PERATURAN TATA TERTIB SISWA

BAB - I ATURAN UMUM

Siswa wajib memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila secara benar, bulat, utuh dan serasi. 1. 2. 3. 4. 5. Siswa wajib patuh dan taat serta menjunjung tinggi semua peraturan yang khusus diberlakukan di sekolah. Siswa wajib ikut aktif dan berpartisipasi dalam pelaksanaan dan pembinaan 7 K (Kebersihankeindahan-kerindangan-kesehatan-ketertiban-keamanan-kekeluargaan) di sekolah. Siswa wajib mengikuti upacara penaikan bendera setiap hari Senin dan Peringatan Hari Besar Nasional. Petugas upacara pada upacara khusus berpakaian putih-putih dan peci hitam, syal merah dengan sarung tangan putih. Dalam upacara seluruh pelajar harus memakai topi yang telah ditentukan oleh sekolah. BAB II: ATURAN SEBELUM MASUK KELAS/ BELAJAR 1. 2. 3. Siswa sudah tiba di sekolah 15 menit sebelum pelajaran pertama/ kegiatan sekolah lainnya dimulai. Siswa yang bertugas membersihkan ruangan kelas, halaman sekolah sudah tiba 30 menit sebelum pelajaran dimulai atau dilakukan setelah bel pulang sekolah. Sebelum istirahat tidak diperkenankan keluar dari kelas/ area sekolah kecuali ada keperluan tertentu yang telah diizinkan oleh Guru Piket/ Piket Waka. BAB III : ATURAN TIDAK MASUK SEKOLAH 1. Pelajar yang tidak masuk sekolah karena sakit atau izin harus memberikan surat yang ditujukan kepada Wali Kelas, dan ditandatangani oleh orang tua/ wali yang terdata di specimen tanda tangan, kalau tidak sesuai dianggap alpha. 2. Surat ijin sakit yang diakui hanya 2 (dua) hari, untuk hari ke-3 dan seterusnya harus ada surat keterangan dokter/ Puskesmas. BAB IV: ATURAN DI DALAM KELAS 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebelum pelajaran dimulai, pelajar harus mengucapkan salam hormat kepada guru, lalu berdoa sesuai dengan agama masing-masing, dipimpin oleh Ketua Kelas. Setiap penggantian guru yang mengajar, siswa harus memberi salam hormat. Harus menjaga dan memelihara keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan dan kekeluargaan kelas masing-masing. Aktivitas di dalam kelas tidak sampai mengganggu kelas tetangga. Siswa tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa izin guru yang mengajar di kelas yang bersangkutan. Siswa tidak diperkenankan berpindah-pindah tempat duduk di kelas. Perubahan denah duduk harus seijin wali kelas. Jika guru pengajar belum masuk kelas dalam 10 menit, maka ketua kelas/ pengurus kelas harus menemui guru di ruang guru atau melapor ke guru piket/ wakil kepala sekolah.

3. Blus biasa. resleting di belakang. Nama siswa disablon pada bahan kain dan dijahitkan pada blus / kemeja dibagian dada sebelah kanan sejajar dengan saku disebelah kiri. dipakai dan dimasukkan ke dalam celana. Busana khas tersebut sebagai berikut : 1. di pinggang disediakan tempat ikat pinggang. memakai satu saku tanpa tutup di sebelah kiri. 2. Siswa wajib berpakaian seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 100/C/KET/1991 tanggal 16 Februari 1991) dan ketentuan-ketentuan yang ditentukan sekolah sebagai berikut : a. memakai saku satu tanpa tutup di sebelah kiri. Siswa wajib berbusana sopan dan rapi sesuai kepribadian bangsa. memakai satu saku tanpa tutup di sebelah kiri. warna abu-abu. warna hitam pada hari Jum’at dan Sabtu. lengan pendek. dipakai dan dimasukkan ke dalam rok. c. serta nama Kabupaten/ Kotamadia di kanan pada lengan blus/ kemeja kanan dekat jahitan bahu. saku biasa di samping kiri kanan dan satu di belakang. tidak ketat/ sempit di pinggul. 3.d Kamis warna putih. 2. Rok dengan satu stoploci di depan tengah.d Sabtu warna putih. Pakaian Seragam Harian Putra. resleting di belakang. Kaus kaki hari Senin s. bahan kain. dikenakan pada saku blus kemeja. 2. Pakaian Seragam Harian Putri (Khas/Muslim) Bagi siswa yang sehari-harinya selalu berbusana khas seperti tersebut di bawah ini dan ingin selalu berseragam khas di sekolah. Pakaian Seragam Harian Putri (Biasa) 1. siswa yang bersangkutan bersama orang tua (wali) dapat bermusyawarah dengan Kepala Sekolah. tulisan hitam. Celana panjang biasa. Tanda lokasi. panjang 5 cm dibawah lutut. dengan tutup warna abu-abu. lengan panjang sampai pergelangan tangan. 6. Tanda-tanda Atribut Pakaian 1. Blus bentuk biasa. 4. 4. 2.BAB V: ATURAN BERBUSANA 1. 3. bagian pinggang disediakan untuk ikat pinggang. Jum’at dan Sabtu warna . panjang celana sampai mata kaki lebar bawah antara 20 – 25 cm. b. Sepatu berwarna hitam polos. Ikat pinggang ukuran 3 cm. 4. Badge OSIS SLTA. Kaus kaki warna putih pada hari Senin s. warna putih dipakai dan dimasukkan kedalam rok kecuali siswi yang berpakaian pramuka lengkap dan atribut. tertulis nama dan nomor Sekolah. 3. satu saku tersembunyi di samping kiri. Rok panjang sampai pergelangan kaki dengan dua stoploci di kiri. 1. kerudung dari Senin s. tanpa lipatan. 2. Jum’at dan Sabtu warna hitam. warna hitam. warna putih.d Kamis. warna putih. bahan kain. 5. kanan (bukan saku tempel). baik hari-hari sekolah maupun diluar hari-hari sekolah di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. d. Kemeja bentuk biasa. Sepatu hitam polos. coklat sama dengan warna rok. satu saku tersembunyi di samping kiri. . 5. lengan pendek.

OHP. Siswa putra tidak diperkenankan berambut gondrong/ panjang/ gundul. Siswa dilarang terlibat dalam penyalahgunaan/ peredaran NARKOBA dan kriminalitas lainnya. VCD Player. 7. Siswa dilarang mengaktifkan handphone selama kegiatan pembelajaran. papan tulis. Tidak menggunakan pewarna rambut selain hitam. Siswa wajib turut memelihara dan menjaga kendaraannya. 8. alat praktek IPA dan Komputer). 4. senjata api atau senjata lain yang mengakibatkan terganggunya kegiatan di sekolah. 2. Siswa harus menghormati Bapak/ Ibu guru. Siswa harus berusaha melengkapi buku pelajaran untuk semua bidang studi. buku jurnal/ absent kelas. rambut bagian depan tidak menyentuh mata. 4. memasuki gank/ kelompok pemuda yang tidak sesuai dengan citra seorang pelajar. Siswa dilarang membawa. Alis tidak boleh dicukur/ cabut bagi siswa wanita. 13. Siswa turut merapikan kendaraannya saat parkir. 2. papan pengumuman/ mading. Siswa dilarang memakai pakaian selain yang ditentukan sekolah. 9. tidak boleh berjenggot/ berkumis bagi siswa putra. rambut bagian atas minimal 3 cm (tidak boleh gundul). 3. . minum-minuman keras dan sejenisnya. Siswa wajib memelihara dan menjaga kebersihan dan keindahan halaman dan tanaman/ taman sekolah. Siswa tidak diperkenankan memakai sepatu balet/ sandal/ selop selain sepatu hitam polos. Siswa dilarang: mengadakan perkelahian antara pelajar. BAB VII : LARANGAN-LARANGAN 1. 14. helm dan kunci pengaman. Siswa dilarang membuat keonaran. Siswa wajib memelihara buku-buku perpustakaan dan alat-alat lainnya yang dipergunakan. 5. serta barang lain tidak berkaitan dengan kegiatan sekolah. Siswa dilarang: memakai kendaraan ke sekolah tanpa SIM. 2. Siswa Putra/Putri dilarang memakai perhiasan dan accessories selain jam tangan. 10. Staf Tata Usaha sekolah. orang tua dan tamu yang mengunjungi sekolah.BAB VI : PERLENGKAPAN BELAJAR DAN PEMELIHARAANNYA 1. bersikap tidak hormat pada orangtua/ wali siswa/guru/ staf/ karyawan sekolah. 3. 11. Tidak menggunakan Make-up berlebihan. melihat buku/ majalah/ Video/ Film yang dapat merusak moral/ yang bertentangan dengan Pancasila. kendaraan guru dan Staf/ karyawan Sekolah. Siswa putra/putri dilarang memanjangkan kuku. bangunan kelas dan lain-lain. Selama menjadi siswa dilarang menikah atau hamil. Siswa dilarang merokok. BAB VIII: ATURAN SIKAP DAN TINGKAH LAKU 1. membaca. membawa senjata tajam. alat kesenian dan olahraga. Batasan panjang: rambut bagian belakang tidak menyentuh kerah baju. Siswa wajib memelihara barang-barang inventaris milik sekolah seperti meja. Siswa harus menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. memakai kuteks/ cat kuku. media/ alat pembelajaran (TV. 6. 12. kursi. 5.

