Anda di halaman 1dari 58

Kelompok 5: Desy Kurniasari (3315106747) Dinda Lina Supriyatno (3315106752) Yulihartono (3315106753)

Pendidikan Kimia Non Reguler 2010

Pemahaman tentang pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan metode pembelajaran adalah hal yang sangat penting, terutama dalam konteks penguasaan konsepsional terhadap pembelajaran.

Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Menurut Beberapa Ahli


Menurut W. Gulo (63:2002)

Romiszowski dalam Milan Rianto: 2000 pendekatan pembelajaran yang diibaratkan sebagai rentangan antara dua ujung yang saling berlawanan seperti ekspositori dan diskoveri/inkuiri.

Pendekatan pembelajaran adalah suatu pandangan dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya.

Perceival dan Ellington (63:1988)


Mengemukakan ada dua kategori pendekatan pembelajaran. 1. Pendekatan pembelajaran berorientasi guru (teacher oriented) dan 2. Pendekatan pembelajaran berorientasi siswa (learner oriented)

Pendekatan Ekspositori

Ekspositori menunjukkan pendekatan dengan dominasi peran guru selama proses pembelajaran berlangsung.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan:


a. karakteristik peserta didik dengan
kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.


a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d.Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Pendekatan Diskoveri

diskoveri/inkuiri menunjukkan dominasi siswa selama proses pembelajaran dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

Kegiatan pembelajaran melalui pendekatan ini memiliki dampak positif 1. membangkitkan potensi intelektual siswa 2. memperoleh intrinsic reward 3. dapat mempelajari heuristic (mengolah pesan atau informasi) dari penemuan 4. menyebabkan ingatan bertahan lama

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan:


a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. c. Merumuskan a. Guru atau peserta langkah kerja didik mengajukan untuk dan merumuskan memperoleh masalah data b. Merumuskan d. Menganalisis logika berpikir data dan melakukan verifikasi

Pendekatan atau strategi pembelajaran merupakan penterjemahan filsafat atau teori mengajar menjadi rumusan tentang cara mengajar yang harus ditempuh dalam situasi-situasi khusus atau dalam keadaan tertentu yang spesifik.

Pendekatan ditinjau dari Pengorganisasian Siswa.


Pembelajaran Secara Individual
Pembelajaran Secara Kelompok Pembelajaran Secara Klasikal.

Pendekatan Keterampilan Proses.

Pendekatan deduktif
Pendekatan induktif

Strategi pembelajaran adalah cara yang sistematis yang dipilih dan digunakan seorang pembelajar untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan pembelajar mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Menurut Ahli
Gerlach dan Ely (1980) strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu

Kozma dalam Gafur (1989) Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu

Walter Dick dalam Dick dan Carey (1978) menyebutkan bahwa terdapat lima komponen strategi pembelajaran, yaitu:

Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan


Penyampaian Informasi Partisipasi Peserta Didik

Tes
Kegiatan Lanjutan atau follow up

Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)


Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)

1. Konsep dan Tujuan PBAS dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktifitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Sedangkan, secara khusus pendekatan PBAS bertujuan: Meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna

Mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa

2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan PBAS


Guru Kemampuan guru Sikap profesionalitas guru Latar belakang pendidikan Sarana Belajar Ruang kelas dan setting tempat duduk siswa Media Sumber belajar

guru
Pengalaman mengajar.

Penerapan Mengemukakan berbagai alternatif tujuan pembelajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Artinya, tujuan pembelajaran tidak semata-mata ditentukan


oleh guru, akan tetapi diharapkan siswa pun dapat terlibat dalam menentukan dan merumuskannya.

Dalam penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis


Masalah (SPBM), guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru

sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas.

Konsep Dasar dan Karakteristik SPBM


SPBM dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas

pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian

masalah yang dihadapi secara ilmiah.

Terdapat 3 ciri utama dari SPBM:


1.
2.

SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran


Aktivitas masalah pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan

3.

Pemecahan

masalah

dilakukan

dengan

menggunakan

pendekatan berpikir secara ilmiah

Hakikat Masalah dalam SPBM


Hakikat masalah dalam SPBM adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Kesenjangan tersebut bisa dirasakan dari adanya keresahan, keluhan, kerisauan, atau kecemasan.

Tahapan-tahapan SPBM
John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan

Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia

namakan metode pemecahan masalah (problem solving), yaitu:


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Merumuskan masalah Menganalisis masalah Merumuskan hipotesis Mengunpulkan data Pengujian hipotesis Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah

Keunggulan dan Kelemahan SPBM


Keunggulan Problem
solving
merupakan

Kelemahan
Jika siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka

teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran Problem

solving
kemampuan
memberikan

dapat

menantang
serta

siswa

akan

merasa

enggan

untuk

kepuasan

mencoba

untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa

Penerapan
Untuk merangsang anak didik agar dapat berfikir secara kritis tentang berbagai masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari,

serta agar mereka dapat menemukan penanggulangan dari


masalah tersebut, seorang guru dapat membagi anak didik menjadi beberapa kelompok dan membentuk diskusi kelompok

tentang permasalah apa saja yang sedang terjadi di lingkungan


sekitar saat ini.

SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa.

Joyce Weil (1980) menempatkan model pembelajaran


ini ke dalam bagian model pembelajaran Cognitive

Growth: Increasing the Capacity to Think.

Hakikat Kemampuan Berpikir dalam SPPKB


SPPKB merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa.

Menurut Peter Reason (1981), berpikir (thinking) adalah proses


mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami (comprehending). Menurut Reason mengingat dan memahami lebih pasif daripada kegiatan berpikir (thinking).

Karakteristik SPPKB
Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk

mengembangkan kemampuan berpikir, SPPKB memiliki tiga

karakteristik utama, yaitu sebagai berikut:


1.

Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal.

2.

SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya


jawab secara terus-menerus.

3.

SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi proses dan hasil belajar.

Pembelajaran SPPKB dengan Pembelajaran Konvensional


Ada perbedaan pokok antar SPPKB dengan pembelajaran yang selama ini banyak dilakukan guru. Perbedaan tersebut adalah:
1.
2.

SPPKB menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar


Dalam SPPKB, pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata melalui penggalian pengalaman setiap siswa

3.

Dalam SPPKB, perilaku dibangun atas kesadaran diri

Tahapan-tahapan Pembelajaran SPPKB


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tahap Orientasi Tahap Pelacakan Tahap Konfrontasi Tahap Inkuiri Tahap Akomodasi Tahap Transfer

Penerapan
Dalam SPPKB seorang guru harus mampu membimbing siswa untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa tersebut.

METODE PEMBELAJARAN
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan renacana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal

Jenis Jenis Metode Pembelajaran

Metode ceramah: metode tradisonal. Karena metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Metode eksperimen: metode pemberian kesempatan, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.

pemberian tugas dan resitasi: Pemberian tugas dengan arti guru menyuruh anak didik misalnya membaca, tetapi dengan menambahkan tugas-tugas Metode diskusi: memberikan alternatif jawaban untuk membantu memecahkan berbagai problem kehidupan.

Metode

Metode latihan: suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode proyek: suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya

Metode karya wisata: Metode dengan cara mengunjungi suatu objek tertentu Metode Role Playing: suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa

Metode pemecahan masalah: melatih siswa menghadapi berbagai masalah untuk dipecahkan Pembelajaran berdasarkan masalah: memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa

Skrip kooperatif: metode dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.

Klasifikasi Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang berguna untuk transfer pengetahuan


Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa mampu memahami & menjadikannya pengetahuan dalam dirinya

Metode

diskusi (tanya jawab) Satu sesi dimana ada kesempatan bagi guru untuk saling melontarkan pertanyaan dan memberi jawaban Latihan kelompok & latihan individual

Ceramah

Kegiatan menjelaskan, menerangkan atau mengupas suatu topik/masalah yang dilakukan seorang pembicara untuk didengarkan oleh audience.

Forum

Salah satu bentuk sidang umum dimana setiap orang memiliki kesempatan berbicara untuk mengemukakan pandangannya mengenai topik yang telah ditentukan pembahasannya. Diskusi panel Metode yang digunakan untuk membahas topik, oleh 1kelompok, yang memiliki pengetahuan yang memadai & berwawasan luas

Metode pembelajaran yang berguna untuk pemecahan masalah


Metode yang diterapkan oleh guru pada saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas yang bertujuan melatih siswa agar mampu secara kreatif, kritis & strategis mengemukakan pendapat, bersikap & bertindak untuk mencapai pemecahan masalah.

Metode

studi kasus Metode yang menuntut kemampuan siswa berbicara, menulis atau menghitung, dan biasanya dilatarbelakangi pengalaman atau peristiwa sebelumnya. Curah pendapat (brainstorming) Teknik menggali pengalaman siswa secara bersama-sama dengan melontarkan pertanyaan secara terus menerus dan berlanjut.

Kelompok

diskusi Menerapkan prinsip kebebasan bagi siswa untuk bercerita, sehingga dua siswa atau lebih membahas satu topik permasalahan secara informal sehingga terjadi interaksi antara individu. Latihan Metode yang membuat siswa berlatih dalam memecahkan masalah dengan diberikan masalah tertentu.

Metode pembelajaran yang berguna untuk pengembangan keterampilan


Metode yang digunakan untuk mengembangkan suatu ketrampilan yang harus dimiliki oleh siswa pada saat siswa mempelajari suatu materi pelajaran.

Metode

demonstrasi Metode yang menampilkan suatu aktivitas untuk menjelaskan suatu prosedur, suatu peralatan, rangkaian kegiatan / suatu teknik yang baru Bermain peran Peranan seorang atau lebih tokoh terkenal dalam situasi nyata yang dimainkan, diimprovisasikan dan dimainkan di depan kelas, kemudian implikasi dari situasi tertentu tsb. Dijadikan sebagi bahan diskusi

Peer-teaching

Kelompok kecil terdiri dari beberapa orang melakukan kegiatan sebagaimana guru dengan siswa dan mereka berperan secara bergantian. Pembelajaran terprogram Proses pembelajaran yang menggunakan bahan belajar, secara bervariasi atau berseri yang mengandalkan partisipasi aktif dari siswa untuk belajar mandiri

Metode pembelajaran yang berguna untuk perubahan sikap


Metode yang dipilih oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang berguna bagi siswa, agar pada diri siswa terjadi perubahan sikap sebagai wujud nyata dari sesuatu yang dipelajari.

Metode

perdebatan Metode penyampaian pandangan atau pendapat mengenai satu topik yang bersifat kontroversial; melatih siswa untuk berargumentasi & mempertahankan pendapatnya. Bermain peran Diskusi kelompok Latihan individual Demonstrasi

PRINSIP PEMILIHAN METODE PEMBELAJARAN


Mengacu

kepada tujuan pembelajaran, karena tujuan pembelajaran memberi arah tentang apa, bagaimana & mengapa materi pelajaran harus disampaikan. Karakteristik siswa, apakah ia pasif, aktif, kristis, senang membaca, berani berbicara, pendengar yang baik dsb.

Karakteristik

materi pelajaran, apakah bidang eksak, non-eksak, materi berbentuk cerita seperti sejarah dsb. Alokasi waktu, apakah waktu cukup banyak untuk menerapkan metode yang kompleks? Mempertimbangkan kegunaan, kelebihan & keterbatasan metode pembelajaran yang akan digunakan.