Anda di halaman 1dari 6

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.

216 MK : ANSI

Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu metode penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam penyusunan suatu rencana yang baik, perlu diketahui daya dan dana yang dimiliki pada saat akan memulai usaha, mengetahui segala unsur kekuatan yang dimiliki, maupun segala kelemahan yang ada. Data yang terkumpul mengenai faktor-faktor internal tersebut merupakan potensi di dalam melaksanakan usaha yang direncanakan. Dilain pihak perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal yang akan dihadapi yaitu peluang-peluang atau kesempatan yang ada atau yang diperhatikan akan timbul dan ancaman atau hambatan yang diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi usaha yang dilakaukan.Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman. Didalam penelitian analisis SWOT kita ingin memproleh hasil berupa kesimpulankesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka yang sebelumnya telah dianalisa :

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.216 MK : ANSI

1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Max-max) Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan. 2. Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Min-max) Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan. 3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Max-min) Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga. 4. Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Min-min) Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah keluar dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah mencairkan sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.216 MK : ANSI

COST BENEFIT ANALYSIS

Pengertian Cost Benefit Analisis Cost benefit analisis adalah analisis yang membandingkan antara biaya (cost) dari suatu penyakit dengan output atau keuntungan (benefit) dari pengobatan. Cost mencerminkan biaya dari penyakit dan pengobatannya. Sedangkan keuntungan mencerminkan hasil dari sebuah pengobatan/terapi. Benefit yang dimaksudkan disini dapat bersifat netral, positif atau negatif yang bergantung dari hasil yang dicapai. Sebuah terapi yang manjur akan menghasilkan benefit yang positif. Sedangkan terapi yang tidak manjur berarti tidak menghasilkan keuntungan (netral) atau bahkan dapat merugikan (benefit yang negatif). Dalam cost benefit analisis, input (biaya) dan output (hasil pengobatan) dikuantifikasi berdasarkan nilai uang. Dengan demikian, akan mudah membandingkan antara intervensi terapetik yang satu dengan yang lain. Sehingga, dapat ditentukan dengan mudah apakah hasil dari sebuah pengobatan (output) sebanding dengan investasi yang di lakukan. Dari analisis ini, dapat diketahui berapa jumlah uang yang pantas/akan dikeluarkan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu keuntungan dalam hal kesehatan. Perhitungan antara cost dan benefit (dalam nilai uang) dapat dilakukan dengan dua cara yakni: 1. Membagi perkiraan benefit dengan perkiraan cost, yang akan memberikan rasio benefit-tocost. Jika rasio ini lebih besar dari 1, berarti pilihan tersebut menguntungkan. 2. Mengurangi nilai benefit dengan nilai cost. Bila hasilnya positif, maka pilihan tersebut memberikan keuntungan. Tabel 1. Dasar pengukuran Cost Benefit Analisis Metode Dasar Pengukuran output Perhitungan antara cost dan benefit Cost Benefit Cost dan benefit diukur dalam satuan yang sama, yaitu uang. Contoh: biaya yang dikeluarkan untuk mencegah kematian, biaya untuk mengurangi tekanan darah, rasa sakit dll. Keuntungan bersih = Keuntungan biaya

Rasio = benefit/cost

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.216 MK : ANSI Keunggulan & Kelemahan dari CBA Memberikan keunggulan dibandingkan analisis lainnya, karena keduanya dinilai dengan uang, mudah dibandingkan. Namun demikian, terdapat kelemahan dari CBA, yaitu sulitnya menterjemahkan suatu output dalam unit uang. Misalkan bagaimana mengukur rasa sakit, hidup manusia, dalam suatu nilai uang? Terdapat dua pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi kelemahan ini:

