Anda di halaman 1dari 14

International NGO Journal Vol. 3 (12), pp. 224-231, December, 2008 Available online at http:// www.academicjournals.

org/INGOJ ISSN 19938225 2008 Academic Journals Dari http://www.academicjournals.org/ingoj/pdf/pdf2008/December/Goel.pdf diunduh pada tanggal 19 Mei 2013

Euthanasia Akhir dari Sebuah Kehidupan


Kehidupan adalah sesuatu yang berharga, tetapi dalam beberapa kondisi tertentu akan menjadi menyakitkan dan tidak mungkin untuk dipertahankan lagi kehidupan tersebut. Euthanasia menjadi kata baru yang menjadi umum. Pada desember 2004 seseorang yang bernama Venkatesh meminta hak-nya untuk mati. Euthanasia adalah izin atau lisensi untuk profesional medis untuk mengakhiri kehidupan seseorang. Legal tidaknya euthanasia masih diperdebatkan dalam kalangan hukum, karena tidak dapat dipungkiri jika euthanasia ini diizinkan dalam hukum, dapat menjadi ancaman terbesar bagi makhluk hidup. Konsep ini sampai sekarang masih diperdebatkan, yang menjadi sorotan utama adalah apa yang harus menjadi landasan hukum dalam melegalkan euthanasia? oleh karena itu tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguji berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan euthanasia, terutama dalam perspektif tradisional disamping melegalkan hukum dari MTP dan untuk menyarankan aspek-aspek legal untuk membuat hidup yang lebih baik bahkan disaat akhir dari kehidupan seseorang (sekarat). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika hal ini diperbolehkan, apakah itu akan menjadi hak oleh dokter untuk menganjurkannya atau menjadi hak relatif dari pasien untuk memperoleh persetujuan tindakan?

PENDAHULUAN

Antipati (sikap tidak suka) adalah kata yang menjelaskan tentang posisi atau perasaan tertentu. Bapak dari ilmu hukum, Bentham, menggambarkan antipati sebagai suatu salah satu penentu hukum dan perundang-undangan, yang menimbulkan suatu pengaruh yang sangat kuat atas moral manusia. Seperti yang telah didefiniskan oleh Bentham, antipati terbagi dalam 6 bagian yang berbeda: rasa jijik, harga diri yang terluka, resistensi individu dan kekuasaan, keyakinan dimasa depan, keinginan, dan iri. Betham menggambarkannya sebagai penyebab yang menimbulkan perasaan simpati didalam masyarakat.

1|Jurnal - Euthanasia

Teori kesenangan dan rasa sakit menjelaskan bahwa melalui suatu tes dengan konsekuensi adanya sanksi hal ini dapat dibentuk. Tidak diragukan lagi antara kesenangan dan rasa sakit memiliki keterkaitan satu sama lain, akan tetapi terkadang rasa sakit itu timbul terlalu berlebihan, bahkan rasa sakit itu juga dapat diraskan oleh orang atau masyarakat yang dekat dengan orang tersebut. Rasa sakit ini sangat dipertanyakan, apakah hukum bisa menyelesaikannya mengingat masalah yang dihadapi oleh orang tersebut atau

mengesampingkan penderitaan orang tersebut untuk melawan rasa sakitnya. Pada kenyataannya penderitaan dan rasa sakit ketika hendak mendekati kematian lebih mengerikan dibandingkan dengan kematian itu sendiri. Disini bisa dikatakan bukanlah suatu kematian yang harus ditakuti, tapi hampir mati. Hal ini menjelaskan bahwa seseorang tidak takut untuk mati akan tetapi ketakutan untuk melalui penderitaan sebelum kematian itulah yang ditakuti. Untuk mengakhiri hidup seseorang yang menderita sakit parah dan kematiannya dapat dipastikan, dikenal sebagai konsep euthanasia.

