PETUNJUK PELAKSANAAN

SENSUS BARANG DAERAH KABUPATEN MESUJI TAHUN 2012

PEMDA MESUJI DAN LPM UNIVERSITAS LAMPUNG

Tujuan yang ingin dicapai dari Sensus barang daerah ini adalah untuk memperoleh data Kekayaan Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga dapat memberikan informasi yang tepat bagi perencanaan. maka dipandang perlu melakukan sensus barang Daerah Pemerintah Kabupaten Mesuji. penyimpanan. penghapusan. Azas Keseragaman yaitu adanya kesamaan dan keseragaman dalam melaksanakan Sensus Barang Daerah dari Unit / Satuan Kerja Perangkat Kabupaten 2. dan penyaluran. pemberdayaan / pemanfaatan dan pengamanan. penentuan kebutuhan. Maksud dan Tujuan Untuk mendapatkan data barang yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan serta akurat (Up todate ). PENDAHULUAN A. Azas Sensus Barang Daerah Sensus Barang Daerah tahun 2012 dilaksanakan untuk memperoleh data yang lengkap seluruh kekayaan dalam bentuk barang milik Pemerintah Kabupaten Mesuji dengan memperhatikan : 1. serta dapat dilaksanakan dengan mudah oleh semua petugas. Sebagai pedoman Pelaksanaan Sensus Barang Daerah perlu disusun petunjuk teknis pelaksanaannya agar dijadikan pegangan yang tepat dan jelas bagi para pelaksana Sensus barang daerah sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. serta melakukan Verifikasi sehingga diperoleh data yang lengkap dan terinci sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. pemeliharaan. penganggaran. B. pengendalian. Azas Fleksibilitas yaitu semua dapat dilaksanakan terhadap seluruh barang dan dapat menampung semua data barang yang diperlukan.I. Adapun yang dimaksud dengan Sensus barang daerah adalah mengakuratkan pelaksanaan pencatatan semua barang inventaris milik / yang dikuasai Pemerintah Kabupaten dan barang Provinsi serta barang Inventaris milik Negara baik yang berada dibawah Penguasaan Departemen Dalam Negeri maupun Departemen lain yang berada dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan cara pencocokan data yang ada dalam Buku Inventaris dengan kondisi lapangan dan pencatatan langsung terhadap barang – barang yang belum tercatat. pengadaan. maka setiap Unit / Satuan Kerja sebagai pengelola / pemakai harus dan mengetahui secara pasti keberadaan dan status pemiliknya sekaligus dapat mengevaluasi hasil – hasil pembangunan di Pemerintah Kabupaten Mesuji yang telah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir. 2 .

2 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Perangkat Kabupaten ataupun yang diperoleh dari limpahan eks. 2. D. maka Sensus Barang Daerah Tahun 2012 dapat diuraikan sebagai berikut : 1. mutasi. E dan F kepada seluruh Unit / Satuan Kerja Perangkat Kabupate ( SKPK ) Mesuji untuk diisi dengan data awal dari KIB. Azas efisiensi yaitu dapat memperoleh bahan dan peralatan. C. D. Pelaksanaan Pelaksanaan Sensus Barang Daerah tahun 2012 dilaksanakan oleh Tim Teknis Sensus Barang Daerah Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Lampung. Unit / SKPK yang sudah ada ditambah barang – barang yang belum tercatat dalam kelompok KIB-nya yang diperoleh dari pengadaan baru. dan biaya yang diperlukan serta dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Setelah diisi dan ditandatangani oleh pengurus barang dan pimpinan Unit /SKPK di copy masing – masing 1 lembar disampaikan kepada Bupati Cq. Metode dan Prosedur Agar pelaksanaan Sensus Barang Daerah tercapai sesuai dengan yang diharapkan.3. Kantor Cabang Dinas Propinsi yang menjadi Dinas Kabupaten/Kota berdasarkan bukti penyerahan yang ada. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten (DPPKAK) Mesuji sebagai bahan evaluasi dan pencocokan data barang dengan kenyataan fisik dilapangan. tenaga. dari unit lain. B. secara teknis pelaksanaan Sensus Barang Daerah dilakukan oleh Pengurus Barang Inventaris yang berada pada setiap Unit/Satuan kerja Pemerintah Kabupaten Mesuji yang bersangkutan. C. Azas Kontinuitas yaitu data yang diperoleh merupakan dasar inventaris dan dapat dipergunakan secara berkelanjutan guna merencanakan kebutuhan selanjutnya untuk menunjang suksesnya pelaksanaan pembangunan didaerah secara bertahap. 3 . waktu. 4. Sekretariat Daerah Pemda Mesuji Tim Asistansi LPM Universitas Lampung. mengadakan sosialisasi kegiatan sensus asset dan sekaligus Mesuji menyampaikan Kartu Inventaris Barang ( KIB ) yang terdiri dari KIB : A. akibat penggabungan SKPK dari adanya penerapan SOTK baru sesuai dengan Perda No.

