Anda di halaman 1dari 86

1

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COPERATIVE LEARNING) DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 5 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TENTANG FRASA DI SMA NEGERI 5 JAKARTA

DISUSUN OLEH VERONICA SUBINI, S. PD.

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS INI DIAJUKAN UNTUK DINILAI DALAM KENAIKAN GOLONGAN DARI IV-A KE IV-B

PEMERINTAH DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 JAKARTA JALAN SUMUR BATU RAYA JAKARTA PUSAT

2008

HALAMAN PENGESAHAN KARYA TULIS PTK INI TELAH DIDOKUMENTASIKAN DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH JUDUL:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COPERATIVE LEARNING) DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 5 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TENTANG FRASA DI SMA NEGERI 5 JAKARTA

Jakarta, 21 Februari 2008 Pembina Perpustakaan Sekolah,

N. Ruswati NIP/NRK 131269562/145799

HALAMAN PENGESAHAN KARYA TULIS PTK


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COPERATIVE LEARNING) DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 5 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TENTANG FRASA DI SMA NEGERI 5 JAKARTA

JAKARTA, 25 FEBRUARI 2010 KEPALA SEKOLAH,

DRS. SUPENA, M. M. NIP/NRK. 130871481/143456

Mengetahui :

Sudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Pusat,

Pengurus PGRI Kota Administrasi Jakarta Pusat,

Drs. Bambang Pramestiadi, M. M. NIP/NRK. 131286963/151976

Drs. Uju Juhiwa, M. Pd. NPA. 0901030301

ABSTRAK
Veronica Subini , Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) dengan Pendekatan Keterampilan Proses untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS-5 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tentang Frasa di SMA Negeri 5 Jakarta (2007) Penelitian Tindaan Kelas, Guru SMA Negeri 5 Jakarta, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, tahun 2007 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang frasa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Jakarta pada siswa kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial yang menjadi subjek penelitian sebanyak 35 siswa. Penelitian menggunakan teori tentang metode penelitian tindakan kelas model Stephen Kemmis dan McTanggart dengan empat tahapan: perencanaan, pelakasanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus. Siklus pertama satu kali pertemuan dengan lama pertemuan satu kali 45 menit. Siklus kedua satu kali pertemuan dengan lama pertemuan satu kali 45 menit. Siklus ketiga satu kali pertemuan dengan lama pertemuan satu kali 45 menit. Pada siklus pertama tampak siswa belum aktif sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak bagus. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pre test diperoleh nilai rata-rata 22,06 sedangkan hasil nilai rata-rata post test 22,89. Pada siklus pertama tampak siswa belum aktif sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak tuntas berdasarkan KKM bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Jakarta dengan nilai 66. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pre test diperoleh nilai rata-rata 22,89 sedangkan hasil nilai rata-rata post test 65,25. Pada siklus pertama tampak siswa belum aktif sehingga hasil belajar yang tuntas berdasarkan KKM bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Jakarta dengan nilai 66. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pre test diperoleh nilai rata-rata 65,25sedangkan hasil nilai rata-rata post test 72,17. Kata kunci: analisis frasa dengan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Mahaesa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Karya imiah ini merupakan salah satu pengembangan profesi guru dalam rangka meningkatkan pengetahuan, teknologi, dan keterampilan khususnya dalam peningkatan mutu proses pembelajaran dan profesionalisme guru. Di dalam melaksanakan penelitian ini penulis telah mendapat bantuan dan dukungan saran baik moral maupun material dari rekan-rekan terdekat yang berdedikasi terhadap dunia pendidikan, sehingga penulis mendapatkan masukan dan kritikan guna pengembangan dan perbaikan penelitian ini. Dalam kesempatan penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Kepala SMA Negeri 5 Jakarta tahun pelajaran 2007-2008 Bapak Drs. H.Kusnarto 2. Dewan Guru dan Staf Tata Usaha SMA Negeri 5 Jakarta 3. Siswa-siswi kelas XI IPS-5 SMA Negeri 5 Jakarta Penulis berharap hasil penelitian ini bermanfaat bagi rekan-rekan peneliti, rekan-ekan guru, siswa, dan pejabat yang memiliki wewenang mengambil kebijakan dalam pendidikan. Penulis menyadari hasil penulisan karya ilmiah ini belum sempurna. Oleh sebab itu penulis sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran dalam bentuk apa pun dari pembaca.

Jakarta, 25 Februari 2008

DAFTAR ISI
Halaman LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan Masalah D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN TEORETIK A. Hakikat Pembelajaran Frasa 1. Pengertian Pembelajaran Frasa 2. Pengertian Frasa 3. Jenis-jenis Frasa B. Tujuan Pembelajaran Frasa C. Kerangka Berpikir D. Teknik Analisis Frasa E. Kendala Analisis Frasa BAB III METODE PENELTIAN A. Tujuan Khusus Penelitian B. Lokasi dan Waktu C. Prosedur Pelaksanaan 1 2 4 5 6

7 1. Metode Desain Intervensi Penelitian 2. Subjek yang Terlibat dalam Penelitian 3. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian 4. Kriteria Keberhasilan 5. Tahapan Intervensi Tindakan 6. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan 7. Data dan Sumber 8. Instrumen Pengumpulan Data 9. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Siklus I 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan a. Pertemuan I b. Pertemuan II 3. Observasi 4. Refleksi B. Siklus II 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan a. Pertemuan I b. Pertemuan II 3. Observasi 4. Refleksi C. Siklus III 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan a. Pertemuan I b. Pertemuan II 3. Observasi

8 4. Refleksi

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN SURAT KETERANGAN PENELITIAN BIODATA GURU KOLABORASI DAFTAR HADIR SISWA FOTO KEGIATAN SELAMA PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam pembelajaran kebahasaan pemahaman terhadap materi frasa menunjukkan materi yang sulit untuk dikuasai siswa. Hal tersebut terjadi karena frasa termasuk susunan baku atau konstruksi baku dalam kebahasaan. Kesulitan siswa tersebut terutama menentukan jenis frasa dan contoh-contohnya. Kemampuan menganalisis kebahasaan, mempunyai peranan yang penting di dalam pemahaman berbahasa pada umumnya. Dengan mampu menentukan jenis frasa dan contoh-contohnya akan mampermudah pula pemahaman kalimat. Frasa nama terdiri atas kata nama sebagai kepalanya. Kata nama ini pada umumnya paling mudah untuk dikenal pasti dalam semua bahasa (Chomsky: 1986). Permasalahan yang muncul ketika melakukan observasi di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran frasa antara lain : 1. Siswa kurang mampu menentukan dan memilih frasa dalam

menganalisis bacaan. 2. Pemenggalan frasa relatif tidak menggambarkan fungsi kalimat.

B.

Identifikasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang dan data awal yang diperoleh dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dan untuk membatasi

10 permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana peningkatan pemahaman frasa siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta? 2. Problem apa yang dihadapi ketika pelaksanaan pembelajaran frasa pada siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta? 3. Faktor apa yang mempengaruhi kemampuan dalam memahami frasa siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta?

C.

Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas, maka dapat di rumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah pendekatan kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami frasa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta?.

D.

Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 4. Untuk meningkatkan pemahaman frasa siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta 5. Untuk meningkatkan keefektifan pemahaman frasa siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta 6. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran frasa siswa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta

11

E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Guru Guru dapat memahami hal-hal yang perlu dilakukan untuk menyampaikan pembelajaran secara aktif dan menarik siswa sehingga peserta didik mampu menangkap pembelajaran yang sedang diajarkan dan hal yang diharapkan guru tercapai. Dalam penelitian ini dapat diambil manfaat bagi guru termasuk di antaranya guru dapat memperkaya teknik pembelajaran dan guru dapat mengetahui permasalahan siswa dengan cara-cara mengatasinya.

Dengan demikian dapat mempermudah guru untuk mengatasi masalahmasalah yang timbul dalam pembelajaran. Guru menjadi aktif dan kreatif dalam mempelajarkan siswa menggunakan model kooperatif dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru mengetahui penggunaan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur pemahaman frasa dengan baik. 2. Bagi Peserta Didik Siswa dapat lebih mudah dan semangat dalam memahami materi pelajaran. Dengan cara pembelajaran yang menarik, dan tidak akan membosankan siswa dalam menyimak pelajaran sehingga mereka akan menyimak pelajaran dengan baik. Siswa akan lebih aktif belajar dan mereka dapat lebih mudah dalam memahami pelajaran.

12

3. Bagi Sekolah Sekolah dapat lebih mudah dalam memperoleh alat pembelajaran. Dengan penggunaan alat pembelajaran di sekolah pihak sekolah tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan alat pembelajaran dan sumber belajar. Karena, alat pembelajaran dapat

dibuat dari lingkungan sekitar dan dapat dari siswa itu sendiri. Alat pembelajaran ini dapat disimpan untuk siswa tahun berikutnya.

13

BAB II KAJIAN TEORETIK

Tujuan

pembelajaran

Bahasa

Indonesia

adalah

meningkatkan

keterampilan siswa dalam berbahasa Indonesia. Pengetahuan kebahasaan diajarkan untuk menunjukkan siswa terampil menganalisis bahasa yakni terampil menentukan jenis-jenis frasa dan contoh-contohnya. Keterampilan menganalisis kebahasaan hanya dapat dikuasai dengan latihan yang terus-menerus dan sistematis yakni harus sering berlatih menganalisis wacana tentang frasa. Pembelajaran frasa adalah program untuk mengembangkan kemampuan pemetaan berpikir siswa dalam logika merangkai kata atau memenggal kalimat atas frasa-frasa pendukungnya.

a. Hakikat Pembelajaran Frasa 1. Pengertian Pembelajaran Frasa Pembelajaran frasa adalah sejenis mekanisme yang diandaikan menjadi representasi struktural bagi suatu ayat ialah rumus struktur frasa (RSF) yang dikenali sebagai Teori X-berpalang. Teori ini mempunyai satu prinsip yang dikenali sebagai Prinsip Unjuran yang memastikan bahwa setiap leksikal dalam suatu ayat itu diunjurkan dengan betul pada setiap tahap sintaksis (Struktur-D, Struktur-L dan Bentuk Logik):

14 Prinsip (Chomsky, 1981) Representasi pada setiap tahap sintaksis (Struktur-D, Struktur-L dan Bentuk Logik) diunjurkan daripada leksikon berpandukan maklumat pensubkategorian setiap butir leksikal. Prinsip ini ialah prinsip yang berpandukan syarat dan bukannya berpandukan rumus untuk melahirkan representasi struktural suatu butir leksikal. Prinsip ini mempunyai dua syarat iaitu pertama, setiap representasi bagi setiap butir leksikal mestilah berpandukan maklumat pensubkategorian bagi setiap butir leksikal dan kedua, maklumat pensubkategorian yang direpresentasi oleh teori X-berpalang perlu diteliti pada setiap tahap sintaksis (Struktur-D, Struktur-L dan Bentuk Logik). Prinsip tersebut hanya menjadi syarat untuk representasi bagi setiap butir leksikal pada struktur sesuatu ayat tetapi prinsip ini tidak pula menyatakan cara untuk mewakilkan setiap butir leksikal itu dalam rajah pohon. Peranan itu dimainkan oleh prinsip yang berbeda yaitu prinsip yang dikenali sebagai Prinsip X-berpalang. Prinsip ini juga mementingkan syarat dan bukan rumus untuk mewakilkan setiap butir leksikal dalam struktur representasi suatu ayat. Prinsip ini diperkenalkan oleh Chomsky (1970), kemudian diubah sesuai pendapat Jackendoff (1977) dan seterusnya oleh Stowell (1981). Rumus ini mempunyai tiga syarat: a. Kewujudan setiap frasa mestilah endosentrik b. Kehadiran tiga aras iaitu FX, X dan X. c. Kedudukan kepala (X) ialah satu aras di bawah X- satu palang (X) yang dinaungi terus oleh nodus frasa (FX).

2. Pengertian Frasa

15 Banyak sering mempermasalahkan antara frasa dan kata, ada yang membedakannya dan ada juga yang mengatakan bahwa keduanya itu sama. Seperti yang telah dipelajari dalam morfologi bahwa kata adalah adalah satuan gramatis yang masih dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Frasa adalah satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222). Menurut Prof. M. Ramlan, frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan (Ramlan, 2001:139). Artinya sebanyak apapun kata tersebut asal tidak melebihi jabatannya sebagai Subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan, maka masih dapat disebut frasa. Contoh: 1. gedung sekolah itu 2. yang akan pergi 3. sedang membaca 4. sakitnya bukan main 5. besok lusa 6. di depan Jika contoh itu ditaruh dalam kalimat, kedudukannya tetap pada satu jabatan saja atau satu fungsi kalimat. 1. Gedung sekolah itu(S) luas (P).

