Anda di halaman 1dari 10

Tugas writing task

INDRANU NANGGALA P 1110211004

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA TAHUN AJARAN 2011 / 2012

HIV AIDS 3 BAB I The 20-year-old widow with HIV and her new husband Physician: This was a young woman of 22 years who had lost her husband to AIDS. After three years, her in-laws brought the woman to us as the mother-in-law wanted to get her married to her second son. The woman was HIV-positive. The parents were pushing their son towards a bad fate. They probably wanted a better life for her. We told them to go ahead without informing them of her HIV status. Eventually, we lost the patient and they their second son. In such cases one needs to work with the family, and maybe if we had discussed her status openly with the family their decision might have been different. Questions Q Consider this case and discuss the ethical implications, taking into consideration the best interest of the patient and the position of the family and her new husband. Janda 20 tahun dengan HIV dan suaminya yang baru Dokter: wanita muda yang berumur 22 tahun telah kehilangan suaminya karena AIDS. Setelah 3 tahun , ibu mertuanya membawa wanita itu kepada kami sebagai mertua yang ingin menikahkan dia dengan anaknya yang kedua. Wanita itu telah positif mengidap penyakit HIV. Orang tuanya mengarahkan anaknya pada nasib yang buruk. Mereka mungkin berkeinginan mempunyai kehidupan yang lebih baik untuknya. Kami memberi tahu mereka untuk terus maju tanpa memberi tahu status HIV nya. Akhirnya, kami kehilangan pasien dan anak laki-laki kedua mereka. Dalam kasus seperti ini, harus ada kerjasama dengan keluarga, dan mungkin jika kita membahas statusnya secara terbuka dengan keluarga mungkin keputusan mereka akan berbeda.

Pertanyaannya ?? Pertimbangkan hal ini dan membahas implikasi etik, dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik pasien dan posisi keluarga dan suami barunya? Menurut saya dalam kasus ini dokter tersebut seharusnya memberi tahu kepada pihak keluarga tentang penyakit yang diderita oleh wanita tersebut lalu, memberitahu tentang bagai mana efeknya bila wanita tersebut menikah dengan anaknya yang kedua. Selain itu juga memberi masukan pada keluarganya apakah itu baik atau tidak untuk keduanya untuk ke depannya.

BAB II & BAB III Kedua bab tersebut saya gabungkan agar lebih mudah dikerjakan. Alinea 1 Wanita muda 22 tahun yang telah menikah selama kurang lebih 6 tahun, kini telah kehilangan suaminya karena menderita AIDS. Setelah 3 tahun , ibu mertuanya membawa wanita itu kepada kami (saya sebagai dokter yang menangani), ibu mertuanya ingin menikahkan wanita itu dengan anaknya yang kedua, .namun saya tidak memberi tahu penyakit yang diderita si calon istri. Wanita tersebut menderita penyakit itu karena telah terjangkit oleh suaminya yang dulu meninggal akibat HIV. Pada alinea 1 yaitu pada baris 4-5 tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Alinea 2 Sebelumnya kami tidak menjelaskan bahwa penyakit yang diderita suaminya yang dahulu karena AIDS. Kami hanya menjelaskan pada keluarga dan wanita itu bahwa suaminya telah terkena

kanker. Pernyataan itulah yang membuat mertua nya menjadi merasa kasihan terhadap wanita tersebut. Sehingga dia ingin menikahkan wanita tersebut dengan anak keduanya Pada alinea 2 yaitu pada baris 1-2 tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Alinea 3 Wanita tersebut sekarang telah terjangkit HIV. Sudah pasti dia terjangkit dikarenakan dia telah berhubungan dengan suaminya yang dulu, dan itu merupakan salah satu cara penularan pada virus HIV. Gejala penyakit ini memang tidak terlalu tampak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus retroviridae yang menyabakan defisiensi imun, sehingga mengakibatkan rentannya kekebalan tubuh. Pada alinea 3 yaitu pada tidak sesuai dengan KDB : Beneficence Justice Memberlakukan segala sesuatu secara universal Minimalisasi akibat buruk

Karena walaupun hubungan sex adalah factor predisposisi tertularnya HIV AIDS, tetapi kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih pasti untuk menentukan diagnosis pasti pada pasien.

Alinea 4 Secara tidak langsung orang tuanya mengarahkan anaknya pada nasib yang buruk. Mereka mungkin berkeinginan mempunyai kehidupan yang lebih baik untuknya karena hal itu alasan kami tidak memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi. Disamping itu kami juga memikirkan nasib yang akan diterima oleh wanita itu jika dia dan keluarganya mengetahui akan hal itu. Kami memang merasa bersalah karena talah merahasiakan kebenaran, namun menurut kami itu hal yang terbaik untuk kami lakukan. Kami memberi tahu mereka untuk terus maju tanpa memberi tahu status HIV nya.

Pada alinea 4 yaitu tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Alinea 5 Dan tidak lama kemudian akhirnya mereka menikahkan anak keduanya itu dengan wanita tersebut.sebenarnya gejalanya pun ada dalam beberapa tahap. Wanita tersebut sebelumnya merasa khawatir karena dia menderita TBC paru paru yang tak kunjung sembuh, dan kadang kadang juga menderita diare yang kronis. Gejala tersebut semakin memperkuat diagnosis kami

bahwa wanita tersebut telah menderita HIV dan sudah memasuki fase AIDS. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan sampai sekarang, hanya dapat dihambat dan dikurangi penyebaran virus nya dengan cara terapi antiretroviral.

Pada alinea 5 yaitu pada tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Karena walaupun hubungan sex adalah factor predisposisi tertularnya HIV AIDS, tetapi kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih pasti untuk menentukan diagnosis pasti pada pasien.

Alinea 6 Hal itu tidak merubah niat kami untuk tetap merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi. Kami pun memang terlalu takut untuk memberi tahu hal tersebut. Setelah 3 tahun menikah akhirnya kedua pasangan tersebut dikaruniai seorang bayi perempuan. Rasa bersalah kami pun semakin besar melihat bayi tersebut. Bayi tersebut akan ada kemungkinan menderita HIV yang diturunkan oleh orang tuanya

Pada alinea 6 yaitu pada tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Justice Memberlakukan segala sesuatu secara universal Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. Minimalisasi akibat buruk agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Karena walaupun hubungan sex adalah factor predisposisi tertularnya HIV AIDS, tetapi kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih pasti untuk menentukan diagnosis pasti pada pasien.

Alinea 7 Kami sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi. Yang kami harapkan hanya semoga hidup mereka akan bahagia di dalam penderitaan yang mereka alami. Namun kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. 6 tahun menjalin pernikahan mereka wanita tersebut akhirnya meninggal. Tidak kuasa kami menahan sedih yang kami buat sendiri, dia akhirnya meninggalkan seorang anaknya yang berumur 3 tahun dan suaminya yang sebenarnya telah terjangkit virus HIV. Pada alinea 7 yaitu pada tidak sesuai dengan KDB : Autonomi :

Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence : Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Mengusahakan keburukannya. agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan

Alinea 8 Suami dari wanita tersebut atau bisa dikatakan anak kedua yang malang dari mertua wanita itu pun berselimut dalam duka yang mendalam. Namun dia tetap melanjutkan hidupnya dengan bekerja sebagai arsitek dan mendidik anak perempuannya yang masih berumur 2 tahun tersebut. 5 tahun kemudian gejala yang memperlihatkan tanda AIDS pun muncul, dan tidak lama kemudian pria itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sungguh orang tua itu sangat terpukula akan meninggalnya anak kedua mereka. Mereka sangat sedih melihat kedua anaknya yang meninggal dengan cara yang sama seperti itu. Dan akhirnya mereka mengambil hak asuh anak yang ditinggalkan pasangan tersebut. Kami pun sangat merasa bersalah atas apa yang kami putuskan. Dalam kasus seperti ini, perlu ada kerjasama dengan pihak keluarga, dan mungkin jika kita telah membahas statusnya secara terbuka dengan keluarga keputusan mereka mungkin akan berbeda.

Pada alinea 7 yaitu pada tidak sesuai dengan KDB : Autonomi : Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien Berterus terang

Beneficence :

Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia

Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya

Bab IV Kesimpulan dari kasus ini adalah non malficence, sebab dokter ini mementingkan apa yang akan terjadi bila penyakit yang dideritanya dipublikasikan. Dan dia mencegah caci maki atau pun celaan kepada pasien, ini sesuai dengan kalimat nonmalficence yang berbunyi Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien dan secara tidak langsung dia memberi semangat pada penderita itu yang bila dilihat dari sisi nonmalficence yaitu memberikan semangat hidup. Dalam kasus ini primafasi yang didapatkan yaitu nonmalfience mengalahkan autonomy dan beneficence. Karena disini dokter tersebut lebih mementingkan privasi pada pasien tersebut.