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Mesuji untuk dihimpun serta dibuat Buku Induk Hasil Sensus Barang Daerah Kabupaten Mesuji 4. ( 01 s/d 06 ) bidang barang( 01 s/d 19 ) selanjutnya dikirim kepada Bupati Cq. Tim Teknis dan Tim LPM Univeritas Lampung menyampaikan laporan hasil sensus Barang Daerah tahun 2012 kepada Bupati Mesuji.3. Tim Asistensi Sensus (LPM Univeritas Lampung) Aset dan Bagian Pendamping (counterpart) Pemerintah Kabupaten Mesuji melakukan verifikasi/klarifikasi ke lokasi SKPD 5. Hasil evaluasi tersebut dimasukan dalam Buku Inventaris yang merupakan hasil sensus Barang Daerah masing – masing unit / SKPK dan dibuat Rekapitulasi per golongan. E. Metode dan Prosedur Jadwal Pelaksanaan sensus asset Pemda Mesuji tahun 2012 (terlampir) 4 .

Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan Sesuai dengan petunjuk pengisian KIB. 5 . baik Provinsi/ Kabupaten/Kota. f) Membuat Buku Induk Inventaris Kabupaten. melaksanakan Sensus Barang Daerah dengan tahapan dimulai dari Satuan Kerja/Sub Unit terendah sebagai berikut : 1) Kelurahan Setiap Kelurahan mengisi : a) Kartu Inventaris Barang (KIB) KIB A : Tanah KIB B : Mesin dan Peralatan KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. c) Penyelesaian hasil sensus barang milik daerah dengan menyampaikan buku inventaris oleh unit kerja terendah kepada atasan. b) Melaksanakan sensus barang daerah yang masing-masing di SKPD/wilayah dengan mengisi KIB dan KIR. masing-masing (dua). Sensus Barang Daerah dimulai dari Semua pengguna/kuasa pengguna. d) Buku Inventaris Kelurahan. rangkap 2 b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR). berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing.II. e) Mengawasi dan mengevaluasi hasil sensus barang dalam SKPD/wilayah masing-masing. MEKANISME SENSUS Adapun Tahapan Sensus a) Penyampaian formulir dan bahan sampai unit kerja terendah. g) Melaporkan hasil sensus barang Mekanisme Dalam pelaksanaan pengumpulan data satuan kerja terendah secara berjenjang. yakni : Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten sebanyak 4 rangkap Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten sebanyak 4 rangkap. c) Buku Inventaris Barang milik daerah yang berada pada Kelurahan yang bersangkutan rangkap 4 (empat) dan setelah diisi lembar ke-4 disimpan di Kelurahan sebagai arsip (Buku Inventaris Kelurahan). sedangkan lembar ke-1 s/d 3 disampaikan/ dikirimkan ke Kecamatan. d) Pembuatan Daftar Rekapitulasi oleh unit/Satuan Kerja.

Buku Inventaris Barang Daerah Provinsi sebanyak 3 rangkap. d) Buku Inventaris Kecamatan. kemudian menggabungkannya dengan Buku Inventaris dari semua Satuan Kerjanya (Kelurahan) menjadi Buku Inventaris Kecamatan. Dari Buku Inventaris dimaksud harus dibuatkan Rekapitulasinya.KIB A : Tanah . SMU).KIB B : Mesin dan Peralatan 6 .Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota rangkap. sedangkan lembar ke 1 s/d 2 dikirimkan/disampaikan ke Kabupaten/Kota melalui pengelola/pembantu pengelola. 3) Sekolah Negeri (SDN/SLTP. Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan Sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-masing rangkap 2 (dua). Lembar ke 3 disimpan di Kantor Camat sebagai arsip (Buku Inventaris Kecamatan ). . 2) Kecamatan.Buku Inventaris Barang rangkap (kalau ada). Setiap Camat mengisi : a) Kartu Inventaris Barang (KIB). yakni : . begitu juga untuk KIB dan KIR.kalau ada di Kecamatan tersebut.- Buku Inventaris Barang Milik/Kekayaan Negara sebanyak 4 rangkap (kalau ada). Masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. sebanyak 3 Milik/Kekayaan Negara sebanyak 3 Masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. Setiap Kepala SDN Satuan Kerja mengisi : a) Kartu Inventaris Barang KIB): . KIB A : Tanah KIB B : Mesin dan Peralatan KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR). c) Buku Inventaris barang yang berada di Kecamatan yang bersangkutan dalam rangkap 3 (tiga) dan setelah diisi. berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. begitu juga untuk KIB dan KIR. . kalau ada di Kelurahan tersebut.