16 2. Dia (S) yang akan pergi (P) besok (Ket). 3. Bapak (S) sedang membaca (P) koran sore (O). 4. Pukulan Budi (S) sakitnya bukan main (P). 5. Besok lusa (Ket) aku (S) kembali (P). 6. Bu guru (S) berdiri (P) di depan (Ket). Jadi, walau terdiri dari dua kata atau lebih tetap tidak melebihi batas fungsi. Pendapat lain mengatakan bahwa frasa adalah satuan sintaksis terkecil yang merupakan pemadu kalimat. Contoh: 1. Mereka (S) sering terlambat (P). 2. Mereka (S) terlambat (P). Ket: ( _ ) frasa Pada kalimat pertama kata mereka yang terdiri dari satu kata adalah frasa. Sedangkan pada kedua kata berikutnya hanya kata sering saja yang termasuk frasa karena pada jabatan itu terdiri dari su ka kata dan kata sering sebagai pemadunya. Pada kalimat kedua, kedua katanya adalah frasa karena hanya terdiri dari satu kata pada tiap jabatannya. Dari kedua pendapat tersebut dapat diambil simpulan bahwa frasa dapat terdiri atas satu kata atau lebih selama itu tidak melampaui batas fungsi atau jabatannya yang berupa subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan. Jumlah frasa yang terdapat dalam sebuah kalimat bergantung pada jumlah fungsi yang terdapat pada kalimat itu juga.

17 Sebelum mengenal lebih jauh tentang frasa, alangkah lebih baiknya jika mengenal tentang fungsi-fungsi sintaksis, karena fungsi-fungsi itulah yang disebut frasa. Fungsi sintaksis ada lima, yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket). Dari kelima fungsi tersebut hanya karakteristik dari Keterangan saja yang tidak mempunyai lawan. 1. Subjek dan Predikat

1.1 Bagian yang diterangkan predikat. Subjek dapat dicari dengan


pertanyaan Apa atau Siapa yang tersebut dalam predikat. Sedangkan predikat adalah bagian kalimat yang menerangkan subjek. Predikat dapat ditentukan dengan pertanyaan yang tersebut dalam subjek sedang apa, berapa, di mana, dan lain-lain. Contoh: Sedang belajar(P) mereka itu(S). Fungsi tersebut bisa dibuktikan dengan pertanyaan Siapa yang sedang belajar? Jawabannya mereka itu. 1.2 Berupa frasa nomina atau pengganti frasa nomina. Sedangkan predikat bisa berupa frasa nomina, verba, adjektiva, numeralia, atau pun preposisi. 1.3 Jika diubah menjadi kalimat tanya, subjek tidak dapat diberi partikel kah. Predikat dapat diberi partikel kah. Contoh: Merka itu (S) sedang belajar (P). Sedang belajarkah mereka itu?

18 Merekakah sedang belajar? (salah)

2. Objek dan Pelengkap. 2.1 Objek berupa frasa nomina atau pengganti frasa nomina, sedangkan pelengkap berupa frasa nomina, verba, adjektiva, numeralia, preposisi, dan pengganti nomina. 2.2 Objek mengikuti predikat yang berupa verba transitif (memerlukan objek) atau semi-transitif dan pelengkap mengikuti predikat yang berupa verba intransitif (tidak memerlukan objek). 2.3 Objek dapat diubah menjadi subjek dan pelengkap tidak dapat diubah menjadi subjek. Contoh: 1. Transitif (memerlukan objek) 1. Orang itu (S) menjual(P). (Salah) 2. Orang itu (S) menjual(P) es kelapa muda(O) 2. Semi-transitif (dapat atau tidak perlu objek) 1. Orang itu (S) minum (P). 2. Orang itu (S) minum (P) es kelapa muda (O). 3. Es kelapa muda (S) diminum (P) orang itu (O). 3. Intransitif (tidak memerlukan objek). 1. Tidak lengkap. Orang itu (S) mandi (P). 2. Semi-lengkap.

19 1. Orang itu (S) berjualan (P). 2. Orang itu (S) berjualan (P) es kelapa muda (Pel). 3. Lengkap 1. Organisasi itu (S) berlandaskan (P). (salah) 2. Organisasi itu (S) berlandaskan (P) kegotongroyongan (Pel). 3. Keterangan. 1. Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan subjek, predikat, objek atau pelengkap. 2. Berupa frasa nomina, preposisi, dan konjungsi. 3. Mudah dipindah-pindah, kecuali diletakkan di antara predikat dan objek atau predikat dan pelengkap. Contoh: Dulu (Ket) orang itu (S) menjual (P) es kelapa muda (O) di jalan Surabaya (Ket).

2. Jenis Frasa
Jenis frasa dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya (pemadunya) dan berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya. 2.1 Berdasarkan Persamaan Distribusi dengan Unsurnya (Pemadunya). Berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya (pemadunya, frasa dibagi menjadi dua, yaitu Frasa Endosentris dan Frasa Eksosentris.

20 1. Frasa Endosentris, kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dapat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP). Dengan kata lain, frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur pusat.

Contoh: Sejumlah mahasiswa(S) di teras (P). Kalimat tersebut tidak bisa jika hanya Sejumlah di teras (salah) karena kata mahasiswa adalah unsur pusat dari subjek. Jadi, Sejumlah mahasiswa adalah frasa endosentris. Frasa endosentris sendiri masih dibagi menjadi tiga. 1.1 Frasa Endosentris Koordinatif, yaitu frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur pusat dan mengacu pada hal yang berbeda di antara unsurnya terdapat (dapat diberi) dan atau atau. Contoh: 1. rumah pekarangan 2. suami istri dua tiga (hari) 3. ayah ibu 4. pembinaan dan pembangunan 5. pembangunan dan pembaharuan 6. belajar atau bekerja. 1.2 Frasa Endosentris Atributif, yaitu frasa endosentris yang di samping mempunyai unsur pusat juga mempunyai unsur

21 yang termasuk atribut. Atribut adalah bagian frasa yang bukan unsur pusat, tapi menerangkan unsur pusat untuk membentuk frasa yang bersangkutan. Contoh: 1. pembangunan lima tahun 2. sekolah Inpres 3. buku baru 4. orang itu 5. malam ini 7. sedang belajar 8. sangat bahagia . Kata-kata yang dicetak miring dalam frasa-frasa di atas seperti adalah unsur pusat, sedangkan kata-kata yang tidak dicetak miring adalah atributnya. 1.3 Frasa Endosentris Apositif, yaitu frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur pusat dan mengacu pada hal yang sama. Unsur pusat yang satu sebagai aposisi bagi unsur pusat yang lain. Contoh: Ahmad, anak Pak Sastro, sedang belajar. Ahmad, .sedang belajar. .anak Pak Sastro sedang belajar. Unsur Ahmad merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Sastro merupakan aposisi. Contoh lain:

22 1. Yogya, kota pelajar 2. Indonesia, tanah airku 3. Bapak SBY, Presiden RI 4. Mamad, temanku. Frasa yang hanya terdiri atas satu kata tidak dapat dimasukkan ke dalalm frasa endosentris koordinatif, atributif, dan apositif, karena dasar pemilahan ketiganya adalah hubungan gramatik antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. Jika diberi aposisi, menjadi frasa endosentris apositif. Jika diberi atribut, menjadi frasa endosentris atributif. Jika diberi unsur frasa yang kedudukannya sama, menjadi frasa endosentris koordinatif 2. Frasa Eksosentris, adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP. Contoh: Sejumlah mahasiswa di teras. 2.2 Berdasarkan Kategori Kata yang Menjadi Unsur Pusatnya. Berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya, frasa dibagi menjadi enam. 1.2.1 Frasa nomina, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori nomina. UP frasa nomina itu berupa: 1.2.1.1 nomina sebenarnya contoh:

23 pasir ini digunakan utnuk mengaspal jalan 1.2.1.2 pronomina contoh: dia itu musuh saya 1.2.1.3 nama contoh: Dian itu manis 1.2.1.4 kata-kata selain nomina, tetapi strukturnya berubah menjadi nomina contoh: dia rajin rajin itu menguntungkan anaknya dua ekor dua itu sedikit dia berlari berlari itu menyehatkan kata rajin pada kaliat pertam awalnya adalah frasa ajektiva, begitupula dengan dua ekor awalnya frasa numeralia, dan kata berlari yang awalnya adalah frasa verba. 1.2.2 Frasa Verba, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori verba. Secara morfologis, UP frasa verba biasanya ditandai adanya afiks verba. Secara sintaktis, frasa verba terdapat (dapat diberi) kata sedang untuk verba aktif, dan kata sudah untuk verba keadaan. Frasa verba tidak dapat diberi kata sangat, dan biasanya menduduki fungsi predikat. Contoh: Dia berlari .

24 Secara morfologis, kata berlari terdapat afiks ber-, dan secara sintaktis dapat diberi kata sedang yang menunjukkan verba aktif. 1.2.3 Frasa Ajektifa, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori ajektifa. UP-nya dapat diberi afiks ter- (paling), sangat, paling agak, alangkah-nya, se-nya. Frasa ajektiva biasanya menduduki fungsi predikat. Contoh: Rumahnya besar. Ada pertindian kelas antara verba dan ajektiva untuk beberapa kata tertentu yang mempunyai ciri verba sekaligus memiliki ciri ajektiva. Jika hal ini yang terjadi, maka yang digunakan sebagai dasar pengelolaan adalah ciri dominan. Contoh: menakutkan (memiliki afiks verba, tidak bisa diberi kata sedang atau sudah. Tetapi dapat diberi kata sangat). 1.2.4 Frasa Numeralia, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori numeralia. Yaitu kata-kata yang secara semantis mengatakan bilangan atau jumlah tertentu. Dalam frasa numeralia terdapat (dapat diberi) kata bantu bilangan: ekor, buah, dan lain-lain. Contoh: dua buah

25 tiga ekor lima biji duapuluh lima orang. 1.2.5 Frasa Preposisi, frasa yang ditandai adanya preposisi atau kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata (bukan klausa) sebagai petanda. Contoh: Penanda (preposisi) + Petanda (kata atau kelompok kata) di teras ke rumah teman dari sekolah untuk saya 1.2.6 Frasa Konjungsi, frasa yang ditandai adanya konjungsi atau kata sambung sebagai penanda dan diikuti klausa sebagai petanda. Karena penanda klausa adalah predikat, maka petanda dalam frasa konjungsi selalu mempunyai predikat. Contoh: Penanda (konjungsi) + Petanda (klausa, mempunyai P) Sejak kemarin dia terus diam (P) di situ. Dalam buku Ilmu Bahasa Insonesia, Sintaksis , ramlan menyebut frasa tersebut sebagai frasa keterangan, karena keterangan menggunakan kata yang termasuk dalam kategori konjungsi. b. Tujuan Pembelajaran Frasa

26 Struktur frasa dalam dikenali sebagai struktur cantuman. Kehadiran struktur cantuman dalam Struktur-D tidak melanggari teori x-berpalang dan Prinsip Penyimpanan Struktur (Chomsky, 1986) kerana kehadirannya tidak

memusnahkan apa-apa struktur yang telah ditetapkan oleh teori x-berpalang, sebaliknya, struktur berkenaan hanya menghadapi penambahan. (Heagemann, 1994). Dakwaan penulis ke atas struktur sedemikian mempunyai implikasinya yang tersendiri. Pengkaji ingin mengambarkan bahawa pada struktur-D lagi struktur FN bahasa Bateq sudah mempunyai struktur cantuman. Walaupun demikian, tidak semua frasa itu mempunyai struktur cantuman pada struktur-D dalam bahasanya. Struktur sedemikian tidak bersifat sejagat tetapi keadaan ini ialah spesifik untuk sesuatu bahasa sahaja. Namun, struktur cantuman itu boleh diterima sekiranya struktur dapat menjelaskan dan menepati fakta kedua dan ketiga mengenai kehadiran penjodoh bilangan dan kata bilangan dalam bahasa Bateq. Fakta kedua ialah kehadiran penjodoh bilangan itu tidak wajib dan tidak bergantung kepada jenis kata nama kepala itu. c. Kerangka Berpikir BAIK
TERLAKSA NA

BAIK

KemampuanA nalisis Wacana

KBM yang sesuai dengan tujuan

Kemampuan analisis frasa

KURANG BAIK

KURANG TERLAKSANA

KURANG BAIK

27

d. Teori untuk Memecahkan Masalah Adapun metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam meningkatkan kemampuan menganalisis frasa di kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta adalah model pembelajaran koperatif yakni guru lebih memfokuskan tentang kemampuan yang dimiliki setiap anak dalam memenggal kontur, memenggal fungsi kalimat, dan memenggal frasa. e. Hipotesis Tindakan Terdapat hubungan model pembelajaran kooperatif dengan

peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Indonesia tentang frasa kelas XI IPS 5 di SMA Negeri 5 Jakarta

28

BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan tujuan: 1. perbaikan dan peningkatan keberhasilan dalam pelaksanaan

pembelajaran frasa 2. meningkatkan hasil pembelajaran frasa 3. memotivasi para guru untuk memahami dan mengaplikasikan model pembelajaran frasa B. 1. Objek Penelitian, Waktu penelitian, dan Tempat Penelitian Objek Penelitian Yang dijadikan sebagai objek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat yang berjumlah 36 orang terdiri dari 18 orang peserta didik laki laki dan 18 orang peserta didik perempuan. 2. Tempat Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Jakarta Pusat. 3. Waktu Pelaksanaan Gant Chart Penelitian Tindakan Kelas di SMA Negeri 5 Jakarta Pusat: No 1 2 3 Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Pelaporan Februari 2008 V Maret 2008 V V Siklus I Yang terdiri atas empat tahap yaitu April 2008

a. Jumat, 12 Februari 2008

29 perencanaan tindakan, pelaksanaan b. Jumat, 05 Maret 2008 tindakan, evaluasi dan refleksi Siklus II Yang terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan b. Senin, 08 April 2008 tindakan, evaluasi dan refleksi Siklus III Yang terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi

C.