DEFINISI EUTHANASIA Euthanasia adalah pembunuhan yang disengaja oleh tindakan atau kelalaian manusia dipandang dari segi kepentingannya. Dimana maksud dari euthanasia itu adalah menjelaskan tentang bunuh diri berdasarkan suatu bentuk persetujuan, sedangkan seseorang dikatakan sebagai bunuh diri jika orang tersebutlah yang melakukannya sendiri. Euthanasia adalah suatu bentuk bunuh diri yang terjadi ketika seseorang yang hendak mati memperoleh informasi, anjuran, dan sarana untuk digunakan dalam memutuskan kehidupan mereka sendiri. Ketika seorang dokter diminta untuk menolong seseorang untuk membunuh dirinya sendiri dikenal sebagai bunuh diri yang dibantu dokter (Assisted suicide). Kata Euthanasia disini masih ambigu dan memiliki beberapa makna. Oleh karena itu harus ada penjelasan yang tepat untuk mengartikannya. Untuk tujuan laporan ini, euthanasia berarti tindakan menghakhiri hidup seseorang atas dasar belas kasihan, ketika seseorang dalam keadaan sakit parah dan penderitaan tersebut tidak tertahankan lagi. Biasanya Euthanasia didefinikan sebagai kematian yang lembut dan mudah, hal ini terutama berkaitan dengan kasus-kasus penyakit yang tidak dapat lagi disembuhkan. Kata euthanasia berasal dari bahasa yunani Euthanatos berasal dari kata Eu yang berarti baik dan thanatos yang berarti kematian. Yaitu suatu bentuk pembunuhan yang didasarkan pada belas kasihan atas sakit dan ketidak mampuan seseorang atau mengakhiri rasa sakit

2|Jurnal - Euthanasia

seseorang yang menderita sakit parah. Artinya, euthanasia dapat dilakukan dengan persetujuan (voluntary euthanasia) atau tanpa persetujuan (involuntary euthanasia). Involuntary euthanasia dilakukan sukarela tanpa individu tersebut memberikan persetujuan secara khusus, dimana menurut beberapa orang hal ini dianggap sebagai pembunahan. Ivoluntary euthanasia dapat dilakukan ketika seseorang tidak mampu untuk membuat keputusan sendiri sehingga keputusan diserahkan sepenuhnya kepada yang mewakili. Euthanasia yang dilakukan dengan persetujuan wakil ini sangat kontroversional, terutama karena beberapa hal wakil memiliki otoritas untuk mengakhiri kehidupan pasien tersebut. Seorang pasien yang didiagnosa menderita suatu penyakit (terutama yang parah) akan merasakan suatu keputus asaan dan kekesalan. Dia akan kehilangan harapan dan kedamaian. Beberapa bantuan medis mungkin tidak dapat membantu banyak dalam hal ini, maka dari itu timbul pertanyaan apakah bijaksana bila euthanasia itu dilegalkan sehingga kesedihan dari seseorang dapat diminimalkan dengan memberikannya kematian secara damai.

KLASIFIKASI Ada beberapa jenis euthanasia yang semuanya memiliki definisi yang berbeda-beda. Euthanasia dapat diklasifikasikan antara lain: 1. PASSIVE EUTHANASIA Didefinisikan sebagai mempercepat kematian dengan cara menghentikan alat pendukung kehidupan dan membiarkan kematian terjadi secara alami seperti menghentikan prosedur medis, obat-obatan dan lain-lain. Atau menghentikan pemberian makanan dan minuman dan membiarkan orang tersebut mati karena kelaparan atau dehidrasi. Atau tidak memberiakan CPR pada seseorang dengan henti jantung, agar orang tersebut meninggal. Prosedur ini dilakukan pada seseorang dengan sakit parah, sehingga kematian terjadi secara alami dan lebih cepat. 2. ACTIVE EUTHANASIA Yaitu mematikan seseorang melalui tindakan langsung, sebagai tanggapan atas permintaan dari orang tersebut. 3. PHYSICIAN ASSISTED SUICIDE (PAS) bunuh diri dengan bantuan dokter Seorang dokter menyediakan informasi dan atau sarana untuk bunuh diri untuk seseorang (contoh: seseorang meminta untuk diresepkan obat tidur dengan letal dosis), sehingga orang tersebut dapat dengan mudah mengakhiri hidupnya sendiri. Istilah yang umum digunakan adalah Voluntary Passive Euthanasia (VPE).

3|Jurnal - Euthanasia

4. INVOLUNTARY EUTHANASIA Istilah ini digunakan untuk menggambarkan mengakhiri hidup seseorang yang tidak secara tegas meminta bantuan untuk mati. Hal ini paling sering dilakukan untuk pasien yang berada dalam keadaan sekarat atau dalam keadaan koma dan mungkin tidak akan pernah pulih kembali. Kemajuan dalam ilmu kedokteran telah menghasilkan berbagai pertanyaan baik untuk individu itu sendiri atau kelompok untuk merenungkan Apa baik jika seseorang tetap hidup? Apakah ia sanggup untuk tetap bertahan hidup walau hidup itu tak bermakna lagi? Demikian juga dengan kematian alami obat dapat menopang kehidupan secara artifisial. Kemudian muncul pertanyaan kapan bisa dikatakan sebagai kematian alami?

