Anda di halaman 1dari 49

TUTORIAL MODUL 1 Blok 6 Kelompok 14

Roy Christian Satya Setiadi Ester Farida M Ekky Rizky M Felicia Onggirawan Carolina Judith Tiara Safira Widhita P Sylvania P Sszanurindah Viony D Tutor: dr. Freddy Tumewu Andries, M.S

ISTILAH

Palpitasi : bergerak secara cepat dan sering, perasaan berdebardebar/ denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Dyspnoe : Sesak napas atau napas terasa pendek , sukar bernapas atau napas terasa berat.

Malaise : Perasaan tubuh yang tidak nyaman dan lelah.


Systolic murmur : Bunyi abnormal pada jantung yang timbul

selama sistol
SADT : Sediaan Apus Darah Tepi

Spoon Nails : Suatu dystrofi kuku jari , kuku menjadi tipis dan
cekung , serta pingiran yang naik Hipokrom anisopoikilositosis : Eritrosit dengan kadar Hb dibawah nilai normal, sehingga tampak lebih pucat dari sel normal.

Mikrositer : Ukuran sel kurang dari 6 mikron


Pencill Cell : eritrosit yang berbentuk pensil atau cerutu disebut juga cigar cell.

Target Cell : Eritrosit tampak seperti sasaran tembak , bentuk tipis


abnormal yang jika diwarnai akan terlihat bagian tengah yang berwarna gelap dan bingkai perifer Hb yang terpisah oleh cincin

pucat.
Teardrop Cell : Bentuk eritrosit seperti air mata Suspek Ankylostomiasis : Suspek penyakit yang disebabkan oleh cacing dari genus ancylostoma . Anemia : Penurunan konsentrasi eritrosit/ hemoglobin dalam darah dibawah normal, diukur /mm3 , terjadi ketika keseimbangan antara kehilangan darah dan produksi darah terganggu

Pembentukan Eritrosit
Minggu awal embrio yolk sac Pertengahan trisemester kehamilan, hepar, limpa dan nodus Minggu terakhir dari kehamilan / setelah kelahiran sumsum tulang 5 tahun semua sumsum tulang Setelah 20 tahun sumsum tulang veterbra, sternum, costae dan illiaca Pertambahan usia produksi eritrosit semakin berkurang

Perkembangan Eritrosit

Sitologi Sel Darah Merah

Pronomoblas
Stem cell eritrosit Ukuran 10-16 Inti besar, bundar, kromatin halus, mempunyai 2-5 nukleoli Sitoplasma sedikit, biru tua dan tidak merata, terdapat halo dan cytoplasm tag Berkelompok 2-3 berdekatan

Nomoblas basofil
Ukuran 8-10 Inti bundar, kromatin seperti jari-jari roda dan kasar Sitoplasma biru tua Kadang-kadang terdapat nukleoli

Normoblas polikromatofil
Ukuran lebih kecil dari normoblas basofil Inti kecil, bundar, kromatin kasar Sitoplasma biru kemerahan

Normoblas asidofil
Ukuran lebih kecil dari normoblas polikromatofil Inti kecil, bundar, mengalami destruksik (nekrobiotik) Sitoplasma merah Berkelompok

Retikulosit
Ukuran lebih kecil dari normoblas asidofil Inti hilang, terdapat sisasisa RNA Sitoplasma merah kebiruan

Eritrosit
Ukuran 6-8 Tidak berinti Sitoplasma merah

FISIOLOGI DAN BIOKIMIA ERITROSIT

Fungsi: pengangkutan Hb (mengangkut oksigen dari paruparu ke jaringan) Reaksi reversible antara CO2 dan air membentuk asam karbonat yang mempercepat pengangkutan CO2 dari jaringan ke paruparu

Bentuk: bikonkaf,diameter 7,8 mikrometer, tebal pinggir 2,5 mikrometer, tebal tengah 1 mikrometer

Konsentrasi eritrosit: pria 5.200.000/mm3; wanita 4.700.000/mm3 Konsentrasi Hb: pria 15 gram Hb/100 ml; wanita 14 gram Hb/100 ml Masa hidup dan penghancuran: 120 hari, di limpa

METABOLISME FE

Bilirubin (diekskresi)

Hemoglobin yang diuraikan besi bebas MAKROFAG Hemoglobin SEL DARAH MERAH
Kehilangan darah -0,7mg Fe per hari pada menstruasi

JARINGAN Ferritin Hemosiderin Heme Enzim besi bebas Transferin-Fe PLASMA


Fe++ yang diabsorbsi (usus halus) Fe yang diekskresi -0,6 m per hari

Zat besi mutlak diperlukan untuk pembentukan: Hemoglobin Enzim-enzim Myoglobin


Total zat besi rata-rata dalam tubuh adalah 4-5 gram 65% hemoglobin 4% myoglobin 1% variasi heme yang memicu oksidasi intrasel 0,1% protein transferin 15-30% disimpan untuk penggunaan selanjutnya terutama di sitem retikuloendotelial & sel parenkim hati, khususnya dalam bentuk ferritin

Bilirubin (diekskresi)

Kehilangan darah -0,7mg Fe per hari pada menstruasi

Fe++ yang diabsorbsi (usus halus)

Fe yang diekskresi -0,6 m per hari

ANEMIA

Definisi
Anemia Suatu keadaan karena adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal.

Anemia Defisiensi Besi


Anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoiesis, karena cadangan besi kosong yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang.

Epidemiologi
Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai baik di klinik maupun di masyarakat dan di Negara berkembang.
Afrika Amerika Latin Laki dewasa Wanita tak 6% 20% 3% 17-21% 16-50% 25-48% Indonesia

hamil
Wanita hamil 60% 39-46% 46-92%

Etiologi
Rendahnya masukan besi Gangguan absorbsi

Faktor Nutrisi
Kehilangan besi akibat perdarahan menahun yang berasal dari : Saluran cerna : akibat dari tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, dan

infeksi cacing tambang.


Saluran genitalia perempuan : menorrhagia. Saluran kemih : hematuria. Saluran napas : hemoptoe.

Faktor Resiko
Perdarahan saat melahirkan Minum teh Vegetarian

Wanita (Gender)
Umur (bayi dan anak kecil)

Patgen Patfis
Asupan besi dari makanan kurang, pendarahan, penyerapan terganggu. Pembentukan heme terganggu. Besi hanya dalam bentuk Fe3+ (sulit diserap tubuh). Terbentuk heme yang inadekuat. Pembentukan globin terganggu karena heme inadekuat. Kadar besi dalam darah turun. Cadangan besi dipakai. Terjadi defisiensi besi. Anemia def besi

Awalnya pada keadaan keseimbangan Fe yang negatif, cadangan besi dalam bentuk ferritin ataupun hemosiderin digunakan untuk mempertahankan level normal dari Hb dan eritrosit seperti keadaan di mana kadar Fe normal. Proses pemakaian cadangan besi yang terus menerus hanya akan menurunkan kadar besi dan transferrin dalam darah tanpa mengakibatkan anemia. Anemia baru akan muncul bila cadangan sudah benar-benar habis dan kadar besi di darah, ferritin dan transferrin yang sangat rendah.

Pada stadium awal terjadi penurunan Hb tanpa kelainan morfologi darah tepi, O2 turun, sebagai respon produksi eritrosit ditingkatkan(hormone eritroprotein) tapi hb tidak dapat meningkat karena kurang besi. Gangguan pada hemoglobinisasi. Akibatnya sel darah merah menjadi mikrocytic dan hypochromic. Dan terdapat gambaran anulosit dan poikilocytosis pada pemeriksaan darah tepi

DASAR DIAGNOSIS

Keadaan Umum
Ny. M, 23 tahun, buruh perkebunan karet 3 bulan terakhir palpitasi dan dyspnoe 1 tahun yang lalu pandangan berkunangkunang dan malaise Tidak memakai alas kaki saat bekerja Punya 3 orang anak; anak terkecil umur 2 tahun RPD: pendarahan saat persalinan terakhir RK: sehari-hari minum teh

Pemeriksaan Fisik
Tekanan darah 110/60 mmHg* Nadi 100x/menit* Respirasi 24x/menit* Muka agak pucat, conjunctiva pucat, lidah pucat, papil lidah atrofi Jantung: systolic murmur grade I Ekstemitas: kuku pucat, spoon nails

Pemeriksaan Lab
Hb 7,7 g/dL* Ht 23%* SADT:
Eritrosit: hipokrom anisopoikilositosis, sebagian mikrositer, pencill cell, target cell, tear drop cell

Diagnosis Kerja
Anemia defisiensi Fe + suspek Ankilostomiasis

DIAGNOSIS BANDING
Anemia Defisiensi Besi MCV MCH SI turun turun turun Anemia Penyakit Kronik turun / normal turun / normal turun / normal Anemia THALASEMIA sideroblastik turun turun turun / normal turun / normal

naik / normal naik / normal turun / normal naik ++ normal

TIBC
Saturasi Transferin Sideroblas EP

naik
turun naik

turun / normal
turun / normal + naik

turun / normal
turun + normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah tepi : mikrositik hipokrom, MCV dan MCH turun, anisositosis, poikilositosis. Sumsum tulang : sideroblas Kimia darah : serum iron turun, TIBC meningkat, saturasi transferin turun, serum feritin turun, eritrosit protoporfirin meningkat, transferin reseptor meningkat.

GEJALA KLINIK
1. Gejala Umum Anemia Hemoglobin rendah Malaise Cepat lelah Mata berkunang-kunang Palpitasi Pucat

2. Gejala khas defisiensi Fe Koilonychia Atrofi papil lidah Disfagia Stomatitis angularis Glositis Keilosis Pica

Komplikasi
Gangguan fungsi otot Gangguan neuromuskular Dispepsia Penyakit pulmonaris kronis

PENATALAKSANAAN

Non-farmakologi
Non farmakologi : Diet tinggi Fe Diet tinggi protein Memakai alas kaki sewaktu bekerja Hindari mengonsumsi zat penghambat absorpsi Fe Konsumsi makanan yang tinggi vitamin C

Farmakologi
Farmakologi : Obat cacing Fero-sulfat untuk suplemen Fe Asam Askorbat untuk meningkatkan absorpsi Fe

Pencegahan
Memakai sepatu bot bila bekerja Mengurangi konsumsi teh Makan makanan tinggi kandungan Fe Konsumsi vitamin C

Prognosis
Quo ad vitam: ad bonam Quo ad fungsionam: ad bonam Quo ad sanationam: ad bonam