Metodologi Penelitian (Prosedur Penelitian) Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode kaji tindak ( Action Research ) yang berlangsung tiga siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri atas empat tahap perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) evaluasi, (1)

dan (4)

refleksi. Dianalisis berdasarkan pendapat (Kemmis and McTaggart, 1988) dengan faktor yang diamati meliputi kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui

kemampuannnya menganalisis wacana dari segi frasa.

Adapun siklus pertama sampai siklus ketiga yang akan dilaksanakan adalah :
Perencanaan
Guru menciptakan suasana pembelajaran yang mengarah pada pendekatan metode kooperatif pada pemahaman frasa

Pengamatan

30

Refleksi

Perencanaan

Guru melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan )

Refleksi

Simpulan

Kegiatan ini akan dilihat melalui kegiatan menganalisis frasa yakni akan ditampilkan wacana dan siswa harus dapat memenggal kontur, memenggal fungsi kalimat, dan memenggal frasa menjadi mudah untuk dipahami. Sedangkan untuk siklus kedua diperoleh dari pengamatan yang dilakukan di kelas melalui kegiatan pembacaan hasil karangan siswa di depan kelas dan siswa lainnya mendengarkan. Setelah itu, dapat diambil beberapa karangan yang sudah sesuai dengan prosedur penulisan karangan. D. 1. Data dan Pengumpulan Data Sumber Data

31 Pengambilan data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Ilmu-ilmu Sosial pada pelajaran Bahasa Indonesia tentang frasa 2. Jenis Data Data penelitian terdiri atas data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari (1) hasil belajar, (2) rencana pembinaan, dan (3) hasil observasi pelaksanaan pembinaan 3. Cara Pengambilan Data Data diperoleh dari observasi atau pengamatan yang dilakukan mencakup hal-hal berikut: (a) memberi tes kepada siswa, (b) memberikan catatan-catatan yang diperoleh selama observasi dari suatu kejadian pada rangkaian kejadian berikutnya ketika penelitian

berlangsung, (c) refleksi diri serta perubahan yang terjadi di lapangan yang dilakukan dengan pengamatan, dan (d) keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan didapat dari rencana pembelajaran dan observasi. Sedangkan untuk pengumpulan data diperoleh dari pengamatan dan dokumentasi yang berasal dari guru dan siswa yang membahas kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia di depan umum dan menganalisis kalimat-kalimat dalam wacana.

E. Rencana Umum Tindakan Analisis Kebututuhan Analisis wacana tentang Frasa Perencanaan I :Peneliti dan Kolaborator Mengajar sesuai dengan deskripsi mata pelajaran pada buku silabus Mengobservasi dan mengumpulkan bahan yang berhubungan dengan pembelajaran frasa Merevisi deskripsi pokok bahasan frasa dan menyusun bahan ajar

32

Refleksi I

Perencanaan II Memodifikasi Perencanaan I

Tindakan I Persiapan dan Pelaksanaan Tindakan I

Observasi I

Refleksi II

Perencanaan III Memodifikasi Perencanaan II

Tindakan II Persiapan dan Pelaksanaan Tindakan I

Observasi II

Siklus berlanjut sesuai kebutuhan F. Prosedur Pelaksanaan Metode dan Desain Intervensi Tindakan/Rancangan Siklus Penelitian Rancangan prosedur PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah metode spiral atau siklus dari Stephen Kemmis dan McTanggart. Dengan ditemukannya beberapa kendala dalam proses pembelajaran, maka perencanaan dan pelaksanaan tindakan perbaikan masih dapat dilanjutkan pada siklus selanjutnya sampai target yang diinginkan tercapai. G. Kondisi Awal Subjek yang Diteliti Siswa SMK Negeri 5 Jakarta yang beralamat di Jalan Raya Sumur Batu Jakarta Pusat mempunyai jumlah siswa 958 siswa yang terbagi menjadi 27 rombongan belajar; kelas X 8 rombongan belajar/kelas; kelas

33 XI IPS terdiri atas 5 rombongan belajar/kelas; kelas XI IPA terdiri atas 4 rombongan belajar/kelas; kelas XII IPS terdiri atas 5 rombongan belajar/kelas; dan kelas XII IPA terdiri atas 4 rombongan belajar/kelas. Yang mengikuti pelajaran ini adalah kelas XI IPS-5 berjumlah 35 siswa terdiri atas 16 Perempuan dan 19 laki-laki belum mengetahui konsep pembelajaran bahasa tentang analisis frasa dengan model pembelajaran kooperatif pendekatan keterampilan proses. H. Peran dan Posisi Penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas Peran dan posisi penelitian adalah sebagai perencanaan dan pelaksanaan tindakan yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran serta mencari metode dalam melakukan analisis frasa dengan model pembelajaran kooperatif pendekatan keterampilan proses di kelas berikutnya pada SMA Negeri 5 Jakarta Pusat. I. Analisis Data dan Kriteria atau Ukuran Keberhasilan Kriteria keberhasilan kemampuan menurut Menganalisis

keberhasilan kemampuan menurut Pupuh Fathurahman dan M. Sobry dalam Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum menyatakan, bahwa Apabila 85% jumlah siswa mencapai taraf

keberhasilan optimal bahkan maksimal (mencapai 75% penguasaan materi) maka proses belajar mengajar berikutnya dapat membahas SK dan KD yang baru sehingga tidak begitu penting untuk menyelenggarakan perbaikan. Apabila 75% atau lebih dari jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran mencapai taraf keberhasilan kurang (di bawah taraf minimal, maka proses pembelajaran berikutnya bersifat perbaikan atau remedial

34 Dalam hal ini, peneliti menganalisis data berdasarkan teknik deskriptif dengan prosentase, yaitu a. Menabulasi data dan menghitung prosentase menggunakan rumus berikut: % Tindakan =
Jumlahcheeklist " terlaksana" X 100% JumlahAspek

Nilai total = kognitif (70%) + afektif (10%) + psikomotor (20%)


nilai6,8 X 100% = X Ketuntasan = Jumlahsisw a

Dengan menghitung X, jika X 6,8 maka hasil belajar tuntas.

Mendeskripsikan data yang menggambarkan kemampuan siswa dalam menganalisis frasa dari sebuah wacana. b. Menganalisis data yang diperoleh dengan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menganalisis frasa dari sebuah wacana. c. Setelah data diolah, maka dilakukan interpretasi terhadap data tersebut. Dari data tersebut peneliti berharap akan memperoleh sebuah informasi mengenai kemampuan siswa dalam menganalisis frasa dari sebuah wacana.

J. No 1 2 3 4 5 6 7 8

Jadwal dan Langkah Penelitian Kegiatan Penyusunan proposal PTK Pelaksanaan Siklus I Perencanaan tindakan I Pelaksanaan tindakan I Evaluasi tahap I Refleksi tahap I Perencanaan Siklus II Perencanaan tindakan II Pelaksanaan tindakan II Evaluasi tahap II Minggu Ke 1 2 3 4 5 X X X X X X X X X X X X 6 7 8 9 1 2

35 9 10 11 12 13 14 15 Refleksi tahap II Perencanaan Siklus III Perencanaan tindakan III Pelaksanaan tindakan III Evaluasi tahap III Refleksi tahap III Penyempurnaan laporan Penggandaan laporan penelitian X X X X X X X X

K. Tahapan Intervensi Tindakan 1. Siklus I a. Tahap Perencanaan Membuat perencanaan pembelajaran untuk pelaksanaan pada siklus I, rencana tindakan yang dilaksanakan adalah analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. Teknik pengerjaan tugas pada awal siklus secara klasikal. Indikator ketercapaian yang dipilih adalah membuat siswa: (1) (2) (3) dapat menganalisis kalimat atas frasa-frasanya; dapat menyebutkan jenis-jenis frasa yang telah dianalisis; dan dapat menulis contoh lain berdasarkan hasil analisis butir (1)

b. Tahap Pelaksanaan Membagi siswa menjadi dua kelompok besar. Siswa mengerjakan tugas menganalisis wacana untuk ditentukan kalimat yang di dalamnya terdapat frasa-frasa. Tahap pelaksanaan siklus I sat kali pertemuan (1x45 menit). Tahap ini dilakukan pada hari kegiatan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. c. Tahap Observasi Tahap ketika peneliti mengadakan pengamatan menganalisis wacana pada proses pembelajaran berlangsung.

36 d. Tahap Refleksi Tahap ketika peneliti mengadakan evaluasi kolaborasi hasil analisis data dan bersama mitra Kemudian, simpulan.

mengiventarisasikan semua data yang dapat menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. 2. Siklus II a. Tahap Perencanaan Membuat perencanaan pembelajaran untuk pelaksanaan pada siklus I, rencana tindakan yang dilaksanakan adalah analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. Teknik pengerjaan tugas pada awal siklus secara berkelompok (2 orang). Indikator ketercapaian yang dipilih adalah membuat siswa: (1) (2) (3) dapat menganalisis kalimat atas frasa-frasanya; dapat menyebutkan jenis-jenis frasa yang telah dianalisis; dan dapat menulis contoh lain berdasarkan hasil analisis butir (1)

b. Tahap Pelaksanaan Membagi siswa menjadi dua kelompok besar. Siswa mengerjakan tugas menganalisis wacana untuk ditentukan kalimat yang di dalamnya terdapat frasa-frasa. Tahap pelaksanaan siklus I sat kali pertemuan (1x45 menit). Tahap ini dilakukan pada hari kegiatan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. c. Tahap Observasi Tahap ketika peneliti mengadakan pengamatan menganalisis wacana pada proses pembelajaran berlangsung. d. Tahap Refleksi

37 Tahap ketika peneliti mengadakan evaluasi kolaborasi hasil analisis data dan bersama mitra Kemudian,

simpulan.

mengiventarisasikan semua data yang dapat menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. 3. Siklus III a. Tahap Perencanaan Membuat perencanaan pembelajaran untuk pelaksanaan pada siklus I, rencana tindakan yang dilaksanakan adalah analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. Teknik pengerjaan tugas pada awal siklus secara berkelompok (4 orang, satu sebagai pembicara dalam simulasi presentasi). Indikator ketercapaian yang dipilih adalah membuat siswa: (1) (2) (3) dapat menganalisis kalimat atas frasa-frasanya; dapat menyebutkan jenis-jenis frasa yang telah dianalisis; dan dapat menulis contoh lain berdasarkan hasil analisis butir (1)

b. Tahap Pelaksanaan Membagi siswa menjadi dua kelompok besar. Siswa mengerjakan tugas menganalisis wacana untuk ditentukan kalimat yang di dalamnya terdapat frasa-frasa. Tahap pelaksanaan siklus I sat kali pertemuan (1x45 menit). Tahap ini dilakukan pada hari kegiatan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. c. Tahap Observasi Tahap ketika peneliti mengadakan pengamatan menganalisis wacana pada proses pembelajaran berlangsung. d. Tahap Refleksi

38 Tahap ketika peneliti mengadakan evaluasi kolaborasi hasil analisis data dan bersama mitra Kemudian,

simpulan.

mengiventarisasikan semua data yang dapat menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil analisis frasa dengan metode kooperatif pendekatan keterampilan proses. L. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan Tingkat keberhasilan tindakan ini ditentukan berdasarkan pertimbangan yang matang peneliti. Oleh karena itu, di samping perlu ditunjang data yang cukup, juga meminta pertimbangan Kepala SMA Negeri 5 Jakarta. Ukuran keberhasilan rata rata-rata kelas siklus ketiga 72,15 di atas KKM Bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Jakarta tahun pelajaran 2007-2008 dengan nilai 66. Setelah siklus selesai diharapkan siswa mampu memecahkan masalah, sehingga cakrawala berpikir siswa semakin luas dan terbuka untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Keterampilan memecahkan masalah dapat dilakukan dengan latihan-latihan soal yang diberikan guru SMA Negeri 5 Jakarta untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan keterampilan.

