Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang.

Tidak ada yang salah dengan manusia yang mencoba memanfaatkan alam untuk mendukung kehidupan mereka karena memang alam diciptakan untuk mendukung kehidupan manusia. Akan tetapi, pemanfaatan alam menjadi hal yang salah ketika pemanfaatan alam tidak diimbangi dengan pelestarian lingkungan terlebih dengan fakta bahwa perkembangan teknologi yang kian hari kian pesat dan menjadi tumpuan kehidupan bagi banyak manusia modern rupanya merupakan salah satu faktor yang menggerus alam dalam waktu yang tidak begitu lama. Masalah lingkungan merupakan isu nyata yang sudah menjadi perbincangan ramai dalam Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diadakan di Stockholm, Swedia 15 Juni 1972. Di tahun yang sama pada tanggal 15-18 Mei, Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas Pajajaran membahas isu mengenai masalah lingkungan hidup untuk pertama kalinya di Indonesia. Kenyataan mengenai laju pertumbuhan populasi penduduk yang kian tahun kian meningkat merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam masalah lingkungan. Pertumbuhan penduduk membuat pembangunan dan industri semakin diperlukan sementara itu pembangunan dan industri juga memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan yang kemudian akan berimbas kepada manusia.

B. Tujuan pembahasan. Adapun tujuan untuk membahas pembahasan ini adalah: 1. Untuk mengetahui maksud dari isu lingkungan lokal. 2. Untuk mengetahui dampak dari isu lingkungan lokal. 3. Untuk mengetahui maksud dari isu lingkungan Nasional.

BAB II PEMBAHASAN

1. ISU LINGKUNGAN LOKAL. Isu lingkungan lokal merupakan hal yang sangat mudah dilihat bahwa Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah terhadap isu lingkungan terutama masyarakatnya yang kebanyakan masih terlalu terfokus pada usaha untuk bertahan hidup dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak secara ekonomi sehingga mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkan uang lebih meskipun hal ini berarti mereka harus mengancam lingkungan dan alam. Kegiatan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan kini masyarakat mulai merasakan imbas atas apa yang mereka lakukan terhadap alam. Berbagai macam isu lingkungan muncul di berbagai wilayah di Indonesia dan tentu saja banyak masyarakat yang merasakan derita baik secara langsung maupun tidak langsung atas kerusakan alam yang terjadi di wilayah mereka. Boleh saja kita tidak memberikan tanggapan serius terhadap isu lingkungan global seperti kerusakan lapisan ozon karena pada dasarnya daerah yang terimbas pertama kali bukan Indonesia melainkan kutub bumi meskipun kemudian tentu ada imbas besar yang

akan dirasakan oleh rakyat Indonesia. Kini, banyak peristiwa yang membawa derita yang harus dialami oleh banyak orang di daerah asalnya masing-masing dan hal ini terjadi bukan tanpa sebab yang berkaitan dengan ulah manusia terhadap alam. Saat ini masalah lingkungan cukup sering diperbincangkan. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa lapisan ozon kini semakin menipis. Dengan terus menipisnya lapisan itu, sangat dikhawatirkan bila lapisan itu tidak ada atau menghilang sama sekali dari alam semesta ini. Tanpa lapisan ozon sangat banyak akibat negatif yang akan menimpa makhluk hidup di muka bumi ini, antara lain: penyakit-penyakit akan menyebar secara menjadi-jadi, cuaca tidak menentu, pemanasan global, bahkan hilangnya suatu daerah karena akan mencairnya es yang ada di kutub Utara dan Selatan. Jagat raya hanya tinggal menunggu masa kehancurannya saja. Memang banyak cara yang harus dipilih untuk mengatasi masalah ini. Para ilmuwan memberikan berbagai masukan untuk mengatasi masalah ini sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Para sastrawan pun tak ketinggalan untuk berperan serta dalam menanggulangi masalah yang telah santer belakangan ini. 2. CONTOH DAN DAMPAK ISU LINGKUNGAN LOKAL. Ada banyak berita mengenai dampak lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya Aceh yang terkenal dengan potensi alam dan potensi wisata alam kini keadaanya sangat memprihatinkan. Kerusakan lingkungan sudah menjadi pemandangan biasa dimana-mana. Eksploitasi tambang yang berlebihan, perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, kebakaran hutan serta sejumlah isu lingkungan lainnya dituding menjadi penyebab utama. Aceh sendiri tidak lepas dari akibat kerusakan lingkungan tersebut. Berikut beberapa isu lingkungan di Aceh : a. Kebakaran Hutan Di Aceh Proses kebakaran hutan dapat terjadi karena proses alami atau ulah dari manusia. Kebakaran oleh ulah manusia biasanya bermaksud untuk pembukaan
4

lahan untuk perkebunan. Manusia dengan sengaja membakar hutan supaya memudahkan proses clearing. Di Aceh selama beberapa tahun terakhir sering terjadi kebakaran hutan, Lokasi kebakaran lahan berada di Aceh. Kejadian ini berlangsung sporadis dan dalam waktu yang hampir bersamaan di setiap lokasi. Pemicu kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan pertanian. Dampak kebakaran hutan. Dampak dari pembakaran hutan adalah memberikan kontribusi CO2 diudara, hilangnya keanekaragaman hayati, ekonomi hasil hutan dan Asap. Asap yang dihasilkan dapat menganggu kesehatan (system pernafasan) dan dapat mengganggu aktivitas lainnya seperti penerbangan. Dampak asap ini tidak hanya bersifat local akan tetapi bisa berdampak pada Negara lain.Contoh kebakaran hutan asapnya sampai ke Negara singapura dan Malaysia. b. Sampah di Perkotaan dan di Pemukiman. Sampah - sampah di perkotaan dan di pemukiman sudah sangat meresahkan warga dikarenakan tempat pembuangannya yang belum juga tertata rapi dengan bau yang sangat menggangu serta masih kurang nya kesadaran masyrakat akan sampah, membuat masyrakat membuang sampah tidak pada tempatnya, contoh : sungai, parit, tepi jalan. Dampak negatif sampah : - Dampak terhadap Kesehatan. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjadi sumber penyebaran penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah terjangkitnya penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat

bercampur air minum, penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. - Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampaknya akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. c. Kekeringan Kekeringan adalah kekurang air yang terjadi akibat sumber air tidak dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia atau mahluk hidup lainnya. Dampak kekeringan : Dampak dari kekeringan bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan, keterancaman pangan. d. Banjir Di Aceh tiga kabupaten yaitu aceh selatan, aceh singkil dan simeuleu terendam banjir sedalam 2,5 m. penyebab banjir didaerah tersebut karena adanya tekanan rendah disebelah barat laut Aceh disekitar Samudera Hindia yang menyebabkan cuaca ekstrim di Aceh. Banjir merupakan fenomena alam ketika sungai tidak dapat menampung limpaan air hujan karena proses infiltrasi mengalmi penurunan.Hal tersebut terjadi karena daerah hijau sebagai penahan larian air hujan berkurang. Dampak banjir :

Dampak dari banjir menyebabkan gangguan kesehatan, keterkendalaan kegiatan aktivitas manusia, penurunan produktivitas. Dampak banjir merupakan dampak lokal, akan tetapi bisa juga menjadi skala nasional seperti banjir dijakarta yang menghambat aktivitas nasional karena bandara terisolasi. e. Longsor Longsor yang terjadi di Aceh tengah menyebabkan terkurungnya ribuan warga kecamatan Rusip Antara. Longsor adalah terkikisnya daratan oleh air lairan (run off) karena penahan air larian (daerah hijau) berkurang.

Dampak longsor : Dampak dari longsor bisa berdampak terjadinya kerusakan tempat tinggal atau tempat kegiatan aktivitas seperti ladang, sawah dan juga bisa menganggu transportasi kegiatan perekonomian. Dampaknya sangat dirasakan bagi daerah lokal dan ada kemungkinan berantai kedaerah lainnya. f. Erosi Pantai ( Abrasi ). Erosi di kawasan Ujong Mangki Kecamatan Bakongan dan Ujong Pulo Rayek kecamatan Bakongan Timur Kabupaten aceh selatan kian meluas, bahkan rumah warga yang berada di pesisir pantai mulai terkikis ombak. Erosi adalah terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang air laut. Erosi ini terjadi karena kurangnya vegetasi seperti bakau yang biasa tumbuh di bibir pantai. Kurangnya vegetasi ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kelestarian pantai. Dampak erosi pantai : Dampak erosi pantai berdampak lokal dan dapat menyebabkan kerusakan tempat tinggal, dan hilang potensi ekonomi seperti kegiatan pariwisata. g. Intrusi Air Laut

Masuknya air laut (asin) mengisi ruang bawah tanah akibat air tanah telah banyak digunakan oleh manusia dan tidak adanya tahanan intrusi air laut seperti kawasan mangrove. Dampak intrusi air laut : Dampak dari intrusi air laut adalah terjadinya kekurangan stok air tawar, menganggu kesehatan. h. Penebangan Liar Hutan Jika hutan itu terbuka dalam hamparan yang luas seperti pasca eksploitasi HPH, penebangan hutan, dengan kerapatan dibawah 50 persen maka akan mudah terbakar. Akibatnya dedaunan busuk dengan humus yang tebal, ranting dan dahan yang kering lekang sehingga dengan pemantik kecil saja kawasan ini segera terbakar. Keadaan hutan yang sudah longgar, pohon-pohon besar dan kecil ditebang dan tidak ada regenerasi berdampak pada perairan terutama anak-anak sungai akan banjir besar dan menerima debit air yang melebihi kapasitas normal. Sungai yang dahulunya tidak bisa meluap dan begitu bersahabat sekarang sebaliknya, seperti banjir di beberapa Kabupaten di Aceh. Sedangkan di musim kemarau persediaan air sangat kurang. Fakta di atas menunjukkan bahwa kawasan hutan bukit dan pegunungan sudah kurang fungsinya sebagai penahan air agar secara perlahan-lahan mengalir ke muara sungai. Yang kita khawatirkan jika musim hujan tiba dengan curah hujan sangat tinggi yang merupakan siklus sepuluh tahunan maka air akan tertumpuk di daerah muara. i. Pengerukan Tanah Berlebihan Mengeruk tanah di perbukitan dan tidak menanam pohon sebagai penyangga tanah tersebut tentu merupakan bencana yang bisa membahayakan masyarakat yang bermukim di bawah bukit tersebut, di kota Singkawang sendiri telah banyak di temukan bukit-bukit yang tanahnya sudah siap mendatangkan bencana seperti bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin puting

beliung, dan lain sebagainya. Bencana itu disebabkan oleh keserakahan dan kepongahan manusia yang senantiasa mengeksploitasi hutan demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Anehnya justru mereka tidak pernah peduli atas akibat yang ditimbulkannya. j. Pencemaran Limbah Industry. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup adalah : masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran terjadi akibat pengelolaan limbah industri yang tidak baik dan benar. Dampak dari pencemaran adalah gangguan kesehatan, penurunan kualitas lingkungan dan dapat menurunkan produktivitas. Dampak pencemaran limbah industry : Dampak dari pencemaran limbah industri ini bisa berskala nasional karena pencemaran bisa terjadi dibadan perairan mengalir atau udara sehingga dampaknya tidak hanya satu daerah tetapi dirasakan oleh daerah lain. 3. ISU LINGKUNGAN NASIONAL Di Indonesia, tonggak sejarah masalah lingkungan hidup dimulai dengan diselenggarakannya Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas Pajajaran Bandung pada tanggal 15 18 Mei 1972. Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air),

kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat). Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya. Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan. Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Masalah lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negaranegara maju ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita semua. Keadaan ini ternyata menyebabkan kita betpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas. Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner.
10

Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit. Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan. Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut, tanah dan hutan yaitu sebagai berikut: 1) Pencemaran Sungai dan laut Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor industri dan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik. 2) Pencemaran Tanah Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanah menjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat disebabkan oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna. 3) Pencemaran Hutan Hutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak terkendali dengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya

11

penebangan secara liar. Jika kegiatan tersebut dilakukan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan penggundulan hutanMenurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja. Adapun permasalahan lingkungan yang sedang dihadapi di Indonesia dengan penyebab dan dampak lingkungan Nasional yaitu : - Kebaran Hutan : Proses kebakaran hutan dapat terjadi dengan alami atau ulah manusia . kebakaran oleh manusia biasanya karena bermaksut pembukaan lahan untuk perkembunan. Dampaknya: memeberi kontribusi CO2 di udara, hilangnya keaneragaman hayati, asap yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan dan asapnya bisa berdampak kenegra lain. Tidak hanya pada local namun ke negra tetanggapun juga terkena. - Pencemaran minyak lepas pantai : hasil ekploitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan minyak bumi. Pencemaran minyak lepas pantai diakibatkan oleh sistem penampungan yang bocor atau kapal tenggelam yang menyebankan lepasnya minyak ke perairan. Dampak : mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung gelombang air laut. Dapat berdampak kebeberapa negara, akibatnya tertutupnya lapisan permukaan laut yang menyebabkan penetrasi matahari berkurng menyebabkan fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen, dan dapat menyebabkan kematian organisme laut.

12

BAB III KESIMPULAN

Dari wacana di atas dapat disimpulkan penyebab dan dampak lingkungan lokal : - Kekeringan : kekeringan adalah kekurangan air yang terjadi akibat sumber air tidak dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Dampak: menyebabkan ganggungan kesehatan, keterancaman pangan. - Banjir : merupakan fenomena alam ketika sungai tidak dapat menampung limpahan air hujan karena proses influasi mengalami penurunan. Itu semua dapat terjadi karena hijauan penahan air larian berkurang. Dampak: ganggungan kesehatan, penyakit kulit, aktivitas manusia terhambat, penurunan produktifitas pangan, dll. - Longsor : adalah terkikisnya daratan oleh air larian karena penahan air berkurang. Dampaknya : terjadi kerusakan tempat tinggal, ladang, sawah, mengganggu perekonomian dan kegiatan transportasi

13

- Erosi pantai : terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang air laut. Dampak : menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan hilangnya potensi ekonomi seperti kegiatan pariwisata. - Instrusi Air Laut : air laut (asin) mengisi ruang bawah tanah telah banyak digunakan oleh manusia dan tidak adanya tahanan instrusi air laut seperti kawasan mangrove. Dampaknya: terjadinya kekurangan stok air tawar, dan mengganggu kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

basahona

sumanto,

2010.

10

isu

lingkungan.

http://sumantobasahona.blogspot.com/2010/12/10-isulingkungan.html diakses 26 Mei 2012 http://humairahworld.wordpress.com/2011/02/12/isu-lingkungan/, diakses 26 Mei 2012 kamil ridwan, 2012. Isu lingkungan lokal.

http://jujubandung.wordpress.com/2012/10/18/isu-lingkungan-lokal/ diakses 26 Mei 2012 Sutrisno adi, 2013. Identifikasi Penyebab Dan Dampak Permasalahan Lokal, Nasional, Maupun Global.

Lingkunganbaik

http://bidangkeilmuanfisika.wordpress.com/2013/03/04/adisutrisnobu dakketapang/ diakses 26 Mei 2012 kamil ridwan, 2012. Isu lingkungan lokal.

http://jujubandung.wordpress.com/2012/10/18/isu-lingkungan-lokal/ diakses 26 Mei 2012


14

15

Anda mungkin juga menyukai