. . kemudian menggabungkan dengan Buku Inventaris dari semua Satuan Kerjanya menjadi Buku Inventaris kuasa pengguna (UPTD).Buku Inventaris barang milik/kekayaan negara sebanyak 5 rangkap (kalau ada). d) Buku Inventraris SDN. Dari Buku Inventaris dimaksud harus dibuatkan Rekapitulasinya. c) Buku Inventaris barang yang berada di SDN yang bersangkutan dalam rangkap 5 (lima). yakni : . Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-masing rangkap 2 (dua). lembar ke-5 pada SDN/Satuan Kerja yang bersangkutan sebagai arsip (Buku Inventaris SDN/Satuan Kerja).Buku Inventaris Barang Daerah Provinsi sebanyak 5 rangkap. kalau ada di SDN tersebut. c) Buku Inventaris barang yang berada di kuasa pengguna atau unit pelaksana teknis yang bersangkutan dalam rangkap 4 dan setelah diisi. masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. begitu juga untuk KIB dan KIR. b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR). Sedangkan lembar ke 1 s/d 4 dikirimkan/disampaikan ke kuasa pengguna. berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-masing rangkap 2 (dua). sedangkan lembar ke 1 s/d 3 dikirimkan/disampaikan ke SKPD yang bersangkutan.- KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. 4) Kuasa pengguna atau unit pelaksana teknis Daerah. KIB A : Tanah KIB B : Mesin dan Peralatan KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. 7 . Setiap kuasa pengguna atau unit pelaksana teknis daerah mengisi : a) Kartu Inventaris Barang (KIB) .Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 5 rangkap. Lembar ke 4 disimpan di kuasa pengguna/UPTD sebagai arsip.

yakni : . c) Buku Inventaris barang yang berada di SKPD yang bersangkutan dalam rangkap 4 dan setelah diisi.Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 3 rangkap.d) Buku Inventaris kuasa pengguna/UPTD. . 5) Pengguna barang (SKPD).KIB A : Tanah 8 .Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 4 rangkap. Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-masing rangkap 2 (dua). Setiap SKPD mengisi : a) Kartu Inventaris Barang (KIB) . b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. 6) Kuasa pengguna pada Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota Setiap Kuasa pengguna pada Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota mengisi a) Kartu Inventaris Barang (KIB) : . Lembar ke 4 disimpan di SKPD sebagai arsip. sedangkan lembar ke 1 s/d 3 dikirimkan/disampaikan ke pengelola. . begitu juga untuk KIB dan KIR. Buku Inventaris Barang Milik/Kekayaan Negara sebanyak 3 rangkap (kalau ada).Buku Inventaris Barang Daerah Propinsi sebanyak 3 rangkap. kalau ada di kuasa pengguna/UPTD tersebut.Buku Inventaris Barang Milik/Kekayaan Negara sebanyak 4 rangkap (kalau ada). .Buku Inventaris Barang Daerah Propinsi sebanyak 4 rangkap. Masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. d) Buku Inventaris SKPD. KIB A : Tanah KIB B : Mesin dan Peralatan KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. kemudian menggabungkan dengan Buku Inventaris dari semua kuasa pengguna/UPTD menjadi Buku Inventaris SKPD. Dari Buku Inventaris dimaksud harus dibuatkan Rekapitulasinya. yakni : . Masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. begitu juga untuk KIB dan KIR. kalau ada di SKPD tersebut.

Lembar ke 3 (tiga) disimpan di Unit Setda sebagai arsip (Buku Inventaris Unit Setda). kemudian menggabungkannya dari semua Satuan Kerja /Sub Unit Setda. kalau ada di Kuasa pengguna unit Setda Kabupaten /Kota tersebut. KIB A : Tanah KIB B : Mesin dan Peralatan KIB C : Gedung dan Bangunan KID D : Jalan. b) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. kemudian menggabungkannya dengan Buku Inventaris dari semua kuasa pengguna Unit kerja menjadi Buku Inventaris Sekretariat Daerah. sedangkan lembar ke 1 dan 2 dikirimkan/disampaikan ke Pengelola/pembantu Pengelola. masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. 9 . 2) Buku Inventaris barang yang berada di kuasa pengguna Unit Setda Kabupaten/Kota dalam rangkap 3 (tiga ) barang-barang yang ada pada Sekretariat Daerah dan setelah diisi. begitu juga untuk KIB dan KIR. Setiap Sekretariat daerah mengisi : a) Kartu Inventaris Barang (KIB). Irigasi dan Jaringan KIB E : Aset Tetap Lainnya KIB F : Konstruksi dalam Pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-msing dalam rangkap 2 (dua).Buku Inventaris Barang Daerah Provinsi sebanyak 3 rangkap . c) Buku Inventaris barang yang berada pada unit sekretariat dalam rangkap 3 (tiga) dan setelah diisi. 7) Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota. Buku-buku Inventaris Sekretariat Daerah dimaksud dibuatkan Rekapitulasi.- KIB KIB KIB KIB KIB B : Mesin dan Peralatan C : Gedung dan Bangunan D : Jalan. Irigasi dan Jaringan E : Aset Tetap Lainnya F : Konstruksi dalam Pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian KIB masing-masing dalam rangkap 2 (dua). 1) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) berdasarkan letak barang menurut ruangan masing-masing. 3) Buku Inventaris Unit/Satuan Kerja Setda Kabupaten/Kota yakni : . .Buku Inventaris Barang Kabupaten /Kota sebanyak 3 rangkap.Buku Inventaris Barang milik/Kekayaan Negara sebanyak 3 rangkap (kalau ada).

Dalam rangkap 2 (dua).Lembar ke 2 (tiga) disimpan di pengelola. kalau ada di Sekratariat Daerah tersebut begitu juga untuk KIB dan KIR. Buku Inventaris Barang Provinsi. d) Buku Inventaris Sekretariat Daerah. . .Buku Inventaris Barang Milik/Kekayaan Negara sebanyak 2 rangkap (Kalau ada). sebanyak 2 rangkap. Kodefikasi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemerintah Daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.Buku Inventaras Barang Daerah Provinsi sebanyak 2 rangkap. Ke 1 (satu) asli disampaikan ke masing-masing Departemen.   10 . untuk memudahkan Provinsi untuk mengumpulkan/ mengkompilasi daftar rekapitulasi tersebut di Provinsi untuk disampaikan masing-masing : 2. a) Menerima Buku Inventaris dari semua SKPD (termasuk Kerjanya) dalam rangkap 2 (dua). Buku Induk Inventaris Barang Kabupaten/Kota dibuat daftar Rekapitulasi Induk untuk menggambarkan jumlah barang Kabupaten/Kota tersebut. yakni : . Barang Milik/Kekayaan Negara dibuatkan pula Daftar Rekapitulasinya masingmasing rangkap 2 (dua). Masing-masing dicatat secara terpisah sesuai pemilikan barangnya. Buku-buku Inventaris tersebut dikompilasi pengelola/pembantu pengelola sebagai pusat Inventarisasi. ke 2 (dua) disimpan di Kabupaten/Kota. maka diperoleh :  Buku Induk Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 2 rangkap ke 1 (satu) asli disimpan di Kabupaten/Kota ke 2 (dua) dikirim /disampaikan ke Provinsi.Buku Inventaris Barang Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 2 rangkap. dan Satuan b) Menerima Buku Inventaris dari Unit Setda Kabupaten/Kota (termasuk kuasa pengguna). ke 1 (satu) asli disampaikan ke Provinsi ke 2 (dua) disimpan di Kabupaten/Kota Buku Inventaris Barang milik/Kekayaan Negara sebanyak 2 (dua) rangkap (kalau ada). 8) Kabupaten/Kota. sedangkan lembar ke 1 dikirim/ disampaikan ke Kepala Daerah. Sedangkan Buku Inventaris Barang-barang Provinsi.

Bidang Sosial. yaitu: (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Sekwan/DPRD. c. b. Nomor Kode Lokasi 1) Nomor Kode Lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang. Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a. Wakil Gubernur/Bupati/Walikota. Bidang Kimpraswil/PU. Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Barang milik pemerintah pusat (BM/KN (kalau ada 00). 3) Nomor Kode urutan Provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39. sebagaimana tercantum 5) Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh Kepala Daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang. Bidang Kependudukan. Provinsi. Bidang Kesehatan. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12). Dalam rangka kegiatan sensus barang daerah. Gubernur/Bupati/Walikota. Barang milik pemerintah provinsi (11). Bidang Pendapatan. Sekretariat Daerah. bidang. 4) Nomor Kode urutan Kabupaten/Kota dalam lampiran 40. Bidang Perhubungan. 11 .Tujuan pemberian kodefikasi adalah untuk mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna. Kabupaten/Kota. Bidang Pertanian. setiap barang daerah harus diberi nomor kode sebagai berikut : a. SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. Bidang Perindustrian. Bidang Pengawasan. 2) Nomor Kode Lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah.

12 . informasi dan dokumentasi.(15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) Bidang Perencanaan. angka atau digit nomor kode lokasi ditulis secara berurutan dalam suatu garis datar. Bidang Pariwisata. Bidang Komunikasi. Bidang Penghubung. 6) Kecamatan diberi Nomor Kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masingmasing Kabupaten/Kota. 7) Contoh nomor kode lokasi. Bidang Kesatuan Bangsa. Bidang Lingkungan Hidup. Bidang Kepegawaian. Bidang BUMD.

Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya). 5) Digit 9 dan 10. Kode Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut.1 2 0 8 1 4 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode komponen Pemilik Barang Kode Provinsi Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 1) digit 1 dan 2. Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode 00 b. Kode Provinsi. 4) digit 7 dan 8. Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a. 2) digit 3 dan 4. 3) digit 5 dan 6. Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang – undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri. Barang Milik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan Nomor Kode 12. 13 . sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada. kode SKPD. kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang. Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c.

6) Digit 11 dan 12. type. Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. Nomor Kode Lokasi Barang milik Departemen Kimpraswil dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) Kabupaten Berau dibeli/diperoleh tahun 1999. maka ditulis Nomor Kodenya 97. Contoh 1. cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang.Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/ Kabupaten/Kota. Kode Sub Unit/Satuan Kerja. sejenis. Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. 7) Digit 13 dan 14. bahan. Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah. Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan. supaya dibandingkan dengan barang yang sama. merk. Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya. tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. 14 .

Nomor Kode Lokasi Barang milik Daerah Provinsi Maluku berada pada Subdin Pengelolaan Budidaya Perikanan(Dinas Perikanan dan Kelautan). dibeli/diperoleh tahun 2001.0 0 2 3 0 2 0 5 0 1 9 9 0 4 Kode komponen Pemilik Barang (Pemerintah Pusat) Kode Provinsi (Kaltim) Kode Kab/Kota (Berau) Kode Bidang (Ke PU an) Kode Unit Bidang (Dinas PU) Kode Tahun Pembelian Subdin Cipta Karya Cara penulisan : 00. 1 1 1 7 0 0 1 1 0 2 0 1 0 5 Kode komponen Pemilik Barang (Provinsi) Kode Provinsi (Maluku) Kode Kab/Kota (Kosong) Kode Bidang (Bid.01.97.04 Contoh 2.17.23.11.02.02.05 Contoh 3 Nomor Kode Lokasi 15 .00.99.05. Perikanan) Kode Unit Bidang (Dinas Perik & laut) Kode Tahun Pembelian (2001) Kode Sub Unit/ Satuan Kerja (Subdin Pengel Budidaya Perikanan). Cara penulisan 11.

(7) Konstruksi dalam Pengerjaan. Nomor Kode Barang a) Nomor kode barang diklasifikasikan kedalam 6 (enam) golongan yaitu: (2) Tanah. (6) Aset Tetap Lainnya. 16 . c) Nomor Kode golongan. (4) Gedung dan Bangunan.02 Catatan : Unit bidang (Dinas. Subdin Pembangunan.08. dibeli/diperoleh Tahun 2001. 1 2 0 8 1 4 0 5 0 3 0 1 0 2 Kode komponen Pemilik Barang (Kabupaten) Kode Provinsi (Lampung) Kode Kab/Kota (Meuji Timur) Kode Bidang (KIMPRASWIL/PU AN) Kode Unit Bidang (Dinas Pengairan) Kode Tahun Pembelian (2001) Kode Sub Unit/ Satuan Kerja (Subdin Pengairan) Cara penulisan : 12. Irigasi dan Jaringan.Barang milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur. d) Nomor kode barang terdiri atas 14 (empat belas) digit yang tersusun berurutan ke belakang dibawah suatu garis lurus sebagai berikut: Untuk mengetahui Nomor Kode Barang dari setiap jenis dengan cepat.01. Contoh 1. (3) Mesin dan Peralatan. perlu 2 angka di depan/dicari Nomor Kode Golongan Barangnya. Sub Kelompok dan Sub-Sub Kelompok/Jenis Barang. Kantor) dan satuan kerja dibakukan Kepala Daerah b. sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang sebagaimana tercantum dalam lampiran 41.03.14. kemudian baru dicari Nomor Kode Bidang. b) Penggolongan barang terbagi atas Bidang.05. Nomor Kode Sub-Sub Kelompok/jenis barang dimaksud. Nomor Kode Kelompok. Nomor Kode Sub Kelompok. berada pada Dinas Pengairan. kelompok. bidang. (5) Jalan. Badan. Kelompok. kode barang mobil Sedan.

Nomor kode 01. 6.. Nomor kode 02. Nomor kode 03. Kode 01) Mobil yang ke . 4. sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan. Nomor kode 01. mobil sedan bidang alat-alat angkutan.01. nomor kode golongan peralatan dan mesin. 3.01. Cara penulisan : 02.01.03. 01) Kode Sub Kel.0000 1.. (Kend. Alat angkutan darat bermotor. (Sedan. 5. Dinas ber perorangan. kelompok alat angkutan darat bermotor. Nomor kode 01. Kode 01) Kode Sub2 Kel.Untuk mencari nomor kode barang mobil sedan adalah sebagai berikut : 0 Kode Golongan (Peralatan dan Mesin. Kode 02) 2 0 3 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 Kode Bidang (Bidang Alat-alat Angkutan. 17 . Kode. sub-sub Kelompok/jenis barang. 2. Nomor Kode Register. Kode 03) Kode Kelompok (Kel.

Nomor Register : Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. sub kelompok bangunan pelengkap air kotor. type. maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masingmasing barang. (6) Nomor kode register. Cara penulisan : 04. Irigasi dan Jaringan) Kode Bidang (Bangunan Air/Irigasi) Kode Kelompok (Bangunan Air Kotor) Kode Sub Kel.04. merk.. (Bang. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150.0000 (1) Nomor kode 04.. dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga. jenis berbeda. tahun pengadaan sama. irigasi dan jaringan. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi.07.14. 18 . (4) Nomor kode 05. (bangunan Jembatan) Bangunan yang ke . bangunan air/irigasi. pencatatan terhadap barang yang sejenis. Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999. Cara penulisan nomor Kode Unit dan Nomor Kode Barang : 1. (2) Nomor kode 14. Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. b. nomor kode golongan jalan. (5) Nomor kode 04. ditulis : 0001 s/d 0150. 0 4 1 4 0 7 0 5 0 4 0 0 0 0 Kode Golongan (jalan.05. (3) Nomor kode 07. Pelegkap air kotor) Kode Sub2 Kel.Contoh 2: Bangunan Jembatan. kelompok bangunan air kotor. sub-sub Kelompok/jenis barang bangunan jembatan.

Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5.01.02.06.03.08.03.01.01.04.23. Subdin Pembangunan.01.02. Barang milik Daerah Provinsi Maluku berupa Air Condition.06. Unit yang ke enam.06.0008 3.0005 4. berada pada Dinas Pengairan. Laporan 19 .0006 Barang milik Pemerintah Kabupaten Mesuji berupa komputer PC yang ke delapan.27.05.03.02. dibeli/diperoleh Tahun 2001. dibeli/diperoleh Tahun 2001. dibeli/diperoleh Tahun 2001.01.00.11.01.04.01. Instal software b.00.05.05.03.11. berada pada Subdin Pengelolaan Budidaya Perikanan(Dinas Perikanan dan Kelautan).0003 2.01.02 03.05 02.02. 02.01.99.17.14. Subdin Pembangunan. Komisioning/ujicoba e. Integrasi Data SIMBADA Adapun tahap Integrasi SIMBADA adalah: a.23. 12. Entry data c.03. Editing data d.01. 12. berada pada Dinas Pengairan.02 02. 01.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful