Anda di halaman 1dari 35

Oxytocin Regimen for Labor Augmentation, Labor Progression, and Perinatal Outcomes

Pembimbing : dr.Iqbal, Sp.OG

Latar Belakang
Oksitosin sebagai salah satu tata laksana yang paling sering digunakan di obstetri. The Institute for Safe Medication Practices menandakan oksitosin sebagai high-alert medication, karena penggunaannya yang sering terutama dengan dosis tinggi menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Studi sebelumnya: Oksitosin dosis tinggi untuk tambahan kelahiran berhubungan dengan penurunan angka persalinan SC dan pemendekan kala I dengan tidak memberikan resiko terhadap ibu atau perinatal.

Data studi sebelumnya berasal dari 5 benua dan dari tahun 1987-2004. Belum ada data yang spesifik di US dan yang terbaru

Tujuan
Memeriksa efek dan keamanan dari rejimen oksitosin dosis tinggi (dibandingkan dengan dosis rendah) untuk augmentasi persalinan pada dampak perinatal.

Metode : Desain Studi


Data diambil dari Consortium pada kelahiran yang selamat dengan menggunakan studi retrospektif observasional. Diselenggarakan oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, National Institutes of Health, di dalam kolaborasi dengan 12 institut di United States.

Populasi
Total 73,628 wanita dari 6 rumah sakit yang memiliki data memenuhi syarat untuk di analisis.
Karakteristik demografis ibu Rekam medis Riwayat reproduksi dan prenatal Kesimpulan persalinan dan kelahiran Informasi postpartum dan bayi baru lahir Data rejimen, dosis awal dan kenaikan dosis oksitosin secara bertahap

Kriteria Inklusi
Kehamilan tunggal Partus spontan hidup Tidak ada riwayat SC sebelumnya Tidak ada anomali kongenital. Wanita hamil yang menggunakan dosis awal pemakaian oksitosin dan dosis tambahan 1, 2, 4 mu/s sebelum kelahiran Presentasi kepala. Usia kehamilan 37-40 minggu

Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis berjumlah 15,054 wanita

Data Yang Diambil


Informasi detail didapatkan dari electronic medical record dari 6 rumah sakit

Hasil
Oxytocin tidak mempengaruhi laju persalinan SC atau dampak perinatal lainnya Dibandingkan dengan 1 milliunit/min, rejimen yang dimulai dengan 2 milliunits/min dan 4 milliunits/min mempersingkat durasi kala I selama 0.8 jam (95% CI 0.51.1) dan1.3 jam (1.0 1.7), khususnya pada multipara. Tidak ada efek pada kala II, pola yang sama ditemukan pada multipara Oksitosin dosis tinggi pada multipara berhubungan dengan menurunnya resiko meconium stain, chorioamnionitis, dan demam neonatus.

Kesimpulan
Rejimen oksitosin dosis tinggi (mulai pada dosis 4 milliunits/min dan increment of 4 millliunits/ min) berhubungan dengan durasi yang lebih pendek pada persalinan kala I dari semua persalinan tanpa meningkatkan laju persalinan SC atau memberikan dampak pada perinatal.

PICO
P
I C
Problem Apakah rejimen oksitosin dosis tinggi (dibandingkan dengan dosis rendah) mempengaruhi laju persalinan SC dan dampak perinatal lainnya?

Intervention Pemberian oksitosin 2 miliunit/min, dan 4 miliunit/min

Control Pemberian oksitosin 1 miliunit/min Outcome Regimen Oksitosin tidak mempengaruhi rata-rata persalinan SC atau pun dampak perinatal.

Telaah Kritis

1. Apa pertanyaan penelitian dan/atau hipotesisnya?

ini

Apakah rejimen oksitosin dosis tinggi (dibandingkan dengan dosis rendah) mempengaruhi laju persalinan SC dan dampak perinatal lainnya?

2. Apa desain studi ini?


Studi ini merupakan retrospektif observasional.

3. Populasi apa yang digunakan? Bagaimana pemilihan samplingnya?


Populasi : 73,628 wanita dari 6 rumah sakit yang memiliki data yang lengkap. Sampel : diambil semua data yang memenuhi kriteria inklusi, totalnya 15,054 wanita

Kriteria Inklusi (Contd...)


Wanita hamil yang menggunakan dosis awal pemakaian oksitosin dan dosis tambahan 1, 2, 4 mu/s. Kehamilan tunggal Usia kehamilan 37-40 minggu Partus spontan hidup Tidak ada riwayat SC sebelumnya Tidak ada anomali kongenital. Presentasi kepala.

4. Pada studi eksperimental, bagaimana subjek dibagi dalam kelompok penelitian? Pada studi longitudinal berapa yang mencapai follow-up terakhir?
Subjek dibagi berdasarkan dosis awal oksitosin : 1,2 dan 4 mu/min Multipara dan nulipara

5. Apa yang menjadi faktor-faktor penelitian dan bagaimana mereka diukur?


Cesarean delivery Meconium stain Chorioamnionitits Intrapartum fetal distress Shoulder dystocia Third-degree or fourth-degree perineal laceration Maternal complication composite index Newborn resuscitation Newborn fever Neonatal intensive care unit admission Birth injury 5-min Apgar score less than 7 Neonatal complication composite index Estimated blood loss (mL) Neonatal intensive care unit length of stay (hari) First stage (admission to full dilation) (jam) Second stage of labor (menit)

Dibandingkan antar kelompok subjek dengan dampak maternal dan neonatal.

6. Apakah uji statistik dipertimbangkan?


Uji statistik menggunakan 2 test untuk variabel kategorial Analysis of variance digunakan untuk variabel kontinu dengan distribusi normal Kruskal-Wallis test digunakan untuk variabel kontinu dengan distribusi non normal Analisis statistik menggunakan SAS 9.2 (PROC LOGISTIC and PROC GLIMMIX, SAS).

7. Apakah hasilnya penting secara klinis/sosial?


Ya.

8. Kesimpulan apa yang didapatkan penulis mengenai pertanyaan penelitian? Apakah menghasilkan hipotesis baru? Apakah kesimpulan ini dapat disetujui ?
Dosis tinggi oksitosin (mulai dari 4 millliunits/min dan kenaikan bertahap dari 4 millliunits/min) berhubungan dengan durasi yang lebih pendek pada kala I nulipara dan multipara tanpa meningkatkan laju persalinan SC atau memberikan dampak yang jelek pada perinatal.

VIA

Validitas
Apakah alokasi pasien terhadap terapi pada penelitian ini dilakukan secara acak?
Ya, Hospital was used as a random-effects variable.

Apakah pengamatan pasien dilakukan secara cukup panjang dan lengkap?


Ya

Apakah pasien dan dokter tetap blind dalam melakukan terapi yang diberikan (karena tidak semua terapi dapat dilakukan blind)?
tidak

Apakah semua kelompok diperlakukan sama, selain dari terapi yang diuji?
Ya

Apakah kelompok terapi dan kontrol sama / mirip pada awal studi (biasanya ditunjukkan dalam tampilan data dasar)?
Ya

Apakah semua faktor konfounding ditampilkan?


Ya

Important
Seberapa besarkah efek terapi tersebut?
Didapatkan keuntungan yang lebih banyak jika diberikan rejimen oksitosin dosis tinggi (4 mu/min) yakni kala I diperpendek, memperkecil laju persalinan SC, mengurangi resiko meconium staining, korioamnionitis, dan demam bayi baru lahir pada multipara. CI 95%

Applicable
Apakah pada pasien kita terdapat perbedaan bila dibanding dengan yang terdapat pada penelitian sehingga hasil penelitian tersebut tidak dapat diterapkan pada pasien kita?
Sedikit perbedaan, pada jenis ras

Apakah terapi tersebut mungkin dapat diterapkan pada pasien kita?


Ya, dosis rejimen oksitosin yang digunakan sangat mirip dengan yang dipakai pada kebanyakan kasus obstetri.

Apakah pasien kita mempunyai potensi yang menguntungkan atau merugikan bila terapi tersebut diterapkan?
Ya

VIA
PENELITIAN INI ADALAH VALID IMPORTANT APPLICABLE