Anda di halaman 1dari 139

UANTUM

Agus Purwanto

PENERBITGAVAMEDIA

kndasan

1 I~~II\;Iyang berkembang sampai akhir abad sembilan belas

I III~I~II:IIsebagaifisika klasik dan mempunyaidua cabang utama

; 1111I niekanikaklasikNewtoniandanteori medanelektromagnetik Fl~~rwr?llian.Mekanika klasik dicirikan oleh kehadiran partikel

I $11:lrjni sesuatu yang terkumngdi dalam ruang. lstilah terkurung

I 'I :~rnsederhana dapat dikatakan sebagai adanya batasyang

11$1I,;, nntara materidan sesuatu di luar dirinya atau lingkungannya.

' .I 11 lrrngkanmedan elektromagnetikdicirikanoleh kuantitas medan

I 11II l clelombang yang

I 11 I Ir~lamruang bagai kabut dengan ketebalan yang berbeda dan I I 11 br~ipissampai akhirnya benar-benarlenyap. Batas antara ruang I 11 )Irnedandan ruangtanpa medan tidak jelas atau kabur.

Medan tersebar

menyebar di dalam ruang.

Ciri utamafisika klasikadalah sifatnya yang commonsense I 11 III deterministik.

I.1.l.Mekanika Sistem Partikel

Perhatikan partikel berrnassa m yang pada saat 4 berada pnda posisi F = r'(t), memptmyai kecepatan 9 = $(t) dan

Fisika Kuantum

I

mengalamigaya F .Secara klasikpartikeliniterikat oleh hukum Newton :

F = mF(t)

(1.1)

dan akan bergerakdenganlintasantertentu (definitepath).Karena itu, jika posisi, kecepatan, dan gaya saat ini diketahui maka keadaanmasalalupartikeldapat diketahuisecarapasti, demikian pulakeadaan masadepannya. lnilahyangdimaksuddengan sifat deterministikfisika klasik. Sifat inisecara grafik dapat dilukiskan sebagai berikut :

,F(t'> t)

Gambar. 1.1 Lintasan Klasik suatu Partikel

Dapatdikatakan, keadaansistem partikel padasuatusaat t direpresentasikanolehnilaisesaat dariposisi F(t) dan kecepatan

?(t).

Fenomena yang ada di dalam sistem partikel (mekanika klasik)adalahfenomenatumbukan antarabeberapapartikelyang memungkinkanterjadinyatransfer momentumdan energi.

1.1.2 MedanElektromagnetik

Penemuanfenomena interferensi dan polarisasicahayadi awal abad kesembilan belas meyakintan bahwa cahaya merupakangelombang. Siiatgelombangdaricahaya diidentifikasi beberapa dasawarsa kemudian sesuai perumusan Maxwell

Landasan Fisika Kuanturn

IIIII~~I~I~teori medanelektromagnetik. Dengandemikian, cahaya lit*ll!~gaigelombang elektromagnetik merupakan salah satu II 11~l~ilastasidarifenornenaelektromagnetismeyang terumuskan I111l:lmpersamaanMaxwell :,

B adalah

adalah

~~rrrmitivitasdan permeabilitas bahan, sedangkan p dan J IIlrvupakan distribusi(sumber)muatan listrik dan distribusiarus

Il0:lrik di dalam bahan. Sampai menjelangabad kedua puluh, keduateori tersebut Ililnmbahtermodinamika dipandang sebagai teori puncak (ulti- 111ntetheory)yang mampu menjelaskansemua fenomena fisika. !ivdangkan secara praktis, teori-teori tersebut telah memicu llrnbulnyarevolusiindustri.

~lrbnganfi = E?, dan H = 4 yang mana dan

111cvIanlistrik dan medan induksi magnetik, E dan ,u

1.2 KRlSlS FlSlKA KLASIK DAN SOLUSINYA

I isika terus berkembang dan temuan baru terus didapatkan. Ihtapisayang, beberapafenomenafisis yang ditemukan di akhir r~badsembilan belas berikut ini tidak dapat dijelaskan oleh teori lisika klasik. Karenanya,orang mengatakanbahwafisika klasik mengalamikrisis !

1.2.1 Radiasi Benda Hitam

Jika suatu benda dipanaskan ia akan meradiasi. Hasil

Fisika Kuantum

eksperimen yang menarik adalah sifat distribusi energi atau spektrumenergidari radiasibenda hitamyang bergantung pada frekuensi cahaya dan temperatur. Benda hitam didefinisikan sebagai bendaatau sesuatuyang menyerapsemua radiasiyang diterimanya. Hasileksperimentersebut untuktemperatur berbeda diungkapkanoleh Gambar 1.2.

Gambar. 1.2 Distribusienergi bendahitam

Teori klasik yang dirumuskan oleh Rayleigh dan Jeans sampai pada bentuk fungsi distribusienergi :

dengan k = 1,38x10-l6ergPK adalah konstanta Boltzman dan c adalahkecepatan cahaya.Jelas, hasil perumusan Rayleighdan Jeans (1.3) ini hanya sesuai untuk frekwensi kecil tetapi gagal pada frekwensi tinggi. Kegagalan atau penyimpangan teori Rayleigh-Jeanspadafrekwensibesarinidikenalsebagaibencana ultraungu (ultravioletcatastrophe).Grafik distribusi energi dari rumus Rayleigh-Jeans (1.3) diberikan oleh Gambar 1.3. Garis

Landasan Fisika Kuantum

I 11 II 11111 ndalah prediksi Rayleigh-Jeans, sedangkan garis putus 11 li 11: 111hasil eksperimen.

Gambar. 1.3 Distribusi energi radiasi klasik

Untuk mengatasi kesulitan analisa klasik, digunakan fakta I I;~hwagelombang elektromagnetik yang merupakan radiasi di

I lr darn rongga (cavity with a small aperture- sebagai realisasi I)r'nktiskonsepbendahitam) dapat dianalisa sebagai superposisi

I I:~rikarakteristik moda normal rongga. Dalamsetiap moda nor- IIlnl, medanbervariasisecaraharrnonik. Dengandemikian,setiap t~lodanormal ekivalen dengan osilator harmonik dan radiasi lrlctmbentukensembelosilator harmonik. Bedasarkanpemahamantersebut, Max Planck mengajukan I~ipotesisradikalsebagai berikut :

1. Osilator di dalam benda hitam tidak memancarkan cahaya secara kontinu melainkan hanya berubah amplitudonya - transisi amplitudo besar ke kecil menghasilkanemisi cahaya sedangkantransisi dari amplitudo kecil ke besar dihasilkan dari absorbsi cahaya.

2. Osilator hanya bisa memancarkan atau menyerap energi dalam satuan energi yang disebut kuanta sebesar hv ,

Fisika Kuantum

bersifat bagai gelombang tetapi tidak menyebar melainkall terkurungdi dalam ruang. Hal ini dipenuhioleh paket gelombari!l yang merupakan kumpulan gelombang dan terkurung di dala111 ruangtertentu. Sebagai pendekatan terhadap konsep paket gelombang, perhatikan kombinasi dari dua gelombang bida, ig berikut

yl (x,t) = Acos(o,t - klx)

- k,x)

W, (x,t) = A cos(o,t

Prinsipsuperposisi memberikan

dengan amplitudo A,

Grafiknya,

Landasan Fisika Kuantum

( hmbar. 1.11 Superposisidua gelombangtunggal

I ,111Iqelombangtunggalnyadiperbanyak,

Gambar. 1.12 Superposisidari n gelombang

e 'l .- Y cde 5 L fa, V) a

F a m 8 %

.a

.E 25 a, Q $.-

- f, *- s- m a C

m a

1-isikaKuantum

LandasanFisika Kuantum

Gambar. 1.15 Transform Fourierdari g(k)

Dariuraian contoh dan gambar transformasi Fourierdi atas diperoleh hubungan antara Ax dan Ak (atau Ap). Hubungan ini secara grafik adalah sebagai berikut

Gambar. 1.16 Kaitanantara & dan

Hubungan antara Ax dan Ak bergantungdari bentuk paket

gelombang dan

bergantung pada Ak, Ax didefinisikan. Perkalian

(Ax)(Ak) akan minimumjika paket gelombangberbentukfungsi

Gaussian yang bertransformasi Fourier juga dalam fungsi Gaussian. Untuk paket Gaussian, jika Ax dan Ak diambil deviasi standar dari (x) dan g(k),maka

hAk=1 2

(1-43)

Karena pada umumnya paket gelombang tidak berbentuk Gaussian, maka

AxAk24

(1-44)

Kalikan pertidaksamaan (1-44)dengan ji dan mengingat

p = hk , maka didapatkan

Pers(1.45)ini merupakanprinsipketidakpastianHeisenberg

(Heisenberg's uncertainty principle). Dalam kalimat, prinsip ini

mengatakan:

"Tidakmungkin mengetahui atau mendapatkanposisi dan momentum suatu partikel dengan tepaf secara serempak atau bersamaanJJ

Prinsip ini merupakanfakta mendasardari alam dan bukan sekedardisebabkanoleh keterbatasandan ketelitianpengukuran. Untuk mengatakanbahwasuatu partikelberada padatitik xdan bermomentump berarti kita harus mengukursecara serempak koordinat x dan momentum p, karena tanpa pengukuran kita tidak mempunyai informasi apa-apa. Sebagai ilustrasi, perhatikangedankeneksperimen berikutini.

