Anda di halaman 1dari 8

Kalkulus - 1

MODUL 7
TURUNAN (GRADIENT)
Dengan mengetahui kemiringan garis (m =
2
1
) dan titik )
2
1
, 2 ( pada garis itu,
dengan mudah kita dapat melukiskan persamaannya dengan menggunakan
bentuk kemiringan titik y y0 = m (x xo). Hasilnya adalah y ) 2 (
4
1
2
1
x
Kecepatan Rata-rata dan Kecepatan Sesaat
Jika kita mengendarai mobil dari sebuah kota ke kota lain yang berjarak
80 km selama 2 jam, maka kecepatan rata-rata kita adalah 40 km/jam.
Kecepatan rata-rata adalah jarak dari posisi pertama ke posisi kedua dibagi
dengan waktu tempuh.
Tetapi selama perjalanan speedometer sering tidak menunjukkan angka
40. Pada saat berangkat speedometer menunjukkan angka 0; kadang kala naik
sampai yang tertinggi 57; akhirnya turun ke 0 lagi. Jadi apa yang diukur oleh
penunjuk laju? Yang jelas bukan menunjukkan kecepatan rata-rata.
Pandang sebuah contoh yang lebih tepat, yaitu sebuah benda P yang
jatuh dalam ruang hampa udara. Percobaan menunjukkan bahwa apabila
memulai dari keadaan diam, maka P jatuh sejauh 16t
2
meter dalam t detik, jadi
benda jatuh sejauh 16 meter dalam detik pertama dan 64 meter selama 2 detik.
(Gambar 8); jelas, benda jatuh lebih cepat dan makin cepat seiring dengan waktu
yang berlalu. Gambar 9 menunjukkan jarak tempuh (pada sumbu vertikal)
sebagai fungsi waktu (pada sumbu horizontal).
Selama detik kedua (yakni dalam selang waktu t = 1 sampai t = 2), P
jatuh sejauh (64 16) meter. Kecepatan rata-ratanya adalah
48
1 2
16 64

rata rata
v kaki/detik
Selama selang waktu t = 1 sampai t = 1,5 benda jatuh sejauh 16(1,5)
2
16 = 20
kaki kecepatan rata-ratanya adalah
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 1
40
5 , 0
20
1 5 , 1
16 ) 5 , 1 ( 16
2

rata rata
v kaki/detik
Demikian pula, pada selang waktu t = 1 sampai t = 1,1 dan t = 1 sampai t = 1,01,
kita hitung kecepatan rata-rata masing-masing adalah
16 , 32
01 , 0
3216 , 0
01 . 1
16 ) 1 , 1 ( 16
2

rata rata
v meter/detik
Apa yang telah kita lakukan adalah menghitung kecepatan rata-rata
selama selang waktu yang semakin singkat, masing-masing mlai pada t = 1,
semakin pendek selang waktu, semakin baik kita menghampiri kecepatan sesaat
pada t = 1. Dengan memeprhatikan bilangan-bilangan 48; 40; 33; 6; dan 32, 16;
Anda mungkin akan menerka bahwa 32 meter per detik adalah kecepatan
sesaatnya.
Tetapi marilah kita menghitung lebih teliti. Andaikan bahwa sebuah benda
P bergerak sepanjang garis koordinat sehingga posisinya pada saat t diberikan
oleh s = f(t). pada saat c, benda berada di f(c); pada saat yang berdekatan c + h,
benda berada di f(c + h) (lihat gambar 10) jadi kecepatan rata-rata pada selang
ini adalah
h
c f h c f
v
rata rata
) ( ) ( +

Sekarang kita mendefinisikan kecepatan sesaat.


