Anda di halaman 1dari 39

SIKLUS SEL

Dwi Anita Suryandari & Yurnadi


Departemen Biologi Kedokteran FKUI

Nuclear Lamina (Lamin)
Pembelahan sel : Mitosis
Diperlukan untuk tumbuh, regenerasi, dan
reproduksi
Dikoordinasi/diselaraskan dengan
pertumbuhan dan replikasi DNA menjadi sel
baru yang mempunyai genotip identik dengan
sel induk dan masa sel dari masa sel induk
Sel mengalami siklus: periode yang
diperlukan atau dialami sel hasil pembelahan
sebelumnya sampai terbentuk sel generasi
berikutnya.











Mitosis
Mekanisme pembelahan sel somatis secara
normal dan menghasilkan 2 sel anak
dengan jumlah kromosom/materi genetik
yang sama (identik)
Tujuan Mitosis :
Memperbanyak sel (manusia 10
14
sel)
Tumbuh dan berkembang
Mengganti sel yang rusak (Penyembuhan
luka)
Regenerasi
Membentuk individu baru C individu
bersel tunggal

Satu siklus sel terdiri dari beberapa fase
yang sangat terkoordinasi antara satu
fase dengan fase yang lain :
-pertumbuhan sel
-Replikasi DNA
-Duplikasi kromosom dan distribusinya
ke sel baru
-Pembelahan sel/sitokinesis/cleavage
PROKARIOTA :
Pertumbuhan dan replikasi DNA terjadi sepanjang
siklus sel (tidak ada stadium siklus sel), duplikasi
kromosom dan distribusinya ke sel generasi
berikutnya dilakukan melalui asosiasi kromosom
dengan membran sel pada waktu segmentasi sel.

EUKARIOTA:
Tiap fase merupakan satu periode siklus sel.
Pengaturan siklus sel dipengaruhi o/ growth
factor sehingga pembelahan dan proliferasi sel
disesuaikan dengan kebutuhan fisiologi (u/
homeostatis)
Fase Siklus Sel
1. Mitosis/Meiosis
2. Interfase
INTERFASE :
Interval antara akhir
mitosis hingga dimulai
mitosis berikutnya.
95% waktu siklus sel
Bervariasi pada setiap
jenis sel.
Dipengaruhi oleh faktor
eksternal : hormon dan
growth factor
INTERFASE terdiri dari :
Fase G-1 (GAP-1) : interval antara akhir M dan permulaan S-
persiapan memasuki fase S, sel dalam keadaan aktif melakukan
biosintesis untuk pertumbuhan sel selain replikasi DNA. Pada
akhir fase S masa sel menjadi 2x sel awal. Fase G1 bervariasi
pada setiap jenis sel.
Fase S (SINTESIS): Sel mensintesis DNA dengan replikasi
DNA nukleus menjadi 2 x mula-mula pada akhir fase S.
Fase G2 (GAP 2): interval antara akhir fase S dan awal
mitosis (fase M) persiapan memasuki fase M, sel
mempersiapkan perangkat untuk mitosis seperti bosintesis
histon dan tubulin.
Siklus sel tanpa fase G1 & G2 adalah perkembangan zygot
menjadi blastosis. Siklus sel hanya terdiri dari fase M & S
menghasilkan sel ukuran lebih kecil (1/2 ukuran sel awal).
Siklus Sel & Mitosis













Gambaran Sel Dalam Interfase
Membran nukleus terlihat jelas
Di dalam nukleus terlihat kromatin yang
berstruktur halus seperti jala & kelak
akan menjadi kromosom
Terlihat 1 atau lebih bulatan kecil
Nukleolus
Di dalam sitoplasma terlihat bulatan
Sentrosoma & didalamnya terdapat 2
titik Sentriol

Fase MITOSIS :
Fase M meliputi proses reorganisasi intrasel secara intensif,
melibatkan banyak sekali protein yang difosforilasi dan
konsumsi ATP/GTP meningkat.
Fosforilasi protein pada fase M diperlukan untuk perubahan
struktur seluler seperti :
-kondensasi kromosom
-Lisis membran sel
-Fragmentasi RE dan AG
-Transformasi sitoskeleton yang akan mensegregasi
kromosom & pemisahan sel
-Berkurangnya daya adhesi sel ke sel atau matriks
ekstraseluler di sekitarnya.