M. Data dan Sumber Data 1. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data yang berkaitan dengan pemantauan tindakan yang diambil dari latihan-latihan atau tugas pre test yang diberikan guru di sekolah maupun yang berbentuk tugas di luar jam pelajaran dengan analisis wacana atas frasa-frasanya. 2. Data peneliti berupa hasil analisis wacana atas frasa-frasanya. Sumber data yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas XI IPS-5 SMA Negeri 5 Jakarta tahun pelajaran 2007-2008 sebanyak 35 siswa terdiri atas 16 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki N. Instrumen Pengumpulan Data yang Digunakan

39 Sebagaimana telah dikemukakan di atas, bahwa penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan untuk meningkatkan program pembelajaran (Program Based Learning). Instrumen pengumpulan data dengan cara sebagai berikut: 1. Hasil pre test dan post test siklus satu; 2. Hasil pre test dan post test siklus dua; dan 3. Hasil pre test dan post test siklus tiga O. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan (Truworthiness) a. Credibility Kemampuan peneliti dalam mengumpulkan data dan menyusun instrumen berdasarkan teori-teori yang terkait dalam penelitian tindakan kelas. Berdasarkan beberapa teori analisis frasa, peneliti menyusun rumusan dalam kajian yang lebih rinci untuk menemukan indikator yang tepat untuk setiap instrumen dengan cara pengecekan dan melakukan perbandingan pada partisipan lain serta melakukan penyempurnaan. b. Transferability Hasil temuan dalam penelitian dapat digunakan dan diterapkan pada situasi lain melalui pengumpulan data secara rinci sehingga memungkinkan untuk perbandingan anatar satu konteks dengan konteks yang lain. Hal ini dilakukan sebagai bahan kajian untuk perbaikan pada tindakan berikutnya dan memperkaya peneliti lebih memahami lingkup penelitian. Untuk sekolah, data yang diperoleh sebagai bahan evaluasi dalam kegiatan pembelajaran yang bermakna dan lebih baik c. Confirmability Keabsahan data yang digunakan oleh peneliti sebelumnya telah dikonfirmasikan kepada para ahli yang kompeten sehingga indikator dalam instrumen yang tertuang memenuhi kriteria data yang valid. Indikator yang kurang tepat dalam mengukur peneliti akan

40 memperbaikinya berdasarkan informasi yang didapat dari nara sumber yang tepat dan mewujudkan data yang diperoleh adalah benar dan objektif yang menggambarkan data yang ada.

BAB IV HASIL PENELITIAN


A. SIKLUS I (satu) Pertemuan 1 (satu) 1. Perencanaan RENCANA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KELAS /SEMESTER PROGRAM ALOKASI WAKTU Bahasa dan Sastra Indonesia XI (sebelas) / 2 (dua) Umum 1 x 45 menit

41 TEMA STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR ASPEK PEMBELAJARAN INDIKATOR Mengungkapkan informasi melalui penulisan resensi sebagai objek analisis wacana Menganalisis resensi sebagai objek analisis frasa Menulis analisis frasa analisis frasa

Siswa mampu mengungkapkan meliputi : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa MATERI POKOK - Pengertian frasa PEMBELAJARAN - Bentuk-bentuk frasa - Jenis-jenis frasa - Contoh-contoh frasa KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHAP PEMBUKA (Apersepsi) INTI

KEGIATAN PEMBELAJARAN Siswa ditanya mengenai pengertian frasa Siswa ditanya mengenai tujuan analisis frasa SISWA MENGANALISIS WACANA Siswa mempelajari prinsip-prinsip analisis frasa Siswa mempelajari contoh hasil analisis frasa Siswa memilih wacana resensi sebagai objek analisis frasa Siswa menganalisis frasa dengan mengungkapkan : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa Siswa mempresentasikan hasil analisis frasa Siswa diminta menjelaskan manfaat analisis frasa

PENUTUP (Internalisasi persepsi) v

& Siswa diminta mengungkapkan dalam menganalisis frasa

pengalamannya

METODE DAN SUMBER BELAJAR Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan

42 Sumber Belajar v Material: kaset, poster Media cetak elektronik Website internet V Narasumber V Model peraga Lingkungan V Presentasi V Metode V Demontrasi /Pemeragaan Model PENILAIAN Tes Lisan V Tes Tertulis TEKNIK BENTUK DAN V Observasi Kinerja/Demontrasi V V Tagihan Hasil portofolio Pengukuran Sikap Penilaian diri V INSTRUMEN /SOAL Daftar pertanyaan lisan tentang pengertian frasa, bentuk dan jenis frasa, serta tujuan analisis frasa Tugas/perintah untuk melakukan analisis frasa Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI Karya/Produk: tugas, projek, Diskusi Kelompok Inquiri Analisis frasa yang dapat ditemukan dari sumber lain MA Kelas XI Jakarta : ESISErlangga halaman 204-208 VCD, Rekaman pembelajaran frasa dan Contoh analisis frasa Contoh analisis frasa yang dipublikasikan di internet Guru

43 RUBRIK PENILAIAN ANALISIS FRASA Kompetensi Dasar Nama Siswa Kelas/No Absen Tanggal Penilaian No 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. : Mengungkapkan prinsip-prinsip analisis frasa : : : SKOR 2 3 4

UNSUR YANG DINILAI 1 Menentukan contoh wacana resensi Memilih lima kalimat dari wacana resensi yang di dalamnya terdapat frasa-frasa Menganalisis kalimat berdasarkan frasa-frasa Menentukan bentuk-bentuk frasa Menentukan jenis-jenis frasa Menyampaikan kelemahan hasil analisis frasa Mempresentasikan hasil analisis frasa Menyimpulkan hasil analisis frasa JUMLAH SKOR Mengetahui, Kepala SMA Negeri 5 Jakarta

Jakarta, 12 Februari 2008 Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. Kusnarto -------------------------------------NIP : 130540567

Veronica Subini, S. Pd. -----------------------------------NIP : 130935621/143157

B. SIKLUS II (dua) Pertemuan 2 (dua)

RENCANA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KELAS /SEMESTER PROGRAM ALOKASI WAKTU TEMA STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Bahasa dan Sastra Indonesia XI (sebelas) / 2 (dua) Umum 1 x 45 menit Mengungkapkan informasi melalui penulisan resensi sebagai objek analisis wacana Menganalisis resensi sebagai objek analisis frasa

44 ASPEK PEMBELAJARAN INDIKATOR Menulis analisis frasa analisis frasa

Siswa mampu mengungkapkan meliputi : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa MATERI POKOK - Pengertian frasa PEMBELAJARAN - Bentuk-bentuk frasa - Jenis-jenis frasa - Contoh-contoh frasa KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHAP PEMBUKA (Apersepsi) INTI

KEGIATAN PEMBELAJARAN Siswa ditanya mengenai pengertian frasa Siswa ditanya mengenai tujuan analisis frasa SISWA MENGANALISIS WACANA Siswa mempelajari prinsip-prinsip analisis frasa Siswa mempelajari contoh hasil analisis frasa Siswa memilih wacana resensi sebagai objek analisis frasa Siswa menganalisis frasa dengan mengungkapkan : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa Siswa mempresentasikan hasil analisis frasa Siswa diminta menjelaskan manfaat analisis frasa

PENUTUP (Internalisasi persepsi) v

& Siswa diminta mengungkapkan dalam menganalisis frasa

pengalamannya

METODE DAN SUMBER BELAJAR Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI Jakarta : ESISErlangga halaman 204-208

Sumber Belajar v Material: kaset, poster

VCD, Rekaman pembelajaran frasa

45 Media cetak elektronik Website internet V Narasumber V Model peraga Lingkungan V Presentasi V Metode V Demontrasi /Pemeragaan Model PENILAIAN Tes Lisan V Tes Tertulis TEKNIK BENTUK DAN V Observasi Kinerja/Demontrasi V V Tagihan Hasil portofolio Pengukuran Sikap Penilaian diri V INSTRUMEN /SOAL Daftar pertanyaan lisan tentang pengertian frasa, bentuk dan jenis frasa, serta tujuan analisis frasa Tugas/perintah untuk melakukan analisis frasa Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI RUBRIK PENILAIAN ANALISIS FRASA Kompetensi Dasar Nama Siswa : Mengungkapkan prinsip-prinsip analisis frasa : Karya/Produk: tugas, projek, Diskusi Kelompok Inquiri Analisis frasa yang dapat ditemukan dari sumber lain dan Contoh analisis frasa Contoh analisis frasa yang dipublikasikan di internet Guru

46 Kelas/No Absen Tanggal Penilaian No 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. : : SKOR 2 3 4

UNSUR YANG DINILAI 1 Menentukan contoh wacana resensi Memilih lima kalimat dari wacana resensi yang di dalamnya terdapat frasa-frasa Menganalisis kalimat berdasarkan frasa-frasa Menentukan bentuk-bentuk frasa Menentukan jenis-jenis frasa Menyampaikan kelemahan hasil analisis frasa Mempresentasikan hasil analisis frasa Menyimpulkan hasil analisis frasa JUMLAH SKOR Mengetahui, Kepala SMA Negeri 5 Jakarta

Jakarta, 05 Maret 2008 Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. Kusnarto -------------------------------------NIP : 130540567

Veronica Subini, S. Pd. -----------------------------------NIP : 130935621/143157

C. SIKLUS III (tiga) Pertemuan 3 (tiga) RENCANA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KELAS /SEMESTER PROGRAM ALOKASI WAKTU TEMA STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR ASPEK Bahasa dan Sastra Indonesia XI (sebelas) / 2 (dua) Umum 1 x 45 menit Mengungkapkan informasi melalui penulisan resensi sebagai objek analisis wacana Menganalisis resensi sebagai objek analisis frasa Menulis analisis frasa

47 PEMBELAJARAN INDIKATOR Siswa mampu mengungkapkan meliputi : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa MATERI POKOK - Pengertian frasa PEMBELAJARAN - Bentuk-bentuk frasa - Jenis-jenis frasa - Contoh-contoh frasa KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHAP PEMBUKA (Apersepsi) INTI KEGIATAN PEMBELAJARAN Siswa ditanya mengenai pengertian frasa Siswa ditanya mengenai tujuan analisis frasa SISWA MENGANALISIS WACANA Siswa mempelajari prinsip-prinsip analisis frasa Siswa mempelajari contoh hasil analisis frasa Siswa memilih wacana resensi sebagai objek analisis frasa Siswa menganalisis frasa dengan mengungkapkan : - analisis wacana - analisis kalimat - analisis frasa - bentuk-bentuk frasa - jenis-jenis frasa - contoh-contoh frasa - simpulan frasa Siswa mempresentasikan hasil analisis frasa Siswa diminta menjelaskan manfaat analisis frasa & Siswa diminta mengungkapkan dalam menganalisis frasa pengalamannya analisis frasa

PENUTUP (Internalisasi persepsi) v

METODE DAN SUMBER BELAJAR Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI Jakarta : ESISErlangga halaman 204-208

Sumber Belajar v Material: kaset, poster

VCD, Rekaman pembelajaran frasa

48 Media cetak elektronik Website internet V Narasumber V Model peraga Lingkungan V Presentasi V Metode V Demontrasi /Pemeragaan Model PENILAIAN Tes Lisan V Tes Tertulis TEKNIK BENTUK DAN V Observasi Kinerja/Demontrasi V V Tagihan Hasil portofolio Pengukuran Sikap Penilaian diri V INSTRUMEN /SOAL Daftar pertanyaan lisan tentang pengertian frasa, bentuk dan jenis frasa, serta tujuan analisis frasa Tugas/perintah untuk melakukan analisis frasa Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI RUBRIK PENILAIAN ANALISIS FRASA Kompetensi Dasar Nama Siswa : Mengungkapkan prinsip-prinsip analisis frasa : Karya/Produk: tugas, projek, Diskusi Kelompok Inquiri Analisis frasa yang dapat ditemukan dari sumber lain dan Contoh analisis frasa Contoh analisis frasa yang dipublikasikan di internet Guru

49 Kelas/No Absen Tanggal Penilaian No 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. : : SKOR 2 3 4

UNSUR YANG DINILAI 1 Menentukan contoh wacana resensi Memilih lima kalimat dari wacana resensi yang di dalamnya terdapat frasa-frasa Menganalisis kalimat berdasarkan frasa-frasa Menentukan bentuk-bentuk frasa Menentukan jenis-jenis frasa Menyampaikan kelemahan hasil analisis frasa Mempresentasikan hasil analisis frasa Menyimpulkan hasil analisis frasa JUMLAH SKOR Mengetahui, Kepala SMA Negeri 5 Jakarta

