Anda di halaman 1dari 41

OBAT KARDIO VASKULAR

Pembimbing : Dr. Ali Nafiah Sp JP

Oleh : TRI JENNY MINARSIH TUJUANA PURBA

(ACE inhibitor)
ACE Inhibitor secara spesifik enzim konversi yang memutuskan ikatan peptidildipeptida angiotensin I Secara umum, ACE-I dibedakan atas dua kelompok, yaitu: ACE-I yang dapat bekerja langsung tanpa perlu dikonversi dahulu oleh tubuh, misal nya kaptopril dan lisinopril ACE-I yang memerlukan hidrolisis di dalam hati untuk menjadi bentuk aktifnya, misalnya benazepril, fosinopril, enalapril, perindopril, kuinapril,silazapril, dan ramipril.

angiotensin II

vasokonstriksi dan stimulan sintesis aldosteron penurunan tekanan darah

Penggunaan
ACE-I efektif : hipertensi ringan, sedang, maupun berat. Bahkan beberapa di antaranya dapat digunakan pada krisis hipertensi, yaitu kaptopril dan enalaprilat. Obat ini efektif pada sekitar 70% pasien. ACE-I : obat terpilih untuk hipertensi dengan gagal jantung kongestif. Obat ini juga menunjukkan efek positif terhadap lipid darah dan mengurangi resistensi insulin hipertensi dengan diabetes melitus, dislipidemia, maupun obesitas.
3

ACE-I sangat baik digunakan pada hipertensi

dengan hipertrofi ventrikel kiri maupun dengan penyakit jantung koroner serta mengurangi proteinuria pada nefropatidiabetik dan sindrom nefrotik

Kontraindikasi wanita hamil dan menyusui karena bersifat teratogenik dan merusak fungsi ginjal janin. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada stenosis arteri renalis bilateral atau unilateral pada keadaan ginjal tunggal. Pemberian obat ini pada pasien hipertensi dengan penyakit ginjal kronik perlu berhati-hati karena dapat memperberat hiperkalemia. Apabila terjadi peningkatan kreatinin serum, obat harus segera dihentikan.
5

Hipotensi

Batuk kering merupakan efek samping yang tersering (5-20%)

Ruam dan gangguan pengecapan Efek Samping

Proteinuria jarang terjadi

Efek teratogenik terutama terjadi pada trimester 2 dan 3 kehamilan, yaitu gagal ginjal atau kematian janin

Nama Obat

Cara Bentuk Pemberi Sediaan an Per oral Tablet 12,5, 25 dan 50 mg

Sedian Obat

Dosis Lazim

Frekuensi

Lama Pemberian

Waktu

Interaksi Obat

Captopril Generik : Captopril Paten : Captopen Dexa cap Tensi cap

Obat jadi

12,5-100 mg/hari

2-3 kali/hari

Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Ante coenam

Imunosupre san, suplemem K, probenesid, OAINS, diuretik, midoksidil

Lisinopril Generik:Paten : Interpil Noperten zestril

Per oral

Tablet 5 dan 10 mg

Obat jadi

2,5-40 mg/hari

1 kali/hari

Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Post coenam

Diuretik hemat K, Suplemen K, OAINS, Anti depresan tri siklik, Anti psikotik, Anestesi

Nama Obat

Cara Pemberi an

Bentuk Sediaan

Sediaan Obat

Dosis Lazim

Frekuens i

Lama Pemberia n Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Wkatu

Interaksi Obat

Enalapril Per Oral Generik :Enalapril Maleat Paten : Renivace, Tenace,

Tablet 5 dan 10 mg

Obat jadi

2,5-40 mg/hari

1-2 kali/hari

Post coenam

Diuretik

Benazepri Per Oral l Generik ;Paten : Cibacen Fosinopril Per oral Generik :Paten : Acenor M
8

Tablet 5 dan 10 mg

Obat jadi

10-40 mg/hari

1-2 kali/hari

Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Post coenam

Diuretik

Tablet 10mg

Obat jadi

10-40 mg/hari

1 kali/hari Sesuai keadaan klinis dan indikasi

Post coenam

Diuretik, ntasida, OAINS, litium

Nama Obat Kuinapril Generik:Paten : Accupril

Cara Pembe rian Per Oral

Bentuk sediaan Tablet 5, 10 dan 20 mg

Sediaan obat

Dosis Lazim

Frekuens Lama i Pemberia n 1kali/hari Sesuai indikasi dan keadaan klinis Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Waktu

Interaks i Obat Tetrasikl in

Obat jadi 10-4o mg/hari

Ante Coena m

Ramipril Generik:Paten : Triatec

Per oral Tablet Obat jadi 2,5-10 1,25, 2,5 mg/hari dan 5 mg. Kapsul 2,5 dan 5 mg

1 kali/hari

Post Coena m

Supleme n K, Diuretik, Kortikos teroid, OAINS, imunosu prensan, Alkohol Supleme n K, Diuretik, antidepre san, Litium

Perindropi l Generik :Paten : prexum


9

Per oral Tablet 2 Obat jadi 2-8 dan 4 mg mg/hari

1-2 kali/hari

Sesuai indikasi dan keadaan klinis

Ante Coena m

Diuretik
Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urine.

