Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH K3LL

TEMA : MESIN DAN PERALATAN SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB KECELAKAAN KERJA

Oleh Kelompok 5: Deandra Nabilla / 1206201712 Hatara Tri Rama / Indra Hani Dinata / 1206237542 Oki Suryolaksono / Puteri Prameswari / 1206201675

DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS INDONESIA 2013


1

BAB I PENDAHULUAN Berbicara mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pekerjaan tentu sebuah hal yang penting. Diangap penting karena penulis sepakat bahwa semua hal atau pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal jika manusia sebagai subjek dari sebuah pekerjaan juga dalam kondisi fisik, psikis, dan lingkungan kerja yang baik dan sehat. Pengetahuan seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu diberikan untuk mengantisipasi bahaya maupun kecelakaan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja. Berdasarkan ILO, kecelakaan kerja dapat di klasifikasikan menjadi 4 golongan, yakni klasifikasi menurut jenis kecelakaan, klasifikasi menurut penyebab kecelakaan, klasifikasi menurut luka dan kelainan, dan klasifikasi menurut letak kelainan atau luka ditubuh. Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas lebih spesifik mengenai klasifikasi menurut penyebab kecelakaan yang terdiri dari mesin, alat angkut, peralatan lain, bahan-bahan kimia dan radiasi, serta lingkungan kerja. Penulis akan lebih menyempitkan pembahasan seputar mesin dan peralatan sebagai salah satu penyebab kecelakaan kerja yang menjadi tema utama untuk melengkapi tugas K3LL (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindung Lingkungan) penulis. Seperti yang telah disebutkan, kecelakaan kerja tidak hanya disebabkan oleh faktor manusia saja, tetapi juga mesin dan peralatan lainnya. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap agar rekan-rekan penulis dapat mengetahui bahwa mesin dan peralatan lainnya dapat menimbulkan bahaya di lingkungan kerja. Selain menambah wawasan rekan-rekan, penulis juga berharap rekan-rekan pembaca makalah dapat lebih waspada di lingkungan kerja terutama dengan mesin dan peralatan lainnya.

BAB II PEMBAHASAN Mesin adalah gabungan/susunan dari berbagai bagian-bagian mesin/elemen-elemen mesin yang masing- masing mempunyai peranan tertentu, yang kemudian secara bersamaan bertugas menghasilkan fungsi suatu alat atau mesin. Sedangkan yang disebut peralatan adalah suatu preparat baik utama maupun yang bantu, yang wujudnya terdiri dari beberapa rangkaian komponen secara mekanis maupun elektris ataupun tidak sama sekali. Peralatan sifatnya ringan, dapat berfungsi sebagai alat bantu serta dapat berpindah-pindah. Mesin dan peralatan berfungsi agar terjalankannya operasi di lapangan kerja. Seperti yang telah dijelaskan pada BAB I, kecelakaan kerja yang terjadi bukan hanya ada pada faktor manusianya saja, tetapi juga mesin dan peralatan lainnya. Hal yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan pada faktor mesin dan peralatan ini terjadi baik akibat kesalahan yang sifatnya teknis, maupun kesalahan akibat kecerobohan manusia penggunanya. Kesalahan yang bersifat teknis ini diantaranya kurang pengamanan pada mesin. Mesin tidak dirancang dengan adanya suatu pengaman serta lama dari pemakaian mesin tersebut yang menyebabkan kinerja mesin kurang optimal dan juga kurang sesuai dengan standar keselamatan kerja serta. Mesin-mesin dan peralatan kerja pada dasarnya mengandung bahaya dan menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja. Misalnya karena mesin atau peralatan yang berputar, bergerak, bergesekan, bergerak bolak-balik, belt atau sabuk yang berjalan, roda gigi yang bergerak, transmisi serta peralatan lainnya. Oleh karena itu, mesin dan perlatan yang potensial menyebabkan kecelakaan kerja harus diberi pelindung agar tidak membahayakan operator atau manusia. Selain kurangnya pengaman pada mesin, kondisi mesin yang kurang prima juga termasuk dalam penyebab terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja. Kondisi kurang sempurna disini maksudnya adalah kondisi dimana mesin sudah tua dan penyetelan mesin kurang sesuai. Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah rusak, tentu saja dapat mengakibatkan suatu kecelakaan. Contohnya adalah: Unit alat berat yang sudah tua Alat-alat safety yang sudah rusak Memakai peralatan tanpa menerima pelatihan yang tepat

Memakai alat atau peralatan dengan cara yang salah Tanpa memakai perlengkapan alat pelindung, seperti kacamata pengaman, sarung tangan atau pelindung kepala jika pekerjaan tersebut memerlukannya. Yang paling penting disini yaitu masih kurangnya perhatian operator terhadap