Jakarta, 08 April 2008 Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. Kusnarto -------------------------------------NIP : 130540567

Veronica Subini, S. Pd. -----------------------------------NIP : 130935621/143157

D. OBSERVASI
Setelah proses pembelajaran perolehan nilai sebelum selesai dapat diketahui hasil pembelajaran dan setelah pelaksanaan

pelaksanaan pembelajaran menunjukkan perbedaan yang cukup. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil per siklus berikut: DATA HASIL PENELITIAN BERDASARKAN SIKLUS SISWA KELAS XI IPS 5 SMA N 5 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007-2008
NO
1 2 3

NIS
20870 20871 20793

NAMA
AIDA FITRIYANI AIDA NURGUS TIANTI ANDRI RUKMANA

PRASIKL US 30 18 14

SIKLUS 1 30 18 14

SIKLUS 2 70 78 50

SIKLUS 3 71 64 64

50
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 20794 21065 21067 20989 20884 20918 20997 20959 20805 21000 21001 20919 20889 21076 20924 20925 20892 21113 21046 21047 20855 20929 20930 20934 20937 20822 21052 21484 21095 21055 20940 20904 ANDRIKO CHRIST MARANATHA SITEPU DIAN ROHMAN DIMAS GRIYAN PURNAMA FELIX IMMANUEL FIRMAN HADIYANZA FITRI SUSANTI FITRIAH PURWANINGSIH FOREHAND SUHADA GILANG MUTAHARI FAROUZI HAIRRANI FAJRIYAH HARYANA SAFRI IRWAN TIRA ISNANDA NURILLAH KUKU ALMAIDA LISKA TRI UNTARI MARSHA ANINDYA PUTRI MOHAMMAD ASSIRI ASSADAMI MUHAMAD ADHARI MUHAMMAD AL FARISSY NENENG DEWI KOMALIASARI NOVIA NIRMALA OKI PRASTIYAWAN RENDY OCTAVIANTO RIRIN RAHMANDANI RIZKY WAHYUDI ROMI ENDRIAN SANTY PRAMANTHY SUCI MUTIA DAMARA SUMAYA SYAHIDAH SYARIFATUZ ZAHRA YAYAN PRASETIA NUGROHO

10 25 20 13 10 12 13 15 40 42 15 13 31 34 41 21 21 25 30 21 25 19

10 25 20 13 10 12 10 13 15 40 42 15 13 31 10 34 41 21 10 25 30 21 25 21
19

71 56 43 50 71 71 50 50 71 71 86 50 85 78 56 71 78 52 50 78 57 52 71 50 71 71 86 71 64 71 50 78 65,25

64 71 64 64 71 78 78 71 64 78 71 71 78 71 64 71 78 71 71 78 78 71 78 78 71 78 71 78 78 71 71 71 72,17

28 39 24 21 34 50 30 22,06

28 39 24 21 34 50 30 22,89

RATA-RATA

Mengetahui, Kepala SMA Negeri 5 Jakarta

Jakarta, 08 April 2008 Guru Mata Pelajaran,

Drs. H. Kusnarto -------------------------------------NIP : 130540567

Veronica Subini, S. Pd. -----------------------------------NIP : 130935621/143157

51

E. REFLEKSI 1. Kendala-kendala Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2007-2008 dengan standar kompetensi menunjukan sikap positif terhadap analisis wacana atas

klausa dan kalimat-kalimatnya yang dilakukan dengan tanpa model pembelajaran kurang menggembirakan, baik dari segi proses pembelajaran, penumbuhan motivasi belajar peserta didik, maupun hasil pembelajaran. Proses pembelajaran cenderung membosankan. Sebagian besar peserta didik cenderung kurang memperhatikan dan menunjukkan

kemalasan. Motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia tentang frasa hanya 33,66 %. Akibatnya, hasil pembelajaran belum memuaskan sehingga KKM yang ditetapkan, yaitu 66 belum dapat tercapai. Rata-rata nilai penguasaan konsep hanya 22,89 dengan ketuntasan belajar peserta didik hanya 0,00 %. Hasil pembelajaran yang belum mencapai KKM menjadikan semangat dan kepuasan guru dalam pembelajaran cenderung menurun. Untuk itu, diperlukan perubahan strategi dan teknik pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran sesuai KKM, bahkan diharapkan melampaui KKM. 2. Depkripsi Per Siklus a. Siklus I Siklus pertama merupakan proses pembelajaran pertemuan pertama dengan standar kompetensi menunjukkan sikap positif terhadap

52 menunjukkan sikap positif terhadap kemampuan menganalisis wacana atas frasa-frasanya . Langkah pokok dalam siklus pertama adalah: (1) Peneliti memberi tugas kepada peserta didik untuk membaca buku sumber. (2) (3) Guru mengamati seluruh peserta didik yang sedang membaca. Guru memberikan mengetahui pembelajaran. (4) Hasil yang dicapai oleh peserta didik kegiatan pembelajaran berikutnya. Hasil pembelajaran penguasaan konsep Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat siklus pertama adalah sebagai berikut (Tabel 4.1). Tabel 4.1 Hasil Pembelajaran Siklus I No. 1. 2. Nilai Aspek rata-rata penguasaan Rata-rata 22,89 konsep Ketuntasan belajar 0,00 % didik Sedangkan dari segi motivasi peserta didik dalam belajar Bahasa Indonesia tentang frasa terjadi peningkatan sebesar 33,66 % dari awal siklus sehingga motivasi belajar pada siklus pertama adalah (22,89 + 65,25 = 88,14) dengan penghitungan prosentase 42,36 : 88,14 x 100 = 48,60 %. 0 perserta Keterangan menjadi bahan refleksi beberapa pertanyaan peserta didik secara lisan untuk terhadap materi

penguasaan

53 b. Siklus II Siklus kedua merupakan proses pembelajaran pertemuan kedua dengan standar kompetensi Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat. Langkah pokok dalam siklus kedua adalah: (5) Peneliti menyajikan materi pembelajaran dengan media audio visual. (6) (7) (8) (9) Guru memberikan soal-soal latihan. Peserta didik secara individu mengerjakan soal latihan. Guru mengamati kegiatan peserta didik. Guru memberikan soal-soal penilaian akhir. Hasil pembelajaran penguasaan konsep Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat siklus kedua adalah sebagai berikut (Tabel 4.2).

Tabel 4.2 Hasil Pembelajaran Siklus II No. 1. 2. Aspek Nilai rata-rata penguasaan konsep Ketuntasan belajar Rata-rata 65,25 58,33 % 21 peserta didik Keterangan

Sedangkan dari segi motivasi peserta didik dalam belajar Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat terjadi peningkatan sebesar 58,33% - 48,60% = 9,73 % dari siklus

54 pertama sehingga motivasi belajar pada siklus kedua adalah 65,25 : 99 x 100 = 65,91 %.

c.

Siklus III Siklus ketiga merupakan proses pembelajaran pertemuan ketiga dengan standar kompetensi menunjukkan sikap positif terhadap kemampuan menganalisis wacana atas frasa-frasanya . Langkah pokok dalam siklus ketiga adalah: (1) (2) (3) (4) (5) (6) Peneliti menyajikan materi pembelajaran dengan media audio visual. Guru memberikan soal-soal latihan. Peserta didik secara berkelompok mengerjakan soal latihan. Guru mengamati kegiatan diskusi peserta didik. Hasil yang dicapai oleh peserta didik dipresentasikan di depan kelas dan disimpulkan. Guru memberikan soal-soal penilaian akhir. Hasil pembelajaran penguasaan konsep tentang kemampuan menganalisis wacana atas frasa-frasanya siklus ketiga adalah sebagai berikut (Tabel 4.3). Tabel 4.3 Hasil Pembelajaran Siklus III No. Aspek 1. Nilai rata-rata penguasaan 2. konsep Ketuntasan belajar Rata-rata 72,17 80,56 % 29 peserta didik Keterangan

Sedangkan dari segi motivasi peserta didik dalam belajar Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat terjadi peningkatan sebesar 48,60 % dari siklus kedua sehingga motivasi belajar pada siklus ketiga adalah 65,91 %.

55 3. Hasil Analisis Antarsiklus Upaya memperbaiki pembelajaran Bahasa Indonesia tentang

Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat yang dilaksanakan denga pendekatan cooperatif learning mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari segi proses pembelajaran, motivasi belajar, maupun prestasi Bahasa Indonesia tentang Frasa kelas XI IPS 5, SMA Negeri 5 Jakarta Pusat. 1. Hasil Pembelajaran Prestasi belajar penguasaan konsep standar kompetensi

menunjukkan sikap positif terhadap kemampuan menganalisis wacana atas frasa-frasanya yang dilakukan lebih meningkat. Hal itu tampak dari nilai rata-rata prestasi belajar penguasaan konsep tentang kemampuan menganalisis wacana berdasarkan frasa-frasanya dan persentase ketuntasan belajar yang pada kondisi awal belum mampu mencapai ketuntasan belajar, namun pada akhir siklus ketiga mayoritas peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar. Peningkatan prestasi belajar penguasaan konsep dan ketuntasan belajar peserta didik adalah sebagai berikut (Tabel 4.4). Tabel 4.4 Prestasi Belajar Penguasaan Konsep No. 1. 2. 3. 4. Siklus Nilai rata-rata Ketuntasan Belajar 00,00 % 00,00 % 58,33 % 80,56 % simpulan bahwa

Prasiklus 22,06 Siklus I 22,89 Siklus II 65,25 Siklus III 72,17 Berdasarkan tabel di atas dapat diambil

penggunaan model pembelajaran kooperatif menganalisis wacana atas frasa-frasanya.

mampu meningkatkan

prestasi belajar penguasaan konsep peserta didik tentang kemampuan

56 Untuk memperjelas peningkatan prestasi belajar berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik Nilai Rata-rata Penguasaan Konsep

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa 1. Rata-rata presentase penguasaan konsep peserta didik mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Pada siklus 1 sebesar 22,89%

meningkat menjadi 65,25% pada siklus 2 dan meningkat kembali pada siklus 3 menjadi 72,17. 2. Rata-rata hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Pada siklus 1 sebesar 00,00 meningkat menjadi 58,33 pada siklus 2, dan meningkat kembali pada siklus 3 menjadi 80,56.

57 B. Saran Model pengajaran kooperatif dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses sangat baik diterapkan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan hasil belajar peserta didik terutama pada sekolah yang pemahaman konsep frasa peserta didik relatif rendak dan aktivitas belajarnya kurang.

C. Rekomendasi 1. Dalam kegiatan belajar mengajar guru yang menjadikan sebagai suatu

pembelajaran kooperatif tipe keterampilan proses

alternatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang frasa dapat meningkatkan pemahaman, didik. 2. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi guru aktivitas, serta hasil belajar peserta

dan peserta didik, maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesenambungan dalam pelajaran Bahasa Indonesia tentang frasa maupun mata pelajaran lainnya. 3. Dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe keterampilan proses guru harus benar-benar memahami langkah-langkah dan dapat mengelola waktu seoptimal mungkin. Peran guru sebagai fasilitator menjadi sangat penting.

58 Daftar Pustaka Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Arikunto, Suharsimi, Dr., 2008. Penulisan Penelitian Tindakan Kelas .