SIGNIFIKAN EUTHANASIA Survey dinegara-negara Eropa menunjukkan bahwa ribuan orang secara rutin dibantu untuk mati oleh dokter setiap tahunnya. Pada tahun 1992, Sue Rodriguez menginginkan hak dirinya untuk mati menjadi sorotan utama di Kanada. Dalam sebuah pernyataan disebuah vidio yang ditanyangkan pada anggota parlement, wanita asal Victoria ini didiagnosis menderita penyakit Lou Gehrig pada tahun 1991 (Lou Gehrig disebut juga sebagai ALS Amyotrophic Lateral Sclerosis, suatu penyakit dimana penderita tidak bisa menelan, berbicara atau bahkan bernapas), meminta anggota parlement untuk mengubah hukum Assisted Suicide (bunuh diri yang dibantu) dan euthanasia. Dia berkata Jika aku tidak bisa memberi persetujuan diriku sendiri untuk mati, lalu tubuh siapa ini?. Mahkamah Agung Kanada pada akhirnya memutuskan untuk menentang Rodriguez, tetapi perjuangannya ini menggemparkan publik. Rodriguez bunuh diri pada 1994 dengan dokter yang tidak dikenal. Undang-undang Amerika nomor 21 menjamin hak hidup yang berarti hak untuk hidup bermartabat. Tidak diragukan lagi hal itu tidak bisa dikatakan sebagai hak untuk mengakhiri hidup. Hak hidup itu mencakup hak dan martabat manusia untuk hidup sampai akhir kehidupan. Hak dalam bermartabat ini juga termasuk hak untuk menentukan kematian dan menentukan prosedur kematian. Dengan kata lain seseorang yang sedang sekarat dan tidak memiliki harapan untuk hidup, mempunyai hak untuk mati secara terhormat.

4|Jurnal - Euthanasia

Ada banyak kasus diberbagai negara dimana menunjukkan tidak konsistennya hukum pidana dalam menanggapi praktisi medis yang mengambil keputusan untuk membatasi hidup seseorang. Sebagai contoh seorang dokter sesuai dengan instruksi dari pasiennya yang sedang sekarat sengaja menyuntikkan kalium klorida yang banyak agar pasiennya meninggal, keputusan sepenuhnya berada ditangan dokter. Ini terlepas dari fakta bahwa dokter merasa kasihan kepada pasien tersebut. Namun keputusan itu akan dirasakan berat oleh keluarga maupun orang terdekat pasien. Dalam Airedale NHS Trust Vs Bland (1993) yang berjudul House of Lord, tentang keputusan untuk menghentikan pemberian makan. Pada kasus ini orang X terluka parah pada saat terjadi bencana disebuah stadion. Sebagai hasilnya ia kehilangan seluruh fungsi otak yang lebih tinggi, dari pihak medis menyatakan bahwa tidak ada lagi harapan untuk hidup dan dipastikan otaknya tidak akan berfungsi seperti semula. Dia makan dari fungsi tubuhnya yang lain yang diberikan secara buatan dan menerima terapi antibiotik untuk mencegah infeksi berulang agar tetap hidup. Sebelum kecelakaan itu, ia tidak dapat menyatakan apapun mengenai dirinya dan bagaimana dia harusnya diperlakukan dalam kondisi seperti ini. Pihak rumah sakit yang menangani kasus ini didukung oleh orang tua dari X setuju untuk tidak melanjutkan semua bantuan hidup dan bantuan medis lain. Dalam house of lord memutuskan bahwa walaupun dokter memutuskan tidak ada kewajiban untuk mempertahankan hidup seseorang, dalam prakteknya pengobatan tetap harus dilanjutkan (UU India 1993,2 (4)). Ada banyak definisi untuk kata Terminal (Penyakit Stadium Terminal), misalnya Jack Kevorkian yang ikut bertanggung jawab atas kematian lebih dari 130 orang sebelum ia dihukum karena pembunuhan mengatakan bahwa penyakit terminal adalah setiap penyakit yang membatasi kehidupan bahkan untuk satu hari. Dr.Death; tidak ada hukum diperlukan pada euthanasia, setiap penyakit yang membatasi rentang kehidupan adalah Terminal. Psikiater Belanda Dr. Boudewijn Chabot yang memberikan dosis fatal pada pasien depresi, tetapi secara kesehatan wanita tersebut sehat menyatakan keinginan untuk bunuh diri secara terus-menerus, adalah Terminal Dipengadilan tertinggi india dalam kasus Venkatesh, 17 Desember 2004 dimana ia meninggal dalam tidur, sebelum kematiannya ia berpesan untuk mendonorkan organ tubuhnya ke Andhra Pradesh HC ditolak oleh pengadilan. Dari pihak rumah sakit berkata mendonorkan organ dalam kasus euthanasia atau pembunuhan yang dibantu, adalah perbuatan yang dilarang di india. Pengadilan setuju bahwa hukum tidak mengizinkan
5|Jurnal - Euthanasia