Siswa wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah dan kehidupan seharihari. Uang Iuran Komite/ BP3 dan lain-lainnya harus dilunasi setiap bulan selambat-lambatnya pada tanggal 10 tiap bulannya. 3. Koperasi Sekolah dan Pengurus Kelas. BAB XI : HUKUM DAN SANKSI Pasal 1 : TAHAPAN PENANGANAN KEDISIPLINAN SISWA Siswa yang tidak mematuhi/ mentaati peraturan tata tertib sekolah tersebut di atas akan diberikan tahapan penangan secara berjenjang sebagai berikut: Tahap Pertama Tahap Kedua Tahap Ketiga Tahap Keempat : Teguran/ nasehat dari guru-guru/ wali kelas/ guru BK : Pembinaan / nasehat oleh wali kelas : Pelayanan Konseling oleh Buru BP/ BK : Diadakan sidang/ konferensi kasus.3. Home Visit (Kunjungan pihak sekolah ke tempat tinggal siswa) jika orang tua siswa/ wali tidak menghadiri. Siswa harus menjadi anggota OSIS. dimana siswa pelanggar belajar di ruang khusus. Siswa wajib mengikuti setiap kegiatan yang ditentukan oleh sekolah/ guru baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. yang bersekretariat di Sekolah. : Skorsing Rumah selama 3 hari. 5. . : Orangtua diwajibkan mengajukan permohonan pindah sekolah untuk siswa pelanggar. 4. Siswa berhak untuk memilih dan dipilih menjadi pengurus OSIS. Siswa harus mentaati segala ketentuan dan keputusan yang dibuat Kepala Sekolah. yang dihadiri oleh Kepala Sekolah/ waka kesiswaan. 4. maka siswa pelanggar kehilangan haknya sebagai siswa. guru BK. Siswa wajib menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tahap Kelima Tahap Keenam Tahap Ketujuh Tahap Kedelapan : Skorsing Isolasi selama 2 hari. 2. 2. Siswa harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS dan Koperasi Siswa. : Apabila tahap ketujuh tidak dilakukan oleh orangtua/ wali. Pengurus OSIS dan Koperasi Sekolah. BAB X : ATURAN BERORGANISASI 1. Paling lambat 3 hari sejak surat pemberitahuan dari pihak sekolah. Koperasi Siswa dan Gudep Pramuka . Wali Kelas. dan orangtua/ wali siswa. BAB IX : ATURAN TENTANG KEUANGAN SEKOLAH 1. Siswa berhak dan wajib memiliki kartu pelajar yang berlaku untuk setiap tahun ajaran. dimana siswa pelanggar belajar di rumah dalam pengawasan orangtuanya.

untuk penanganan kasus/ pelanggaran yang dikategorikan pelanggaran berat tata tertib sekolah. 3. Peraturan tata tertib ini berlaku sejak ditetapkan. hamil. maka siswa pelanggar tersebut akan diberikan tahapan penanganan selanjutnya sesuai urutan tahapan pada pasal-1 di atas. 4. Pelaksanaan/ proses penangan kedisiplinan siswa dilaksanakan oleh suatu Tim yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah. penganiayaan.Pasal 2 : RAMBU-RAMBU PENANGANAN KEDISIPLINAN SISWA 1. Setiap pelanggaran berikutnya yang dilakukan siswa pelanggar. 2. . selanjutnya disebut dengan Tim Penanganan Kedisiplinan Siswa. Segala sesuatu yang belum / tidak tercantum dalam peraturan tata tertib sekolah ini akan ditentukan kemudian oleh Kepala Sekolah bersama dewan Guru serta komponen sekolah lainnya. BAB XII : LAIN-LAIN 1. dan lain-lain. berkelahi. menikah. Urutan tahapan penanganan kedisiplinan siswa bisa langsung ke tahap tujuh atau delapan. menyalahgunakan/ menjadi pengedar Narkoba. minum-minuman keras. Tahapan-tahapan pada pasal 1 di atas dikenakan kepada siswa pelanggar secara akumulatif (tahapan berlanjut terus selama siswa mengikuti pendidikan di Sekolah). contohnya: merokok. Penentuan/ penilaian berat/ ringannya pelanggaran dilakukan melalui rapat khusus Tim Penanganan Kedisiplinan Siswa. 5. melakukan tindakan krimininal di sekolah/ di luar sekolah. norma agama dan hukum pidana. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful