P. 1
Defisiensi Kompleks Prothrombin Didapat

Defisiensi Kompleks Prothrombin Didapat

|Views: 65|Likes:
Dipublikasikan oleh Chindia Bunga

More info:

Published by: Chindia Bunga on Jun 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

Defisiensi Kompleks Prothrombin Didapat (DKPD) Dengan Perdarahan Intrakranial

Defisiensi kompleks prothrombin didapat (DKDP) atau acquired Prothrombin Complex Deficiency (APCD) adalah bentuk lanjut dari VKDB dan disebut juga sebagai defisiensi kompleks prothrombin sekunder. Etiologi penyakit ini adalah defisiensi vitamin K yang dialami oleh bayi karena : (I) Rendahnya kadar vitamin K dalam plasma dan cadangan di hati, (2) Rendahnya kadar vitamin K dalam ASI, (3) Tidak mendapat injeksi vitamin K 1 pada saat baru lahir. Vitamin K ini berperan dalam kaskade pembekuan darah.

Semua neonatus dalam 48-72 jam setelah kelahiran secara fisiologis memiliki kadar faktor koagulasiyang bergantung vitamin K (faktor II, VII, IX dan X) yang rendah yang akan berlangsung normal pada usia 7-10 hari. Keadaan ini disebabkan oleh kurangnya vitamin K pada ibu dan tidak adanya flora normal usus yang mensintesis vitamin K. Defisiensi faktor koagulasi tersebut dapat menyebabkan perdarahan spontan.

Perdarahan intrakranial merupakan 80-90% manifestasi klinis dari DKDP dan menyebabkan mortalitas (10-25%) dan kecacatan yang cukup tinggi (40-65%). APCD terjadi mulai usia 8hari-6 bulan, dengan insiden tertinggi usia 3-8 minggu.

Diagnosis Anamnesis Bayi kecil (usia 1-6 bulan) yang sebelumnya sehat, tiba-tiba tampak pucat, malas minum, lemah, banyak tidur.

2. Peningkatan tekanan intrakranial: UUB menonjol.- Minum ASI tidak mendapat vitamin K1 saat lahir. paresis nervus kranialis Pemeriksaan penunjang Darah perifer lengkap: anemia berat dengan jumlah trombosit normal Pemeriksaan PT memanjang dan APTT dapat normal atau memanjang USG kepala/CT scan kepala: perdarahan intrakranial Pada bayi bila dijumpai gejala: kejang fokal. papil edema Defisit neurologi: kejang fokal. Transfusi fresh Frozen Plasma 10-15 ml/kg/BB . Berikan tatalaksana pasien seperti APCD sampai terbukti bukan. penurunan kesadaran. Kejang fokal. deisertai ubun-ubun besar yang menonjol perlu dipikirkan pertama kali adalah APCD. Pemeriksaan fisis Pucat tanpa perdarahan yang nyata. Tatalaksana Medikamentosa Tatalaksana perdarahan: 1. Vitamin K1 1mg IM selama3 hari berturut. pucat. hemiparesis.

menekan struktur penting (batang otak). Konsultasi ke bedah syaraf untuk tindakan operatif tergantung seberapa besar perdarahan yang terjadi dan defisit neurologis yang timbul. 1991:17:5-9. Transfusi PRC sesuai kadar hemoglobin 4. Manitol 0. pola napas. Isarangkura P. Pemantauan Evaluasi GCS. Tatalaksana kejang dan peningkatan tekanan intrakranial. Monitor balans cairan dan elektrolit Konsultasi ke departemen rehabilitasi medis jika pasien stabil untuk mobilisasi bertahap. Kriteria PDVK yang memerlukan tindakan operatif yaitu volume perdarahan yang luas.51 gr/kgBB/kali atau furosemid 1 mg/kgBB/ kali dapat diberikan untuk menurunkan tekanan interakranial. Perlu pemantauan yang ketat untuk terjadinya syok atau perdarahan yang bertambah. mencegah spastisitas.3. . dan kontraktur. Vitamin K prophylaxis in newborn babies. dan adanya sumbatan aliran liquor serebrospinalis akibat perdarahan. J Paediatr Obstet Gynecol. Monitor tumbuh kembang Pencegahan Injeksi vitamin K1 dengan dosis 1 mg IM pada semua bayi baru lahir. ubun-ubun besar dan kejang. Kepustakaan 1. reflek okulosefalik.

In pers.2. Thromb Haemost. HTA Indonesia 2003. Kries R. ISTH Paediatric/Perinatal Subcommitee International Society on Thrombosis and Haemostasis. Sutor AH. Paediatrics. Cornelissen EA. American academy of Paediatric. 3. Bllod reviews. Controversies concerning vitamin K and the newborn. Departemen Kesehatan RI. Pemberian profilaksis vitamin K pada bayi baru lahir. 1999: 81:456-61. Andrew M. . Shearer MJ.191-2. 4. Commitee on fetus and newborn. 5. Mc Ninch AW. 2003: 112. Vitamin K deficiency bleeding (VKDB) in infancy. Review: Vitamin K deficiency bleeding (VKDB) in early infancy.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->