Definisi Kecepatan Sesaat
Jika sebuah benda bergerak sepanjang sebuah garis kooridnat dengan fungsi
kedudukan f(t) maka kecepatan seaatnya pada waktu c adalah
h
c f h c f
v v
h
rata rata
h
) ( ) (
lim lim
0 0
+

Menunjukkan bahwa limitnya ada dan bukan atau -


Sekarang anda dapat melihat mengapa yang disebut kemiringan garis
singgung dan kecepatan sesaat merupakan kembar identik. Perhatikan dua
rumus dalam kotak pada subbab ini. terdapat nama berlainan untuk konsep
matematis yang sama.
CONTOH 4 Hitunglah kecepatan sesaat suatu benda jatuh, beranjak dari posisi
diam pada t = 3,8 detik dan pada t = 5,4 detik.
Penyelesaian Kita menghitung kecepatan sesaat pada t = c detik. Karena f(t) =
16t
2
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 2
h
c f h c f
v
h
) ( ) (
lim
0
+

=
h
c h c
h
2 2
0
16 ) ( 16
lim
+

=
h
c h ch c
h
2 2 2
0
16 16 32 16
lim
+ +

c h c
h
32 ) 16 32 ( lim
0
+

Dengan demikian kecepatan sesaat pada t = 3,8 detik adalah 32 (3,8) = 121,6
kaki/detik; pada t = 5,4 detik adalah 32(5,4) = 172,8 kaki/detik.
CONTOH 5 Berapakah waktu yang diperlukan oleh benda jatuh dalam Contoh 4
untuk mencapai kecepatan sesaat sebesar 112 meter/detik?
Penyelesaian Kita telah mempelajari dalam Contoh 4 bahwa kecepatan sasaat
setelah c detik adalah 32c. jadi kita harus menyelesaikan persamaan 32c = 112.
Penyelesaiannya adalah ik c det 5 , 3
32
112

CONTOH 6 Sebuah partikel bergerak sepanjang garis koordinat dan s, jarak
berarah dalam sentimeter yang diukur dari titik asal ke titik yang dicapai setelah t
detik, ditentukan oleh fungsi s = f(t) = 1 5 + t . Hitunglah kecepatan sesaat
partikel pada 3 detik terakhir.
Penyelesaian Gambar 11 menunjukkan jarak yang ditempuh sebagai fungsi
waktu. Kecepatan sesaat pada waktu t = 3 sama dengan kemiringan garis
singgung pada waktu t = 3.
h
f h f
v
h
) 3 ( ) 3 (
lim
0
+

h
h
h
1 ) 3 ( 5 1 ) 3 ( 5
lim
0
+ + +

h
h
h
4 5 16
lim
0
+

Untuk menghitung limit ini, kita merasionalkan pembilang dengan mengalikan


pembilang dan penyebut dengan 4 5 16 + + h Kita memperoleh.

,
_

+ +
+ + +

4 5 16
4 5 16
.
4
4 5 16
lim
0
h
h h
v
h
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 3
4 5 16 (
16 5 16
lim
0
+ +
+

h
h
h
8
5
4 5 16
5
lim
0

+ +

h
h
Kita simpulkan bahwa kecepatan sesaat pada akhir detik ke 3 adalah
8
5
per
detik.
Laju Perubahan Kecepatan adalah satu dari sekian banyak laju perubahan
yang sangat penting dalam kuliah ini; kecepatan merupakan laju perubahan jarak
terhadap waktu Laju perubahan lainnya yang penting bagi kita adalah kepadatan
suatu kawat (laju perubahan massa terhadap jarak), pendapatan marjinal (laju
perubahan pendapatan terhadap beberapa jenis produk), dan arus (laju
perubahan muatan listrik terhadap waktu). Laju-laju ini dan banyak lagi yang
lainnya dibahas dalam soal-soal. Dalam masing-masing kasus, kita harus
membedakan laju perubahan rata-rata pada selang dan laju perubahan sesaat
(instantaneous) pada suatu titik. Istilah laju perubahan tanpa keterangan apa-apa
akan bermakna sebagai laju perubahan sesaat.
TURUNAN
Kita telah melihat bahwa kemiringan garis singgung dan kecepatan sesaat
merupakan manifestasi dari pemikiran dasar yang sama. Laju pertumbuhan
organisme (biologi), keuntungan marjinal (ekonomi), kepadatan kawat (fisika),
dan laju pemisahan (kimia) adalah versi-versi lain dari konsep yang sama.
Pengertian matematis yang baik menyarankan agar kita menelaah konsep ini
terlepas dari kosa kata yang khusus dan terapan yang beraneka ragam ini. kita
memilih nama netral turunan. Tambahan kata itu pada fungsi dan limit sebagai
salah satu kata kunci dalam kalkulus.
Definisi Turunan
Turunan sebuah fungsi f adalah fungsi lain f (dibaca f aksen) yang nilainya
pada sebarang bilang c adalah
h
c f h c f
c f
h
) ( ) (
lim ) ( '
0
+

