Anda di halaman 1dari 9

1

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANGINA PECTORIS


Pengertian Angina Pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat didada yang seringkali menjalar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang, atau ke daerah abdomen. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu klien melakukan suatu aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. Jenis Angina Terdapat 3 jenis angina, yaitu : 1. ANGINA STABIL Juga disebut Angina Klasik. Terjadi sewaktu arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat berdilatasi untuk meningkatkan alirannya sewaktu terjadi peningkatan kebutuhan akan oksigen. Nyeri pada angina ini biasanya menghilang apabila individu yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya. 2. ANGINA PRINZMETAL Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya, sering timbul sewaktu beristirahat atau tidur. 3. ANGINA TIDAK STABIL Adalah kombinasi angina klasik dan angina varian dan dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit arteri koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung Manifestasi klinik Perasan seperti diikat atau ditekan yang bermula dari tengah dada yang secara bertahap menyebar kerahang bawah, permukaan dalam tangan kiri, dan permukaan ulnar jari manis dan jari kelingking. Secara garis besar, ciri khas tanda dan gejala terjadinya angina pektoris dapat dilihat dari letaknya (daerah yang terasa sakit), kualitas sakit, hubungan timbulnya sakit dengan aktivitas, dan lamanya serangannya. Sakit biasanya trimbul didaerah sternal, substernal atau dada sebelah kiri dan menjalar kelengan kiri. Kualitas sakit yang timbul beragam, dapat seperti ditekan benda

2 berat, dijepit, atau terasa panas. Sakit dada biasanya timbul saat melakukan aktivitas dan hilang saat berhenti, dengan lama serangan berlangsung antara 1 5 menit, Etiologi Angina Pectoris disebabkan oleh karena berkurangnya aliran darah ke arteria coronaria yang salah satu penyebabnya adalah aterosclerosis, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke myocardium dan kebutuhan oksigen. Tanda dan gejala 1. Diaforesis 2. Sakit kepala 3. berdebar debar 4. Sesal nafas 5. Ansietas 6. Tidak dapat mencerna 7. Kulit pucat ; diaforesis 8. Sesak nafas 9. Tachikardi, pulsus alternas; gallop atrium / ventrikel (S3S4) Macam macam Angina 1. Angina Non Stabil (Angina Pra Infark, Angina Kresendo) = frekuensi, intensitas, dan durasi serangan angina meningkat secara progresif. 2. Angina Stabil Kronis = dapat diramal, konsisten, terjadi saat latihan dan hilang dengan istirahat. 3. Angina Nokturnal = nyeri terjadi saat malam hari, biasanya saat tidur, dapat dikurangi dengan duduk tegak. 4. Angina Dekubitus = angina saat berbaring. 5. Angina Refrakter = angina yang sangat berat sampai tidak tertahan lagi. 6. Angina Prinzmetal (harian : istirahat)

3 = nyeri angina yang bersifat spontan disertai elevasi segmen ST pada EKG. Diduga disebabkan oleh spasme arteri koronari berhubung dengan risiko tinggi terjadinya infark. 7. Iskemia Tersamar = terdapat bukti obyektif iskemia (seperti tes pada stress) tetapi pasien tidak menunjukkan gejala. Faktor pencetus Faktor pencetus terjadinya angina pectoris dapat bermacam-macam, misalnya emosi, stress, kerja fisik, latihan berat, hawa dingin, hawa terlalu panas dan lembab, makan terlalu kenyang, banyak merokok, kemacetan lalu lintas. Pemeriksaan diagnostik / penunjang Elektrokardiogram Gambaran EKG yang dibuat pada waktu istirahat dan pada waktu serangan angina seringkali masih normal. Gambaran EKG kadang-kadang menunjukkan bahwa pasien pernah mendapat infark miokard di masa lampau. Kadang EKG pasien hipertensi dan angina menunjukkan pembesaran ventrikel kiri. Foto rontgen dada Foto rontgen dada seringkali menunjukkan bentuk jantung yang normal, tetapi pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung yang membesar dan kadang-kadang tampak adanya kalsifikasi arkus aorta

4 PATOFISIOLOGI DAN PENYIMPANGAN KDM ANGINA PECTORIS

Aterosklerosis pembuluh darah koroner aliran darah terhambat suplay darah tdk adekuat

Syok/perdarahan Jantung mengkompensasi kebutuhan O2 keseluruh tubuh Defisit O2 pd jantung Iskemik Gangguan konduktivitas Gangguan kontraktilitas

Cardiac output Suplay O2 tdk seimbang dgn kebutuhan tubuh

Volume sekuncup Suplay darah kejaringan Oksigenasi & nutrisi Miocardium berkurang

Hambatan mobilitas fisik ATP Intoleransi aktivitas Terjadi metabolisme anaerob Glikolisis Penimbunan asam laktat Menyentuh ujung-ujung saraf reseptor Nyeri Melalui proses Transmisi,modulasi, Dan persepsi

DASAR DATA PENGKAJIAN AKTIVITAS / ISTIRAHAT Gejala : Pola hidup monoton, kelemahan, kelelahan, perasaan tidak berdaya setelah latihan, nyeri dada bila bekerja, menjadi terbangun bila nyeri dada. Tanda : Dispnea saat bekerja

