya beras dalam kehidupan bangsa Indonesia, maka pemerintah telah menempuh berbagai kebijakan untuk

meningkatkan produksi padi, yaitu dengan program intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi lahan pertanian (Anonim, T). I.2. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan dan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan informasi-informasi yang jarang diketahui oleh masyarakat umum tentang padi. Padi yang sudah berbentuk nasi merupakan makanan sehari-hari, sebagian besar orang Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita sebagai konsumen tahu apa saja kandungan, manfaat, dan informasi-informasi lainnya dari makanan yang hampir setiap hari kita konsumsi. Dengan mengetahui kandungan apa saja yang ada dalam padi, diharapkan kita dapat mengkonsumsinya dengan pintar, bukan hanya mengkonsumsinya tanpa tahu apa itu yang kita makan. Begitu juga dengan mengetahui manfaat dari padi. Diharapkan juga dengan ini kita dapat membandingkan padi dengan makanan sehari-hari yang lain, yang juga sering dikonsumsi. Apakah padi lebih baik? Atau malah makanan yang lain yang lebih baik untuk kita konsumsi untuk memenuhi asupan tubuh kita. Tidak lupa tujuan dari pembuatan makalah ini juga adalah untuk memberikan informasi mengenai Oryza sativa L. dan keterkaitannya dengan dunia farmasi, dan obat-obatan. Contohnya adalah dengan dibuat Amylum Oryzae yaitu amilum padi, dan lainlain. I.3. Manfaat Penulisan Penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Farmakognosi I, data dari makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian-penelitian lain. Penggunaan simplisia padi dalam dunia farmasi masih dapat banyak ditemukan, semoga dengan penyusunan makalah ini akan menjadi permulaan untuk penelitian-penelitian lain yang lebih dari ini. Masih banyak informasi yang dapat dikumpulkan dari penelitian yang lebih lanjut. Semoga makalah ini dapat memacu penelitian-penelitian tersebut.

Karena sesungguhnya ilmu Allah itu sangatlah luas, bahkan apabila air laut menjadi tintanya, sesungguhnya ilmu Allah tidak akan cukup untuk ditulis. II. II.1. Tinjauan Botani Klasifikasi Oryza sativa L. Klasifikasi padi menurut Plantamor adalah sebagai berikut: Kerajaan Sub Kerajaan Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Bangsa Suku Marga Jenis II.2. : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu/monokotil) : Commelinidae : Poales : Poaceae : Oryza : Oryza sativa L. (Plantamor, 2012).

Ciri Morfologi Umum Rumput semusim, tingginya 50-130 cm. Akar berserabut, batang tegak,

tersusun dari deretan buku-buku dan ruas, jumlahnya tergantung pada kultivar dan musim pertumbuhannya; masing-masing buku dengan daun tunggal, kadangkadang juga dengan akar, ruas biasanya pendek pada pangkal tanaman. Daun dalam 2 peringkat; pelepah saling menutupi satu sama lain membentuk batang semu, terakhir membungkus ruas; helaian daun memita. Perbungaan malai, di ujung ranting, buliran tunggal, melonjong sampai melanset, berisi bunga biseksual tunggal. Buah jali bervariasi dalam ukuran, bentuk dan warna, membulat telur, menjorong atau menyilinder, seringkali berwarna keputihan atau coklat (Anonim, T). Sifatsifat kimiawi dan efek farmakologis padi: a. b. Akar bersifat hangat dan manis, Selaput biji (kulit ari) bersifat manis, netral, serta masuk meridian limpa dan lambung,

c.

Biji mengandung karbohidrat, dextrin, arabanoxylan, xylan, phytin, glutelin, enzim (phytase, lypase, diastase), dan vitamin B (Ninda Marina, 2011).

Gambar 2.1. Struktur tanaman Oryza sativa L. II.3. Penyebaran Tumbuhan Padi diduga pertama kali dibudidayakan di India, selama kurang lebih 9000 tahun. Di Indonesia, Malaysia dan Filipina pembudidayaan padi telah dimulai sesudah 1500 Masehi. Bukti awal pembudidayaan padi yang ditemukan di Thailand, padi ditanam pada waktu 500-900 Masehi. Padi ditanam di seluruh daerah tropik basah dan subtropik (Anonim, T). III. Kandungan Kimia Oryza sativa L. Kandungan kimia yang dikandung dalam biji Padi per 100 gram (3,5 oz) adalah sebagai berikut: Energi Karbohidrat Gula Serat pangan Lemak Protein Air Thiamin (Vitamin B1) Riboflavin (Vitamin B2) Niasin (Vitamin B3) : 1,527 kJ (365kcal) : 79 gram : 0,12 gram : 1,3 gram : 0,66 gram : 7,13 gram : 11,62 gram : 0,070 mg (5%) : 0,049 mg (3%) : 1,6 mg (11%)

Asam Pantotenat (Vitamin B5) : 1,014 mg (20%) Vitamin B6 Folat (Vitamin B9) Kalsium Iron Magnesium Mangan Fosfor Potasium Zinc : 0,164 mg (13%) : 8 gram : 28 mg (6%) : 0,80 mg (6%) : 25 mg (7%) : 1,088 mg (54%) : 115 mg (16%) : 115 mg (2%) : 1,09 mg (11%) (Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Majalengka, 2012). IV. Kegunaan Oryza sativa L. Selain sebagai makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia, padi memiliki banyak manfaat lain yang jarang orang mengetahuinya, bahkan tidak mengetahuinya. Dari semua bagian padi dapat memberikan manfaatmanfaat yang berguna bagi kesehatan, antara lain: a. Selaput biji (Gu ya), berkhasiat untuk mengatasi: - Lambung dan limpa lemah - Tidak nafsu makan - Gangguan pencernaan - Rasa penuh di dada dan perut - Beriberi - Rasa kesemutan pada tangan dan kaki - Baal (kebal) b. Tangkai buah (merang), berkhasiat untuk mengatasi: - Rambut kotor - Keguguran c. Biji (beras), berkhasiat untuk mengatasi: - Demam - Diare - Gondongan