Diuretik paling sering digunakan untuk mengobati gagal jantung dan hipertensi
10

Gagal jantung Diuretik edema perifer dan kongesti paru

Hipertensi

Volume intravaskular

Fungsi utama diuretik adalah membobilisasi cairan e dema, yaitu mengubah keseimbangan cairan sehingga cairan ekstrasel menjadi normal.

11

12

Darah (arterial aferen) nefron Glomerulus

Ansa henle : penyerapan Na, K, 2Cl, impermebel terhadap air. Pembentukan cairan hipotonik tubular, dan jaringan sekiatr menjadi hipertonik. Tubulus distal : Na diserap dalam jumalh kecil n(5%

Ureter

Vesica urinaria

Filtrasi ( N : 135-180 L / hari) Tubulus Proksimal( 65 75 % Na diserap kembali secara transport aktif dan hanya sebagian kecil yang tersisa di urine akhir
13

Urine

Duktus koligentes

Pelvis ginjal

Loop Diuretik

Mengganggu penyerapan di ansa henle

Thiazide Diuretik

Tubulus distal dan duktus koligentes

Diuretik hemat kalium

ADH dari duktus koligentes

14

Inhibitor Anhydrase Karbonat (diuretik lemah) jarang digunakan dalam hipertensi dan gagal jantung

Distal convoluted tubule hilangnya bikarbonat dan sodium dalam urin.

Loop Diuretik
Dibagian epitel tebal ansa henle bagian asenden, kar

ena itu kelompok inidisebut juga sebagai loop diuretik .


Diuretik kuat, bekerja dengan cara menghambat

reabsorpsi elektrolit Na, K, 2Cl-.


Obat ini merupakan salah satu obat standard untuk

pengobatan gagal jantung dan edema paru


Termasuk dalam kelompok ini adalah furosemid,
15

torsemid, asam etakrinat, dan bumetanid.

Odem paru akut

Hierkalsemia akut

Indikasi
Hiperkalemia

Gagal ginjal akut


16

Alkalosis metabolik hipokalemia

Hiperurisemia

Toksisitas
Hipomagnesemia

Reaksi alergi

Dehidrasi

Sediaan
Furosemid. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 20,40,80 mg dan preparat suntikan. Umunya pasien membutuhkan kurang dari 600 mg/hari
Asam etakrinat. Tablet 25 dan 50 mg digunakan dengan dosis 50-200 mg per hari. Sediaan IV berupa Naetakrinat, dosisnya 50 mg, atau 0,5-1 mg/kgBB Bumetanid. Tablet 0.5mg dan 1 mg digunakan dengan dosis dewasa 0.52mg sehari. Dosis maksimal per hari 10 mg. Obat ini tersedia juga dalam bentuk bubuk injeksi dengan dosis IV atau IM dosis awal antara 0,5-1 mg, dosis diulang 2-3 jam maksimum

18

Thiazide
potensi menengah efek vasodilatasi langsung pada arteriol diabsorpsi baik pada pemberian oral, terdistribusiluas dan dimetabolis me di hati

menghambat reabsorpsi sodium pada mempertahankan daerah awal efek antihipertensi tubulus distal lebih lama ginjal, meningkatkan ekskresi sodium dan volume urin. menurunkan tekanan darah
19

Hipertensi

Gagal jantung kongestif

Indikasi
Nefrolitiasis

Diabetes insipidus nefrogenik

Diabetes insipidus nefrogenik


20

21

Toksisitas Alkalosis metabolik hipokalemia & hiperurisemia Toleransi gangguan karbohidrat hiperglikemia Hiperlipidemia Hiponatremia Reaksi alergi Lain : - lemah, rasa capek/lelah - parastesia, impotensi

22

Diuretik hemat kalium


Diuretik yang mempertahankan kalium menyebabkan diuresis tanpa kehilangan kalium dalam urine.
Antagonis Aldosteron

Triamteren dan Amilorid

23

Aldosteron Antagonis
Aldosteron adalah mineralokortikoid endogen yang paling kuat.
Peranan utama aldosteron ialah memperbesar reabsorbsi natrium dan klorida di tubuli serta memperbesar ekskresi kalium.

Spironolacton adalah antagonis aldosteron yang paling banyak digunakan


24

Farmakokinetik

70% spironolakton oral diserap di saluran cerna, mengalami sirkulasi enterohepatik dan metabolisme lintas pertama.

25

Indikasi

Oedema Pada dosis rendah memiliki efek kerja pada penderita agal jantung.