transplantasi organ dari orang yang masih hidup. Pengadilan yang lebih tinggi Gupta dan Naraya mengatakan hukum yang ada tidak memiliki ketentuan tersebut dan permintaan tesebut tidak dapat diberikan. Ibu dari anak ini K.Sujatha (karena keinginan anaknya tidak dapat dipenuhi pengadiln) bahkan membuat sumpah untuk melegalkan hukum euthanasia di India. Tidak adanya hukum tentang euthanasia di negara kita menjadikan hal ini terjadi: 1. Keinginan terakhir anak tersebut untuk membantu orang lain tidak dapat terpenuhi 2. Ibu dan kerabat lain akan merasa sakit karena tidak dapat memenuhi keinginan anak tersebut 3. Para pasien yang membutuhkan sumbangan organ dari orang sehat kehilangan kesempatan untuk menjalani kehidupan seperti orang sehat lainnya. Dalam kasus lain Terri Schiavo, yang meninggal baru-baru ini karena sakitnya. Dia tidak mampu untuk membuat keputusan sendiri untuk menentukan kehidupannya karena dia dalam keadaan vegetatif yang persisten selama 15 tahun setelah mengalami kerusakan otak yang luas. Kasus ini dipublikasikan diseluruh dunia dan setelah mendapat intervensi dari presiden amerika serikat, selang yang selama ini digunakan untuk memberi makan Terri dicabut dan setelah 12 hari kemudian, Terri meniggal dunia. Dalam Islam semua hal yang tergolong dalam bunuh diri tidak diperbolehkan. Prof. Masadul Hasan menuliskan bahwa islam melarang umatnya untuk melakukan bunuh diri. Manusia adalah khalifah Allah dimuka bumi dan bila ia melakukan bunuh diri, ia berarti melarikan diri dari kewajibannya kepada Allah. Hal ini terdapat dalam surat Al-Quran berikut: Janganlah tanganmu itu kau gunakan dalam perusakan jangan membunuh atau menghancurkan dirimu sendiri Allah-lah yang memberi kehidupan anda: ialah yang memutuskan.... Islam memandang hidup sebagai sesuatu yang sangat berharga dan ingin setiap orang untuk mengabdikan hidup mereka dalam menjalani kehidupan dan bersama masyarakat sekitar juga. Hidup tidak berarti hanya untuk diri sendiri saja. Allah memberikanmu kehidupan untuk melayani masyarakat. Nilai kehidupan dapat dinilai dari ayat Al-Quran berikut: siapapun yang membunuh satu orang sedangkan orang tersebut tidak membuat kerusakan dimuka bumi, maka ia dianggap membunuh seluruh umat manusia. Dan jika ia menyelamatkan satu nyawa ia menyelamatkan nyawa umat seluruh dunia Dalam hukum islam, islam melarang beberapa jenis makanan yaitu bangkai, darah, daging babi, hewan yang mati karena dipukul, hewan yang jatuh dari ketinggian, dan lain6|Jurnal - Euthanasia

lain. Tapi dalam beberapa situasi tertentu untuk menyelamatkan nyawa seseorang, seseorang diperbolehkan untuk memakan apa yang dilarang tersebut untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Yang paling eksplisit adalah pernyataan dari umat kristen tentang bunuh diri yang dibuat oleh Voltaire. Dia bertanya-tanya kenapa bunuh diri dianggap sebagai suatu kejahatan sementara perang jauh lebih berbahaya bagi umat manusia dari pada bunuh diri. Karena dia menganggap bahwa bunuh diri bukanlah suatu bentuk dari perbuatan antisosial. Charles Moor dalam sebuah karyanya bunuh diri menurut pandangan patristik. Dia berpikir bunuh diri bukanlah sesuatu yang salah karena manusia dalam hidupnya tidak tahu secara pasti apa yang akan terjadi dikehidupannya mendatang, walaupun jika kehidupan tersebut menjadi lebih baik, ia tidak pernah yakin apakah akan terus berjalan dengan baik kedepannya. Dengan melakukan bunuh diri mungkin adalah salah satu cara untuk menetralkan beberapa takdir yang diputuskan oleh sang Mahakuasa. Ganville mengkritik pandangan ini sebagai argumen yang tidak berani untuk mengambil suatu keputusan.

