Anda di halaman 1dari 10

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Efridani Lubis

Negara

Cerdas, bertanggungjawab beradab

Welfare state: Sejahtera lahir batin

Warga negara

Negara dan warganegara yang bagaimana?

PERKEMBANGAN NEGARA

P L A T O

Ruled by the strongest

Ruled by property owner (timocracy)

Ruled by small elite group (oligarchy)

Ruled by one individual (monarchy)

Ruled by governed (democracy)

MAKNA WELFARE STATE


Model welfare state: Negara bertanggungjawab atas kesejahteraan warganya. Tanggungjawab ini secara teori haruslah bersifat komprehensif karena semua aspek kesejahteraan dipertimbangkan dan diterapkan secara universal kepada warga negaranya sebagai suatu hak Penciptaan social safety net standar minimum dari berbagai bentuk kesejahteraan

Konsep welfare state muncul pada pemerintahan Khalifah Rasyidin pada abad 8. Konsepnya adalah memperkenalkan kesejahteraan dan pensiunan dari zakat yang dikumpulkan pada maal (treasury) bagi orang miskin, orang tua, anak yatim, janda dan yang cacat. Al Ghazali menambahkan unsur lainnya adalah kewajiban Negara untuk menyediakan persediaan makanan di tiap daerah sebagai antisipasi jika terjadi bencana alam atau kelaparan.

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN WARGA

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

- PANCASILA - UUD 1945

Filsafat Bangsa

FILSAFAT PANCASILA

Memantapkan kepribadian manusia Indonesia seutuhnya Hidup berguna dan bermakna bagi negara dan bangsa
- memiliki daya saing tinggi - berdisiplin - berpartisipasi aktif - memiliki rasa kebangsaan - cinta tanah air - menguasai ipteks yang bertanggungjawab

Landasan: -Nilai agama -Nilai moral -Nilai kemanusiaan -Nilai budaya bangsa

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL


( UU RI 20/2003) PENDIDIKAN NASIONAL BERFUNGSI MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN MEMBENTUK WATAK SERTA PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT DALAM RANGKA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA (Ps 3 UU RI No 20 tahun 2003) PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN : UNTUK BERKEMBANGNYA POTENSI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI MANUSIA YANG BERIMAN BAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF, MANDIRI, DAN MENJADI WARGANEGARA YANG DEMOKRATIS DAN BERTANGGUNG JAWAB ( Ps 3 UU RI No.20 Tahun 2003)

LINGKUP MATERI
- Pancasila sebagai sistem filsafat dan ideologi
- Wawasan Negara (nasionalisme, identitas nasional) - Sistem Politik (konstitusi, otonomi daerah, good governance) - Rule of Law dan HAM dan Implementasinya - Hak dan Kewajiban WN - Demokrasi Indonesia dan perilaku demokratis (Civil Society) -Jurisdiksi (kewilayahan) NKRI: Geopolitik dan Geostrategi, Bela Negara

Citizen-state relationship and Inter citizen relationship

LITERATURES
Prof. Dr. H Kaelan & Achmad Zubaidi, Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, Paradigma Yogyakarta, 2007. Muchtar Masud, Perbandingan sistem Politik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar 1999; Nimatul Huda, Negara Hukum, Demokrasi, dan Judicial review, Yogyakarta: UII Press, 2004 Ridwan HR, 2003, Hukum Administrasi Negara, Yogyakarta: UII Press ICCPR 1966, ICESCR 1966, Hak Asasi Perempuan/kovensi CEDAW 2005, konvensi Hak Anak 2005

Praktek negara lain dalam membekali sikap warganya:


-US: History, Humanity, and Philosophy -Jepang: Japanese History, Ethics, and Philosophy -Filipina: Philipino, Family Planning, Study of Human Rights Civic education

Konteks Indonesia landasan hukum: -UUD 1945 (Alinea kedua Pembukaan, Ps. 27(1), 30(1), 31(1) -TAP MPR No. II/MPR/1999 tentang GBHN -UU No. 20/1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam -UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional -UU no. 12 Th 2006 tentang Kewarganegaran RI

15

25

30

30