(Jakarta: PT Bintang Harapan Sejahtera, ISBN 978-602-8141-02-6) Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia . Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Qurtubi, Ahmad, Dr. H., M.A., 2009. Pengantar Teori Evaluasi Pendidikan , (Jakarta: PT Bintang Harapan Sejahtera, ISBN 978-602-8141-02-6) Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis . Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik . IKIP Malang. ............. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia . IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. (Yogyakarta: Gadjah Mada university Press). Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia . (Surabaya: Sinar Wijaya)

59 LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. SILABUS BAHASA INDONESIA 2. SURAT KETERANGAN PENELITIAN 3. SURAT KETERANGAN KOLABORATOR 4. FOTO-FOTO KEGIATAN 5. DAFTAR HADIR SISWA KELAS XI IPS-5 TAHUN PELAJARAN 20072008

60
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi dan wawancara KOMPETENSI MATERI DASAR PEMBELAJAR
AN

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Mendengarkan 1. Memahami berbagai informasi dari sambutan/khotbah KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

1.1 Menemu kan pokokpokok isi sambuta n/ khotbah yang didengar

Sambutan atau khotbah Po kokpokok isi sambtan Ri ngkasan sambuta n/khotba h

MENDENGARKA
N SAMBUTAN ATAU KHOTBAH

Menuliskan pokok-pokok isi sambutan tersebut ke dalam beberapa kalimat Menyampaika n (secara lisan) ringkasan sambutan atau khotbah Menanggapi ringkasan isi sambutan atau khotbah

Mencatat pokok-pokok isi sambutan atau khotbah yang didengarkan Menuliskan pokok-pokok isi sambutan tersebut ke dalam beberapa kalimat Menyampaikan (secara lisan) ringkasan sambutan atau khotbah

JENIS TAGIHAN : TUGAS


INDIVIDU

TAPE/
KASET KHOTBAH

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN :


URAI AN BEBAS PILIH AN GANDA JAWA BAN SINGKAT

1.2 Merangk um isi pembicar aan dalam wawanca ra

Wawancara MENDEN melalui GARKAN radio atau WAWANCARA televisi MELALUI Isi RADIO / pokok TELEVISI * wawancar Merangk a um seluruh Car isi a pembicaraan merangku dalam m hasil beberapa wawancar kalimat a Menyampaik an (secara lisan) isi rangkuman kepada orang

Mencatat pokok-pokok pembicaraan dalam wawancara : siapa yang mewawancarai dan siapa yang diwawancarai, serta apa isi pembicaraanny a Merangku m seluruh isi pembicaraan dalam beberapa kalimat

JENIS TAGIHAN :
TU GAS INDIVIDU UL ANGAN

WAWANC
ARA DI RADIO / TELEVISI

BENTUK INSTRUMEN :
AIAN BEBAS UR

PILI HAN GANDA

61
lain Menanggapi (secara lisan) isi rangkuman wawancara Menyamp aikan (secara lisan) isi rangkuman kepada orang lain
JA WABAN SINGKAT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi wawancara KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Berbicara 2. Mengungkapkan secara lisan informasi hasil membaca dan KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKA
SI

MATERI PEMBELAJA
RAN

SUMBER/ BAHAN/ALAT

WAKTU MEMB
ACA ARTIKEL / BUKU

2.1 Menjela skan secara lisan uraian topik tertentu dari hasil memba ca (artikel atau buku)

Artikel/ buku Po kokpokok isi artikel/ buku Ha l-hal yang menrik dala artikel/ buku

Mendata pokokpokok isi artikel/ buku yang diperoleh dari hasil membaca Menyampai kan (secara lisan) isi bacaan dengan memperha tikan penggunaa n bahasa Indonesia yang baik dan benar Mengemuk an hal-hal yang menarik dalam artikel/ buku yang

Mendata pokok-pokok isi artikel/ buku yang diperoleh dari hasil membaca Menyampaika n (secara lisan) isi bacaan dengan memperhatik an penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar Mengemukan hal-hal yang menarik dalam artikel/ buku yang telah dibacanya dengan memberikan alasan

JENIS TAGIHAN : PRAKTIK

BUKU/
ARTIKEL DARI MEDIA CETAK / ELEKTRONIK

BENTUK INSTRUMEN :
PERFORMAN SI

FORMAT PENGAMA TAN

62
telah dibacanya dengan memberi kan alasan KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA
RAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/ALAT

WAKTU Mencatat Mencatat pokokpokok-pokok pokok hasil hasil wawancara wawancara topik topik tertentu tertentu * Membuat Membuat rangkuman rangkuman hasil hasil wawancara wawancara dengan dengan kalimat yang kalimat efektif yang Menyampaikan efektif rangkuman Menyampai hasil kan wawancara rangkuman hasil wawancara Mendiskusi kan rangkuman hasil wawancara JENIS TAGIHAN :
TUG AS KELOMPO K

2.2 Menjela skan hasil wawanc ara tentang tanggap an narasu mber terhada p topik tertentu

DIALOG
YANG BERUPA TANYA JAWAB

TAPE/
KASET , DAFTAR PERTANYAA N

DA
FTAR PERTANY AAN

KTIK

PRA

RA
NGKUMA N HASIL WAWANC ARA

BENTUK INSTRUMEN : URAIAN


BEBAS

PERFORM
ANSI

FORMAT
PENGAMA TAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi dan membaca nyaring KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Membaca 3. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIA
N

MATERI PEMBELAJARAN

ALO
KASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WA
KTU

3.1 MENEMUK

Paragraf yang Membaca berpola paragraf deduktif dan berpola

Menemukan kalimat yang mengandung

JENIS TAGIHAN :

KOMPOSI
SI OLEH GORYS

63
AN PERBEDA AN PARAGRA F INDUKTIF DAN DEDUKTIF MELALUI KEGIATAN MEMBACA INTENSIF

induktif Kalima t utama Kalima t penjelas Kalima t kesimpulan Ciri paragraf deduktif/ induktif Perbe daan deduktif dengan induktif

deduktif dan induktif Mengidentif ikasi ciri paragraf induktif dan deduktif Menjelaska n perbedaan antara paragraf deduktif dengan induktif Mengidentif ikasi frase nominal dalam paragraf induktif dan deduktif

gagasan utama pada paragraf Menemukan kalimat penjelas yang mendukung gagasan utama Menemukan paragraf induktif dan deduktif Mengidentifik asi ciri paragraf induktif dan deduktif Menjelaskan perbedaan antara paragraf induktif dengan induktif Mengidentifik asi frase nominal dalam paragraf induktif dan deduktif

TUGAS
INDIVID U

KERF

TUGAS
KELOM POK

ULANG
AN

BENTUK INSTRUM EN : URAIAN


BEBAS

ARTIKEL / BERITA DARI MEDIA CETAK / ELEKTRO NIK

PILIHAN
GANDA

JAWAB
AN SINGKA T

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIA
N

ALO
KASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WA
KTU

3.2MEMBACAK
AN BERITA DENGAN INTONASI , LAFAL , DAN SIKAP MEMBACA YANG BAIK

NASKAH BERITA Ciriciri naskah berita Lafal Tekan an Intona si jeda


RANGK UMAN ISI BERITA

Membacaka n naskah berita dengan memperhati kan penggunaa n lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, dan sikap membaca

Membacakan naskah berita dengan memperhatik an penggunaan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, dan sikap membaca yang benar

JENIS TAGIHAN :
T UGAS INDIVID U

BERITA
DARI MEDIA CETAK / ELEKTRO NIK

BENTUK INSTRUM EN :
P ERFOR MANSI

64
yang benar * Mendiskusi kan pembacaan berita yang dilakukan teman Membahas pembacaan berita yang dilakukan teman
F ORMAT PENGA MATAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Menulis 4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk proposal, surat KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOK
ASI

dagang, karangan ilmiah KOMPETE NSI DASAR MATERI PEMBELAJ


ARAN

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

4.1 MEN
ULIS PROP OSAL UNTU K BERB AGAI KEPE RLUA N

Contoh MEMB Mengidentifiasi proposal ACA CONTOH komponen Un PROPOSAL atau unsursurunsur proposal Mengidenti unsur Menulis fiasi proposa komponen proposal l atau unsur- sesuai dengan unsur yang keperluan terdapat Membahas dalam proposal sebuah dalam proposal kelompok kecil Menulis untuk proposal mendapatkan sesuai masukan dengan perbaikan keperluan MEMB
AHAS PROPOSAL DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK MENDAPATKA N MASUKAN PERBAIKAN

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELO MPOK

KOMPOS ISI , GORYS KERAF

TUGAS
INDIVI DU

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN : URAIAN


BEBA S

PILIHAN
GAND A

JAWABANSI
NGKA T

4.3 MENU
LIS SURA T

Beberap MENDAFTAR Mendaftar a contoh JENIS SURAT jenis surat surat NIAGA niaga perjanjia

JENIS TAGIHAN : TUGAS

SURATMENYUR AT , LAMUDDI

65
DAGA NG DAN SURA T KUAS A

n jual beli dan surat kuasa Ci ri-ciri surat dagan g dan surat kuasa U nsurunsur surat dagan g dan surat kuasa

MEMBACA
SURAT PERJANJIAN JUAL BELI DAN SURAT KUASA

MENULIS
SURAT PERJANJIAN

KOMPETE NSI DASAR

MATERI PEMBELAJ
ARAN

jual beli dan surat kuasa sesuai dengan keperluan Mendi skusikan surat perjanjian jual-beli dan surat kuasa yang telah dibuat Memperbaiki surat perjanjian jual beli dan surat kuasa tulisan teman KEGIATAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

Menulis surat perjanjian jual beli dan surat kuasa sesuai dengan keperluan Menjelaskan isi surat jualbeli dan surat kuasa Memperbaiki surat perjanjian jual beli dan surat kuasa hasil tulisan teman

INDIVIDU

TUGAS
KELOMPOK

N FINOZA

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN : URAIAN


BEBAS

PILIHAN
GANDA

JAWABAN
SINGKAT

PENILAIAN

ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

4.3 MEL
ENGK API KARY A TULIS DENG AN DAFT AR PUST AKA

Contoh MEMBACA Menentuka karya CONTOH n topik atau tulis KARYA TULIS gagasan yang dengan YANG akan dilengka DILENGKAPI dikembangkan pi daftar DENGAN dalam karya pustaka DAFTAR tulis dan PUSTAKA DAN (berdasarkan catatan CATATAN KAKI pengamatan kaki * atau Unsur- penelitian) unsur Menulis karya Menyusun karya tulis, kerangka tulis dengan karya tulis

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELOMPOK

ULANGAN TUGAS
INDIVIDU

MENULIS KARYA ILMIAH , ZAINAL ARIFIN

BENTUK INSTRUMEN : URAIAN

66
DAN CATA TAN KAKI

Daftar pustaka Catata n kaki

dilengkapi Mengemba daftar ngkan pustaka dan kerangka catatan kaki menjadi karya tulis, dengan Menyunting dilengkapi karya tulis daftar pustaka yang dan catatan dilengkapi kaki daftar pustaka dan Menyunting catatan kaki karya tulis karya yang sendiri atau dilengkapi karya teman daftar pustaka dan catatan kaki karya sendiri atau karya teman : : : : :

BEBAS

PILIHAN
GANDA

JAWABAN
SINGKAT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi KOMPETENSI DASAR

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Mendengarkan 5. Memahami pementasan drama KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIA
N

MATERI PEMBELAJA
RAN

ALOK
ASI

SUMBE R/ BAHAN/ ALAT REKAM


AN DRAMA

WAKT
U

5.1 Mengiden tifikasi peristiwa, pelaku dan perwataka nnya, dialog, dan konflik pada pementas an drama

Rekaman MENDENGAR drama KAN Pristiwa REKAMAN DRAMA Penokoh a MENGIDENTI n FIKASI UNSUR Konflik UNSUR Pesan INTRINSIK Amanat DRAMA Isi Merangkum dr isi drama a berdasarkan m dialog yang a didengar Mengaitkan isi drama dengan kehidupan sehari-hari.

Menentukan tokoh, JENIS TAGIHAN : peran, dan wataknya TUGAS Menentukan konflik KELOM dengan POK menunjukkan data TUGAS yang mendukung INDIVID Menentukan tema U dengan alasan ULANG Menentukan pesan AN dengan data yang mendukung Merangkum isi BENTUK INSTRUM drama berdasarkan dialog EN: yang didengar URAIAN Mengaitkan isi BEBAS drama dengan PILIHA kehidupan sehariN

67
hari.
GANDA

JAWAB
AN SINGKA T PENILAIA N

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELA
JARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

ALOK
ASI

SUMBE R/ BAHAN/ ALAT PEMEN


TASAN DRAMA

WAKT
U

5.2 Menganali sis pementas an drama berdasark an teknik pementas an

PEMENTAS
AN DRAMA

MENONTON
PEMENTASAN DRAMA

Mengidentifik asi pementasan MI drama MIC /PANT berdasarkan OMIMIK gerak atau B action para LOCING tokoh T ( mimik, ATA pantomimik PANGGUN (gerak G anggota T tubuh yang lain), blocing ATA (posisi aktor BUSANA di atas T pentas)) ATA Menganalisis BUNYI tata busana, T tata ATA panggung, LAMPU tata bunyi, tata lampu
ERAK (ACTION )

Mengidentifikasi pementasan drama berdasarkan gerak atau action para tokoh ( mimik, pantomimik (gerak anggota tubuh yang lain), blocing (posisi aktor di atas pentas)) Menjelaskan tata busana yang dipakai para tokoh cerita Menjelaskan tata panggung yang menggambarkan peristiwa (tempat, waktu, suasana) Menjelaskan tata bunyi (efek dan musik) Menjelaskan tata lampu

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELOM POK

TUGAS
INDIVID U

REKAM
AN VIDEO

ULANG
AN

BENTUK INSTRUM EN :
RAIAN BEBAS U

P ILIHAN GANDA J AWABA NSINGK AT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Berbicara 6. Memerankan tokoh dalam pementasan drama KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOK
ASI