Pemberian jangka lama aldosteron antagonis direkomendasikan pada penderita post STEMI tanpa gang guan fungsi ginjal yang berat atau hiperkalemia LEVF (Left Ventricle Ejection Fraction).
26

Efek samping

Efek toksik yang paling utama dari spironolakton adalah hiperkalemia yang sering terjadi bila obat ini diberikan bersama-sama dengan asupan kalium yang berlebihan.

Tetapi efek toksik ini dapat pula terjadi bila dosis yang biasa diberikan bersama dengan tiazid pada penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.

27

Efek samping yang lebih ringan dan reversibel diantranya ginekomastia, dan gejala saluran cerna.

Sediaan dan dosis

Spironolakton terdapat dalam bentuk tablet 25, 50 dan 100 mg. Dosis dewasa berkisar antara 25-200mg, tetapi dosis efektif sehari rata-rata 100mg dalam dosis tunggal atau terbagi. Terdapat pula sediaan kombinasi antara spironolakton 25 mg dan hidraoklortiazid 25mg, serta antara spironolakton 25 mg dan tiabutazid 2,5 mg.
28

Triamteren dan Amilorid


Kedua obat ini terutama memperbesar ekskresi natrium dan klorida, sedangkan eksresi kalium berkurang dan ekskresi bikarbonat tidak mengalami perubahan.

Triamteren menurunkan ekskresi K+ dengan menghambat sekresi kalium di sel tubuli distal.

amilorid jauh lebih mudah larut dalam air sehingga lebih mudah larut dalam air.
29

Efek diuresisnya biasanya mulai tampak setelah 1 jam dan efek diuresisnya terlihat dalam 6 jam dan berkahir sesudah 24 jam. Efek samping : hiperkalemia Bermanfaat untuk pengobatan beberapa pasien udem. Tetapi obat ini akan bermanfaat bila diberikan bersama dengan diuretik golongan lain, misalnya dari golongan tiazid.

30

Sediaan

Triamteren tersedia sebagai kapsul dari 100mg. Dosisnya 100-300mg sehari. Amilorid terdapat dalam bentuk tablet 5 mg. Dosis sehari sebesar 5-10mg.

31

Inhibitor Anhydrase Karbonat

Absorbsi oral baik Mekanisme kerja :

menghambat aktivitas karbaonik anhidrase di tubulus proksimal menekan reabsorbsi bikarbonat di tubulus proximal.

32

Indikasi

* Glukoma * Alkalinisasi urine * Alkalosis metabolik * Mountain sickness acute ( lemah, pusing, insomnia, sakit kepala,muntah) * Epilepsi * Paralitis periodik hipokalemia * meningkatkan ekskresi fosfat pada hiperfosfatemia berat
33

Toksisitas

Asidosis metabolik hiperkloremia Batu ginjal Hilangnya kalium ginjal Rasa mengantuk Parastesia Hipersensitivitas

Kontra Indikasi
Sirosis hepatis
34

Penghambat reseptor adrenergik (beta bloker)


Beta bloker digunakan sebagai obat tahap

pertama pada hipertensi ringan sampai sedang terutama pada pasien dengan penyakit jantung koroner. (khususnya sesudah infark miokard akut), pasien dengan aritmia.
bloker, atenolol merupakan obat yang sering

dipilih

35

Beta Bloker

Menghambat reseptor Beta Satu Efek sentral

Penurunan frekuensi jantung dan kontraktilitas miokard

Menghambat sekresi renin


penurunan aktivitas simpatis, perubahan sensitivitas baroreseptor,dan perubahan aktivitas neuron adrenergik perifer

sehingga curah jantung menurun


36

penurunan produksi angiotensin II

Bentuk Obat Dan dosis Obat

Dosis obat golongan beta bloker


Nama Obat Atenolol Metoprolol Metoprolol lepas lambat Propanolol Karvedilol Labetalol
37

Total Dosis perhari 25-100 mg 50-200 mg 100-200 mg 40-160 mg 12,5-5 mg 100-300 mg

Frekuensi 1 kali/hari 1-2 kali/hari 1 kali/hari 2-3 kali/hari 1 kali/hari 2 kali/hari

Bentuk obat golongan Beta Bloker


Nama Obat Nama dagang Betablok Hiblok Pemberian Obat Oral Oral Sediaan

Atenolol

Tablet 50 mg dan 100 mg Tablet salut selaput 50 mg dan 100 mg Tablet 50 mg

Farnomin

Oral

Internolo

38

Toksisitas

Memperburuk asma dan obstruksi saluran nafas lainnya

Efek sistem saraf pusat : sedasi, gangguan tidur, dan depresi.

39

Depresi kontraktilitas dan eksitabilitas miokard

Indikasi

Untuk hipertensi, krisis hipertensi, hipertensi pada kehamilan, aritmia, gagal jantung kronik,perdarahan intraserebral.

40

Kontraindikasi

Asma, penyakit obstruksi saluran nafas lain, gagal jantung, DM tipe 1, asidosis metabolik,sinus bradikardi

41