Mitosis Dapat Dipelajari Secara :
Hidup C mikroskop fasekontras
Mati C akar bawang yang diwarnai
dengan hematoxylin (mikroskop cahaya)

Tahap
2
Pada Pembelahan Mitosis :

Kariokinesis : pembelahan materi
hereditas (dalam inti).
Profase
Metafase
Anafase

Sitokinesis : pembelahan sitoplasma
Telofase











Profase :
* Kromosom terlihat sebagai benang
panjang (kromatid/sister kromatid) yang
kemudian menjadi pendek & tebal karena
mengalami spiralisasi (Coiling)
+ Kromosom terlihat ganda, kecuali pada
kinetochor/sentromer (bukti terjadi
replikasi kromatid pada interfase)
4 Membran inti & nukleolus mulai hilang
^ Sentriol pada sitoplasma membelah
menjadi 2 & bergerak ke kutub berlawanan
membentuk benang
2
spindel (mikrotubul)

3 spindel yang berperan dalam mitosis :
1. Polar mycrotubulus : mengadakan overlap
pada bagian tengah (mid point) sel, berfungsi
mendorong sentriol ke ujung-ujung sel.
2. Kinetochore mycrotubulus : mengikat
kromosom pada kinetokor yang terbentuk
pada sentrosom kromosom yang mengalami
duplikasi.
3. Astral mycrotubulus : keluar dan mengarah ke
segala jurusan dari sentriol (aster)
membentuk sitoskeleton yang menentukan
morfologi sel.










Metafase

* Spiralisasi kromosom semakin sempurna
sehingga kromosom menjadi pendek &
terlihat tebal

+ Terdapat 3 proses kegiatan :
1. Distribusi : Kromosom menyebar ke
perifer
2. Kongregasi : Kromosom bergerak &
berkumpul di ekuatorial (kinetochor
menempel pada dinding ekuatorial)
3. Orientasi : Kinetochor melekatkan diri
pada benang
2
spindel
4 Stadium terbaik untuk menghitung & analisis
kromosom










Anafase
* Sentromer/kinetokor membelah menjadi 2
+ Kromatid tunggal bergerak ke kutub
berlawanan akibat tarikan benang
2
spindel C
Daughter Chromosome

Telofase
Kromatid tunggal sampai di kutub masing
2

Membran inti terbentuk kembali di sekitar
kromatin, nukleus, nukleolus mulai tampak
Kromatid terurai kembali menjadi panjang
& tipis membentuk kromatin halus
Sitokinesis berlangsung sehingga
dihasilkan 2 sel anak yang identik
(Furrowing)
SITOKINESIS :
Sitokinesis melalui proses yang disebut
cleavage yang dibentuk cincin kontraktil
yang membagi sel menjadi 2 bagian.
Cincin kontraktil terdiri dari aktin dan miosin
yang berasosiasi dengan membran plasma
yang berbatasan dengan sitoplasma.
Cleavage biasanya akan menghasilkan 2 sel
baru yang identik dan simetri.











Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Mitosis :
Tergantung pada Suhu,
_ Bakteri dalam suhu & nutrisi yang
baik dapat membelah menjadi 2 sel
(5-20 menit)
_ Kultur sel hewan dari profase-
telofase (+ 1 jam)
_ Tumbuhan Tradescantia pd suhu 45
0
c
(30 menit); 25
0
C (75 menit).
Metafase & anafase C waktunya paling
pendek
Profase & telofase C waktunya lebih
panjang.












Pengatur (Pengontrol) Siklus Sel :
I. Maturation Promoting Factor (MPF)
II. Start Point : START (Saat masuk fase S)

MPF : C suatu protein kompleks yang terdiri
dari 2 sub unit :
cdc2 C Cdc terdapat dalam bentuk inaktif
pada interfase, dapat diaktifkan oleh
cyclin selama mitosis & fosforilasi
ser dan thre
cyclin C protein yang disintesis selama
interfase dan didegradasi selama
mitosis (M & G-cyclin).
Cyclin bergabung dengan Cdc-P
(inaktif), kompleks Cdc-
cyclin menfosforilasi protein
target. Sehingga terjadi :
- kondensasi kromosom
- Fragmentasi membran
nukleus/lamin
- Perubahan sel hingga siap
mitosis
- assembly membran inti
pada waktu interfase.
Nuklear Lamin :
Menentukan
keberadaan membran
inti
Lamin A, B1,2, C. (60-
70.000) C Filamen
intermedie
Lamin B, afinitas
tinggi terhadap
membran inti Lamin A
& C terikat pada lamin
B , memediasi
interaksi antara
nuclear lamina
dengan kromatin
Pada interfase, ke-3
lamin ini terletak pada
permukan dalam
membran inti