Asalkan limit ini ada dan bukan atau -


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 4
Jika limit ini memang ada, dikatakan bahwa f terdiferensiasikan di c.
pencarian turunan disbeut diferensiasi; bagian kalkulus yang berhubungan
dengan turunan disebut kalkulus diferensial.
Pencarian Turunan Kita mengilustrasikannnya dengan beberapa contoh.
CONTOH 1 Andaikan f(x) = 13x 6. Carilah f(4)
Penyelesaian
h
h
h
f h f
f
h h
] 6 ) 4 ( 13 [ ] 6 ) 4 ( 13 [
lim
) 4 ( ) 4 (
lim ) 4 ( '
0 0
+


= 13 13 lim
13
lim
0 0

h h
h
h
CONTOH 2 Jika f(x) = x3 + 7x, carilah f(c)
Penyelesaian
h
c f h c f
c f
h
) ( ) (
lim ) ( '
0
+

h
c c h c h c
h
] 7 [ )] ( 7 ) [(
lim
3 3
0
+ + + +

h
h h ch h c
h
7 3 3
lim
3 2 2
0
+ + +

( ) 7 3 3 lim
2 2
0
+ + +

h ch c
h
= 3c
2
+ 7
CONTOH 3 Jika f(x) = 1/x, carilah f(x)
Penyelesaian Perhatikan perubahan halus yang dinyatakan dalam contoh ini.
sejauh ini kita telah menggunakan huruf c untk menyatakan suatu bilangan tetap
di mana turunannya harus dihitung. Sebelumnya kita telah menghitung f(c) untuk
menghitung f(c), cukup kita memikirkan x sebagai sebuah bilangan tetap, tetapi
sebarang dan meneruskan seperti sebelumnya.
h
x h x
h
c f h c f
x f
h h
1 1
lim
) ( ) (
lim ) ( '
0 0


1
]
1

1
]
1

+
+


h x h x
h
h x h x
h x x
h h
1
.
) (
lim
1
.
) (
) (
lim
0 0
2
0
1
) (
1
lim
x x h x
h

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 5


Jadi, f adalah fungsi yang diberikan oleh f(x) = -1/x
2
. Daerah asalnya adalah
semua bilangan real kecuali x = 0.
Karena perubahan dalam notasi dapat membingungkan, kita menekankan rumus
untuk f(x).
h
x f h x f
x f
h
) ( ) (
lim ) ( '
0
+

Rumus ini secara tepat menyatakan hal yang sama seperti rumus dalam definisi
pada permulaan subbab ini.
CONTOH 4 Carilah F(x) jika F(x) = 0 , > x x
Penyelesaian
h
c F h x F
x F
h
) ( ) (
lim ) ( '
0
+

h
x h x
h
+

0
lim
Sejauh ini anda telah memperhatikan bahwa pencarian turunan selalu
melibatkan pengambilan limit suatu hasil bagi dengan pembilang dan penyebut
keduanya menunju no. tugas kita adalah menyederhanakan hasilbagi ini
sehingga kita dapat mencoret faktor h dari pembilang dan penyebut, lalu kita
dapat menghitung limitnya dengan cara substitusi. Dalam contoh yang sekarang
ini dapat dialksanakan dengan merasional pembilang.
1
]
1

+ +
+ + +

x h x
x h x
h
x h x
x F
h
. lim ) ( '
0
) (
lim
0
x h x h
x h x
h
+ +
+

) (
lim
0
x h x h
h
h
+ +

) (
1
lim
0
x h x h
h
+ +

x x x 2
1 1

+
Jadi F, turunan dari F, diberikan oleh F(x) = 1/(2 ) x Daerah asalnya adalah (0,
).
CONTOH 6 Masing-masing yang berikut ini adalah suatu turunan, tetapi fungsi
apa dan di titik mana ?
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 6
(a)
h
h
h
16 ) 4 (
lim
2
0
+