MISGIVING (Perasaan was-was) Euthanasia masih menjadi perdebatan dari segi positif dan negatifnya : 1. Dikalangan medis masih memperbincangkan untuk temuan obat baru. 2. Dokter dikenal sebagai penyelamat bukan sebagai orang yang membantu untuk menghilangkan nyawa seseorang (mati). 3. Dokter tidak boleh salah menentukan diagnosa. 4. Banyak pihak akan menganggap bahwa dokter ikut berperan dalam menghilangkan nyawa seseorang. 5. Penegak hukum akan mengngawasi setiap masyarakat yang akan melalukan euthanasia. Dalam kondisi ini, seperti negara India yang masih banyak masyarakatnya membutuhkan banyak uang mungkin masih akan dipertanyakan bagaimana euthanasia itu dilakukan dan bagaimana cara penangganannya. Di India dimana masyarakatnya masih membutuhkan banyak uang, euthanasia dapat disalah gunakan untuk kepentingan kasus ganti rugi atau perselisihan. Masyarakat bisa saja menjadi khawatir ketika euthanasia disahkan, mungkin bisa menjadi pilihan pertama, yang bisa saja hal itu bukan euthanasia melainkan suatu bentuk pembunuhan. Dengan mengkhawatirkan bahwa euthanasia bukan saja berlaku untuk penyakit menular. Ini adalah sudut pandang yang mungkin menjadi topik untuk pembahasan yang hangat.
7|Jurnal - Euthanasia

Yang menjadi pertimbangan dalam Euthanasia adalah untuk melawan konsekuensi atau indikasi seperti sakit, lanjut usia, orang cacat, energi, emosi dan uang. Dalam sebuah penelitian terhadap 1.150 pasien sakit kritis yang meninggal selama penelitian, hanya 14% saja yang ada upaya untuk resusitasi. Dua puluh tahun yang lalu sebagian besar perawatan, dilarang jika hanya untuk memperpanjang hidup seseorang. Karena hal itu hanya akan menyimpan satu dari delapan dolar yang dihabiskan pada perawatan kesehatan tersebut. Ada banyak orang yang percaya Euthanasia mungkin menyiksa pihak keluarga dan pasien sendiri. Dokter yang terbiasa melakukan tindakan untuk mengirim pasien mereka ke kematian, mungkin tidak akan merasa peduli terhadap penderitaan yang diderita orang lain. Sebagai Kardinal Roger Mahonet, Uskup Agung Los Angeles menyatakan, semua hal yang dijalani disini menunjukkan bahwa kita bisa memecahkan masalah orang dengan menyingkirkan orang. Perbedaan lain yang harus diperhatikan adalah antara Euthanasia dan aborsi. Aborsi merupakan cara mengakhiri kehidupan diawal kehidupan. sedangkan Euthanasia oranglah yang membuat keputusan tentang kematian pada akhir kehidupannya. Di bawah keputusan Medis Kehamilan 1971, semua aborsi dilakukan memerlukan persetujuan dari perempuan dan semua aborsi setelah dua puluh minggu ilegal. Undangundang Menentukan situasi ketika kehamilan dapat diakhiri oleh praktisi medis yang terdaftar (Bagian 3, Pemutusan Medis Kehamilan, 1971): 1. Terkandung dalam KUHP India, seorang praktisi medis yang terdaftar tidak bersalah atas pelanggaran apapun di bawah kode atau berdasarkan hukum lain untuk waktu yang berlaku, jika setiap kehamilan dihentikan sesuai dengan ketentuan UU ini. 2. Berlaku pada ketentuan ayat (4) kehamilan dapat diakhiri oleh seorang praktisi medis yang terdaftar. a. Dimana usia kehamilan tidak melebihi dua belas minggu, atau b. Dimana usia kehamilan melebihi dua belas minggu tetapi tidak melebihi dua puluh minggu. 3. kelanjutan kehamilan akan membawa risiko bagi kehidupan ibu hamil atau cedera serius terhadap kesehatan fisik atau mentalnya, atau 4. Ada risiko besar bahwa jika anak lahir, itu akan menderita kelainan fisik atau mental seperti menjadi cacat serius.

8|Jurnal - Euthanasia

Penjelasan1 Dimana kehamilan diduga karena disebabkan oleh perkosaan, penderitaan yang disebabkan oleh kehamilan tersebut akan dianggap merupakan cedera besar bagi kesehatan mental ibu hamil.

Penjelasan2 Setiap kehamilan yang terjadi sebagai akibat dari kegagalan metode yang digunakan oleh perempuan menikah atau suaminya yang untuk tujuan membatasi jumlah anak, penderitaan yang disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan tersebut dapat dianggap merupakan cedera besar bagi mental kesehatan wanita hamil. Undang-undang MTP menekankan bahwa secara hukum, seorang wanita hamil dapat membatalkan kehamilan baik dia dalam keadaan sudah menikah, tunggal atau janda. Aborsi dapat dilakukan di rumah sakit pemerintah, Pusat Kesehatan Utama, berwenang Keperawatan Rumah dan Rumah Sakit.

Di India, aborsi dianggap legal dengan beberapa pengecualian. Aborsi dianggap ilegal bila aborsi yang dilakukan tidak memiliki persyaratan dan dengan menggunakan tim medis dan peralatan yang tidak memadai. Biaya yang dikeluarkan pada aborsi yang ilegal tergantung dengan berat ringannya resiko yang akan diambil dan kurangnya informasi dari hukum MTP dari negara tsb. Suatu penelitian kematian akibat aborsi yang tidak septik atau ilegal terdapat 4-25%. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahaya akan aborsi yang legal juga akan menyebakan kematian. Aborsi dengan keresiko bahwa ibu hamil dan akan melahirkan anak yang tidak memiliki organ otak yang lengkap (cacat) boleh dilakukan aborsi. Dan ibu boleh memilih untuk menyelamatkan diri sendiri atau anak yang akan dilahirkannya. Apakah itu salah satu Euthanasia? Sebagai tujuan dasar di balik MTP adalah memberikan kehidupan yang bermartabat untuk ibu dan menjamin kehidupan yang bermartabat untuk janin setelah lahir, jelas itu sama Euthanasia dalam tujuan utama dan karakteristik. Sebenarnya semua jenis MTP seperti di atas yang melegalkan di India maka mengapa Euthanasia tidak diperbolehkan di India untuk kepentingan umat manusia? Kedudukan hukum Euthanasia di berbagai negara. Eutanasia - Hukum di Belanda: Menurut KUHP Belanda, euthanasia adalah kejahatan. Namun, bila tidak memenuhi syarat sebagai pembunuhan (Seperti di beberapa negara lain), tapi ditangani dalam tindakan yang terpisah, sesuai dengan Pasal 293, siapa pun yang mengambil nyawa orang lain atas

9|Jurnal - Euthanasia

permintaan eksplisit dan sungguh-sungguh akan dihukum dengan pidana penjara maksimal 12 tahun. Pada tahun yang sama Kerajaan Medical Association Belanda mengeluarkan pernyataan berpengaruh terhadap euthanasia. Dalam rangka memberikan bimbingan kepada profesi untuk dalam kondisi euthanasia bisa diperbolehkan, itu dirumuskan seperangkat kriteria yang dikembangkan oleh Pengadilan. 1. Permintaan untuk euthanasia harus datang dengan pasien dan sepenuhnya bebas dan sukarela dianggap baik dan gigih. 2. Pasien harus mengalami penderitaan tak tertahankan (fisik maupun mental) dengan tidak ada prospek peningkatan dan tanpa solusi yang dapat diterima untuk mengatasi situasi pasien. 3. Euthanasia harus dilakukan oleh dokter setelah berkonsultasi dengan rekan independen yang memiliki keahlian di bidang ini. 4. Kebijakan eutanasia Belanda adalah unik di dunia dan mungkin menjadi contoh bagi yang lain untuk mengikuti kebijakan. Pada bulan Februari 2008, Luksemburg mengesahkan undang-undang untuk mengizinkan euthanasia dan bantuan bunuh diri. Namun, hukum tidak akan berlaku sampai prosedur tambahan selesai. Implementasi diharapkan pada pertengahan 2008. Hukum euthanasia di Australia: Pada bulan Maret 1998, Northern Territory Australia (Darwin) menjadi tempat pertama untuk melegalkan euthanasia. Meskipun Australia tidak memegang perundangan sama dengan Belanda, telah stabil dan kontroversial. Sebuah proposal baru di Australia Selatan membuat bunuh diri yang dibantu tersedia bagi mereka yang "putus asa sakit "Menurut" Martabat dalam Mati Bill 2001 "Seseorang putus asa sakit jika orang yang memiliki cedera atau sakit berat. (a) yang akan menghasilkan, atau telah mengakibatkan, dalam gangguan mental serius atau pencabutan permanen atau kesadaran, (b) yang serius dan ireversibel merusak kualitas hidup seseorang sehingga kehidupan yang tidak bisa ditoleransi untuk orang itu " Hukum euthanasia di Amerika Serikat: Saat sebagian besar negara bagian di Amerika memiliki undang-undang terhadap membantu bunuh diri meskipun bunuh diri dan percobaan bunuh diri, tidak lagi dianggap sebagai kejahatan. Hukum euthanasia di U.K. Di Inggris, Pengadilan dan anggota legislatif secara konsisten menolak untuk menghapus keberatan hukum pidana mendasar bagi praktek
10 | J u r n a l - E u t h a n a s i a