- Untuk mengamati elektron, kita harus menyinarinyadengan cahaya a

- Cahayayang sampai di mikroskop adalahcahayaterhambur oleh elektron.

Fisika Kuantum

Gambar. 1.I7 Gedanken eksperiment penentuan posisielektron

- Momentumfoton terhambur p, = hl A, dan untuk menembus

obyektif, foton hams bergerak dalam sudut a, sehingga komponen-x dari momentum mempunyaiketaktentuan

Ketaktentuaninijuga merupakanketaktentuandalam arah-x dari momentumelektronsetelah hamburan, karena selama proses hamburan, momentum antara elektron dan foton dipertukarkan.

- Di sisi lain, posisi elektronjuga tidak tentu disebabkandifraksi cahaya ketika menembus obyektif. Ketaktentuan posisi elektron sama dengan diameter pola difraksi yaitu 2ysin 8 dengan sin 0 - h l d. Karena itu

Landasan Fisika Kuantum

sehingga dari dua hubungan Ap dm Ax di atas didapatkan

AxAp = h (1Al2)

sesuaidengan prinsip(1.45).

Contoh 1.8

(143)

a. Bila paket gelombang dalam komponen ruangnyasaja f (x) berbentuk Gaussian perlihatkan bahwa transformasi Fouriemya g(k),juga berbentuk Gaussian

b. Bila & dm ~k diambil deviasi standar dari f(x) dan g(k) perlihatkanbahwaperkalian AxAk = $ .

Penyelesaian:

a. Misalkan, paket gelombang Gaussian ternormalisasi berbentuk

ca

ilf(x)l

2

-0

dengan

Fouriemya

Maka pasangan transformasi

Fisika Kuantum

yang tidak lain adalah fungsi Gaussian, dengan

b. Deviasi standar

didefinisikan

Evaluasilengkapnyamemberikan

Karena x fungsi ganjil sedangkan e-a2x2 fungsi genap.

Sehingga

Selanjutnya

dan

Sehingga

Dengandemikian

Landasan Fisika Kuantum

Bentuk laindari prinsipketidakpastianHeisenbergdinyatakan dalam ketidaktentuan energi AE dan waktu At,

A

AEAt 2-

2

(1.49)

Mengigat sedemikian kecilnya nilai h, prinsip ketaktentuan initidak relevanatau tidak tampak di dalam dunia makroskopik. Di dalam konteks ini, mekanikaklasik untuk dunia makroskopik bersifat deterministik sedangkan dunia mikroskopik secara esensial non-deterministik.Karenaitu, di dalam duniamikroskopik tidak dikenal lintasan eksak.

Fisika Kuantum

Gambar. 1.18 Lintasanklasik dan kuantum

Sekarangkembalipadapersoalanpaketgelombang, dan kii selidiki kebergantungannya terhadap waktu. Misalkan, paket gelombangdirepresentasikanoleh f(x,t).

f(x, t) = 1 (k)ei(h-m'dk

$0

do

sebagai perluasan dari ungkapan (1.42). Pada saat t, paket gelombang f(x,t) mempunyai maksimum di titik X(t).

Gambar. 1.19 Paket gelombang padasaat f

Landasan Fisika Kuantum

Jika posisi paket gelombang berubah, laju gerak titik maksimumadalahkecepatangrup

Sepertidiperiihatkan padaGambar 1.16 di depan, amplitude g(k) bemilai maksimum, misalkan pada kodan tak no1hanya di sekitar harga kotersebut.Hal ini diambil atau diasumsikan agar momentum terdefinisi dengan baik. Dengan alasan serupa, frekuensi juga seperti itu, yaitu berhargadi sekitar oo= o(ko). Karena itu, o dapat diekspansiTaylor di sekitar k,

denganmengabaikansuku ekspansi orde duadan seterusnya. Kembali pada persoalan kecepatan grup v,. Karena f(x,f) maksimum di X(t), maka

Diferensiasi sekali lagi pers. (1 -53) terhadap waktu t, didapatkan

Substitusi uraian (1.52) ke dalam pers. (1.54),

Persamaan

Postulat Max Planck dan konsep spekulatif de Broglie mengisyaratkanperlunyakonsepbarntentang duniamikroskopik. Di dalam bab ini diuraikan langkah-langkah penting dalam membangun mekanika baru yaitu mekanika gelombang atau mekanikakuantumdan beberapacontohsistemsederhanaserta konsep pokok terkait.

2.1 PARTIKEL BEBAS

Kitaberangkatdari konsepklasikyangtelah kitakenaldengan baik. Secara klasik, energi partikelatau benda bebas bermassa m, diberikanoleh energi kinetik

dengar, ;3 adalah momentum partikel. Berikut ini diperlihatkan transisinya ke dalam persamaan kuantum. Ungkapanenergi Planck(1.4) dan momentumCompton(1.21) dapat ditulis sebagai

Fisika Kuantum

sehingga ungkapan paket gelombang (1-50)dapat ditulis ulang dalam bentuk

dengan Nadalah konstanta normalisasi. Diferensiasifungsi (2.3) terhadap waktu memberikan

Jika energi E diasosiasikansebagaienergi partikelbebas (2.1), maka

Tetapi ruas kanan pers. (2.4a) dapat ditulis sebagai

Daridua persamaan di atas diperoleh persamaan diferensialpaket gelombang W bagipartikelbebas

Perluasan bentuk energi partikel bebas ke dalam ruang tiga dimensidiberikan oleh

dan pem(2.5) dapat diperluasmenjadi

--

IY =w(~,t)=N Jpme

i(p.r-Et)lhd3jj

dan tetapan norrnalisasibaru N =

2.2

2.2.1 Partikel di dalam Potensial

Dengan membandingkanpers.(2.1) dan pers(2.7) tampak adanya korespondensiantara energi E, momentum jj dan op- eratordiferensial

PERSAMAAN SCHRODINGER

Operator-operatorinibekerjapadafungsigelombang w(J, t). Bentuk korespondensi ini nantinya yang digunakan untuk membangunpersamaangerak kuantum berangkat dari bentuk energi klasik. Selanjutnya, tinjau partikelyang mengalamigaya yang

Fisika Kuanturn

dapat dituliskan sebagai gradient dari energi potensial V(T,t)

Karenaitu, energitotal partikel Edapatdiungkapkansebagai

Berdasarkankorespondensi(2.9) persamaangerak kuanturn partikeldi dalam potensial V(3,t)diberikanoleh

Pers(2.12) ini dikenal sebagai persamaan gelombang Schrodinger untuk partikel di dalam potensial V(3,t). Dalam banyak hal, sistem fisis dapat didekati dengan model satu dimensi. PersamaanSchrodingersatu dimensi behentuk

Secara umum, karena energi E dapat dinyatakan dalam Hamiltonian

E = ~(r',~,t)

(2.14)

makapers. (2.12) dapat dituliskan sebagai

HamiltonianHsekarang berperansebagaioperator

yang bekeja padafungsi gelombang ~(7,t ).

i

PersarnaanSchrodin,ger

1 2.2.2 Arti Fisis dari Fungsi Gelombang

Di dalam persoalansesungguhnya Hamiltoniansuatu sistem diketahui atau diberikan. Mengacu padapersamaanSchrodinger yang merupakan persamaan diferensial (parsial) (2.14), jelas persoalannyasekarangadalah mencarisolusi W dari persamaan tersebut. Jadi, fungsi gelombang W merupakankuantitasteoritis fundamental di dalam mekanikakuantum. Meskipun demikian, seandainyafungsigelombang W sudah diperoleh, masihtersisa satu pertanyaanmendasar:

Fungsi gelombang merupakan suatu deskripsi dari kejadianyang mungkin, tetapi-kejadianapa?Atau, apa yang didiskripsikanoleh fungsi gelombang?

Singkatnya, apa artifisis dari nilai y(T,t) di setiap posisi 7 pada saat t? Jawaban dari pertanyaan di atas diberikan oleh Max Born padatahun 1926yang menyatakanbahwa y(r',t) itusendiritidak mempunyaiarti fisis apa-apa, tetapi

diintepretasikan sebagai kerapatan probabilitas. Secara lebih spesifik

menyatakan kemungkinan untuk mendapatkan partikel yang dideskripsikanoleh y(7,t) berada dalam elemen volume dv di sekitar posisi T pada saat t. Di dalam kasus satu dimensi

menyatakanbesarkemungkinanpartikelyang dideskripsikanoleh y/(x,t) berada di antara x dan x+dx pada saat t.

