Anda di halaman 1dari 18

Pencernaan Makanan

Tujuan Percobaan

Mengetahui senyawa apa saja yang terdapat dalam saliva Mengetahui berapa pH saliva Mengetahui cara kerja dan fungsi ptyalin

Alat dan bahan


Bejana dan corong kimia Kapas dan kain kasa Pipet Tabung Reaksi Rak tabung reaksi Alat Pemanas
20 ml saliva Indikator litmus Indikator phenolphtalin Indikator merah congo Fehling A dan B CH3COOH 5% CuSO4 1% NaOH 10% HgCl2 2% Ferri Chlorida HNO2 5% Amonuim Molibdat Amonium Oksalat Jenuh AgNO3 1% HCl 2% Amilum 1% BaCl2 2% H2SO4 5% Aquades

Saliva Ph Saliva
1 ml saliva + 1 tetes phenolphtalin Berwarna merah muda PH > 8,3 Berwarna Bening PH < 8,3

1 ml saliva + 1 tetes litmus

Berwarna biru PH 8

1 ml saliva + 1 tetes larutan merah congo

Berwarna merah PH 5,2

Saliva - Protein

1 ml saliva + 5 tetes NaOH 10% + 2 tetes CuSO4 1%

Berwarna biru keunguan Menunjukkan adanya protein

Saliva - Mucin
1 ml saliva + beberapa tetes asam cuka 5% Warna lebih keruh karena mucin tidak larut

1 ml saliva + 2 tetes NaOH 10%

Warna lebih jernih karena mucin larut

Saliva - Khlorida

1 ml saliva + 1 tetes HNO3 5 % + 1 tetes AgNO3 1%

Ada endapan putih Disebabkan oleh endapan AgCl

Saliva - Sulfat

1 ml saliva + 1 HCl 2% + 1 tetes larutan BaCl2 2%

Ada endapan putih Yaitu, endapan BaSO4

Saliva - Fosfat
1 ml saliva + 1 tetes HNO35% + 1 ml larutan amonium molibdat

Terdapat endapan kuning pucat Yaitu endapan Ammonium Fosfomolibdat

Panaskan 65oC selama 10 menit

Saliva - Kalsium

1 ml saliva + 1 tetes asam cuka 5% + 1 tetes larutan amonium oksalat jenuh

Warna menjadi lebih keruh dan terdapat endapan putih Endapan tersebut adalah Ca Oxalat

Saliva - Nitrit

1 ml saliva + 1 tetes H2SO4 5% + 2 tetes larutan KI + 1 tetes larutan amilum 1%

Berwarna biru pekat

Saliva - Thiocionat
Berwarna jingga dan agak kemerahan 1 ml saliva + 1 tetes larutan ferri chlorida 2% + 3 tetes HCl 5% + 1 tetes HgCl2 2%

Warna merah terjadi karena ada Garam Thiocianat

Setelah diberi HgCl2 2% terbentuk mercurichlorida

Ptyalin Tanpa Saliva


1 ml amilum + 2 tetes lugol Berwarna biru (-) Tidak ada gugus pereduksi

1 ml amilum + Fehling A dan B 1 tetes + dipanaskan

Berwarna ungu kebiruan (+)

Ptyalin Dengan Saliva


1 ml amilum + 2 tetes lugol + tetes saliva Berwarna kuning cokelat (-)

1 ml amilum + 1 tetes fehling A dan B + tetes saliva + dipanaskan

Berwarna jingga dan terdapat endapan (+) Terdapat gugus guia peredukso

Pembahasan
Saliva memiliki kandungan organik dan anorganik
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Organik : Protein yang berupa enzim Amilase, Maltase Serum Albuin Asam Urat Kretinin, Mucin Vitamin C Beberapa asam amino Lisosim, Laktat Dan beberapa hormon testosteron dan kortisol

Anorganik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sodium Kalsium Kalium Magnesium Fosfat Potassium Nitrat

Saliva berperan dalam proses perlindungan mukosa mulut, metabolisme mikroorganisme, pencernaan makanan dan pengecapan, diferensiasi dan pertumbuhan sel-sel kulit , epitel, dan saraf.

Molaritas (M) : menyatakan jumlah mol zat yang terlarut dalam 1 liter larutan
Normalitas (N) : menyatakan jumlah mol ekuivalensi zat terlarut dalam 1 liter larutan Nilai normalitas sebanding dengan nilai molaritas dikali dengan valensi

Dinyatakan dengan

N = M x Valensi

Fenolftalein digunakan untuk menguji PH air liur. Fenolftalein memiliki rentang Ph 8,3 10. Fenolftalein (PP) bereaksi dengan H+ sehingga menggeser posisi keseimbangan kearah kiri dan mengubah indikator menjadi tidak berwarna PP direaksikan dengan basa, maka akan menggeser keseimbangan kearah kana sehingga indikator berwarna merah muda

Ph Saliva setelah diuji dengan 3 bahan penguji

5,2

8 8,3

Rentang Ph 5,2 -8

Reaksi Pembuktian Nitrit dalam Saliva

2NaNO2 + H2SO4 Na2SO4 + 2HNO2 2KI + H2SO4 K2SO4 + 2HI 2HNO2 H20 + 2O2 + O2 2HI + O2 H2O + I2 2NaNO2 + 2KI + 2H2SO4 Na2SO4 + K2SO4 + I2 + 2H2O + 2NO

Pada saat uji ptyalin dengan saliva ( saliva + amilum + fehling A dan fehling B) terdapat endapan, hal ini membuktikan bahwa terdapat gula pereduksi dalam saliva