eutanasia. Hal ini menunjukkan batas-batas hukum dalam bidang ini dimana dokter tidak bisa mengikuti hati nurani masing-masing seberapa baik mungkin. Pada tahun 1994, New England Journal of Medicine menerbitkan sebuah artikel merekomendasikan legalisasi yang akan mengizinkan bunuh diri yang dibantu tidak hanya bagi individu yang memiliki kondisi terminal tetapi juga untuk orang-orang dengan "penyakit yang melemahkan tidak dapat disembuhkan." Hukum euthanasia di India: Di India Eutanasia belum dibahas. Tidak ada ketentuan khusus mengenai hal ini baik secara hukum undang-undang. Di India legislasi khusus diperlukan: Di India undang-undang khusus pada kebutuhan. Dalam hal ini Hakim J. S. Verma disebutkan. "Eutanasia itu tidak sah. Ini berkaitan bahwa ada banyak anggota yang bertanggung jawab dari masyarakat kita yang percaya bahwa eutanasia harus dibuat sah, tapi hasilnya bisa. Saya percaya, hanya bisa dicapai dengan undang-undang yang menyatakan kehendak demokrasi dan sangat mendasar bahwa perubahan harus dilakukan di luar tunduk pada pengawasan dan kontrol yang tepat ..... ". Di India MR Masani menganjurkan praktek eutanasia. Ide euthanasia kurang lebih konsep tersembunyi dari orang-orang. Siapa yang bisa memikirkan pasien dalam penderitaan? Ketika orang-orang melihat pasien sakit akut dan penderitaan yang tak berujung mengatakan "Semoga Tuhan memberkatinya kematian atau mengapa kematian tidak datang kepadanya", yang menunjukkan konsep euthanasia tersembunyi. Mungkin ketika ideide ini akan sepenuhnya dinyatakan secara terorganisir kita akan berada dalam krisis. Untuk menghindari hal ini, tentu kita membutuhkan sebuah debat panas tentang masalah ini. Mereka percaya pelaksanaan euthanasia harus dilakukan dalam beberapa kondisi. Pada umumnya ada lima kondisi individual yang diperlukan untuk pencalonan euthanasia sukarela.

Mereka berpendapat bahwa jika seseorang; 1. Menderita penyakit terminal/fatal 2. Tidak mendapatkan keuntungan dari pemberian obat secara terus menerus seumur hidupnya

11 | J u r n a l - E u t h a n a s i a

3. Sebagai akibat langsung dari penyakit, baik menderita sakit parah, atau kehidupan yang memberatkan (penyakit menyebabkan dia menjadi ketergantungan pada orang lain dan alat/teknologi pendukung kehidupan) 4. Memiliki keinginan untuk mati (tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, hanya bisa menyatakan keinginan untuk mati), dan 5. Tidak mampu melakukan bunuh diri tanpa bantuan, maka harus ada ketentuan hukum dan medis untuk memungkinkan dia diizinkan untuk mati atau dibantu untuk mati. Selanjutnya akan muncul begitu banyak pertanyaan tentang tubuh manusia diperadilan? Seperti bagaimana cara memutuskan seseorang yang sedang koma, dan kemudian pasien tersebut dapat bangund dari komanya, sedangkan ilmu kedokteran hanya berkata "Ini adalah keajaiban Tuhan". Bahkan masih terdapat berbagai pertanyaan yang masih menjadi bahan perdebatan sampai sekarang, manfaat tentang euthanasia itu sendiri, seperti menyumbangkan organ-organ tubuh untuk kepentingan masyarakat. Kesimpulan Euthanasia, adalah subjek kontroversial, bukan hanya karena ada banyak dilema moral yang berbeda terkait dengan itu, tetapi juga dalam definisi. Pada ketidaksepakatan, pendukung euthanasia, mengenal hal tersebut sebagai bantuan dokter kepada pasien yang sedang kritis/sekarat, atau dokter membantu pasien untuk bunuh diri, yang dianggap sebagai sikap belas kasihan kepada pasien. Dalam pihak lain penentang euthanasia, mungkin menganggap metode ini sebagai bentuk pembunuhan. Setelah studi detail dari berbagai negara peraturan perundang-undangan dan studi dari berbagai kasus, yang masih jadi permasalahan adalah masalah perdebatan bahwa apakah Euthanasia adalah bunuh diri atau mengakhiri kehidupan agar lebih bermartamat. Banyak negara melegalkan Euthanasia tetapi dalam beberapa keadaan, di India Eutanasia tidak diizinkan bahkan walaupun digunakan untuk digunakan mengakhiri kehidupan yang bermartabat. Di satu sisi sebagian besar negara tidak melegalkan Euthanasia tetapi mereka menyediakan undang-undang tentang keinginan untuk mati (menyelamatkan ibu atau bayi pada kasus kelahiran). Sebagai salah satu tujuan utama, para pendukung euthanasia berusaha untuk membolehkan euthanasia dan bunuh diri dibantu(Assisted Suicide) yang dianggap sebagai
12 | J u r n a l - E u t h a n a s i a