(b)
3
3
2 2
lim
0

x
x
x
Penyelesaian
(a) Ini adalah turunan dari f(x) = x
2
di x = 4
(b) Ini adalah turunan dari f(x) = 2/x di x = 3
Keterdiferensiasikan Mengimplikasikan Kekontinuan Jika sebuah kurva
mempunyai sebuah garis singgung di sebuah titik, maka kurva itu tidak dapat
melompat atau sangat berayun di titik tersebut. Perumusan yang persis dari
kenyataan ini merupakan sebuah teorema yang penting.
ATURAN PENCARIAN TURUNAN
Proses pencarian turunan suatu fungsi langsung dari definisi turunan yakni
dengan menyusun hasilbagi dengan selisih
Dan menghitung limitnya dapat memakan waktu dan membosankan. Kita akan
mengembangkan cara-cara yang akan memungkinkan kita untuk memperpendek
proses yang berkepanjangan ini dan akan memungkinkan kita untuk mencari
turunan semua fungsi yang tampaknya rumit dengan segera.
Ingatlah kembali bahwa turunan suatu fungsi f adalah lain f. kita telah
melihat dalam subbab sebelumnya bahwa, jika f(x) = x
3
+ 7x adalah rmus untuk f,
maka f'x) = 3x
2
+ 7 adalah rumus untuk f' ketika kita menurunkan f, artinya kita
mendiferensiasikan f. turunan mengoperasikan f untuk menghasilkan f. kita
biasanya menggunakan simbol Dx untuk menandakan operasi diferensiasi
9Gambar 1). Simbol Dx menyatakan bahwa kita mengambil turunan (terhadap
peubah x). maka, kita menuliskan Dxf(x) = f(x) atau (dalam kasus yang telah
disbeutkan) Dx(x
3
+ 7x) = 3x
3
+ 7. Dx ini merupakan contoh operator. Seperti
gambar 1, seluruh operator adalah fungsi yang memiliki input berupa fungsi dan
output berupa fungsi lainnya.
Aturan Konstanta Dan Aturan Pangkat Grafik fungsi konstanta f(x) = k
merupakan sebuah garis mendatar (Gambar 2) sehingga mempunyai kemiringan
nol di mana-mana. Ini merupakan suatu cara untuk memahami teorema yang
pertama.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 7
Teorema A Aturan Fungsi Konstanta
Jika f(x) dengan k suatu konstanta, maka untuk sebarang x, f(x) = 0, yakni
Dx(k) = 0
Teorema B Aturan Fungsi Identitas
Jika f(x) = x, maka f(x) = 1, yakni Dx(x) = 1
Teorema C Aturan Pangkat
Jika f(x), dengan n bilangan bulat positif, maka f(x) = nxn
-1
; yakni Dx(xn) = nxn
-1
Teorema D Aturan Kelipatan Konstata
Jika k suatu konstanta dan f suatu fungsi yang terdiferensiasikan, maka (kf)(x) =
k . f(x); yakni Dx[k . f(x] = k . Dxf(x)
Jika dinyatakan dalam kata-kata, suatu pengali konstanta k dapat dikeluarkan
dari operator Dx.
Teorema E Aturan jumlah
Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdiferensiasikan, maka (f + g)(x) = f(x) +
g(x); yakni, Dx[f(x) + g(x)] = Dxf(x) + Dxg(x)
Jika dinyatakan dalam katakata, turunan dari suatu jumlah adalah jumlah dari
turunan-turunan.
h
x g x f h x g h x f
x F
h
)] ( ) ( [ )] ( ) ( [
lim ) ( '
0
+ + + +

=
1
]
1

+
+
+

h
x g h x g
h
x f h x f
h
) ( ) ( ) ( ) (
lim
0
=
h
x g h x g
h
x f h x f
h h
) ( ) (
lim
) ( ) (
lim
0 0

+
+

= f(x) + g(x)
Sekali lagi, langkah sebelum yang terakhir ini adalah langkah yang kritis. Ini
dibenarkan dengan melihat pada Teorema Limit Utara Bagian 4.
Sebarang operator L dengan sifat-sifat yang dinyatakan dalam Teorema
D dan E disebut linear dengan L adalah suatu operator linera jika untuk semua
fungsi dan g;
Kalkulus - 1
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS I 8