keamanan mesin tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Banyak operator yang kurang pemahamannya terhadap cara kerja mesin yang dapat membahayakan nyawanya. Selain itu, banyak mesin yang tidak terdapat petunjuk penggunaannya sehingga membingungkan operator dalam mengoperasikannya. Oleh karenanya, pengenalan mesin dan pencerdasan seputar cara pengoperasiannya untuk operator dirasa penting demi keselamatan para pengguna. H. W. Heinrich mengemukakan suatu teori yang dinamai teori domino. H.W Heinrich dengan teori dominonya menggolongkan penyebab kecelakaan menjadi dua, yaitu Unsafe Action dan Unsafe Condition. Menurut Henrich faktor penyebab kecelakaan disebabkan oleh faktor Tindakan-tindakan tidak aman (unsafe acts) 80 % dan Kondisi yang tidak aman (unsafe condition) 20%. Unsafe Condition berkaitan erat dengan kondisi lingkungan kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Banyak ditemui bahwa terciptanya kondisi yang tidak aman ini karena kurang ergonomis dan terjadi kerusakan pada mesin dan peralatan kerja. Unsafe condition ini contohnya adalah lantai yang licin, tangga rusak, udara yang pengap, pencahayaan kurang, terlalu bising, dan lain-lain. Untuk mengurangi risiko-risiko kecelakaan akibat mesin dan peralatan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja, dirasa sangat penting untuk mengutamakan faktor manusia terlebih dahulu. Faktor yang paling berperan adalah pendidikan terhadap operator mesin agar selalu meletakkan keselamatan kerja pada prioritas nomor satu. Untuk ini sebaiknya manajemen produksi senantiasa memberikan pelatihan atau briefing bersama untuk sekedar menyegarkan ingatan dan 'awareness' para operator mesin. Operator mesin yang tidak mengenakan alat perlengkapan pengaman yang sesuai juga membuat risiko kecelakaan lebih besar. Alat-alat perlengkapan tersebut misalnya sarung tangan terutama di ruang sawmill, google atau kacamata pelindung dan earplug. Kemudian, pastikan bahwa operator mengetahui hal-hal berikut ini: Membiasakan operator untuk senantiasa membaca petunjuk manual dari sebuah mesin sebelum menjalankan mesin tersebut, terutama mesin yang baru.

Operator mengenali setiap detail penting pada mesin misalnya titik-titik bahaya, tombol pengaman pemutus hubungan listrik dan sebagainya. Operator mencoba melakukan semacam 'test drive' namun dalam keadaan mesin mati. Sehingga operator akan bisa mengantisipasi beberapa hal yang mungkin kurang nyaman dan aman.

Apabila menurut operator pekerjaan mesin tersebut harus dilakukan oleh dua orang, jangan pernah melakukannya sendiri. Jangan pernah memaksa diri operator untuk menggunakan mesin ketika sedang dalam keadaan kurang sehat atau sakit. Apabila terasa letih dan capek, operator lebih baik berhenti menggunakan mesin dan istirahat secukupnya. Operator hanya gunakan mesin sesuai dengan fungsinya. Operator harus memikirkan setiap detail langkah penggunaan mesin. Operator harus memahami dengan baik setiap langkah pengerjaan mesin. Operator memeriksa apakah tombol darurat (emergency stop) dapat berfungsi dengan baik. Operator memeriksa lingkungan di sekitar mesin, apakah bebas dari kotoran, beram, dan potongan benda kerja atau kotoran yang lain. Operator memeriksa apakah lantai dalam kondisi bersih dan bebas dari minyak dan tatal. Operator memeriksa fungsi penutup spindel, penutup gear box, dan sensor-sensornya. Setelah melakukan inspeksi terhadap operator, pemeriksaan terhadap mesin dan

peralatan lainnya sangat dibutuhkan. Setiap alat yang akan dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai yang dimaksud tersebut adalah : 1. Alat dalam kondisi tidak rusak. 2. Alat dalam keadaan dapat beroperasi dengan baik. 3. Alat benar-benar siap dipakai, artinya kondisi fisiknya baik dan berfungsi (ready for use). 4. Kondisi alat harus bersih, artinya bebas dari segala bentuk kotoran atau yang lainnya. 5. Alat dalam kondisi sudah dikelompokkan berdasar penggunaannya.

Pemindahan barang-barang yang berat atau yang berbahaya (mudah meledak, pelumas, dan lainnya) dari satu tempat ke tempat yang lain sangat memungkinkan terjadi kecelakaan kerja. Untuk menghindari kecelakaan kerja tersebut, perlu dilakukan pemikiran dan perhitungan yang matang, baik metode memindahkannya, alat yang digunakan, jalur yang akan di lalui, siapa yang bisa memindahkan dan lain sebagainya. Untuk bahan dan peralatan yang berat diperlukan alat bantu seperti forklift. Orang yang akan mengoperasikan alat bantu ini harus mengerti benar cara menggunakan forklift, karena jika tidak, kemungkinan akan timbul kesalahan dan mengancam keselamatan lingkungan maupun tenaga kerja lainnya.

BAB III PENUTUP Keselamatan dalam bekerja dapat ditingkatkan dengan mengurangi risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan oleh mesin dan peralatan lainnya. Menghindarkan cara kerja yang tidak nyaman merupakan tanggung jawab semua pekerja yang bekerja di ruang kerja. Sebaliknya sikap yang tidak bertanggung jawab merupakan suatu indakan kebodohan. Sikap yang bodoh menyebabkan bahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu ikutilah instruksi supervisor (pengawas/pimpinan). Pakailah cara-cara kerja yang benar, tenang dan tidak ceroboh dalam segala hal jika akan memulai bekerja. Kerja sama dari semua orang yang terlibat dalam bekerja sangat diperlukan dalam mencegah kondisi yang tidak aman. Kondisi kerja yang aman tidak hanya memiliki alat-alat yang bagus dan mesin yang baru. Kerjasama dari setiap individu tempat kerja merupakan hal yang sangat penting. Menjadikan tempat kerja yang bersih, sehat, tertib, teratur dan rapi merupakan syarat yang sangat menentukan keberhasilan kerja secara maksimal.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA http://www.tentangkayu.com/2008/03/bagaimana-kecelakaan-kerja-pada-mesin.html http://www.mukti-tyre.com/2011/03/kecelakaan-kerja.html http://www.iosh.gov.tw/upload/netbook/foreign/960718-104.pdf