Anda di halaman 1dari 3

Ahmad Khoirul Mufid 12/335837/SP/25446 Pembangunan sebagai Kebebasan Oleh : Amartya Sen Kebebasan dipandang sebagai tujuan utama

dalam pembangunan, yaitu sebagai proses dari perkembangan kebebasan riil yang dinikmati manusia. Contohnya yaitu ikut berperan dalam pengaturan social dan ekonomi, dalam bidang pendidikan dan kesehatan, atau kebebasan untuk ikut berpartisipasi dalam politik. Kebebasan ini dapat didukung dengan industrialisasi dan kemajuan teknologi atau modernisasi social. Dengan semakin berkembanya ilmu pengetahuan dan teknologi, akan sangat membantu dalam pembangunan. Namun, mayoritas orang orang hidup dalam kemiskinan, kekejaman, peluang ekonomi yang kecil, tidak mendapatkan fasilitas public yang memadai, ketidaktoleran, dan negara represif yang berlebihan. Banyak orang yang sepertinya tidak mendapatkan suatu kebebasan dalam kehidupannya, mereka dibatasi dalam partisipasi untuk ikut dalam proses pembangunan itu sendiri. Kemiskinan ekonomi mencuri kebebasan orang orang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti menghilangkan rasa lapar, mendapatkan nutrisi yang cukup, mengobati penyakit, mendapatkan tempat berteduh, dan mendapatkan fasilitas air bersih. Dalam kasus lain, tidak adanya kebebasan dikarenakan oleh pemerintah yang otoriter dan pembatasan kebebasan untuk berpartisipasi dalam social, politik, dan ekonomi dalam kehidupan bernegara. Hal ini membuat masyarakat kaum menengah ke bawah semakin menderita, sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Pemerintahan yang otoriter hanya akan membuat si miskin semakin miskin dan menderita dan yang berkuasa semakin kaya dan sejahtera. Penguasa hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak peduli dengan penderitaan yang dialami oleh rakyatnya bahkan mereka cenderung mengeksploitasi rakyatnya. Menurut Sen, kebebasan adalah pusat dari proses pembangunan karena dua alasan yang berbeda. Pertama evaluasi, kemajuan harus dilaksanakan, terutama dalam aspek kebebasan yang mana yang harus ditingkatkan ataupun diperbaiki. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi suatu ketimpangan kebebasan. Jika pembangunan hanya dilakukan dalam satu aspek saja dan tidak diiringi dengan aspek yang lain, pembangunan itu pasti akan mengalami kegagalan. Contohnya dalam pembangunan ekonomi, harus memandang juga dari segi social dan politik. Aspek aspek tersebut saling berhuungan satu sama lain. Kedua efektivitas, keberhasilan pembangunan secara menyeluruh bergantung pada agensi ataupun orang orang bebas melakukan pembangunan itu sendiri. Agen agen pembangunan haruslah benar benar

orang yang berkualitas dan memang mempunyai kemampuan yang diperlukan dalam proses pembangunan. Jika orang-orang itu tidak mempunyai kemampuan yang cukup, maka pembangunan mungkin tidak berjalan dengan baik atuu bahkan tidak berhasil. Apa yang ingin dicapai dalam pembangunan adalah kebebasan dalam ekonomi, politik, social,

kesehatan yang baik, dan pendidikan dasar. Penyusunan suatu lembaga juga mempengaruhi kebebasan manusia, bagaimana lembaga itu ikut berpartisipasi dalam kehidupan social dan keputusan public yang mendorong terjadinya perubahan. Partisipasi politik dan social sangatlah berpengaruh terhadap pembangunan negara. Hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan GNP. Secara tidak langsung kebebasan dan hak tersebut efektif dalam kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi. Mekanisme pasar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi sangatlah besar dan sudah diakui. Mekanisme pasar tidak hanya terjadi di tempat-tempat tertentu. Sekarang, orang mempunyai kebebasan untuk melakukan tukar menukar barang dan bertransaksi. Kebebasan untuk berpartisipasi dalam pertukaran ekonomi memiliki peran mendasar dalam kehidupan social. Kebebasan untuk saling bertukar kata atau barang tidak membutuhkan dasar kebenaran untuk bertahan dalam zona nyaman tapi efek buruknya, ini merupakan bagian dari makhluk hidup dalam kehidupan social yang saling berinteraksi satu sama lain. Partisipasi politik oleh masyarakat memang sangatlah dibutuhkan dalam suatu negara. Negara membutuhkan peran setiap masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan yang berhubungan dengan orang banyak. Negara tidak bisa memutuskan di satu pihak saja. Apa yang benar benar dibutuhkan oleh masyarakat, itulah yang harus dipikirkan oleh negara dalam rangka untuk proses pembangunan. Negara harus bekerja sama dengan warga negaranya agar tercipta hubungan yang harmonis dan dapat berhubungan dengan baik. Peran lembaga negara dibutuhkan untuk melakukan hal ini. Banyak lembaga yang berbeda, termasuk pasar dan organisasi yang berhubungan dengan pasar, pemerintah dan pemerintah daerah, paratai politik dan lembaga kemasyarakatan lainnya, pengaturan pendidikan dan peluang dialog terbuka dan debat. Peran media dan sarana komunikasi lainnya juga mempunyai peran tersendiri dalam menghubungkan rakyat dengan lembaga lembaga tersebut. Peran nilai nilai social dan adat istiadat juga berpengaruh terhadap kebebasan seseorang. Nilai nilai yang berlaku dan adat istiadat ini mempengaruhi seseorang untuk melakukan

tindakan tindakan yang tidak diinginkan seperti korupsidan peran kepercayaan dalam hubungan ekonomi, social, atau pun politik. Instrumen kebebasan yaitu kebebasan politik, fasilitas ekonomi, kesempatan social, jaminan transparasi, dan perlindungan keamanan. Setiap jenis instrumen ini membantu untuk memajukan kemampuan umum seseorang. Instrument ini juga dapat berfungsi untuk saling melengkapi. Analisis pembangunan di satu sisi juga harus diperhatikan yang membuat instrument instrument kebebasan ini menjadi penting. Penting untuk dipahami lebih mendalam dan lebih lengkap tentang peranan masing masing instrument kebebasan. Kebebasan bukanlah suatu tujuan akhir dari pembangunan. Kita juga harus memahami hubungan berbagai jenis kebebasan yang satu dengan yang lain. Kebebasan politik dalm bentuk kebebasan berbicara dan pemilu membantu untuk meningkatkan keamanan ekonomi. Kesempatan social dalam bentuk sarana pendidikan dan kesehatan memfasilitasi partisipasi adalam ekonomi. Fasilitas ekonomi dalam bentuk kesempatan untuk melakukan proses produksi dapat membantu untuk menghasilkan kelimpahan pibadi maupun sumber daya public untuk fasilitas social. Berbagai jenis kebebasan saling berhubungan dan saling dapat memperkuat satu sama lain. Ini merupakan suatu karakteristik dari kebebasan yang memiliki beragam aspek yang berhubungan dengan berbagai kegiatan dan lembaga. Yang terpenting adalah bagaimana untuk menyatukannya agar tercipta pembangunan yang menyeluruh untuk membangun masyarakat agar sejahtera dan berkualitas.