Pembentukan MPF :

Selama siklus sel, Cdc inaktif.
Aktivasinya mesti dikombinasi dengan M-cyclin
yang akan membentuk kompleks pre- MPF

pre-MPF mengaktifkan MPF dipicu oleh
defosforilasi gugus Thr 14 dan Tyr 15 oleh
protein fosfatase (Cdk 25)

MPF menginisiasi mitosis dengan membentuk
aparatus spindel, dll.

inaktivasi MPF melibatkan enzim pendegradasi
cyclin (proteolitik) sehingga cyclin dapat
disintesis lagi untuk inisiasi siklus sel berikut
Kontrol Siklus Sel
M- cyclin ,
bergabung dengan
Cdc-P pada fase
G2, diperlukan
untuk masuk fase
M

G1-cyclin,
bergabung dengan
Cdc-P pada fase
G1, diperlukan
untuk masuk ke
fase S.













Degradasi cyclin berperan dalam finalisasi
proses mitosis

Jika cyclin mengalami delesi/mutasi dan
tidak dapat didegradasi Cdk, sehingga
cyclin resisten terhadap degradasi maka
siklus sel terus dipertahankan, akibatnya
pembelahan sel menjadi tidak terkontrol
(kelainan)


Cdk Cyclin in Cycles











II. Start Point : START (saat masuk fase S)

Kontrol ini melibatkan protein Cdc yang
membentuk kompleks dengan G-cyclin yang
disintesis pada G1.

Sintesis G-cyclin dipengaruhi oleh :
Nutrisi/makanan
Hormon
Growth factor

Sel yang kekurangan makanan tidak dapat
masuk ke interfase (START) untuk memulai
replikasi DNA (masuk ke Go).
Kontrol Siklus Sel











PENGATURAN DAN KONTROL SIKLUS SEL

Interfase C stadium antara mitosis (3 periode)
Gap 1 (G1) C Periode sebelum sintesis DNA (10 jam)
Sintesis (S) C Periode sintesis DNA/replikasi DNA &
replikasi kromatid dari kromosom
(8 jam)
Gap 2 (G2) C Periode sintesis histon, tubulin, dll. &
siap bermitosis (5 jam) C Pramitosis

Pd interfase C sentriol dalam sentrosom membelah
C organel dalam sitoplasma yang memulai
pembelahan sentrosom & mengatur komponen
(aparatus) mitotik (aster, spindel, traction fiber)
Peran MPF Pada Sel











Kelainan Pada Mitosis :

1. Endomitosis : Kariokinesis (+), Sitokinesis (-)
2. Poliploid (2n 4n)

3. Non disjunction
a. Normal = Diploid (2n=4 kromosom)
b. abnormal = Aneuploid (2n-1 atau
2n+1)

4. Kromosom Iso : Pembelahan sentromer
abnormal
5. Mitosis tak terkendali : Kanker













Lama Waktu G1, S, dan G2 Pada Beberapa Hewan


G1 S G2 M

Mammalia 8 6 4,5 1 jam
Embrio - 3,6 dtk
Sea Urchin - 15 dtk 20 dtk 40 dtk














MEIOSIS :

1. Pembelahan pada sel germinal dalam alat
2

reproduksi
2. Dari 1 sel kelamin diploid dihasilkan 4 sel kelamin
haploid yang memiliki jumlah kromosom dari
kromosom induk (46 23) : Pembelahan
Reduksi

Tujuan Meiosis :
C Mendapatkan individu yang memiliki jumlah
kromosom normal (46) yang berasal dari ayah
dan ibu












Tingkatan Meiosis :
* Meiosis pertama (I) C terjadi pembelahan reduksi
+ Meiosis kedua (II) C prosesnya = mitosis biasa,
(Mitotik Meiosis)
* Meiosis I
1. Profase I C 5 subtadia (Leptoten, Zigoten, Pakhiten,
2. Metafase I Diploten, Diakinesis)
3. Anafase I
4. Telofase I
+ Meiosis II
1. Profase II 2. Metafase II
3. Anafase II 3. Telofase II
Meiosis
Profase Meiosis I