1. Pendekatan human capital Suatu nilai dari output/keuntungan dianggap sama dengan produktivitas ekonomi yang dapat dihasilkan dari keuntungan tersebut. Sebagai contoh, biaya dari sebuah penyakit, adalah biaya yang diakibatkan karena hilangnya produktivitas berkenaan dengan terjangkitnya penyakit ini. Pendapatan seseorang sebelum dikenakan pajak atau nilai dari kegiatan (pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak) dapat digunakan untuk mengukur nilai suatu cost dan benefit orang tersebut. Contoh kasus: Studi analisis cost dan benefit dari pemberian vaksin meninggococus kepada mahasiswa. Dalam studi ini nilai dari produktivitas mahasiswa diperkirakan mencapai 1 juta dolar. Padahal, nilai moneter ini belum tentu mewakili nilai riil seorang mahasiswa dalam masyarakat. 2. Pendekatan willingness-to-pay /kemauan untuk membayar sejumlah uang Metode pendekatan willingness-to-pay, memperkirakan nilai dari benefit/output kesehatan dengan cara memeperkirakan berapa orang akan membayar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. Sebagai contoh kasus: Jika seseorang mau membayar $100 untuk mengurangi risiko kematian dari 1:1000 menjadi 1:2000, secara teoritis, sebuah hidup manusia bernilai: $ 200.000 didapat dari [$100 / (0.001-0.0005)]. Permasalahan dengan metode ini adalah, apa yang dikatakan seseorang tentang kemauan membayar, belum tentu berkaitan dengan apa yang akan dilakukan mereka. Selain itu, persepsi setiap orang tentang penurunan risiko kematian berbeda-beda, tergantung kondisinya. C. Aplikasi Analisis Cost Benefit Cost benefit analisis dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan: 1. Menyediakan data tentang net monetary outcome (hasil net output dalam bentuk uang) untuk sebuah intervensi medis. Bukan hanya sekedar berfungsi sebagai pembanding antara intervensi yang satu dengan yang lain saja.Net outcome = benefit cost. Atau dalam bentuk ratio benefit/cost

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.216 MK : ANSI 2. Menyediakan data tentang net monetary outcome untuk beberapa intervensi medis. Contoh: Untuk mengontrol diabetes & hipertensi, lebih baik menggunakan diet dan olahraga terlebih dahulu, daripada langsung menggunakan terapi obat. Hal ini dapat dihitung dan dibandingkan. Jadi CBA bisa digunakan untuk membandingkan (dalam satuan uang) alternatif pengobatan yang satu dengan yang lain. 3. Perbandingan langsung secara kuantitatif intervesi medis untuk penyakit yang berbeda Hal ini berguna untuk suatu rumah sakit, agen asuransi, pemerintah, karena budget keuangannya sering kali terbatas. Jadi, sebuah intervensi medis diharapkan dapat memberikan dampak kesehatan yang besar. Misalnya: Perlukah sebuah rumah sakit melakukan program edukasi untuk medidik masyarakat tentang bahaya keracunan pestisida? Ataukan lebih baik dana tersebut digunakan untuk membeli alat diagnostik yang baru? Dalam mengambil keputusan, CBA berperan sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan, dengan mempertimbangkan faktor terkait lainnya.

D. Contoh Perhitungan analisis cost-benefit 1) Sebuah RS ingin membandingkan obat yang akan diberikan pada pasien dalam mengatasi hipertensi, analisis cost benefit menunjukkan hasil sebagai berikut: Total Cost Total Benefit Benefit: Cost Net benefit Obat A 90.000 120.000 120.000/90.000 = 1.33 120.000-90.000 = 30.000 Obat B 100.000 135.000 135.000/100.000 = 1.35 135.000-100.000 = 35.000

Dari perhitungan diatas, keduanya memberikan rasio benefit:cost > 1 dan net benefit yang positif. Namun Obat B memberikan keuntungan lebih dibandingkan Obat A. 2) Analisis pemberian vaksinasi influenza secara cuma-cuma pada seluruh orang dewasa. Pemerintah ingin mengetahui: perlukah flu vaksin diberikan secara cuma-cuma kepada setiap orang? Analisis Cost benefit membandingkan total biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan program vaksin flu dengan keuntungan yang didapat, misal: menurunnya kasus influenza. Namun demikian ada kekurangan dari CBA, yaitu dalam contoh vaksin flu, keuntungan dari pemberian vaksin flu sulit untuk diterjemahkan dalam bentuk uang.

NAMA : MELGI SAPUTRA DWI NANDA NPM : 11.10.031.802.216 MK : ANSI Keuntungan tersebut berupa: - Efek vaksin terhadap berkurangnya hari kerja karena gejala flu - Efek vaksin terhadap berkurangnya efektifitas/ kinerja seseorang karena gejala flu - Efek vaksin terhadap jumlah kunjungan ke praktisi kesehatan Dari hasil penelitian, didapatkan hasil: Biaya untuk vaksin flu& administrasinya: $43.07. Benefit/keuntungan yg didapat: meningkatkan hari aktif kerja sebanyak 18%, meningkatkan efektifitas kerja sebanyak 18% mengurangi hari kunjungan ke praktisi kesehatan sebanyak 13%. Dapat disimpulkan, melalui cost benefit analisis, vaksin flu memberikan keuntungan. Kelemahan dari analisis ini: Menurunnya prokduktifitas kerja, atau meliburkan diri karena harus beristirahat berbeda antara satu dengan yg lain. Dampak flu terhadap orang dewasa, orang tua, anakanak akan sangat berbeda. Dengan demikian, CBA penggunaannya luas dengan syarat benefit dapat dihitung dengan uang.