Fisika Kuantum

Jika partikel (memang) ada di dalam ruang, interpretasidi atas mensyaratkan

dengan integrasidilakukan keseluruh ruangV. Fungsigelombang yang memenuhisyarat (2.20) dikatakansebagaifungsi gelombang

temorrnalisasi.

Contoh2.1

Fungsi gelombang sutu partikel yang bergerak sumbu xdiberikan oleh: ~(x)= ~e-"sina x

a. Tentukan konstanta C jika fungsi gelombang temormalisasi

b. Jika a = 7~ , hitung kemungkinan untuk mendapatknan partikel beradadi sebelah kanantitik x=l

Penyelesaian:

a. Secara eksplisit ~(x)diberikan oleh

sepanjang

Cexsina x,

untuk x

< 0

Ce-"sina x,

untuk x > 0

sehingga

,&I2

= (

~~e~"sin~ar,untuk x<O C2e-'" sin2ax, untuk x > 0

Tampak bahwafungsiterakhiradalahfungsi genap, dan rekaan grafiknyadiberikan oleh gambar berikut

PersamaanSchrodinger

Karenaitu

Gambar2.1 Solusi

r

--

\y(2&= 1 =

c~[~-~~

sin2mdx+C2~e2x-

sin2mdx

= 2c2re-" sin2ahr

o

Untuk menghitung integralterakhir ini, tuliskan fungsi sinus dalam bentukeksponensial dan akan didapatkan

Didiipatkankonstanta normalisasiC

Fisika Kuantum

sehingga

b. Besar

kemungkinan partikel berada di x 2 ]

=-g

e

2a

Untuk a = n

+a ' + sin 2a - cos 2a)

2.2.3 Persamaan Kontinyuitas

Kembali pada probabilitas(2.19), dan diferensiasiterhadap waktu atas besaran ini memberikan

I

I

1

I

atau

Pe~amaanSchrodinger

Pers.(2.21) ini tidak lainadalah persamaankontinyuitas

dengan P adalah rapat probabilitas (2.18) dan fluks atau rapat arus probabilitas 3

Untukkasussatu dimensi, persarnaankontinyuitas(2.21) menjadi

dengan rapatarus S

Fisika Kuantum

2.2.4 NilaiHarap

Sekali lagi, seandainyafungsi gelombangII/ sudahdiperoleh kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan lagi. Misalnya, di mana partikel sering berada atau berapa momentum rata-rata partikel ? Jawaban atas pertanyaanini diberikan oleh teorema Ehrenfest. Misalkankitaingintahu nilai rata-ratavariabeldinamis A(x,p), maka didefinisikan nilai harap (expectation value) dari besaranA sebagai

operator ~(x,-i~v)yang merepresentasikan

denganA,adalah

variabel A di dalam mekanikakuantum. Secara lebih umum, jika

W tak temormalisasimaka pers.(2.26) menjadi

Sebagaicontoh, nilai rata-rataposisi 7

Sedangdari analogi klasik untuk nilai rata-rata momentum

komponenmisalkankomponen-x

PersarnaanSchrodinger

Suku kedua ruas kanandapat diuraikanmenjadi

Subtitusikembalike dalam pers.(2.29b), memberikan

I

I

sehingga

Fisika Kuantum

2.2.6 Keadaan Stasionerdan PersamaanNilai Eigen

Tinjau partikelyang bergerakdi dalam ruangdengan potensial tidak bergantung waktu V =V(7). Untuk sistem seperti ini, ~(7,t)dapat diuraikan rnenjadi perkalian bagian yang hanya bergantung ruangdan bagianyang hanya bergantungwaMu

Catatan: co(7)di sini tidak terkait dengan a,(k)pada pers.(2.3), dan hanyasama notasi belaka. Selanjutnya, subtitusi uraian (2.34) ke dalam pers.(2.12) kemudiandibagi q(3)f (t) maka didapatkan

Karena ruas kiri pers.(2.35) hanya bergantung waktu sedangkanmaskananhanyabergantungvariabel ruang T ,maka keduanya akan selalu sama jika dan hanyajika keduanyasama dengan konstanta, misalkan E. Dengandemikian pers.(2.35)akan terpisah rnenjadidua persamaan :

PersamaanSchrodinger

Pers.(2.36a) adalah persamaandiferensialordesatu dengan solusi akan sebandingdengan exp(- i~tI h). Karena itu uraian (2.34) menjadi

Pers(2.37) secaraimplisitmenyatakanbahwa E harus riel,

karena bila mempunyai harga imajiner

r jika t -+- atau - oo sesuai tanda (-) atau (+) dariE .

Halinitidak memenuhisyarat keberadaanpartikeldi dalam ruang (2.20). Selanjutnya per~~(2.37)memberikanrapat probabilitas

E ,v akan lenyap untuk

semua

yang tidak bergantungwaktu. Karenaitu ~(7,') padapers(2.37) menggambarkankeadaanstasioner(stationarystate) karenatidak ada karakter atau sifat partikel yang berubah terhadap waktu. Sedangkan pers.(2.36b) disebut persaman Schrodinger tak bergantungwaktu.

 

Mengingat bentuk pers.(2.16) pers.(2.36b) dapat ditulis menjadi

dengan V = V(T),

dan

Atau

Pers.(2.39) ini disebut persamaan karakteristik atau persamaan nilai eigendengan rn(7)sebagaifungsi eigen dan H adalah operator diferensial dari energi. Eadalah nilai eigen dari operator H,dan disebut sebagai energi eigen dan ditafsirkan sebagai energipartikel.

dan

Fisika Kuantum

2.3 MODEL-MODEL POTENSIAL SEDERHANA

Berikut inidiuraikan contoh-contohsistem partikelyang bergerak di dalam ruangdengan potensialsederhanadan kuantitasterkait.

2.3.1 Kotak PotensialSatu Dimensidan KeadaanDasar

Perhatikanpartikelbermassamberadadi dalam sumur atau kotak potensial satu dimensi sepanjang L. llustrasinya diberikan oleh gambar di bawah ,

Gambar 2.3 Patikeldalam Kotak Potensialsatu dimensi

Potensial V + w di x= 0 dan x= L dibuat untuk menjamin agar partikeltidak dapat menembus dinding dan keluar kotak. Artinya tidak mungkin partikel berada di luar sumur potensial. Secara matematisha1ini berarti

q(x)= 0

untuk

x 5 0 dan x 2 L

(2.40a)

Karena di dalam kotak V(x) = 0, maka persamaan Schrodingersistem ini

atau

---- A2 d2q

2m dx2

- E,

PersarnaanSchrodinger

untuk 0 < x < L

Jika dituliskan,

-- 2mE - k2

(2.m)

maka persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu (2.40b) menjadi

A

Solusi umumnyadiberikanoleh fungsi

q(x)=A coskx+Bsinkx

Syarat batas di x= 0,memberikanhubungan

q(O)=O=A.l+O

yang berarti A = 0.Karena itu, (p menjadi

q(x) = B sin kx

Syarat batas di x = L

Hal ini dipenuhi oleh

kL = nn,

dengan n = 1,2,3,

Fisika Kuantum

atau

Dari hubungan antara E pers.(2.40c) dan k pers.(2.40i), diperoleh ungkapanenergipartikeldi dalam kotak,yaitu:

dengan

Jelas bahwa energi partikeltidak dapat bernilaisembarang atau kontinu seperti dalam fisika klasik melainkan diskrit yaitu kuadrat bilanganbulatkali energiterendah E,. Keadaandengan

energi terendah disebut keadaan dasar (groundstate).

Subtitusi bentuk akhir k ke dalam fungsi Cp (x), didapatkan

nR x

q~(x)= 9,(x) = B sin -

L

Konstanta B ditentukan melalui proses normalisasi, yaitu partikelpastiada di dalam sumur. Karenaitu,

sehingga

Persamaan Schrodjnger

Dengan demikian, fungsi gelombang ternormalisasi untuk partikel terperangkap dalam sumur .potensial satu dimensi berukuran L diberikanoleh

dan keadaandasamya

Gralikfungsigelombangdanrapatprobabilitaspartikeldalam kotak diberikanolehgambar-gambar berikut.

Gambar 2.4. (a) fungsigelombang, (b) rapat probabilitas

. Jika partikelberadapada keadaantereksitasi pertama, q, , maka posisi rata-rata partikel

Fisika Kuantum

dan momentumrata-ratanya

4n ihj. sm (y) -x

-

--

L2

0

( y

cos -x

keadaan dasar dan keadaan eksitasi pertama. Kemudian hitung (E) tersebut.

c. Tentukan posisi rata-rata (x) pamkel

Penyelesaian

a. Dari ungkapan (2.42) dan (2.37) didapatkan

Kedua hasil di atas berlakusama untuk semua qndan dapat diduga dari garnbar 2.4b. Pertarna, peluang partikel berada di sehingga sebelah kiri titik tengah U2 dan di sebelah kanannyasama. Karena itusecara rata-rata partikel beraddi titik tengahU2.Kedua, akibat keadaan pertama ini maka kemungkinan partikel bergerak ke kanan ke kiri adalah sama. Dengandemikian momentumsaling dengan meniadakanatau momentum rata-ratanyaadalah nol.

