P. 1
97. Babad Usana Jawa

97. Babad Usana Jawa

|Views: 13|Likes:
Dipublikasikan oleh greensangrilla
babad usana jawa
babad usana jawa

More info:

Published by: greensangrilla on Jun 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/25/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Babad Usana Jawa

Isi Singkat Babad Usana Jawa Dimulai dengan ceritera kerajaan Majapahit. Raja beristana di alas Terik. Adik baginda bernama Sirarya Damar, beristana di Tulembang. Patih tua tinggal di Majapahit, ia adalah paman raja kedua, bersaudara di atas hubungan dari ibu (wadu), Wesya Majapahit. Seorang patih bernama Tumenggung Sura, diganti oleh Patih Gajah Mada (berasal dari Bale Agung Mada). Patih Gajah Mada dan Sirarya Damar adalah andalan Majapahit dalam segala kegiatan. Saudara saudara (sasanak) Sang Arya Damar adalah: Sang Arya Beleteng, Sang Arya Waringin, Sang Arya Belog, Sang Arya Kepakisan, Sang Arya Benculuk, Sang Arya Sentong, semuanya tinggal di Tulembang, wilayah Majapahit. Dicatat jumlah seluruh rakyat Sang Arya Damar di Tulembang. Dicatat seluruh desa desa dalam daerah kekuasaan Majapahit di sebelah barat, timur, dan utara. Di sebelah selatan hanya orang orang Tambine dan Kedore, semua golongan sudra. Lain dari para Arya di atas, ada delapan orang Arya yang di bawah kekuasaan Majapahit, yaitu: Sang Arya Teruan, Sang Arya Kundamwa, Sang Arya Pamwatan, Sang Arya Panjaja Jiwa, Sang Arya Jambi, Sang Arya Lekan, Sang Arya Manguri, Sang Arya Dangang. Tersebut bahwa raja Bali tidak mau menguasai raja Majapahit. Raja Majapahit dengan saudara saudaranya prabu-anom prabuanom, Patih Gajah Mada, Sang Arya Damar dan para Arya lain, mengadakan perundingan. Raja memerintahkan untuk menyerang Pulau Bali dan agar menangkap Ki Pasung Grigis hidup hidup. Penyerangan dilakukan dari dua arah. Dari utara dipimpin oleh Sang Arya Damar, dari selatan dipimpin oleh patih Gajah Mada. Terjadi pertempuran sengit di utara, jatuh korban puluhan ribu. Ki Pasung Giri pemimpin rakyat Bali gugur di Ularan. Sang Arya Damar kembali ke Majapahit melaporkan basil karyanya, Raja Majapahit marah karena terbunuhnya Ki Pasung Giri dan memerintahkan agar Arya Damar kembali lagi menyerang Bali hingga dikuasai. Mereka pun berangkat, dan dalam waktu tidak lama tiba lagi di Ularan. Selama Arya Damar berada di Ularan, berdatangan rakyat pantai utara dan Bali timur, menyatakan takluk kepada Sang Arya Damar, sebanyak tiga puluh ribu orang. Arya Damar pergi ke arah selatan untuk melihat gerakan Patih Gajah Mada, didapatinya tenang tenang di Kuta, belum menghasilkan apa apa. Timbul kemarahan Arya Damar, namun dijawab dengan tenang oleh Patih Gajah Mada bahwa ia menunggu perintah raja. Akhirnya Sang Arya Damar berhasil menundukkan Bali Selatan. Kagum Patih Gajah Mada menyaksikan keberhasilan Sang Arya Damar. Sang Arya Damar dan Patih Gajah Mada segera kembali ke Majapahit atas panggilan Raja Majapahit yang disampaikan oleh utusan bernama Ki Kuda Pangasih. Para Arya yang lain serta rakyat pasukannya masih bertahan di Bali. Antara lain: Arya Sentong, Arya Beleteng, Arya Waringin, Arya Belog, Arya Kepakisan, Arya Minculuk. Sang Arya Damar, patih Gajah Mada dan Ki Kuda Pangasih segera menghadap raja Majapahit, melaporkan keberhasilannya.

memberikan nasehat pada para Arya pejabat pejabat seluruhnya. Sang Arya Belog di desa Kabakaba.000. Agar selalu menjamin dan menjalin kerja sama yang baik antara patih dengan raja. Sang Arya Beleteng dijadikan patih. Sang Arya Waringin di desa Kapal. di Karang Amla. Ki Panakawan masih diam di Gelgel. dua orang pria. Terjadi peperangan di Sungai Salukat dipimpin langsung oleh raja Majapahit. memberikan mandat dan tanggung jawab untuk mengatur Pulau Bali. Keamanan dan kesentosaan berjalan baik. . Brahmana di Katepeng Reges mempunyai tiga orang putri. kemudian diserahkan kepada Ki Asak. Sang Arya Yasa mempunyai tiga orang anak. Semuanya berada di pulau Bali. Sang Arya Yasa diutus ke Majapahit. karena anugrah raja itu yang ternyata agak berbeda. Sang raja putra diberikan gelar Sang Ratu Anom. Raja digantikan oleh putranya yang bernama Sang Ratu Anom. Dijelaskan pula upacara dan segala pembiayaannya. Yang tertua dijadikan permaisuri raja. Raja menasihati para Arya yang lain agar tidak timbul kesalahpahaman.Raja Majapahit ingin berkunjung ke Bali. Sang Arya Kenceng diperintahkan agar mengatur menempatkan para Arya yang lain. karena berdosa telah membunuh raja Bedahulu. kewajiban masing masing dan agar mempelajari ajaran Kamoksan. putra Sang Arya Kenceng dijadikan abdi oleh Sang Ratu Anom. agar ingat pada leluhur. Sang Arya Yasa. Dalam suatu persidangan raja memerintahkan untuk membangun kahyangan di Besakih dipimpin oleh Arya Kenceng. Rakyat Bali dikumpulkan oleh Arya Damar dan diatur pembagiannya untuk masing-masing para Arya sebagai pemimpinnya. Sang Arya Kenceng ditempatkan di Tabanan dengan rakyat berjumlah 40. yang kedua diperistri oleh Arya Kenceng. Sang Arya Kepakisan di desa Abyan Semal. Sang Arya Benculuk di desa Tangkas. Dalam perjalanan ke Besakih dapat beristirahat di Desa Tusan. tiba tiba datang menghadap Arya Sentong membawa berita bahwa Sang Mraja Danawa menggempur serta membunuh Dalem Bedahulu dengan tiba-tiba. sampai dengan masalah penggunaan bade. Suatu ketika raja membuat persidangan. Kemudian raja menuju Gelgel dan dalam waktu singkat mendirikan istana di sana. yang tertua di Pacung dan adiknya Ki Tambangan bersenjatakan sumpitan tak berlubang. Sang Arya Sentong dijadikan kesayangan. dalam persidangan itu baginda mengganti nama Sang Arya Damar menjadi Sang Arya Kenceng. yang ketiga diperistri oleh Arya Sentong. Raja Majapahit memerintahkan agar Arya Damar dan Patih Gajah Mada menghancurkan Mraja Danawa itu. Sang Mraja Danawa mengalami kekalahan. ketiganya mempunyai putra. Kemudian raja mengadakan persidangan lagi. Para Arya yang lain tunduk kepada sabda raja. Kemudian. Seorang lagi wanita diasuh oleh ibunya.

Seha (sesonteng) pemangku untuk memuja Ida Sang Hyang Widdhi Wasa. Rumah dan anak istrinya tidak tidak ada di Gelgel. Yang ketiga Bujangga. didapatkan telah sepi dan rusak. Juga pemberlakuan upacara Sugihan (sugimanik) Bali khusus untuk penduduk Bali asli dan sugihan Jawa. burung gagak itu berhasil dibasmi oleh Sang Arya Bagus Alit. untuk penduduk Bali asal Majapahit. Delapan tahun di sana. dan lain lain. Uluwatu. Tercantum pula kahyangan kahyangan di Bali serta upacaranya. Ki Pragata dititahkan mencari Sang Arya Bagus Alit. mempunyai ajaran (sikap) masing masing. karena santapannya setiap hari diganggu oleh burung gagak. Kahyangan kahyangan yang ada di Bali seperti Besakih. Sang Arya Yasa mengutuk agar negara hancur lebur. Yang tertua menjadi Siwa. Karangasem Bahasa : Jawa Kuna Huruf : Bali Jumlah halaman : 48 lembar (1a s/d 48b) . Dijumpai di gunung Windana. Sang Arya Bagus Alit di Tambangan Sang Ratu Anom memerintahkan para Arya semua agar tetap menghargai Sang Arya Yasa dan putra putranya. Sang Ratu Anom menitahkan untuk mencari kembali Sang Arya Yasa agar ke Gelgel. Sang Ratu Anom menderita sakit hati. dan berusaha mencari ahli sumpitan. berkat jasa jasanya. Yang kedua Buddha. Cucu Sang Arya Sentong melaporkan bahwa cucu Sang Arya Kenceng di Tambangan bernama Sang Arya Bagus Alit ahli menyumpit. dan lain lain juga kedudukan para Bhatara dalam tubuh manusia. Dilanjutkan dengan jenis jenis aksara utama (dasaksara). Setelah tiba di Gelgel Sang Ratu Anom menempatkan Sang Arya Yasa di Tabanan bersama putranya yang tertua. Juga tata cara upacara pemulasaraan jenasah untuk raja yang berwibawa. Nama/ Judul Babad : Babad Usana Jawa Koleksi : I Gusti Lanang Mantra Jero Sidemen Alamat : Sidemen. berjenis jenis tujuan dan sajen sajennya dalam berbagai manifestasi. menurut penataan Mpu Kuturan. Ekapratama: Sang Brahmana Aji Sulinggih berputra tiga orang. Jawa. kemudian bersama sama mereka menghadap ke Gelgel. Catatan rakyat yang gugur ketika Arya Kenceng mengalahkan Bali.Arya Yasa tiba di Majapahit. kemudian kembali ke Bali.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->