Anda di halaman 1dari 20

BAB 3

ANALISIS ARSITEKTUR JARINGAN LAN PADA ANJUNGAN JAWA BARAT TAMAN MINI INDONESIA INDAH 3.1 Landasan Teori
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.). Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS ( Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Gambar 3.1 Jaringan Komputer Model TSS .

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Jaringan Komputer merupakan sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi sumber daya, serta dapat dikendalikan oleh suatu komputer pusat.

Gambar 3.2 Jaringan Komputer Model Distributed Processing.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah

mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Local Area Network biasa disingkat LAN merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi atau workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

3.2

Tujuan Dibangunnya Jaringan Komputer LAN di Anjungan Jawa Barat Tujuan dibangunnya jaringan komputer di Anjungan Jawa Barat adalah untuk

membawa informasi secara tepat dan cepat melalui media komunikasi dan untuk mengoptimalkan fungsi dari anjungan sebagai pusat informasi, promosi, pelestarian, pembinaan, dan pengembangan seni, budaya dan wisata. Atas dasar itulah maka dibangun jaringan komputer agar dapat menyediakan informasi mengenai Anjungan Jawa Barat, memproses data diantara pegawai atau tiap-tiap bagian. Adapun sasaran terbentuknya jaringan komputer tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Bagi pakai (sharing) peralatan (resources). Sharing Resource bertujuan agar peralatan yang terdapat dalam jaringan komputer dapat dimanfaatkan dengan baik oleh setiap pegawai di Anjungan tersebut., seperti printer yang dapat digunakan pada lebih dari satu komputer sehingga kita tidak harus membeli kembali peralatan printer untuk setiap komputer. 2. Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antara pegawai dengan lebih baik dan cepat serta murah, seperti contoh saat jaringan telepon kantor sedang mengalami gangguan sehingga komunikasi melalui telepon tidak dapat dilakukan, maka dengan menggunakan salah satu software komunikasi computer, para pegawai dapat memanfaatkan jaringan komputer tersebut untuk komunikasi baik secara tulisan (ketikan) maupun lisan (headset). 3. Integrasi data Dengan jaringan komputer, proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, namun dapat didistribusikan ke komputer-komputer yang lain. Oleh karena itu maka dapat terbentuk data yang terintegrasi sehingga memudahkan pegawai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat. 3.3 Topologi Jaringan Komputer LAN Pada Anjungan Jawa Barat Topologi menggambarkan bagaimana perangkat-perangkat (devices) saling

berhubungan dan bagaimana bentuk hubungannya (links). Perangkat yang dimaksud di sini, dalam terminologi jaringan biasa disebut dengan nodes dan bisa berupa apa pun seperti PC, printer dan scanner, hub, dan lainnya yang saling berhubungan secara fisik. Sedangkan links menggambarkan bentuk hubungan secara logik, apakah langsung antar devices, melalui satu atau beberapa hub, atau lainnya. Secara mendasar terdapat lima jenis topologi jaringan yaitu mesh, star (bintang), tree (pohon), bus, dan ring (cincin. Topologi jaringan komputer pada Anjungan Jawa Barat menggunakan Topologi Star. Sesuai dengan namanya topologi star memiliki bentuk seperti bintang, Pada topologi jenis ini
terdapat kontrol terpusat yakni semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client yang dipilihnya . Jika terjadi kerusakan ataupun kesalahan pada suatu

node atau klien, tidak mempengaruh terhadap kinerja jaringan ini. Adapun keuntungan dari penggunaan topologi star ini adalah :

1. Paling fleksibel. 2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain. 3. Kontrol terpusat. 4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan. 5. Kemudahaan pengelolaan jaringan. Sedangkan kelemahan dari penggunaan topologi star ini adalah : 1. Boros kabel 2. Perlu penanganan khusus 3. Kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar karena beban yang dipikul pusat yang besar.

Gambar 3.3 Topologi Star.

Topologi star ini dipilih karena topologi ini sesuai dengan letak beberapa kantor yang berbeda gedung dan jumlah komputer yang digunakan pada setiap kantor yang ada di Anjungan Jawa Barat. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh Kepala Balai maka setiap

client server (Tata usaha/Pameran/Pergelaran) sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari Kepala Balai.

Gambar 3.4 Skema Jaringan Anjungan Jawa Barat.

3.4

Spesifikasi Perangkat Pada Jaringan Pada Anjungan Jawa Barat

Dalam sebuan jaringan dibutuhkan beberapa perangkat keras selain perangkat lunak. Perangkat keras yang digunakan di Anjungan Jawa Barat meliputi komputer server, komputer client atau workstation, media tranmisi, Network Interface Card (NIC) dan terminal atai switch. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan meliputi sistem operasi dan aplikasinya yang dalam ini dipergunakan microsoft windows xp dan windows 2003 server . 3.4.1 Komputer Server

Komputer server merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan client atau workstation yang terhubung melalui switch jaringan. Komputer server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara komponen(node) dalam suatu jaringan. Spesifikasi komputer server yang digunakan pada Anjungan Jawa Barat adalah sebagai berikut : Processor Intel Core 2 Duo E7200 2,53GHz Memory 2GB Hard disk 500GB Ethernet Card di dalam motherboard Casing Tower Keyboard dan Mouse DVD RW Monitor LCD 14 inc

3.4.2

Workstation Keseluruhan komputer atau perangkat keras lainnya yang terhubung ke file server dalam jaringan disebut sebagai workstation. Workstation yang digunakan pada Anjungan Jawa Barat terdiri dari 19 komputer client dan 2 buah printer. 3.4.3 Ethernet Card

Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. Ethernet ini berfungsi sebagai proses pengiriman dan

penerimaan data. Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Ethernet yang digunakan pada jaringan Anjungan Jawa Barat menggunakan D-Link Fast Ethernet 100BaseT dengan kecepatan 100 Mbps.

Gambar 3.5 Ethernet Card.


3.4.3 Switch

Merupakan suatu komponen jaringan yang menerima paket dari satu port, menyimpan sementara dan mengirimnya kembali ke port lain. Switch sama dengan bridge yang memiliki banyak port. Switch LAN digunakan untuk menghubungkan lebih dari satu segmen LAN. LAN Switching memberikan layanan komunikasi yang dedicated dan collision free antar network devices. Switch LAN dirancang untuk memindahkan frame data pada kecepatan tinggi. Swicth yang digunakan pada jaringan Anjungan Jawa Barat adalah Switch D-Link Fast Ethernet 8 port.

Gambar 3.6 Switch D-Link 8 Port.

3.4.4

Modem
Modem adalah kependekan dari modulator demodulator mengirimkan berfungsi

data dari bentuk data komputer menjadi data dalam

wujud elektromagnetik [Abdul Chalim: http://abdchalim.wordpress.com]. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan

demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa ( carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Modem yang digunakan pada jaringan Anjungan Jawa

Barat adalah 3.4.5 Media Transmisi Media transmisi merupakan jalur untuk memindahkan informasi (data) dari satu perangkat ke perangkat yang lain. Sebagai media transmisi, dalam jaringan LAN pada Anjungan Jawa Barat digunakan jenis kabel UTP ( Unshielded Twisted Pair) kategori 5 dengan kemampuan transmisi 5 100 Mbps. Jenis kabel UTP ini terdiri dari 4 pasang kawat berulir sehingga pada kabel ini semuanya terdapat 8 kawat. Setiap pasang kawat mempunyai kombinasi warna tertentu.

Gambar 3.6 Kabel UTP

Kode warna pada pasangan kabel UTP ini adalah : Pair 1 : putih-biru/biru (white-blue/blue) Pair 2 : putih-orange/orange (white-orange/orange) Pair 3 : putih-hijau/hijau (white-green/green) Pair 4 : putih-coklat/coklat (white-brown/brown)

Gambar 3.6 Kode Warna Kabel UTP Pada ujung-ujung kabel UTP ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat pasang. Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ- 45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untuk melihat urutan kawat-kawat yang dipasang pada konektor RJ-45, anda harus melihatnya dengan

memegang 'klip' konektor ini di bagian bawah, agar 'lubang'-nya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.

Gambar 3.7 Konektor RJ 45 Untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45, digunakan sebuah tang yang dibiasa disebut dengan Crimp Tool. Bentuknya bermacam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Gambar 3.8 adalah salah satu contoh Crimp Tool (biasa disebut juga tang krimping) yang banyak dipergunakan.

Gambar 3.8 Crimp Tool Dalam penyambungan kabel pada konektor RJ-45 ada dua jenis model. Yang pertama dinamakan dengan jenis sambungan Crossover Cable yang kegunaannya untuk

menghubungkan dua computer membentuk LAN tanpa melalui hub. dan untuk menghubungan antara hub ke sebuah hub lainnya.

Gambar 3.9 Crossover Cable Untuk penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 dengan metode Crossover Cable, urutan kabelnya adalah : Konektor 1 Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat Urutan kabel 1 2 3 4 5 6 7 8 Konektor 2 Putih Hijau Hijau Putih Orange Biru Putih Biru Orange Putih Coklat Coklat

Tabel 3.1 Urutan Crossover Cable Yang kedua dinamakan dengan jenis sambungan StraightThrough cable yang dipakai untuk menghubungkan komputer ke sebuah hub.

Gambar 3.10 Straigh-Through Cable

Untuk penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 dengan metode Straigh-Through Cable, urutan kabelnya adalah : Konektor 1 Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat Urutan kabel 1 2 3 4 5 6 7 8 Konektor 2 Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat

Tabel 3.2 Urutan Straigh-Through Cable 3.5 Konfigurasi Jaringan LAN Di Anjungan Jawa Barat Untuk dapat memasuki jaringan LAN dan saling terkoneksi dengan komponen jaringan yang lain maka setiap komputer harus mempunyai Network ID atau lebih dikenal dengan nama IP Address. 3.5.1 IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1. 192 NETWORK ID 168 0 HOST ID 1

Tabel 3.3 Contoh IP Address


IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada. Alamat IP komputer utama (server) pada Anjungan Jawa Barat menggunakan 192.168.0.1 dan IP selanjutnya digunakan pada tiap-tiap komputer pada setiap bagian kantor. Untuk

kantor Tata Usaha menggunakan alamat IP 192.168.0.2 192.168.0.10, untuk kantor Promosi menggunakan alamat IP 192.168.0.11 192.168.0.20, dan untuk kantor Pergelaran menggunakan alamat IP 192.168.0.21 192.168.0.30.

3.5.2 Kelas Kelas IP Address Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan dibawah ini : Kelas A B C Network ID xxx.0.0.1 xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.xxx.1 Host ID xxx.255.255.254 xxx.xxx.255.254 xxx.xxx.xxx.254 Default Subnet Mask 255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0

Tabel 3.4 Kelas IP Address IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah: Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

Network ID = 132.92 Host ID = 121.1 Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address 132.92.

kelas B dapat menampung

sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx 191.155.xxx.xxx. IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa network dengan masing-masing network memiliki 192.0.0.xxx 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin. 3.5.3 Instalasi Dan Konfigurasi Komponen Jaringan Agar komponen jaringan dapat saling terhubung maka setiap komputer diberi nama komputer untuk memastikan bahwa komputer yang dipakai dapat dikenali oleh pemakai komputer lain yang terhubung di dalam jaringan komputer. Nama komputer yang diberikan harus nama yang unik untuk menghindari tumpang tindih dengan komputer yang lain di dalam jaringan. 1. Klik kanan My Computer Properties. Maka akan keluar tampilan seperti berikut: 256 kecil (LAN).

dibentuk sekitar 2 juta IP address. Range IP

2. Pilih Computer Name.

3. Klik Change untuk merubah nama dan workgroup komputer, seperti tampilan berikut:

4. Isilah Computer Name dan Workgroup. (Workgroup harus sama dengan komputer lain yang ada dalam jaringan yang kita bangun) 5. Klik OK Setelah semua komputer sudah diberi nama komputer, maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi TCP/IP. TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bias berkomunikasi di dalam jaringan komputer. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk membedakan network ID dari host ID.
1. Klik Start Setting Control Panel sampai keluar kotak dialog Control Panel.

Seperti terlihat digambar dibawah ini:

Gambar 14 : Dialog Control Panel

2. Double-Click Icon Network Connection sampai keluar kotak dialog Network Connection

Gambar 15 : Dialog Network Connection

3. Double-click Icon Local Area Connection sampai keluar kotak dialog Local Connection Area Status.

Gambar 16 : Dialog LAN Area Connection

4. Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol.

Gambar 17 : Dialog TCP/IP 5. Isi IP Address seperti contoh pada gambar diatas. IP address dan subnet mask dapat

diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual. Mengisi IP Address secara manual tidak boleh sama antara dua komputer.

Setelah semua komputer sudah diberi IP Address, maka langkah selanjutnya adalah menguji koneksi dengan komputer lain. 1. Klik start, run, ketik seperti gambar:

(Gambar: cek PING)

2. Maka akan keluar tampilan seperti dibawah jika jaringan tersebut terhubung dengan komputer lain di dalam jaringan.

(Gambar: Tampilan PING jika Jaringan terhubung)

(Gambar: Ping jika kabel Jaringan tidak terhubung/jaringan bermasalah)