Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 3: 1. ANISA ZAKYI 2. EMILIYA 3. IMELDA ANDANI 4. IRAWATI 5. JUNITA AYU SUKMAWATI 6. LISA SARI 7.

MEGA ULFAH AZIZILLAH 8. M. IKHWAN 9. MURSIDAH IRAWATI 10. NUR LISQA

Tingkat II-B Analis Kesehatan

Pengertian

Trigliserida merupakan jumlah lemak yang bersirkulasi dalam darah. Dengan kata lain trigliserida sederhananya dapat disebut sebagai lemak. Lemak yang ada dalam makanan dan yang ada dalam tubuh merupakan bentuk dari trigliserida.

Trigliserida dalam darah berasal dari lemak yang ada dalam makanan atau dibuat di dalam tubuh dari sumber energi lain seperti karbohidrat. Kalori yang bersumber dari makanan yang tidak digunakan langsung oleh jaringan tubuh diubah menjadi trigliserida/lemak dan selanjutnya disimpan dalam sel-sel lemak tubuh.

Hipertrigliseridemia merupakan simtoma tingginya plasma trigliserida. Peningkatan plasma trigliserida memberikan kontribusi terhadap peningkatan risiko kardiovaskular.

Kadar trigliserida tinggi dapat berkontribusi terhadap pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri (atherosclerosis) sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Kadar trigliserida tinggi juga seringkali merupakan tanda-tanda obesitas atau sindrom metabolisma dimana kondisi-kondisi tersebut juga meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Gejala trigliserida tinggi secara umum adalah di awali dengan sakit kepala dan pegalpegal yang cukup hebat, gejala ini muncul karena kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh. Kadar Trigliserida yang tinggi inilah yang menyebabakan aliran darah menjadi kental dan akhirnya mengakibatkan oksigen yang masuk kedalam tubuh jadi berkurang.

Komplikasi yang terjadi akibat kadar trigliserida yang semakin meningkat :


1. Terjadi pengerasan pada arteri yang mengakibatkan pada arterosklerosis yang dapat menimbulkan penyakit jantung dan stroke.

2. Timbul gejala penyakit diabetes komplikasi yang disebabkan oleh jumlah trigliserida yang semakin tinggi di dalam sel lemak yang merangsang pelepasan pada sel-sel inflamasi tertentu yang disebut

dengan Cytokine ke dalam aliran darah. Tentunya hal ini akan


semakin menigkatkan resiko pada penyakit diabetes komplikasi bila penderita sebelumnya menderita penyakit diabetes dan menurunkan

kemampuan hormon insulin dalam mengendalikan tingkat gula

Lanjutan

3. Sindrom metabolik yang merupakan gabungan dari beberapa penyakit

komplikasi sebelumnya seperti jantung, diabetes mellitus, kegemukan dan


hipertensi.

4. Jika jumlah trigliserida dalam darah semakin meningkat. Yang memang


sudah diketahui bahwa kolesterol dihasilkan dari organ hati hingga 80 %, kemudian meningkat pada tingginya trigliserida menyebabkan berlebihnya

sel-sel lemak dalam tubuh yang tersimpan dalam organ hati/liver yang
kemudian membuat hati mengalami kerusakan seperti pembengkakan hati yang semakin memperburuk kondisi organ hati.

Lanjutan

5. Terkadang pada beberapa orang yang memiliki penyakit kolesterol yang disertai dengan tinggi jumlahnya trigliserida akan menimbulkan gejala seperti timbul rasa gatal, jerawat, bintik atau luka kecil yang terjadi di tangan, kaki, lengan dan bokong.

Sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap trigliserida, pasien harus berpuasa selama 8-12 jam (minum air putih masih

diperbolehkan). Dua belas jam adalah anjuran ideal karena itu adalah waktu yang dibutuhkan bagi trigliserida untuk dieliminasi dari tubuh. Makanan yang masuk dalam waktu kurang dari 8 jam dapat berpengaruh pada kadar trigliserida. Bahkan dalam waktu beberapa jam setelah makan, kadar trigliserida mencapai 5-10 kali lipat nilai aslinya. Maka dari itu trigliserida sangat tidak dianjurkan diperiksa pada pasien yang tidak puasa; karena hasilnya hampir 100% akan tinggi.

Metode

: Enzimatik tanpa Gliserol Blanking (GPO PAP)

Prinsip : Trigliserida ditentukan setelah hidrolisis enzim dengan lemak. Indikator quinoneimine dibentuk dari hidrogen peroksida, 4 aminoantypirine dan 4 klorofenol di bawah pengaruh katalisis peroksidase Reaksi : Trigliserida lipases gliserol + asam lemak Gliserol + ATP GK gliserol-3-fosfat + ADP Gliserol-3-fostat + O2 GPO dihidroksiaseton fosfat + H2O2 H2O2 + aminoantypirine POD quinoneimine +

Cara Kerja
1.

Disiapkan alat dan bahan Dipipet reagen 1000 l ke dalam tabung sampel, Blanko, standar

2.

3.

Dipipet sampel 10 l ke dalam tabung reaksi untuk sampel Dipipet standar 10 l ke dalam tabung reaksi untuk standar Homogenkan , inkubasi selama 20 menit pada suhu 20-

4.

5.

250C atau 10 menit pada suhu 370C


6.

Baca absorbansinya pada Spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm.

Normal: <150 mg/dL


Garis batas tinggi: 150 199 mg/dL

Tinggi: 200 499 mg/dL


Sangat tinggi: 500 mg/dL

TERIMA KASIH