Contoh2.2 :

Keadaan pertikel setiap saat di dalarn kotak satu dirnensi L diberikan oleh

dengan Y ,(x, t ) dan Y, (x, t ) adalahkeadaandasar dan keadaan tereksitasitingkat pertarna setiap saat partikeldi dalam kotak.

a. Tuliskan secara eksplisit bentuk dari y(x,t) Perlihatkanbahwa energi rata-rata partikel

(E)= E,P;+E,P,

t

I

I

I

dengan P, dan P2masing-masingadalah rapat probabilitas

b.

Dari definisi nilai harap

L

a

(E}= o~v(~,f)'~fiz~(~9~)&

1. ' l;

= o[1$111(x,1)12

+-b2 (x,t)12 +>2 y; (x,r)~,(x,t) +

2

E*

E

E

Fisika Kuantum

dengan

dan

karena qn(x)sudah ternorrnalisasi. Karena itu,

c. Posisi rata-rata partikel,rnenggunakan notasi (3.1)

Dari ungkapan partikel di dalam kotak satu dimensi didapatkan

((P,(,o,x(P,(.)) = (92(49x(P*(x))= XL

dan

Karenaitu,

1

16L

(x)= -L-~COS~

2

937

PersamaanSchrodinger

Jadi (x) berosilasi di sekitar titik tengah kotak dengan

amplitudosebesar 16~19~'dan frekuensi v = wl 2n = 3E, 1h .

Contoh2.3

Suatu elektron terperangkap di dalarn kotak satu dirnensi dengan panjang 1 A. Hitung:

a. Energitingkat dasar elektron tersebut.

b. Besar peluang untuk rnenernukan elektron di daerah

0

0

+A<x<qA

Penyelesaian:

a. Energi partikel di dalam kotak L diberikan oleh

I

I

I

I Untuk tingkat dasar n =I,maka

E, =

1.(6,626x 1O-34)Z

Joule

8.9,1~10-~~(10-~~)~

Fisika Kuantum

b. Dari Gambar 2.4, daerah %/2< x < %A identik dengan daerah U2 < x < 3L14 Karena itu,

2.3.2 TanggaPotensial, KoefisienRefleksidan Koefisien Tranmisi

Partikel-partikelberrnassam diternbakkandari kirike kanan, dan bergerakdi dalarn tangga potensialberikut.

Garnbar 2.5 PotensialTangga

Untuk sistem dengan potensial tangga di atas, perilaku

partikel dibedakan menjadi dua kasus bergantung harga E, yaitu

Es V,atau

E> V,.

1

Kasus 1. Jika E I V,

PersamaanSchrodingersistem

Solusinya

P-(x) = Ae

ik" + Be-ikr

dengan konstanta positif k

dan

q+(x) = Ce-qx+Deqx

dengan

PersamaanSchrodinger

yangjuga positif. Gambamyadiberika, sebagai berikut:

Gambar 2.6 Energi Partikelkllrangdari Potensial

Fisika Kuantum

Sukueksponensialkedua p+jelas tidak dapat menggambar- kan keadaan fisis atau tidak rnemenuhi syarat (2.22) karena meledak (9 cc ew -t m) di x + m. Agar 9, tetap rnewakili situasi fisis riel rnaka D harus nol. Karena itu 9+ menjadi

Selanjutnya mengingat bentuk solusi umum bergantung waktu (2.37), maka suku eik dari p- dapat ditafsirkan sebagai

-m ke kanan rnenuju x = 0) dan suku dipantul ke kiri (menuju x = -m ) oleh

potensial V, di x = 0. Hasil yang mernbedakan dari potensial klasik adalah kehadiransuku eqxdari (p+.Suku ini rnenyatakan ada partikel yang menernbus (penefrafe) potensial Vo sarnpai kedalarnanx > 0tertentu. Berikut ini kitatentukan konstantaA,B dan C rnenggunakan syarat kontinyuitas. Pertama, 9- (0) = q+(0) memberi hubungan

partikel datang (dari x = ejk"sebagaipartikel yang

Kedua,

rnamberikan

ik(A - 6) = - qc

Pers.(2.47a) dan (2.47~)rnenghaslkan

B=- ik +q A ik -q

Sehingga

dan

C =- 2ik ik-q

A

,

i

I

dan

PersamaanSchrodinger

(2.48a)

Dari ungkapan p- , intensitas untuk partikel datang adalah JAI2.Sedangkan intensitas partikelterpantul adalah

=-- ik+q -ik+q IAI2 = IA12

ik-q

ik-q

-ik-q

(2.49)

Jadi, intensitas medan terpantul sarna dengan intensitas rnedandatang. Iniberartisemua partikeldatangakhirnya dipantul kernbali terrnasuk partikel yang sernpat dapat rnenembus potensial Vo. Hasil inijuga dapat dipahami dari besarfluks atau arusj(x) di x< 0,

Grafik solusi p- dan p+, untuk E I Vo

Fisika Kuantum

Gambar2.7 FungsiGelombang untuk tangga potensial,jika

E<Vo

Jika Vo besar sekali maka dari persamaan (2.46b) 9 juga akan besar sekali. Karena 'h kedalarnan menembus juga mengecil atau dari (2.47d) konstanta C akan nol, dan B = -A. Karena itu,

dan

Grafiknya

Gambar2.8 Fungsigelombang untuk penghalangsangat tinggi

PersamaanSchrodinger

Kasus 2. Jika E > V,

PersamaanSchrodinger kasusini sama dengan persamaan Schmdingeruntuk Ec V, Solusi untuk daerahx < 0, sama dengan

9- kasusterdahulu. Tetapi solusi untuk daerah x 5 0 berbeda

dari bentuk terdahulu, yaitu bentuksinusosidal

q+(x)=C e

dengan

ik'x + *le-ik'x

Mengingatpartikel hanya ditembakkandari kiri maka tidak ada partikel merambat dari kanan (x = m) ke kiri di daerah

x 2 0 . Karena itu, D'= 0 sehingga q+(x) menjadi

Konstanta-konstanta A,B dan C' ditentukan dengan menggunakan syarat kontinyuitasdi x = 0

ii)

(0)

9-

-

- 9+

(0)

memberikan A + B = C'

Kedua hubungan di atas lebih lanjut memberikan

B=-

k-k'

k+k'

A

dan C'=-A 2k k+k'

Dt. gan demikian

Fisika Kuantum

dan

0 rnenyatakanads sebagian partikel

yang dipantulkan walau energi partikel lebih besar dari energi tangga penghalang E > V,. lnilah yang rnernbedakan dari hasil fisika klasik yang rnenyatakan bahwa semua partikel akan diteruskan jika E > V, Mengingatkenyataandi atas, berikut ini kita hitung koefisien refleksi dan koefisien transrnisi dari keadaaan sistern tersebut. lntensitasdari berkaspartikeldidefinisikansebagai lntensitas ,Jumlahpartikelpersatuan volume

Kenyataanbahwa B

(diberikanoleh kuadratmoduloamplitude)

Fluks dari berkas partikel atau kerapatan arus partikel di definisikansebagai

jumlah partikelyangmelewafidaerahsatusatuan luasper satuan wakfu = kecepatan dikalikan intensitas.

Fluks

llustrasinya

Garnbar2.9 llustrasifluks sistern banyak partikel

Koefisienrefleksididefinisikansebagai

fluks berkas terpantul 10 111lr:;innrefleksi =- fluks berkas datang

sedangka~iItoofisientransrnisi

fluks berkas diteruskan

kc ~rrfisientmnsmisi =-

- fluks berkas datang

Daridolinisidi atas, untuk kasus tangga potensialdidapatkan koefisienrc!llcksi R,

-+.

Sedangkan koefisien transmisi T

Denganv adalah laju partikel-partikeldi daerah kiri (x< O),

danv' laju partikel-partikeldi sebelah kanan( x > 0)

Darihasildi atasjuga tampak bahwa kekekalanjurnlah partikel dip en^, .I, yaitu R+T=1 Gambarfungsi gelornbangnya,arnplitudomaupunperiodisitas untukx < 0dan x > 0 berbeda, mengapa? Pert,atikanpendekatanenergiberikut.

Fisika Kuantum

1)

Jika E >> Vo Danungkapan(2.51b) dan (2.45b) diperoleh

I

Dengan demikian, dari pers. (2.52a) dan pers.(2.52b), didapatkan

p- (x) = Y),(x) = ~e~~= p(x)

Sketnya

Gambar 2.10. Fungsi gelombang jika E >> Vo

2)

Secara umum

Gambar 2.11 Fungsi Gelombang untuk sembarang E > Vo

Contoh2.4 :

PersarnaanSchrodinger

Misalkan,ada seribuelektron yang masing-masingberenergi 27 eV ditembakkan ke arah daerah bertangga potensialdengan ketinggian 24 eV. Hitung jumlah elektron yang berbalik ketika elektron-elektrontersebut sampai pada tangga potensial.

Penyelesaian :

Energi elektron, E = 27 eV Tangga potensial V,, = 27 eV Koefisien refleksi untuk E > V,

diberikan oleh pers. (2.54)

dengan k dan k'seperti ungkapan (2.45b) dan (2.51b). Dalam ungkapan E dan Vo,

Substitusiharga-hargaEdan V,, didapatkan

R = 0,25

Karen?itu, ada sejumlah N

N = l000xR

= 250 elektron

yang dipantulkan.

FisikaKuantum

Sekali lagi, inilah yang rnembedakandad perurnusanklasik. Menuruk rnekanikaklasik sernua elektron (1000 elektron)tersebut akan lolos rnelewati tangga potensial karena DV0,tanpa ada satupun elektron yang dipantulkan.

2.3.3. Sumur Potensial dan Paritas

Berikut ini kita pelajari partikel yang bergerak di sumur potensialdengan kedalarnan berhingga.

Gambar2.12 Surnur potensialsedalarn Vo, selebar 2a

Potensialsistern diberikanoleh :

 

untukdaerah 1,

x < -a

,

untuk daerah 2,

-a r x 5 a

untuk daerah 3,

x < a

(2.57)

Dengandemikian,persarnanSchrodingersisteminidiberikanoleh

untuk

1x1>a

(2.58a)

I

dan

I *--- h2

d2p

I

I

I

2m d2x

V,rp= Eq,

PersamaanSchrodinger

untuk

1x1 I a

(2.58b)

pnalisaterhadap sistem ini dibedakan antara energi partikel E < 0dan energi E > 0.

A. Keadaan terikat. Energi Negatip

UntuK energi negatip, E + -E dengan E kuantitas positif, maka per. (2.58a) dan (2.58b) menjadi

dan

d2p

+k2p= 0,

d 2x

dengan

untuk

1x1 < a

g = (2mE1~')"~dan

k = (2m(v0- E)/h2YI2

(2.60)

Solusi untuk daerah (1) dan (3) yaitu daerah 1x1> a

(x) = Aeq' +Be-9x ,p3(x)= Eeqx+Fe-qJ

dengan A, B, E, dan F konstanta-konstanta. Sedangkan solusi untuk daerah(2))

,p2(x)= ~coslrx+~sinkx

(2.61b)

C dam D konstanta. Syaratfisis berhingga (2.32) rnembuat5 dan E hardS nol, sehingga

- 81

Fisika Kuantum

q,(x)= Aeqx

q3(x)= Fe-qx

Selanjutnya tentukan konstanta-konstantaA,ECdanD dengan

_

.\

(;' r menerapkansyarat kontinyuitas di x = -a,

,.

fit

h'

.

-.

91(-4=92(-4

'

(2.61d)

,-.membenkan

Ae-qa= Ccos ka +D sin ka

 

(2.61e)

Sedangkan

memberikan

qAe-qa= -kCsin ka +kD cos ka

 

(2-619)

Dengan cara serupa, kontinuitas di x = a, memberi hubungan

Ccos ka +D sin

ka

=

Fe-qa

 

-

kC sin ka + kDcos

ka = -qFe-qa

(2.61h)

Selanjutnya, hubungandi atas memberikan

(i)

2C cos ka = ( A+F) e-qa

 

(ii)

2kC sin ka = (A+F) qe-qa

(iii)

20 sin ka = -(A -

F)

e-qa

(2.6 1i)

(iv)

2kD cos ka = (A- F)

e-qa

Lebihlanjut hubungan-hubunganini memberikanduajenis solusi,

1

I

I

PersarnaanSchrodinger

Pertama, jika A + F # 0 maka C # 0

serta

A=E

D=O

F = Cew cos ka

Kedua, jika A - F # 0 maka D # 0dan

q = -k

cot ka

dan

A=+

C=O

F= DIF sin ka

(2.6%)

Spektrurn Energi; berikut ini kita lihat perilaku energi partikel. Pers. (2.45) memberikan

Setelah dikalikan a*, menjadi

denganparameter E

berdimensi energi. Dengan demikian, parameter (v,1.5) pada pers(2.64) menyatakanukurandari kekuatan potensial. Kitatinjausolusi pertama(2.62a). Karenakdan q merupakan besaranpositip makadari pers. (2.62a), (@) =tan(ka)juga harus positip. Hal ini, tan (ka) positip, hanya dipenuhijika ka berada

1

Fisika Kuantum

pada interval(1) dan (3), serta pengulangannya,

Sin ka ;

tan $

I

ios ka

X

Gambar 2.1 3.

daerah dengari'harga cosin(+)

.

.

dengan r =

Berikutnya, subtitusi pers. (2.62a) ke pers.(2.64) didapatkan :

Atau

Dengan cara serupa, untuk solusi jenis kedua (2.63a) didapatkan

dan

(EIVO)"'

ka = lsin kal

PersamaanSchrodinger

Keduasolusi (2.66b) dan (2.67b) rnenyiratkan bahwa hanya k diskrittertentuyang memenuhi. Hargatersebut bisadiperoleh melalui pendekatangrafik berikut

I Gambar 2.14. Solusi grafik untuk nilai k yang diijinkan

Misalkan, irisan antara (&/vo)"~ dan Icos ka Iatau lsin kal

terjadi pada k = kn,n = 0,1,2

., energi yang diperbolehkan

j DanGarnbar2.14 atau daripers.(2.66a) tarnpak bahwajumlah

energi yang diperoleh berhingga. Dari gambar, jika (E/VO)"~ ka i sarna dengan satu nilai, ka berada dalarn interval ~(~12)1 ka < (N + 1)(7r/2) maka ada (N+I) irisan. Dengan

I

I

kata

lain

ada

(N+l)

tingkat

energi

diskrit

(~~/~)N(E/vo)~'~5 1< (7r/2)(~+~)(E/vo)"~ atau

ji ka

jika

N 5 2/n(Vo/~)"~c N+l

(2.69)

1

i Dengandernikian,sedikitnyaada satu keadaantenkat untuk sedangkal apapun surnur potensial, yaitu jika (&/vo)"~ kecil sekali sehingga Nyang mernenuhiadalah nol. Fungsi Eigen dan Paritas. Berikut ini kita lihat perilaku fungsi gelornbang p untuk setiap energi En.Energi Endengan

1

Fisika Kuantum

n =

berkaitandengan solusi pertama

p,, (x) = Ceqnac~s(k,a)e"~, untuk x < -a

q2,,(x)=Ccosknx,

untuk-alxla

q3,,(x) = Ceqna~oS(k,a)e-~~~, untuk x > a

(2.70)

Sifat dari fungsi-fungsi di atas diilustrasikan secara grafis berikut :

Gambar 2.1 5. Fungsieigen paritas genap

Jika fungsieigen keseluruhandituliskansebagai 9, (x) jelas bahwa y>,(x) simetriterhadaptitik asal

Fungsi gelombang yang mempunyai sifat simetri (2.71) dikatakan mempunyaisifatparitasgenap.

berkaitandengan

Sedangkan energi Endengan n=1,3,5, solusi kedua,

q,,,(x) = -Beqnasin(kna)eqnx, untuk x < -a

~)~,,(x)=Bsin(k,x),

untuk-acx<a

q3,,(x)= B e9# sin (k,a)e-qmx, untuk x > a

I (2.72)

Grafikfungsi-fungsi ini

PersamaanSchrodinger

Gambar 2.1 6 Fungsieigenparitasganjil

Fungsieigen ini antisimetri terhadap titik asal

Fungsi gelombang yang memenuhi sifat (2.73) ini disebut fungsi eigen paritasganjil.

Confoh2.5

Suatu elektron bergerak di dalam sumur potensial yang

mempunyai kedalaman 20 eV. Energi tingkat dasar electron temyata adalah -1 5 eV. Tentukanlhitung :

a. Lebar sumur ( dalam A)

b. Jumlah tingkat energi diskrit yang mungkin.

c. Besar peluang mendapatkanelektron keadaandasar berada di luar sumur.

Fisika Kuantum

I

Penyelesaian:

a. Karena energi tingkat dasar merupakanjenis solusi dengan

paritas genap, maka lebar sumur 2a dapat ditentukan menggunakanpers.(2.66b), (2.65) dan (2.60), I

'

- arc cos,/m

--/,

Subtitusiharga-harga V,,=20 eVdan E = 15 eV, didapatkan lebar sumur :

I

b. Dari harga a di atas, didapat harga paremeter E

E=--

ti2

2ma

sehingga,

- 4,56 eV

Haliniberarti, menggunakanpers(2.54) - hargaN= 1.Karena itu tingkat energi diskrit yang mungkin adalah N + 1 = 2

I

I

1

I

1

i

i

PersamaanSchrodinger

Menggunakanungkapan (2.55) untuk fungsi 9,didapatkan.

dan,

Karenaitu,

p(Ixl> a) =

1+

I

q a +- sin(2ka)

cos*(ka)

c. Memperhatikankesimetrisanfungsigelombang keadaandasar (gambar 2.15), maka besar peluang untuk mendapatkan elektron di luar sumur cukup dihitung untuk daerah positf, Subtitusi harga-harga k, q, a, e dan Vo, didapatkan

I

I

I

Fisika Kuantum

2). Energi positif, E>0

ParUkeCpartikel ditembakkan dari kiri, .< 0. Persamaan Schrodingemya,

dengan,

q = (2m~/h~)

dan

k = (2m(Vo +EJ/~'j

(2.75)

Solusi umumnya diberikan oleh :

dengan A, B, C, D dan E konstanta. Grafik Fungsigelombangnya,

Gambar2.17 FungsiGelombang untuk energi positip

PersamaanSchrodinger

2.3.4 Kotak PotensialTiga Dimensi, Keadaan Degenerasi danKerapatanEnergi

Perhatikan partikel yang berada di dalam kotak potensial berukuranax bx csepertidiperlihatkanoleh Gambar 2.18. Setiap dinding kotak berpotensial besar sekali, V + co. Sedangkan potensialdi dalam kotak sama dengan nol.

Gambar2.18 Kotak PotensialTiga Dimensi

PersamaanSchrodinger untuk partikelberrnassa m di dalam kotak :

atau

Operator diferensialnabladiuraikandalam koordinatyang sesuai yakni koordinat Cartesian, karena potensialberbentuk balok. Selanjutnya, terapkan metoda pemisahan variabel

q(T) = q(x,y,~)= X(x)Y(y)Z(z) dan nilai eigen E menjadi

E = Ex + E,, + Ez. Cara standar di dalam fisika matematika

membuat pers. (2.77b)tereduksi ke dalam bentuk :

Ketigapersarnaaninitidak lain adalahpersamaanSchrodinger untuk partikeldi dalam kotak satu dirnensi yang telah dibahas di depan. Solusieigennya:

Sehingga,setelah dilakukannormalisasididapatkansolusi lengkap

p(F) = p h (.x, y,

dan

= ("-)"abc

sin($

.)sin(? y)

.z)

(2.79a)

bilangan e, m dan n merupakanbilangan kuantum utama bagi sistem partikeldi dalam kotak di atas. Bila kotak berupa kubus V = a3,maka

vtmn@,Y,4@);(=

dan

"I

2maz

PersamaanSchrodinger

sin -x

(l:

) - r:

sm -y

)

r:

sin -2

) (2.80a)

Beberapaspesifikasifungsi eigen dan energinyadiberikan oleh tabel berikut

Tabel 1. Spesifikasibeberapa fungsi eigen.

Fisika Kuantum

DariTabel.1tampak bahwaadasatufungsidengansatuenergi, seperti E = 3 El untuk p,,, dan E = 12E1 untuk pZz2.Keadaan eigen dengan spesifikasi atau sifat di atas dikatakan sebagai keadaan non-degenerasi (non-degenerate state). Sedangkan beberapa keadaan atau fungsi eigen yang berbeda tetapi mempunyaienergi eigen yang sama dikatakansebagai keadaan terdegenerasi(degenerate state). Sebagai contoh untuk E= 6E1 fungsi eigennya ada tiga yaitu p,,, ,p,,,,p,,,,dan seterusnya. Jika kubus besar sekali maka El akan kecilsekali sehingga spektrum energinya akan tampak kontinyu. Tingkat energinya diilustrasikanoleh Gambar 2.19. Di dalam kasus seperti ini kita tertarik padajumlah tingkat energiyang ada di dalam selang dE, yaitu antara energi Edm E+dE.

(a)

(b)

Gambar 2.19 Spektrum Energi untuk (a) kubus kecil, (b) kubus besar

PersamaanSchrodinger

Untuk menghitungrapatkeadaanper satuanenergi tersebut, buatvektor

di dalam ruang bilangankuantum.

t n3

Gambar 2.20. Vektor Z di dalam ruang bilangan kuantum

nlrn2rn3

DariGambar2.20 tampak bahwa

Dalam notasibaru ini, ungkapan (2.80b) dapat ditulis menjadi

Sehingga panjangn dapat dinyatakandalam energi E

Misalkan N(E)adalahjumlah keadaan antara no1dan Emaka

Fisika Kuantum

Gambar 2.21. Seperdelapanbola berjejarin

dengan V= a3.Jumlah keadaan antara Edan E+dEper satuan volume, dN

Biasanya didefinisikan rapat keadaan g(E) rnenurut dN(Q = g(E)dE, sehingga

Kuantitasini merupakanjurnlah keadaan persatuan selang energi pada energiE.

Persamaan Schrodinger

Garnbar2.22 Kerapatan Keadaan

Daerahbintik-bintikdibawahkurvarnenyatakanjumlah seluruh keadaanyang mungkinantara energi no1dan energi E .

.

2.3.5 PenghalangPotensialdan Gejala Penerowongan.

Misalkan, partikel-partikel berenergi E ditembakkan dan bergerak dari kirike kananmelewati penghalangpotensialberikut

Garnbar 2.23 Potensial Penghalangsetinggi Vo

PersarnaanSchrodingerpartikel-partikeltersebut

Solusi persamaandi atas dibedakan oleh besar energi partikelE

Fisika Kuantum

1. Fenomena Penerowongan

Untuk E < V,, maka pers. (2.87) menjadi

dan

dengan

dan

Solusi umumnya,

q2(x) = B+eqx+B-e-qX

v)~

(x) =

ceik

- a 5 x 5 a

x >a

dengan rnernpertimbangkanarah partikeldatang. Gambamya,

Gambar 2.24. Fungsi gelombang untuk E < Vo

Kehadiran solusi

sebagai fenomena penerowongan(funnelingphenomena),

q3 yang tidak no1 untuk x>a ini dikenal

PersarnaanSchrodinger

!I

sekaligus yang membedakannya dari partikel

klasik.

Selanjutnya kita hitung koefisien transmisinya.

Syarat

kontinyuitasfungsi gelombangdanturunannyaterhadapposisi memberikan:

Pers.(2.91) yang kedua tidak lain adalah ungkapan dari amplitudorefleksi.Karenaitu, menggunakanhukumkekekalan fluks R + T = 1 didapatkan koefisien transmisi T,

Ungkapaneksplisitnya

Bentuk

transisi (CIA,),

(2.92b) ini juga dapat diperoleh melalui amplitudo

Berikut ini bila kita selidiki sifat dari Tuntuk harga qa ekstrim. Untuk qa kecil sekali

Sehingga

Fisika Kuantum

dengan E diberikan oleh ungkapan(2.65). Sedangkanuntuk 9a besar

dan Ttereduksi menjadi

Jika diambil logaritmiknya

Tampak bahwa suku pertama ruas kanan mendominasi penjumlahan, sehingga

Bentuk ini sangat menarik dan dapat diperluas untuk penghalang potensialyang tidak teratur. Langkah ini dapat dilakukan dengan mengingat bahwa 2a adalah lebar panjang penghalang dan q sebanding dengan akar kuadrat selisih antara potensial penghalangdan energi partikel.

PersamaanSchrodinger

Perhatikanpenghalang potensialsebagai berikut:

Gambar2.25. (a) Penghalangsembarang

(b) bagian yang diperhitungkan untuk koefisien transmisi

Darigambar 2.25b. didapatkan

In T = -2 C(AX)(~)

(2.98)

Jika & -, 0, dan kembalikan ungkapan q dalam selisih energimaka

Dengandemikian

T = expi- ~u!x,/-J

Contoh2.6

Menurutteori Gamow, Gumeydan Condon, partikela di dalam sumur potensial yang dibentuk oleh inti dan gaya Coulomb mempunyaipeluang untuk menerobos potensial penghalang. Keluamya partikel a dari inti ini dikenal sebagai peluruhan a.

101

I

11

!

'I!

i

:I

1

1

II I

1

1'1

1

1I

I

'1; ;,I

.'

8

I

I

;(I

,

Fisika Kuantum

llustrasinya diberikanoleh garnbar berikut.

Energi partikela di dalarn inti berjejariR adalah E, .Hitung probabilitaspartikel a meluruh atau keluarsumur potensial berjejariRtersebut.

Penyelesaian:

Potensialberbentuk

dan energi partikel-a

Probabilitaspartikel a rneluruh T,

T = e-7

dengan

Persamaan Schrodinger

Integraldapat diperoleh menggunakan tabel integral.Tetapi di sini akan dihitung langsungdengan penggantianvariabel

r = bcos26

Denganpenggantianvariabelinidipedeh

dr = -2b sin 8 cos 8 de

Untuk batas integrasi

r = R = b cos2 8,+ 8,

r=b=bcos202+e2 =O

= arccos 4Z-E

maka

Fisika Kuantum

Jika E, sangat kecil, maka seperti tampak padagambar di

depan, b>>R

Untuk x kecil sekali

arccosx c arccosO-x = n/2-x

Maka didapatkan

Dengandemikian

Sebagaiilustrasikongkret, ambil peluruhan

92~238+ 90ThU4+a (4,2 Me V)

PersamaanSchrodinger

Harga Tdiperoleh, denganharga-harga

msm, =4~1,67~10-~'kg

Z, = 90, nomor atom anak, dan

Subtitusi nilai-nilaidi atas, didapatkan koefisien transmisi T partikel a

Suatu hargayang tidak not walaupun sangat kecil.

Keadaan Resonansi Untuk E> V,, maka ungkapan(2.89b) menjadi

Sehingga soiusi umum (2.90) juga mengalami perubahan untuk daerah dua. Lengkapnya,

q,(x)=~+e~+A_e-'~,x<-a

q2(x)=B+e'K"+~-e-ifi

q3(x) = ceihr

x >a

-alx<a

(2.102)

Gambar solusi(2.1 02) adalah sebagaiberikut,

Fisika Kuantum

Gambar 2.27 Fungsigelombang untuk E > V,,

Koefisienrefleksimaupunkoefisientransmisidapat diperoleh dari pers.(2.91) dengan melakukan penggantian q -, iK . Sehinggadiperoleh

Sedangkan koefisientransmisi bersangkutan

Dari bentuk eksplisit koefisien transmisi ini tampak bahwa jika

sin 2Ka = 0

atau

(2.105)

koefisien transmisi sama dengan satu. Hal ini secara fisis berartibahwa semua partikelditeruskan. Keadaanini dikenal sebagai keadaan resonansi.

PersamaanSchrodinger

Grafik koefisientransmisiuntuktiga nilai V, / E yang berbeda.

Gambar 2.28. Koefisientransmisi untuk tiga V, / &

Contoh2.7 :

Suatu elektron berenergi E ditembakkan dari kiri melewati penghalangpotensialseperti Gambar2.23, dengan penghalang ,V, = 20 eVdan lebar 2A. Hitung :

a.

Koefisien transmisi jika energi partikel E=V,.

b.

Energiresonansi pertama dan kedua dari elektron.

Penyelesaian :

a. Karena penghalang potensial konstan dan q + 0 maka penghitungan koefisien transmisi dapat diperoleh menggunakanungkapan(2.95). dengan

-- 107

I),

,,/I

Fisika Kuantum

Dengandemikian, koefisientransmisinya

Jadi,

yang diteruskanrnelewatipenghalang.

ada sekitar 16 elektron dari 100 elektron datang,

b. Keadaan resonansi rnerupakan keadaan yang mana semua partikel(yangditernbakkan) darikintidak ada yang dipantulkan atau dengan kata lain sernua partikel diteruskan , T=l.Halini hanya rnungkin tejadijika E>Vo,

tepatnya rnenggunakan koefisien transrnisi T (2.104)

denganenergipartikelmemenuhipers.(2.106)

Jadienergi keadaanresonansipertamadan kedua

Perurnusan

Mekanika

Ada dua pendekatanurnumyang dilakukandidalamfisika. Pertarna pendekatanfenornenologis yang diikuti perurnusandiferensial-in- tegralbiasadan lainnya pendekatanformal rnaternatissejak awal. Padababinidisajikanperumusanformaldan berbagaikonsekuensi darimekanikakuantumyang berangkatdari pernyataanformal.

3.1. Postulat-postulat Dasar Mekanika Kuantum

(a) Representasikeadaan

Postulat 1a. Keadaan (state) dari sistem (mekanika) kuantum didiskripsikan atau direpresentasikan oleh fungsi gelombang,y/ (7, t). Fungsigelornbang rnengandung sernua informasi keadaan sistem setiap saat dan tidak (dapat)diukur secara langsung. Postulat 1b. Prinsip Superposisi, y/, dan yf2 merupakan dua furlgsi gelombang yang menggambarkandua keadaan dari suatu sistem maka untuk setiap kombinasi linier c,y/,+c2y, , dengan c, dan c, konstanta, terdapat suatu keadaan yang lain dari sistem.

Fisika Kuantum

Prinsipsuperposisiini rnembawapada konseprua~lgvektor. Kumpulansernuafungsi gelombang dari suatusistem mernbentuk ruang vektor linier kompleks berdimensi tak hingga Berkaitan dengan ruangvektor liniertersebut didefinisikan perkalia~,skalar

(scalar product)antara dua fungsi gelornbang Q

dan yberikut:

Definisi di atas rnernberikan hubungan lebih lanjut sebagai benkut

dengan c rnerupakankonstantakornpleks,dan

sarna dengan no1jika dan hanyajika y= 0

(b) RepresentasiVariabel Dinamis

Postulat2. Setiap variabel dinamis A(?,P) direpresentasikan

oleh operatorlinier A,

Operatortersebut bekerja padafungsi-fungsi darisistern, dan rnengubahnya rnenjadifungsi gelornbang yang lain.

= A(~,B,)=

A(?,-~AV).

Operator A disebut operator linier, jika bekerja pada fungsi gelornbang p, ry dan rnernenuhi hubungan:

I

Perurnusan Umum MekanikaKuantum

dengan c, c,, dan c, adalah konstanta-konstanta (bilangan)

kornpleks.

Contoh3.1

SelidikilinieritasoperatorA yang didefinisikansebagai berikut:

I

d

a. A ~(x)= z~(*) + a , dengan a konstanta

I Penyelesaian:

a. OperatorA didefinsikan menurut

rnaka untuk c, c,, c, ,konstanta i) berlaku

atau

~(cv(x))#

v(x))

Jadi operator A bukan operator linier karena ada satu sifat atau definisi operator linier yang tidak dipenuhi.

I

Fisika Kuantum

b.

d

AY(x)=xzY(x)

rnaka untuk c, c,, c, ,konstantaberlaku:

d

i) A(cY(~))=x~(cY(~))

= C(AY(x))

d

ii) 4,V(X)+ c2 V(X)1= x- {c,~(x)+ c2q(x)1

dr

JadiAadalah operator tinier (karena kedua sifat dipenuhi)

Di dalarn rnekanikakuanturn,variabel-vanabeldinarnis pada urnurnnyatidak kornut. Misalkan A dan B adalah dua variabel dinarnis,urnurnnyaberlaku:

atau

Selanjutnya, didefinisikanhubungan kornutasiataukomutator antara A dan B ,

AB-BA = [A,B]

(3-5)

Perurnusan Umum Mekanika Kuantfrm

Sebagi contohperhatikancara mernperolehkornutatorantara x

dan P ,

Dengandernikian

xp-px = [x,p]= izi

(3.6)

Hubungan kornutasi antara x dan p ini dikenal sebagai kuantisasi pertarna. Secara urnurn, untuk xi dan pj dengan i,j = 1,2,3 berlaku

dengan x, = x, x2 = y, x, = z, p, = px, p2 = py, p3 = pZ,dan 6g adalah fungsi delta Kronecker yang didefinisikansebagai:

6

=

1,

jikai = j

Mnisikornutator(3.5) memberikanhubungankornutasibagi tiga operator A , B dan C ,yaitu:

[AB,C]= ABC - CAB = ABC - ACB +ACB -CAB

= A(BC - CB)+(AC - CA)B

= A[B,C]+[A,c]B

dan dengancara serupa

(3.9a)

Fisika Kuantum

Confoh3.2:

Hitung komutator :

;:-k#"i:

Penyelesaian:

a.

xn

= ,.-Ix

= ,n-l,

maka

Memperhatikan pangkat dari x, didapatjuga

[xn-' ,p] = [xn-*,pJx +ih*'

Karenaitu,

Atau secara umum,

Untuk m = n,

rcr clr 6 .-:anUmumMekanika Kwnturn

Evaluasilebiihnjutrnembeni

Postubt3.Nilairafa-ra& daripengukuran variabel dinamis

A yang dilakukan pada sistem yang mmpunyai keadaan I

diberikan deh:

Besa;n (A), diisew hargaekpekki,nilaiharap

yang tidak

atau nilai duga dari variabel dinamis A. Untuk temolmalii.

Mempertimbangkankenyataanfisis, maka hanya variabel dinamis berhargaekspektasi rielyang diukur secara langsung atauteramati (observabel). Dengankata lainjika A observabel, diperlukanbatasan (A) = (A)' atau

(c)

Evdusi Sistem dan Tetapan Gerak

mmaan--

Postulat4. Keadaan W bemriasi terhadap waMumenurut

FisikaKuantum

Postulat ini dan pers. (3.10) memberikan evolusi terhadap waktu bagi harga ekspektasi (A)

Dari pers. (3.14) initampak bahwa jika A tidak bergantungwaktu secara eksplisit dan komut terhadap H,

[A,H ] = 0

maka

yang beratti bahwa (A) tidak bergantung waktu. Dengan kata lainobservabel A merupakan kuantitaskekaldan biasadisebut sebagai tetapan gerak.

Contoh3.3.

Turunkan pes(3.14)

Penyelesaian:

Daripers.(3.10) diperoleh

Selanjutnyagunakanpers.(3.13), diperoleh

PerumusanUmum Mekanika Kuantum

dan

Maka

(terbukti).

Contoh3.4

Mengingatsifat nonkomutdari dua observabelA secara umum berlakir

dan 6,maka

Petlihatkandengan2 contoheksplisituntuk (i)A dan 5 kornut dan (ii)A dan B tidak komut.

Penyelesaian:

(i) Misal, A = x, B = py, dengan komutator (3.7)

I

FisikaKuantum

= 2ihp,p,

Dengandemikian

Karena itu,

Karena Lzkomut dengan Hamiltonianpartikel bebas dan tidak tergantung waktu secara eksplisit maka momentum sudut (L,) dari partikelbebasmerupakantetapangerak ataukuantitaskekal.

3.2 OPERATOR DAN MASALAH ElGEN

3.2.1 Operator Hermite

Untuk operator liniersebaang,didefinisikannilaihaap

(A)* = (A) = fV*A

Karena itu

dv

(3.10)

Operator sekawan HerrnitedariA, ditulis A+,didefinisikansebagai:

Perumusan Umum MekanikaKuantum

J(A~)'~dv= ~y*~'ydv

(3.18)

Sedangkan, suatu operatorA dikatakan operator Henitianjika:

A+ = A

Contoh3.6

Untukdua operator A dan 3 perlihatkanbahwa

(AB)' = B' A'

(3.19)

(3.20)

Penyelesaian:

MisalkanAB = C maka dari definisi (3.18) didapatkan

Masih dari definisi (3.18), uraian per operator memberikan

Dari dua hasil di atas, jelas bahwa

(AB)* = B+ A+

3.2.2 MasalahNilaiEigendan Degenerasi

Jika operator A bekerja pada fungsi qrdan berlaku

A9 = a9

(3.21)

Fisika Kuantum

Daripersamaaneigendi atas, didapatkan,

.

.

0 = J'bqn YR dv- Jqnp'~dv

=

j(b*%*b" dv - lV"*b~"dv

= (b*- b)lPnopndv

=O

Mengingatpertaksamaan(3.2d). secara umum

atau

b*=b

Jadi nilai eigen b riel.

ii. Sekalilagimenggunakan pers.(3.18)

(~~rn~~n)=(~rn,~~n)

dan dari dua persarnaaneigen untuk pm,p,, serta nilaieigen riel dari H, maka

(~~rn,~rn)=a(qrn,qn)

atau

Perumusan Umum Mekanika Kuanturn

Karena a # b untuk m # n rnaka

Karenaitu berlaku

yang berati bahwa p, ,p,, ortogonal.

3.2.4 Kelengkapandan NormalisasiFungsi Eigen

Fungsi eigen (suatu sistem) dari operator Hermite A, {cp,) dikatakanmembentukhimpunanlengkap(completeset)jika fungsi sebarang 9, dari sistem bersangkutandapat diekspansi:

mrd

Suku pertama ekspansi berlaku bagi nilai eigen diskrit. sedangkan suku kedua bila kontinyu.

nilai eigen dari A diskrit, maka untuk V

ternormalisasiberlaku

Jika semua

I Jadi koefisienmernenuhipersyaratan

Fisika Kuantum

Dengancara yang sama, untuk semua nilai eigen kontinyu

I =

JJc*(m)qLdm Jc(n)qndn dv

= Ic*(m)c(n)dmdnIpiqndv

= IJc*(m)c(n)drndn~~~ = jc(m)12dm

(3.25b)

Secara umum,jika y dapat diekspansiseperti pers. (3.24), maka

Jadi, normalisasidapat dilakukandengan mernbuatjumlah seluruh modulus dari koefisienekspansi sama dengansatu.

3.2.5 lnterpretasi Fisis

Perhatikan ungkapan ekspektasi dari A dalam keadaan y, dengan spektrurn diskrit

= (~c:.)A(?Cn

pn]dv

= CCc:cn J9):Aqndv

=

rn

n

Cx~:~.a.~."

m

n

2

=CJcrn)am

m

(3.25~1)

Jadi, hargaekspektasi (A) adalahrata-rata bobotnilaieigen a, dari A.

Perumusan UrnumMekanika Kuantum

HasilpengukuranAadalahsalahsatu dari nilai-nilaieigennya,

dan kernungkinanmendapatkannilaitertentu a, jika sistemdalarn

adalah IcmI2.Dengandemikian, artifisis dad nilai-nilai

keadaan

eigen (dari) suatu observabel rnerupakanhasilyang mugkindari pengukuranobservabeltersebut. Sedangkanfungsi eigencpm(dari

A) rnerepresentasikan satu keadaan yang mana observael A rnernpunyai nilai tertentua.,

3.2.6 Fungsi Gelombang dalam RuangMomentum

Fungsigelombang yang telah kita bahasmerupakanfungsi gelombang dalam ruang koordinat. Berikut ini diuraikan repre- sentasi momentumbagifungsi gelombangyaitu ungkapanfungsi gelornbang dalam ruang (variabel) momentum. Kaitan antara fungsi gelombang dalam ruang koordinatdan ruang momentum diberikanoleh transformasi Fourier (2.3').

dengan N = (2r~)"". Pasangan transformasi Fouriernya diberikanoleh:

Untuk kasus satu dimensi tak bergantung waktu,

dan

dengan N' = (27rh)':, p = p, .

Fisika Kuantum

Selanjutnya dari definisi harga ekspektasi, didapatkan

Sedangkanproduk skalar p(p) sendirimemberikan hasilsesuai teorsma Farsevai,

Jyr* (F)~P)dp = Jm' (PIN'JY (x)e-'""

dxdp

= Jy(x)~Jp*(p)e"P"Rdp n~

= jY(x)Y*(x)&

= 1

(3.28)

Hasil(3.27) dan (3.28) mengisyaratkan bahwa q(p) dapat diinterpretasikan sebagai fungsi gelombang di dalam ruang mo- mentumdengan Iyr(p)12merupakan kerapatanprobabilitasuntuk mendapatkanpartikelberrnornentum p . Denyandemikian, dari hasil(3.27) tampak bahwa operator momentum p, dalam ruang momentumdiberikznoleh:

Selanjutnya,dari (hukum) kuantisasipertama (3.6),

[x,p] = ii'i

didapztkanobservabel x dalam ruang momentum,yaitu:

P~rurnusanUmum Mekanika Kuantum

Secara umum, operator f(x) di dalam ruang momentum diberikanoleh:

Perumusandi atas dapat diperluas ke dalam kasus tiga dimensi.

Contoh3.5 :

Fungsi gelombang suatu saat dari partikel yang bergerak sepanjang sumbu x berbentuk :

e, untuk 1x1 2 a

Tentukan :

a. C jika cy ternorrnalisasi

b. Fungsi gelombang

c. Rapat probabilitas

d. Harga rata-rata momentum (p) dengan

momentum ~(p)

P(p) dan grafiknya

(i)

fungsi gelombang ruang koordinat

(ii)

fungsi gelombang ruang momentum

Penyelesaian:

a. cy(x)ternorrnalisasi,

jadi

Fisika Kuantum

b.

Sehingga

10,

untuk 1x15 a untuk 1x1 > a

. Fungsigelombang q(p),dari pers. (2.3d)

c.

= -+I-

1

1

.-ip"

dx

m-,J2a

-- - 1

(2) (e-ialfi

Jzz ip

nA

(ap/A)

- ""I"

Rapatprobabilitas P(p)

Grafiknya

-

Gambar. 3.1 Probabilitasdalam ruangmomentum

Perurnusan Umum Mekanika Kuanturn

d. Nilai duga (p),

karena -=O dv(x) dx

ii)

atau

- P 1 fungsigenap.

Karenap fungsi ganjilsedangkan sin '(i

3.3 PRlNSlP KETIDAKTENTUAN HEISENBERG

3.3.1 HubunganUmum

Hargaekspektasiadalah rata-ratadaribeberapa pengukuran, dan pengukuranindividualakan menyirnpang(deviate)dari harga rata-ratatersebut. Standartdeviasiyang didefinisikansebagaiakar kuadratdari rata-rata kuadratdeviasi,

dapat dianggap sebagai ukuran penyebaran dari nilai terukur. Penyebaran dalam pengukuran A inidisebutketidaktentuan (uncertainties)di dalam pengukuran A . Sekarang dimisalkan ada dua observabel A dan B, dan dituliskan

Fisika Kuanturn

maka

(ii) Bila A =x, B =pxmenggunakankomutator (3.6), diperoleh

(xpx)2 = (xpxxxpx

= X(P~X)P,

= x(xpx - ih)p,

= x 2 p, 2 - ihp,

Dari dua contoh (i) dan (ii) di depan dapat disimpulkan bahwa