bentuk Perawatan Medis. Jika gagasan euthanasia atau bunuh diri dibantu ini dianggap perawatan medis yang baik, maka dari penentang euthanasia akan mengatakan, itu tidak tepat, itu adalah sikap diskriminatif. Alternatif pasti untuk euthanasia adalah untuk menyediakan kasih sayang, perawatan yang kompeten pada pasien yang sekarat. Sebuah konsep baru untuk sekarat muncul di Inggris, di mana lembaga-lembaga yang disebut Hospices mengkhususkan diri tentang arti dari kasih sayang, perawatan, dan kematian. Konsep ini telah menyebar ke seluruh dunia Barat. Setelah pasien merasa menerima bahwa dirinya tidak lagi menjadi beban orang lain, maka hal ini dianggap sebagai pengurangan rasa sakit dalam menerima euthanasia itu sendiri. Perawatan yang tepat adalah alternatif yang dikembangkan oleh mahasiswa kedokteran di rumah sakit pendidikan. Secara teknis dikembangkan konsep Euthanasia dan hak untuk mati bukanlah suatu hal yang merendahkan. Sebaliknya mereka mengembangkan gagasan kepuasan manusia. Belanda dan Belgia mengizinkan keduanya, euthanasia dan bunuh diri yang dibantu. Meskipun euthanasia dan bunuh diri yang dibantu adalah ilegal di Swiss, bunuh diri yang dibantu dihukum jika hal itu dilakukan "dengan motif mementingkan diri sendiri." Hukum Belgia disahkan pada tanggal 16 Mei 2002. Hukum di Swiss, "Siapa pun, dari motif egois , menginduksi untuk bunuh diri atau membantu dia di dalamnya harus dihukum, jika bunuh diri itu berhasil atau percobaan, dengan kurungan di LP selama tidak lebih dari lima tahun atau dengan pidana penjara "(Pasal 115 dari Kode the Penal). Berbagai teori sosiolog berkaitan dengan aspek sosial bunuh diri mengarah ke kesimpulan positif yang pemeriksaan dan koreksi kondisi sosial yang langsung atau tidak langsung memberikan kontribusi terhadap insiden bunuh diri sangat penting dari masyarakat dan keluarga tidak mengambil masalah bahwa orang tersebut bahagia. Tugas keluarga adalah untuk melihat kondisi sosial dan psikologis dari orang frustrasi. negara India menjadi negara kesejahteraan sosial tertarik dengan kewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai. Memberikan hukuman bagi upaya untuk bunuh diri dan menjadikannya sebagai pelanggaran. Dengan ini, beberapa hal dibutuhkan untuk dilakukan sebagai: - kematian karena keinginan - rahmat kematian pembunuhan menyakitkan pasien yang menderita penyakit yang tak tersembuhkan - koma, dapat diizinkan secara berikut:
13 | J u r n a l - E u t h a n a s i a

1. Harus jelas dari dokter rumah sakit bahwa orang tersebut tidak bisa bertahan hidup lagi. 2. Persetujuan dari seluruh anggota keluarga harus diambil(inform concent). 3. Jika pasien berada dalam posisi ia bisa menyesuaikan persetujuannya, harus diperoleh. 4. Harus ada badan peradilan untuk pembelaan Euthanasia dimana harus dilegalkan. 5. Dalam kasus AIDS, koma dan penyakit tak tersembuhkan itu dapat diberikan oleh badan peradilan sebagai masalah hak. Jadi hak ini sampai akhir bermartabat hidup harus diberikan kepada individu, keluarga, dokter dan masyarakat pada umumnya dengan mekanisme kemanusiaan. Sebuah keputusan dalam waktu dapat menghindari siksaan kritis/sekarat, dapat melepaskan sumberdaya untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah penderitaan emosional dan fiskal untuk para korban.

14 | J u r n a l - E u t h a n a s i a