Anda di halaman 1dari 2

Propaganda: Definisi, Metode, Sifat dan Jenisnya

Sebagai Mahasiswa IR sudah tentu hal-hal dasar ini diketahui bahkan dikuasai dan ini menjadi sebab mengapa artikel ini saya tulis. Sebelum itu perlu disebutkan bahwa dalam studi mengenai kebijakan hubungan luar negeri terdapat 5 instrumen penting salah satunya adalah propaganda. Apa sih propaganda? pertama yang harus dipahami adalah tidak semua komunikasi yang dilakukan oleh aktor-aktor internasional adalah Propaganda dan tidak semua hubungan diplomatik ditujukan untuk sebuah propaganda. Definisi Propaganda menurut Terence Qualter:..."usaha yang diatur" dari beberapa individu atau kelompok untuk membentuk, mengendalikan ataupun mengubah sikap kelompok lain dengan menggunakan instrumen komunikasi, yaitu dengan maksud agar dalam suatu situasi, reaksi mereka yang dipengaruhi adalah apa yang dikehendaki oleh propagandis." kalimat " usaha yang diatur" adalah gagasan kunci mengenai propaganda yang membedakannya dari non-propaganda. Kimbal Young dalam definisinya sedikit lebih menekankan pada aksi dari propaganda tersebut, Ia menyebutkan bahwa:.." propaganda merupakan penggunaan simbol-simbol lebih kurang secara berencana dan sistematis, terutama melalui anjuran maupun teknik-teknik pskologis yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan untuk mengubah dan mengendalikan pandangan serta pada akhirnya menggantikan aksi terbuka menurut garis yang telah ditentukan sebelumnya." Alfred McClung Lee & Alizabeth Briant Lee dalam buku The Fine Art of Propaganda disebutkan 7 teknik yang digunakan dalam Propaganda yaitu: 1. Name Calling, teknik memberikan label buruk pada sesuatu gagasan/orang/lembaga supaya sasaran tidak menyukai atau menolaknya. 2. Glittering Generality, teknik menghubungkan sesuatu dengan kata yang baik dipakai untuk membuat sasaran menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa buktibukti. 3. Transfer, teknik membawa otoritas, dukungan, gengsi dari sesuatu yang dihargai dan disanjung kepada sesuatu yang lain agar sesuatu yang lain itu lebih dapat diterima. 4. Testimoni (kesaksian), teknik memberi kesempatan pada orang-orang yang mengagumi atau membenci untuk mengatakan bahwa sebuah gagasan atau program atau produk atau seseorang itu baik atau buruk.

5. Plain Folks, teknik propaganda yang dipakai pembicara propaganda dalam upaya meyakinkan sasaran bahwa dia dan gagasan-gagasannya adalah bagus karena mereka adalah bagian dari rakyat. 6. Card Staking, meliputi pemilihan dan pemanfaatan fakta atau kebohongan, ilustrasi atau penyimpangan, dan pernyataan-pernyataan logis atau tidak logis untuk memberikan kasus terbaik atau terburuk pada suatu gagasan, program, orang, atau produk. Teknik ini memilih argument atau bukti yang mendukung sebuah posisi dan mengabaikan hal-hal yang mendukung posisi itu. Argument-argumen yang dipilih bisa benar atau salah. 7. Bandwagon, teknik ini digunakan dalam rangka meyakinkan kepada sasaran bahwa semua anggota suatu kelompok (di mana sasaran menjadi anggotanya) menerima programnya, dan oleh karena itu sasaran harus mengikuti kelompok dan segera menggabungkan diri pada kelompok. Metode yang digunakan. Metode kohersif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa takut bagi yang dipengaruhi. Metode persuasif, kemauan secara sukarela agar mengikuti. Metode pervasif, penyebarluasan, berulang secara terus menerus, (pencucian otak). Dari sifatnya propaganda kemudian dibagi menjadi 3 bagian pertama adalah propaganda tertutup, kedua adalah propaganda terbuka, ketiga adalah propaganda tertutup yang kemudian menjadi propaganda terbuka. Propaganda menurut Jenis. Propaganda Agitasi, propaganda jenis ini memiliki tujuan agar yang dipengaruhi dapat memberikan pengorbanan yang besar, mengorbankan jiwa demi tujuan akhir atau citacita. propaganda Vertikal, propaganda melalui media massa. Propaganda Horisontal, melalui Organisasi. Propaganda integrasi, seperti Doktrinisasi.
sumber: