Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Undang undang Kesehatan RI No.23 Tahun 1992 mengartikan Kesehatan sebagai suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Kesehatan bukan hanya aspek fisik tetepi juga mencakup aspek psikologis dan sosial. Seseorang individu dapat dikatakan sehat secara fisik tapi juga sehat secara mental dan sosial sehingga individu tersebut dapat hidup secara produktif. Kesehatan sangat penting terutama untuk kehidupan manusia. Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak, tidak hanya oleh perorangan tetapi juga kelompok dan bahkan oleh masyarakat. Sehat merupakan suatu keadaan yang dirasakan secara individual atau perorangan. Sakit merupakan keadaan dimana terjadi suatu proses penyakit dan keadaan dimana fungsi fisik, emosional, intelektual, sosial dan perkembangan atau spiritual seseorang berkurang atau terganggu. Sakit juga dapat diartikan sebagai gangguan dalam fungsi yang normal dari totalitas organisme sebagai system biologis dan adaptasi sosial (Perry dan Potter,2005). Sakit dapat menyerang semua tingkat usia Arif Mansjoer (1999 : 3), bahwa status kesehatan dipengaruhi oleh beberapa factor biologis, factor perilaku, factor lingkungan, dan factor pelayanan kesehatan. Faktor perilaku merupakan factor yang berasal dari individu itu sendiri, misalnya kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rendah serat yang dapat menyebabkan

penyakit saluran pencernaan. Timbulnya gangguan saluran pencernaan cukup sering dikeluhkan dan menjadi masalah kesehatan dimasyarakat terutama pada sistem pecernaan bagian bawah. Oleh karena itu setiap bagian dari saluran pencernaan bagian bawah rentan terhadap inflamasi akut yang disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, virus dan jamur. Salah satu contoh penyakit system pencernaan bagian bawah adalah apendisitis yang dapat mengakibatkan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi , kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan eliminasi kebutuhan istirahat tidur, kebutuhan rasa nyaman, dan kebutuhan aktivitas sehari hari. (Price and Wilson.2000). Rasa aman nyaman nyeri adalah data focus yang akan dikaji dalam penelitiian ini. Keamanan adalah keadaan bebas dari cedera fisisk dan psikologis atau bisa juga keadaan aman tentram. Perubahan kenyamanan adalah keaadan dimana individu mengalami sensasi yang tidak menyenangkan dan berespon terhadap suatu rangsangan yang berbahaya (Potter and Perry,2006) Nyeri adalah kondisi suatu mekanisme prolektif tubuh yang timbul bilamana jaringan mengalami kerusakan dan menyebabkan individu tersebut bereaksi ntuk menghilangkan rangsangan tersebut. Nyeri diklasifikasikan menjadi 6 bagian yaitu sebagai berikut : 1. Nyeri berdasarkan Kualitasnya Nyeri yang menyayat Nyeri yang menusuk

2. Nyeri Berdasarkan Tempat

Nyeri Superfisial / nyeri permukaan tubuh Nyeri Dalam / nyeri tusuk bagian dalam Nyeri Urseral / nyeri tusuk dari bagian ulseral Nyeri Neurologis / nyeri dari kerusakan jaringan perifer Nyeri Menjalar / nyeri akibat kerusakan ditempat lain Nyeri Sindrom / nyeri akibat kehilangan bagian tubuh karena pengalaman masa lalu

Nyeri Patogenik / nyeri tanpa ada stimulus

3. Nyeri Berdasarkan Seranganya Nyeri Akut adalah nyeri yang timbul tiba-tiba, waktu kurang dari 6 bulan Nyeri Kronis adalah nyeri yang timbul terus-menerus, waktu lebih dari 6 bulan 4. Nyeri Menurut Sifatnya Nyeri Timbul Sewaktu-waktu Nyeri Menetap Nyeri Kumat-kumatan

5. Nyeri Menurut Rasa

Nyeri yang cepat Nyeri Difus

6. Nyeri Menurut Kegawatan Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat

Berdasarkan data laporan Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tasikmalaya mencatat 10 (sepuluh) besar penyakit dari bulan januari-april 2013 di ruangan 3A.

Tabel 1.1 Angka kejadian 10 besar penyakit di ruang 3A RSUD Kota Tasikmalaya Periode Januari s.d april 2013

NAMA No PENYAKIT 1 2 3 4 HILL BPH APENDISITIS Sopt tisue TUMOR

ANGKA KEJADIAN JANUARI FEBRUARI MARET 38 26 16 12 37 10 22 18 35 17 14 11

APRIL 40 20 19 18

JUMLAH 150 73 71 59

5 6 7 8 9

SMNT BATU URETRA LIMPOMA FAAM STIKTUR

11 13 -

8 11 9 4

5 8 9 7 -

14 10 9 7 6

27 29 38 27 10

URETRA LIMPA 10 DENOPATI


Sumber : bagian rekamedik ruang 3A RSUD Kota Tasikmalaya

11

Dari tabel 1.1 diatas dapat dilihat bahwa penyakit Apendisitis berada pada urutan ke tiga dengan jumlah 71 Orang. Pada penderita Apendisitis memerlukan observasi dan perawatan komperhensif karena pada penyakit Apendisitis penderita mengalami nyeri yang sangat luar biasa. Melihat fenomena diatas, maka penulis merasa sangat tertarik untuk membuat laporan dalam bentuk penelitian dengan judul Gambaran Nyeri pada Pasien Apendisitis DiRuang 3A RSUD Tasikmalaya B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran nyeri, nyeri yang dirasakan serta mengetahui sekala nyeri yang dirasakan oleh penderita penyakit apendisitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pendidikan. 2. Tujuan Khusus

a. Dapat mengetahui gambaran nyeri berdasarkan faktor penyebab. b. Dapat mengetahui kualitas nyeri yang dirasakan. c. Dapat mengetahui nyeri berdasarkan tempat berasalnya nyeri.

d. Dapat mengetahui nyeri berdasarkan seranganya. e. Dapat mengetahui nyeri menurut sifatnya. f. Dapat mengetahui nyeri menurut rasa nyeri yang timbul. g. Dapat mengetahui nyeri menurut kegawatannya. h. Dapat mengetahui sekala nyeri secara spesifik. C. RUMUSAN MASALAH