MATERI PEMBELAJARA
N

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

6.1MENYAMP

Naskah

Membaca

Membaca

JENIS

BUKU

68
AIKAN DIALOG DISERTAI GERAK GERIK DAN MIMIK , SESUAI DENGAN WATAK TOKOH

drama GER AK ( ACTION ) MIMI C /PANTOMIMI


K

CING

BLO TATA
PANGGUNG


BUNYI

TATA
BUSANA

TATA TATA
LAMPU

dan memahami teks drama yang akan diperankan Menyampai kan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh Mendiskusi kan penyampai an dialog teman

dan memahami teks drama yang akan diperankan Menghayat i watak tokoh yang akan diperankan Menyampai kan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh

TAGIHAN : TUGAS
INDIVIDU

DRAMA

TUGAS
KELOMPO K

BENTUK INSTRUMEN : PERFORM


ANSI

FORMAT
PENGAMA TAN

6.2 MENGEKP
RESIKAN PERILAKU DAN DIALOG TOKOH PROTOGO NIS DAN ATAU ANTAGONI S

Naskah drama Penghayat an watak tokoh Tokoh protogonis Tokoh antogonis

Membaca dan memahami teks drama yang akan diperankan Menghayat i watak tokoh yang akan diperankan Mengekpre sikan perilaku dan dialog tokoh protogonis dan atau antagonis

Membaca dan memahami teks drama yang akan diperankan Menghayat i watak tokoh yang akan diperankan Mengekpre sikan perilaku dan dialog tokoh protogonis dan atau antagonis

JENIS TAGIHAN :
TU GAS INDIVIDU TU GAS KELOMPO K

BUKU
DRAMA

BENTUK INSTRUMEN : PERFORM


ANSI

FO RMAT PENGAMA TAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Membaca 7. Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan

69
KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELA
JARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOKAS
I

SUMBER/ BAHAN/ALA
T

WAKTU MEMBACA
TEKS HIKAYAT

7.1 MENEMUK
AN UNSUR UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSI K HIKAYAT

Teks hikayat Ci ri-ciri hikayat U nsurunsur intrinsi c ( alur, tema, penok ohan, sudut panda ng, latar, dan amana t)

Mengidenti fikasi ciri hikayat sebagai bentuk karya sastra lama Menemuka n unsurunsur intrinsik ( alur, tema, penokohan , sudut pandang, latar, dan amanat) dalam hikayat Menceritak an kembali isi hikayat dengan bahasa sendiri KEGIATAN PEMBELAJARAN

Mengidentifi kasi ciri hikayat sebagai bentuk karya sastra lama Menemukan unsurunsur intrinsik ( alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat) dalam hikayat Menceritaka n kembali isi hikayat dengan bahasa sendiri

JENIS TAGIHAN :
T UGAS INDIVIDU T UGAS KELOMPO K

BUKU
HIKAYAT

ANGAN

UL

BENTUK INSTRUMEN :
RAIAN BEBAS U

LIHAN GANDA

PI

JA WABAN SINGKAT

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJA
RAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOKAS
I

SUMBER/ BAHAN/ALA
T

WAKTU MEMBA
CA NOVEL INDONESIA DAN NOVEL TERJEMAHAN

7.2 MENGANA
LISIS UNSUR UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSI K NOVEL INDONESI A/ TERJEM AHAN

NOVEL INDONESIA
DAN NOVEL TERJEMAHA N

U NSUR UNSUR INTRINSIK ( ALUR, TEMA , PENOKOH AN ,

Menganalis is unsurunsur ekstrinsik dan intrinsik ( alur, tema,

Menganalis is unsurunsur ekstrinsik dan intrinsik ( alur, tema, penokohan , sudut pandang, latar, dan amanat)

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELOMP OK

NOVEL INDONESIA

TUGAS
KELOMP OK

NOVEL TERJEMAHA N

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN

70
SUDUT PANDANG , LATAR , DAN AMANAT )

U
NSUR EKTRINSIK DALAM NOVEL TERJEMAH AN ( NILAI BUDAYA , SOSIAL , MORAL , DLL )

penokohan , sudut pandang, latar, dan amanat) novel Indonsia dan terjemahan Membandi ngkan unsur ekstrinsik dan intrinsic novel terjemahan dengan novel Indonesia

novel Indonsia Menganalis is unsurunsur ekstrinsik dan intrinsik ( alur, tema, penokohan , sudut pandang, latar, dan amanat) novel terjemahan Membandin gkan unsurnekstrinsik dan intrinsik novel terjemahan dengan novel Indonesia

: URAIAN PILIHAN
GANDA

JAWABAN
SINGKAT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 1 Menulis 8. MENGUNGKAPKAN INFOMASI

MELALUI PENULISAN RESENSI

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJAR
AN

KEGIATAN PEMBELAJARA
N

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMB ER / BAHA N /A LA
T

71
8.1 MENGUN
GKAPKAN PRINSIP PRINSIP PENULISA N RESENSI

Resensi MEMBACA novel RESENSI sastra atau Mengungk novel apkan populer prinsipdengan prinsip memperhati penulisan kan unsurresensi: unsur - identitas resensi buku prinsip- kepengar prinsip angan penulisa - Keunggul n an buku resensi: - Kelemaha - identitas n buku buku - Ikhtisar - kepenga (inti rangan permasal - Keungg ahan) ulan dengan buku bahasa - Kelemah yang an buku komunikat if dan pengguna an EYD Unsurunsur resensi - identitas buku - kepenga rangan - Keungg ulan buku - Kelemah an buku - Ikhtisar (inti permasa lahan) dengan bahasa yang komunik atif dan penggun aan EYD Menulis resensi novel dengan memperh atikan - identitas buku - kepengar angan - Keunggul an buku - Kelemaha n buku - Ikhtisar (inti permasal ahan) dengan bahasa yang komunikat if dan pengguna an EYD

Mengungkap kan prinsipprinsip penulisan resensi: - identitas buku - kepengarang an - Keunggulan buku - Kelemahan buku - Ikhtisar (inti permasalaha n) dengan bahasa yang komunikatif dan penggunaan EYD

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELOMPOK TUGAS KELOMPOK

KOMP OSISI , GORY


S

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN : URAIAN BEBAS PILIHAN GANDA JAWABAN


SINGKAT

KERA F/
RESE NSI DAR

MEDI
A CETAK

/
ELEKT RONIK

8.2 MENGAPL
IKASIKAN PRINSIP PRINSIP PENULISA N RESENSI

JENIS TAGIHAN : Menulis resensi novel TUGAS dengan KELOMPOK memperhatik TUGAS an KELOMPOK - identitas ULANGAN buku - kepengarang an BENTUK - Keunggulan INSTRUMEN : buku - Kelemahan URAIAA buku PILIHAN GANDA - Ikhtisar (inti JAWABAN permasalaha SINGKAT n) dengan bahasa yang komunikatif dan penggunaan EYD

KOMP OSISI , GORY


S

KERA F/
RESE NSI DAR

MEDI
A CETAK

/
ELEKT RONIK

72

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Mendengarkan 9. MEMAHAMI PENDAPAT DAN

INFORMASI DARI BERBAGAI SUMBER DALAM DISKUSI ATAU SEMINAR

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJA
RAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

9.1 Gagasan para pembicara dalam diskusi

Gagasan MENDENGAR para KAN DISKUSI pembicar Merangkum a dalam seluruh isi diskusi pembicaraa Pokokn ke dalam pokok isi beberapa rangkum kalimat an Menanggap i rangkuman yang dibuat teman

Mencatat pokokpokok pembicara an: siapa yang berbicara dan apa isi pembicara annya Merangku m seluruh isi pembicara an ke dalam beberapa kalimat Menangga pi rangkuman yang dibuat teman Mengajuka n pertanyaan Menangga pi pembicara dalam bentuk

JENIS TAGIHAN : TUGAS


KELOMP OK

TELEVISI /
GAGASAN PARA PEMBICAR A

TUGAS
KELOMP OK

ULANGAN BENTUK INSTRUMEN : URAIAN


BEBAS

PILIHAN
GANDA

JAWABAN
SINGKAT

9.2 Mengo mentari pendap at seseor ang

Komentar para pembicar a C ara member ikan

Mendengar kan pendapat seseorang dalam diskusi Mengomen tari

JENIS TAGIHAN :
TU GAS KELOMPO K

TELEVISI /
GAGASAN PARA PEMBICAR A

TU

73
dalam suatu diskusi atau semina r komenta r pendapat seseorang dalam diskusi kritikan atau dukungan Menambah kan alasan yang dapat memperku at tanggapan
GAS INDIVIDU

ANGAN

UL

BENTUK INSTRUMEN : URAIANBE


BAS

PILIHAN
GANDA

JAWABAN
SINGKAT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi seminar KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Berbicara 10. Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskusi atau KEGIATAN PEMBELAJARA
N

MATERI PEMBELAJA
RAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/AL
AT

WAKT
U

10.1Mempresent asikan hasil penelitian secara runtut dengan menggunak an bahasa yang baik dan benar

Contoh hasil penelitian L angkah langka h peneliti an S yaratsyarat peneliti an

MELAKUKAN

Menuliska PENELITIAN n pokok* pokok yang akan MENULIS disampaik HASIL an secara PENELITIAN berurutan Mengemu Mengemuk kakan akan ringkasan ringkasan hasil hasil penelitian penelitian Menjelask Menjelask an proses an proses penelitian penelitian dengan dan hasil kalimat penelitian yang dengan mudah kalimat dipahami yang Mendiskus mudah ikan hasil dipahami penelitian teman yang telah

JENIS TAGIHAN :
TU GAS KELOMPO K

BUKU
YANG BERHUBUN GAN DENGAN PENELITIA N

TU GAS INDIVIDU

BENTUK INSTRUMEN : PERFORM


AN SI

FORMAT
PENILAIA N

74
dipresenta sikan: setuju atau tidak setuju dengan argumen yang kuat. 10.2 Mengoment ari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian TANGGAPA
N PARA PEMBICARA

C
ARA CARA MEMBER IKAN KOMENT AR

Mendengark an presentasi hasil penelitian Mengemuka kan tanggapan yang mendukung hasil penelitian Mengoment ari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian

Mengemuk akan tanggapan yang mendukun g hasil penelitian Menangga pi kritikan terhadap hasil penelitian Menyampa ikan alasan yang mendukun g penolakan Mengomen tari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian

JENIS TAGIHAN :
TU GAS KELOMPO K

BUKU
YANG BERHUBUN GAN DENGAN PENELITIA N

TU GAS INDIVIDU

BENTUK INSTRUMEN : PERFORM


ANSI

FORMAT
PENGAM ATAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi membaca intensif KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Membaca 11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan

MATERI PEMBELAJA
RAN

KEGIATAN PEMBELAJARA
N

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

75
11.1 Mengungk apkan pokokpokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit Teks terdiri atas 600 atau 900 kata te knik memba ca cepat fu ngsi memba ca cepat ru mus memba ca cepat Membaca cepat teks Menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan yang tersedia Mengungka pkan pokokpokok isi bacaan Membaca cepat 300 kata per menit Menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan yang tersedia Mengungkap kan pokokpokok isi bacaan JENIS TAGIHAN :
P ERTANY AAN TERTULI S

ARTIKEL/
BERITA DARI MEDIA CETAK / ELEKTRO NIK

SAN

LI UL ANGAN

BENTUK INSTRUMEN : PILIHAN


GANDA

URAIAN
BEBAS

JWABAN
SINKAT

11.2 Membeda kan fakta dan opini pada editorial dengan membaca intensif

TAJUK
RENCANA ATAU EDITORIAL DALAM SURAT KABAR ATAU MAJALAH

MEMBACA
TAJUK RENCANA ATAU EDITORIAL

MENDISKUSI
KAN FAKTA DAN OPINI DALAM TAJUK RENCANA ATAU EDITORIAL

FAKT
A OPINI

Menemuka JENIS n fakta dan TAGIHAN : opini TUGAS penulis INDIVIDU tajuk rencana TUGAS atau KELOMPO editorial K Membedak ULANGAN an fakta dengan opini Mengungka BENTUK INSTRUMEN pkan isi : tajuk rencana/edi UR torial
AIAN BEBAS

MEDIA
CETAK / ELEKTRO NIK

JA WABAN SINGKAT , PILIHAN GANDA

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester

: : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2

76
Standar Kompetensi : Menulis 12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringkasan, notulen rapat, dan karya ilmiah KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJA
RAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIA
N

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

12.1 Menulis rangkuman/ ring-kasan isi buku

Ringkasa MEMBACA n buku BUKU nonfiksi NONFIKSI Mendaftar pokokpokok pikiran buku yang sudah dibaca Membuat ringkasan dari seluruh isi buku Mendiskusi kan ringkasan untuk mendapatk an masukan dari teman

Mendaftar pokok-pokok pikiran buku yang sudah dibaca Membuat ringkasan dari seluruh isi buku Mendiskusikan ringkasan untuk mendapatka n masukan dari teman

JENIS TAGIHAN :
UGAS INDIVI DU T

BUKU
NONFIKSI

T UGAS KELOM POK

LANGA N

BENTUK INSTRUM EN : URAIA


N BEBA S

PILIHA
N GAND A

JAWAB
AN SINGK AT JENIS TAGIHAN :

12.2Menulis notulen rapat sesuai dengan pola penulisanny a

Contoh notulen rapat Unsurunsur notulen Pola notulen

MEMBACA
BEBERAPA CONTOH NOTULEN

Mengidentifika si dua notulen rapat atau lebih

Mengidentifika si dua notulen rapat atau lebih Mencatat perbedaan dan persamaan antara dua notulen

SURATMENYURA T, LAMUDDI N F INOZA

TUGAS KELOM POK

TUGAS INDIVI DU

77
Mencatat perbedaan dan persamaan antara dua notulen rapat atau lebih Menemukan pola penulisan notulen rapat yang lengkap Menulis notulen rapat Mendiskusika n notulen rapat yang telah dibuat KEGIATAN PEMBELAJARAN rapat atau lebih Menemuka n pola penulisan notulen rapat yang lengkap Menulis notulen rapat Mendiskus ikan notulen rapat yang telah dibuat
ULANGAN

BENTUK INSTRUM EN :
URAIAN BEBAS

PILIHAN GANDA

JAWABAN SINGK AT

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJA
RAN

INDIKATOR

PENILAIA
N

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

12.3Menulis karya ilmiah seperti hasil pengamata n, dan penelitian

BEBERAPA
KARYA TULIS HASIL PENGAMATA N ATAU PENELITIAN

MENGADAKA
N PENELITIAN TENTANG SESUATU *

UNSURUNSR KARYA ILMIAH

Menentuka n gagasan yang akan dikembangk an dalam karya tulis (berdasarka n pengamata n atau penelitian) Menulis karya tulis, dengan dilengkapi daftar pustaka Menyunting karya tulis

Mendaftar hal-hal yang perlu ditulis, berdasarkan topik yang dipilih Menentuka n gagasan yang akan dikembangk an dalam karya tulis (berdasarka n pengamatan atau penelitian) Menyusun kerangka karya tulis Mengemba ngkan kerangka menjadi

JENIS TAGIHAN :
T UGAS KELOM POK

BUKU KARYA ILMIAH

T UGAS KELOM POK

LANGA N

BENTUK INSTRUM EN : URAIA


N BEBA S

PILIHA

78
sendiri atau karya teman karya tulis, dengan dilengkapi daftar pustaka Menyuntin g karya tulis sendiri atau karya teman
N GAND A

JAWAB
AN SINGK AT

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Mendengarkan 13. Memahami pembacaan cerpen KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAI
AN

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJA
RAN

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

13.1 Mengidenti fikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen yang dibacakan

Cerpen yang dibacakan Un sur-unsur cerpen (alur, penokoh an, dan latar)

MENDENGARK
AN CERPEN YANG DIBACAKAN TEMAN

Mengidentifik asi unsurunsur intrinsik dalam cerpen yang didengar Mendiskusika n unsurunsur intrinsik dalam cerpen Melaporkan hasil diskusi

Mengidentifi kasi alur , penokohan, dan latar cerpen yang didengar Mendiskusik an alur, penokohan, dan latar cerpen

JENIS TAGIHAN :
TUGAS INDIVI DU

BUKU
KUMPULA N CERPEN

TUGAS KELOM POK

ULANGA N

BENTUK INSTUME N:
URAIAN BEBAS

PILIHAN GANDA

JAWABA

79
N SINGK AT

13.2 Menemuka n nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan

Cerpen yang dibacakan Nilai-nilai (moral, budaya, social, agama)

Menemukan nilai-nilai (moral, budaya, social) dalam cerpen Mendiskusik an nilai-nilai tersebut

Menemukan JENIS TAGIHAN nilai moral, budaya, dan : social dalam TUGAS cerpen INDI Mendiskusik VIDU an nilai-nilai TUGAS tersebut
KEL OMP OK AN

BUKU
KUMPULA N CERPEN

ULANG

BENTUK INSTUME N:
URAIAN BEBAS

JAWABA N SINGK AT

PILIHAN GANDA

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi drama KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Berbicara 14. Mengungkapkan wacana sastra dalam bentuk pementasan

MATERI PEMBELAJAR
AN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR

PENILAIAN

ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

14.1Mengekspr

Teks drama

Membaca

Menghayati

JENIS

BUKU

80
esikan dialog para tokoh dalam pementasa n drama Penghayata n watak Pengekspre sian dialog dan memahami teks drama yang akan diperankan Menghayati watak tokoh yang akan diperankan Mengekspre sikan dialog para tokoh dalam pementasa n drama Mendiskusik an dialog para tokoh dalam pementasa n drama Memeranka n drama dengan memperhati kan penggunaa n lafal, intonasi, nada/tekan an, mimik/gera k-gerik yang tepat sesuai dengan watak tokoh Mendiskusik an peran yang ditampilka n dalam pementasa n drama watak tokoh yang akan diperankan Mengekspre sikan dialog para tokoh dalam pementasa n drama Menanggapi penampila n dialog para tokoh dalam pementasa n drama TAGIHAN :
TU GAS INDIVIDU TU GAS KELOMPO K DRAMA

BENTUK INSTRUMEN :
PE RFORMA NSI F ORMAT PENGAM ATAN

14.2 Mengguna kan gerakgerik, mimik, dan intonasi, sesuai dengan watak tokoh dalam pementasa n drama

Teks drama gerakgeri k, mimik, intonasi

Memeranka n drama dengan memperhati kan penggunaa n lafal, intonasi, nada/tekan an, mimik/gera k-gerik yang tepat sesuai dengan watak tokoh Menanggap i peran yang ditampilkan dalam pementasa n drama

JENIS TAGIHAN : TUGAS


INDIVIDU

BUKU
DRAMA

TUGAS
KELOMPO K

BENTUK INSTRUMEN :
PE RFORMA NSI F ORMAT PENGAM ATAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran

SILABUS : SMA Negeri 5 Jakarta : Bahasa Indonesia

81
Kelas Semester Standar Kompetensi : XI : 2 : Membaca 15. Memahami buku biografi, novel dan hikayat KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIA
N

KOMPETENSI DASAR

MATERI PEMBELAJAR
AN

ALOKA
SI

SUMBER/ BAHAN/AL
AT

WAKT
U

15.1M ENGUNGKA PKAN HAL HAL YANG MENARIK DAN DAPAT DITELADANI DARI TOKOH

Buku biografi tokoh sastra (sesuai dengan daerah masingmasing)* halhal yang menarik mer efleksikan tokoh

Mengungkap MEMBACA BUKU kan hal-hal BIOGRAFI yang TOKIH menarik SASTRA tentang SESUAI tokoh dalam DENGAN buku biografi DAERAH yang dibaca MASING Merefleksika MASING * n tokoh Mengungka dengan diri pkan halsendiri hal yang Menemukan menarik tokoh yang tentang mirip pada tokoh tokoh lain dalam buku Menemukan biografi hal-hal yang yang dibaca bisa Merefleksik diteladani an tokoh tentang dengan diri tokoh sendiri tersebut Menemukan tokoh yang mirip pada tokoh lain Menemukan hal-hal yang bisa diteladani tentang tokoh tersebut MEMBACA HIKAYAT ,
NOVEL INDONESIA , NOVEL TERJEMAHAN

JENIS TAGIHAN :
TUGAS INDIVI DU

BUKU BIOGRAFI

TUGAS KELO MPOK

BENTUK INSTRUM EN :
U RAIAN BEBAS P ILIHAN GAND A

J AWAB AN SINGK AT

15.2 MEMBANDING
KAN UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

Ciri -ciri hikayat Cirr i-ciri novel Indonesi

Mengidentifi

Mengidentif ikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel

JENIS TAGIHAN :
UGAS INDIVI DU T

BUKU HIKAYAT

NOVEL

INDONESI

82
NOVEL INDONESIA / TERJEMAHAN DENGAN HIKAYAT

Ciri -ciri novel terjemah an Uns ur-unsur hikayat Uns ur-unsur novel

kasi unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia dan terjemahan

Indonesia dan novel terjemahan sebagai bentuk karya sastra

UGAS KELO MPOK

ULANG AN

NOVEL TERJEMAH AN

Menjelaska n unsurunsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia dan terjemahan MEMBANDING
KAN UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK NOVEL INDONESIA DAN TERJEMAHAN DENGAN HIKAYAT

Menjelaska n unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia dan novel terjemahan Membandin gkan unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia dan novel terjemahan

BENTUK INSTRUM EN :
SINGK AT U RAIAN BEBAS PILIHAN GANDA JAWABAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi KOMPETENSI DASAR

: : : : :

SILABUS SMA Negeri 5 Jakarta Bahasa Indonesia XI 2 Menulis 16. Menulis naskah drama KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAI
AN

MATERI PEMBELAJ
ARAN

ALOK
ASI

SUMBER/ BAHAN/A
LAT

WAKT
U

16.1M ENDESKRI
PSIKAN PERILAKU MANUSIA MELALUI DIALOG NASKAH DRAMA

Teks drama Unsurunsur drama (tema, penoko han konflik)

Menulis teks DRAMA drama dengan menggunakan Menulis teks bahasa yang drama* dengan sesuai untuk: menggunakan Mendeskrips bahasa yang sesuai untuk: ikan perilaku Mendeskrip manusia sikan MEMBACA

JENIS TAGIHAN : TUGA


S KELO MPOK

BUKU
DRAMA

TUGA

83
perilaku manusia melalui dialog Menghidup kan konflik Memunculk an penampilan ( performan ce ) melalui dialog Menghidupk an konflik Memunculka n penampila n ( performa nce )
S INVID U

BENTUK INSTRUM EN : URAI


AN BEBA S

16.2 MENARASIK
AN PENGALAMA N MANUSIA DALAM BENTUK ADEGAN DAN LATAR PADA NASKAH DRAMA

Teks drama UNSURUNSUR DRAMA (TEMA, PENOKOHA N KONFLIK

Mendaftar pengalaman sendiri yang menarik Menarasikan pengalaman sendiri dalam bentuk adegan drama Menghadirkan latar yang mendukung adegan

Mendaftar pengalaman sendri yang menarik Menarasikan pengalaman sendiri dalam bentuk adegan drama Menghadirk an latar yang mendukung adegan

JENIS TAGIHAN : TUGA


S KELO MPOK

BUKU
DRAMA

INDIV
IDU

ULAN GAN

BENTUK INSTRUM EN : URAI


AN BEB AS

JAW ABA N SIN GKA T

PILI HAN GAN DA

84

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 JAKARTA


JALAN RAYA SUMUR BATU JAKARTA PUSAT TELP./FAX. (021.4243869 ) ===================================================

SURAT KETERANGAN
------------------------------NOMOR: Yang bertanda tangan di bawah ini: nama NIP/NRK jabatan tempat tugas menerangkan bahwa nama : Drs. Supena, M. M. : 130871481/143456 : Kepala SMA Negeri 5 Jakarta : SMA Negeri 5 Jakarta : Veronica Subini, S. Pd.

85 NIP/NRK jabatan : 130935621/143157 : Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Jakarta tempat tugas : SMA Negeri 5 Jakarta alamat tempat tugas : Jalan Raya Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat adalah benar telah melakukan Penelitian Tindakan Kelas pada kelas XI IPS-5 di SMA Negeri 5 Jakarta dari tanggal 25 Februari 2008 sampai dengan 08 April 2008 Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya. Jakarta, 08 April 2008 Kepala SMA Negeri 5 Jakarta

Drs. H. Kusnarto NIP/NRK

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 JAKARTA


JALAN RAYA SUMUR BATU JAKARTA PUSAT TELP./FAX. (021.4243869 ) =================================================== BIODATA GUR KOLABORASI NAMA NIP TEMPAT/TANGGAL LAHIR PENDIDIKAN JURUSAN TAHUN LULUS MENGAJAR DI SMA N 5 : : KAROLINA SITEPU, S. PD. : : : S-1 IKIP MEDAN : BAHASA INDONESIA :

86 ALAMAT :

DEMIKIAN BIODATA INI DIBUAT DENGAN SEBENARNYA JAKARTA, 08 APRIL 2008 GURU KOLABORASI BAHASA INDONESIA,

KAROLINA SITEPU, S. PD. NIP.

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 JAKARTA JALAN RAYA SUMUR BATU JAKARTA PUSAT TELP./FAX. (021.4243869 )