SIRKULASI Gejala Tanda : Riwayat penyakit jantung, hipertensi, kegemukan. : Takikardia, disritmia, tekanan darah normal, meningkat atau menurun; Bunyi jantung ; mungkin normal; S4 lambat atau mur-mur sistolik transient lambat (disfungsi otot papilaris) mungkin ada saat nyeri. Kulit/membran mukosa lembab, dingin, pucat pada adanya vasokontriksi. MAKANAN / CAIRAN Gejala Tanda : Mual, nyeri ulu hati,/epigastrium saat makan. Diet tinggi kolesterol/lemak, garam, kafein, minuman keras. : Ikat pinggang sesak, distress gaster

INTEGRITAS EGO Gejala Tanda : Stessor kerja, kerluarga, dll. : Ketakutan, mudah marah

NYERI / KETIDAKNYAMANAN Gejala : Nyeri dada substernal, anterior yang menyebar kerahang, lehern bahu, dan ekstremitas atas (lebih pada kiri daripada kanan) Kualitas : macam : ringan sampai sedang, tekanan berat, tertekan, terjepit, terbakar. Durasi : Biasanya kurang dari 15 menit, kadang-kadang lebih dari 30 menit (ratarata 3 menit).

6 Faktor pencetus : nyeri sehubungan dengan kerja fisik atau emosi besar, seperti marah atau hasrat seksual; olahraga pada suhu ekstrim; atau mungkin tak dapat diperkirakan dan / atau terjadi selama istirahat. Faktor penghilang : nyeri mungkin responsif terhadap mekanisme penghilang tertentu (contoh : istirahat, obat antiangina). Nyeri dada atau terus menerus yang telah berubah frekwensi, durasinya, karakter atau dapat diperkirakan (contoh : tidak stabil, bervariasi, prinzmetal) Tanda : Wajah berkerut meletakkan pergelangan tangan pada midsternum, memijit tangan kiri, tegangan otot, gelisah. Respon otomatis, contoh : takikardi, perubahan tekanan darah PERNAPASAN Gejala Tanda : Dispnea saat kerja Riwayat merokok : Meningkat pada frekwensi / irama dan gangguan kedalaman

PENYULUHAN / PEMBELAJARAN Gejala : Riwayat keluarga sakit jantung, hypertensi, stroke, diabetes Penggunaan / kesalahan penggunaan obat jantung, hypertensi atau obat yang dijual bebas Penggunaan alkohol teratur, obat narkotik; contoh kokain, amfetamin Pertimbangan : DRG menunjukkan rerata lama dirawat : 3,8 hari Rencana Pemulangan : Perubahan pada penggunaan / terapi obat Bantuan / pemeliharaan tugas dengan perawat dirumah Perubahan pada susunan fisik rumah

7 RENCANA KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan 1 Nyeri (dada) berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen miokard ditandai dengan DS : - Klien mengeluh nyeri dari daerah dada menjalar sampai kelengan kiri DO : - Nampak gelisah - Merintih Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan inotropik (iskemia miokard transien / memanjang) ditandai dengan DS : - Klien mengeluh lemah DO : Menurunnya nadi perifer Kulit dingin / pucat Penurunan toleransi aktifitas

Tujuan / kriteria Menyatakan / menunjukkan nyeri berkurang /hilang dengan kiteria - Klien mengungkapkan pengurangan nyeri - Nampak relaks dan menunjukkan rasa tenang

Rencana keperawatan 1. Pertahankan istirahat selam episode episose nyeri 2. Kaji ; lokasi, durasi, penyebaran dan awitan gejala baru 3. Berikan oksigen sesuai indikasi 4. Kaji dan catat gambaran nyeri 5. Dapatkan EKG 12 lead selama episode nyeri 6. Berikan obat sesuai indikasi 1. Pantau tanda vital ; frekuensi jantung, TD 2. Evaluasi status mental, catat terjadinya bingung, disorientasi 3. Catat warna kulit dan kualitas nadi 4. Auskultasi bunyi nafas dan jantung, dengarkan murmur 5. Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam melakukan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi 6. Tekankan pentingnya menghindari regangan / angkat berat khususnya selam defekasi 7. Observasi adanya tanda dan gejala GJK 1. Jelaskan tujuan tes dan contoh tes stres 2. Dorong keluarga dan teman untuk menganggap klien seperti sebelumnya

2.

Mengungkapkan penurunan episode dispnoe, angina dan disritmia dengan kriteria - Menunjukkan peningkatan toleransi aktifitas

Berpartisipasi pada kegiatan aktifitas yang menurunkan kerja jantung

Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri ditandai dengan DO : - Mengungkapkan

Mengungkapakan ansietas menurun sampai tingkat yang dapat diatasi dengan kriteria - Mengungkapkan kesadaran

8 masalah berkenaan dengan peningkatan ketegangan / ketidakberdayaan DS : Ketakutan Gelisah perasaan ansietas dan cara sehat yang sesuai Menunjukkan strategi koping efektif / keterampilan pemecahan masalah 3. Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut, contoh menolak , depresi dan marah 4. Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan / membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilits jantung

DAFTAR PUSTAKA
Barbara C Long, Perawatan Medikal Bedah (Terjemahan), Yayasan IAPK Padjajaran Bandung, September 1996 Doenges Marilynn E, Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien), Edisi 3, Penerbit Buku Kedikteran EGC, Tahun 2002. Junadi P, Atiek SS, Husna A, Kapita selekta Kedokteran (Efusi Pleura) , Media Aesculapius, Fakultas Kedokteran Universita Indonesia, 1982 Wilson Lorraine M, Patofisiologi (Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit), Buku 2, Edisi 4, Tahun 1995.