- Reumatik - Keseleo - Radang payudara, radang kulit - Bisul d. Akar (No tao ken), berkhasiat untuk mengatasi: - Keringat berlebihan - Berkeringat spontan - Filariasis Cara menggunakannya yaitu dengan cara merebus selaput biji (bekatul) sebanyak 1015 gram atau akar sebanyak 1520 gram, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, beras digiling hingga halus bersama bahan lain. Untuk pemakaian setempat, merang dibakar, lalu ditambahkan dengan air, campuran ini baik digunakan untuk mencuci rambut. Untuk penyembuhan penyakit penyakit dengan cara: a. Diare Segenggam beras merah disangrai hingga kuning, lalu digiling hingga halus. Seduh dengan air panas sambil diaduk merata hingga menjadi larutan yang kental. Ramuan yang disebut dengan air tajin ditambahkan dengan sedikit garam. Setelah dingin, siap untuk diminum. Lakukan 2 hingga 3 kali sehari. b. Gondongan Ambil sekepal nasi panas, urutkan pada bagian pipi yang bengkak. c. Rematik Sediakan beras merah 1 sendok, lempuyang sepanjang jari tangan dan cabai rawit 3 buah. Semua bahan tersebut dicuci bersih lalu ditumbuk hingga menjadi seperti bubur. Balurkan ke tempat yang sakit. d. Mematangkan bisul Untuk bisul yang besar dan keras dikompres dengan bubur nasi. e. Beriberi Siapkan bekatul beras merah sebanyak 3 sendok makan lalu seduh dengan 100 cc susu sapi sambil diaduk merata. Minum selagi hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Untuk para wanita yang ingin rambutnya hitam berkilau dapat dilakukan dengan cara: Sebanyak 2 ikat tangkai buah kering (merang) dimasukkan ke dalam panci atau bejana dari tanah liat, kemudian merang dibakar hingga semuanya hangus menjadi abu. Tambahkan 1 liter air, lalu embunkan di udara terbuka semalaman. Ambil air yang bening untuk keramas. Selesai keramas, bilas dengan air perasan 1 buah jeruk purut yang telah masak dan diencerkan dengan 2 gelas air, kemudian rambut dikeringkan dengan cara dianginanginkan. Lakukan 3 kali dalam seminggu (Ninda Marina, 2011). Manfaat Air Beras Untuk Wajah: Para wanita Jepang menggunakan air beras untuk wajah atau mencuci muka, bahkaan ada juga untuk mandi karena dipercaya manfaat air beras untuk wajah bisa membuat kulit menjadi makin halus dan cerah. Banyak juga resep nenek moyang yang memanfaatkan khasiat beras untuk membuat kulit tetap lembap serta senantiasa cantik dan sehat. Manfaat air beras untuk wajah misalnya, dapat digunakan untuk masker beras tumbuk yang diembunkan agar wajah tetap kencang dan tidak berjerawat. Manfaat air beras untuk tubuh misalnya, dapat digunakan untuk lulur, sebagai contoh lulur Jawa yang memiliki campuran bubuk beras dan rempah herbal. Zat oryzanol mampu memperbarui perkembangan pembentukan pigmen melanin dan efektif menangkal sinar ultraviolet. Oleh karena itu, rice bran oil banyak digunakan dalam produk tabir surya dan conditioner rambut. Tidak hanya itu, penggunaan rice bran oil ini juga bisa didapatkan dalam perona bibir dan cat kuku karena daya rekatnya tinggi dan sangat halus teksturnya. Beras adalah biji padi yang telah dipisah dari sekamnya. Dalam proses pemisahan tersebut, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian kulitnya terlepas dari isinya. Bagian isinya ini berbedabeda warnanya, tidak hanya putih, dan khasiatnya juga berbedabeda. a. Beras putih: berwarna putih agak transparan. Beras jenis ini mendominasi pasar beras. Paling cocok untuk kulit normal cenderung berminyak.

b.

Beras merah: berwarna merah keunguan. Sesuai untuk kulit normal cenderung kering.

c.

Beras hitam: berwarna ungu pekat mendekati hitam, jenis yang sangat langka. Keharumannya terasa lebih pekat dibandingkan dengan jenis beras lainnya, dan cocok digunakan untuk segala jenis kulit (HidupSehat.com, 2013).

Gambar 4.1. Berbagai macam warna beras V. V.1. Pemanfaatan Oryza sativa L. Bagian dari Oryza sativa L. yang Digunakan Padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok dari 40% penduduk dunia serta makanan pokok seluruh penduduk Asia Tenggara. Biji padi dimasak dengan air mendidih atau dengan cara tim, dan dimakan sebagian besar dengan sayuran, ikan atau daging. Seringkali merupakan sumber utama energi. Beras banyak dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin. Tepung dari beras digunakan untuk makan pagi, makanan bayi, roti, campuran kue dan kosmetika. Tepung beras yang kenyal mempunyai kualitas tinggi sebagai pengenyal saus putih, puding dan makanan ringan orang-orang timur (oriental). Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah

10

menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras Beras ketan digunakan untuk membuat gula-gula. Pati dibuat dari beras yang ditumbuk dan digunakan sebagai pati pencucian, dalam makanan dan pabrik tekstil. Bir, anggur dan alkohol secara industri dibuat dari beras. Sekam atau kulitnya digunakan sebagai bahan bakar, papan pembenihan, penyerap, papan dinding dan pembawa vitamin, obat, racun dan lain-lain. Dalam lingkungan rumah tangga kulit beras digunakan untuk menyaring air, media hidroponik dan pabrik briket arang. Dedak beras atau tepung diperoleh seperti proses dalam mutiara yang digosok dan berharga untuk makanan ternak dan unggas. Dedak tersebut mengandung perikarp, lapisan aleuron, embrio dan banyak endosperma. Dedak mengandung 14-17% minyak. Minyak kotor dedak beras digunakan untuk memproduksi minyak beku, asam stearat dan oleat, gliserin dan sabun. Minyak dedak yang dihasilkan digunakan untuk memasak, bahan anti karat dan anti korosi, proses akhir pembuatan tekstil dan kulit dan dalam obatobatan. China, India, Jepang, Vietnam dan Thailand merupakan produsen utama minyak dedak beras. Jerami padi digunakan untuk makanan hewan dan papan pembenihan. Juga digunakan untuk pabrik papan jerami dan pulp untuk kertas, media pertumbuhan jamur, produksi pupuk organik, untuk memupuk pertanian bawang, timun dan jarang untuk tali dan atap rumah (Anonim, T). V.2. Simplisia dari Oryza sativa L. dan Pembuatannya Salah satu hasil isolasi dari beras ini adalah amilum. Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari - jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi kentang (Gunawan dan Mulyani, 2004). Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian.

11

Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %) dan sisanya amilopektin. Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Oryza sativa L, Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum tuberosum Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentuk polygonal, membulat atau sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan dan Mulyani, 2004). Amylum oryzae (pati beras) adalah amylum yang diperoleh dari biji Oryza sativa L yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Kandungan dari amylum oryzae adalah amilosa dan amilosa perkati, air, abu, Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk awur dan sebagai bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk suppositoria (Gunawan dan Mulyani, 2004). Proses pembuatan amilum beras dimulai dengan penepungan kering dilanjutkan dengan penepungan beras basah (beras direndam dalam air semalaman, ditiriskan dan ditepungkan). Alat penepung yang digunakan adalah secara tradisional (alu, lesung, kincir air) dan mesin penepung (hammer mill dan disc mill) (Anonim, T).

Gambar 5.1. Simplisia yang berasal dari tanaman Oryza sativa L. (Amylum Oryzae)

12

VI. Penutup Beras merupakan makanan pokok di tidak kurang 26 negara padat penduduk. Selain sebagai makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia, padi memiliki banyak manfaat lain yang jarang diketahui orang, khususnya untuk menyembuhkan penyakit. Beras selain berwarna putih, memilik warna lain yaitu merah dan hitam serta masing-masing warna tersebut memiliki khasiat yang berbeda. Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Salah satu hasil isolasi dari beras ini adalah amilum. Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan tanaman. Amilum adalah jenis

polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian. Dalam bidang farmasi, amilum banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sediaan obat.

13

Daftar Pustaka

Anonim.

T.

Oryza

sativa

L.

dalam

http://www.proseanet.org/prohati4/printer.php?photoid=230 diakses pada tanggal 28 Mei 2013 pukul 09.28 WIB. Anonim. T. Teknologi Pengolahan Beras dalam 33758664-teknologi-

pengolahan-beras-teori-praktek.pdf diakses pada tanggal 25 Mei 2013. Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Majalengka. 2012. Padi (Oryza sativa L.) dalam

http://distan.majalengkakab.go.id/index.php?option=com_content&view=art icle&id=82:padi-oryza-sativa-l&catid=18:tanaman-pangan&Itemid=30 diakses pada tanggal 28 Mei 2013 pukul 07.15 WIB. Gunawan, D. dan Mulyani, S. 2004. Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1. Jakarta: PT. Penebar Swadaya. Hidup-Sehat.com. 2013. Manfaat Air Beras Untuk Wajah dalam http://hidupsehat.com/manfaat-air-beras-untuk-wajah#.UaN7TNjf2oA tanggal 27 Mei 2013 pukul 22.55 WIB. Marina, Ninda. 2011. Berbagai Manfaat Padi dalam diakses pada

http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/11/08/berbagai-manfaatpadi-410822.html diakses pada tanggal 27 Mei 2013 pukul 22.06 WIB. Plantamor. 2012. Padi dalam http://www.plantamor.com/index.php?plant=926 diakses pada tanggal 27 Mei 2013 pukul 23.25 WIB.

14