Anda di halaman 1dari 4

Makna Sabar

Sudah menjadi kodrat manusia hadir di pentas dunia ini dilingkupi oleh berbagai masalah
atau persoalan yang harus ia hadapi; dari setiap inci langkahnya, setiap lintasan pikirannya,
dari baru bangun tidur sampai tidur kembali, setiap orang pasti akan bergelut dengan
masalah, besar ataupun kecil, sukar ataupun mudah, dari yang sangat membahagiakan
ataupun yang sangat menyakitkan, dari yang sangat melegakan ataupun yang sangat
menyulitkannya. Sering kali juga manusia dihinggapi oleh rasa takut, khawatir dan gundah
akan masa depannya, nasib keluarganya, pekerjaannya, hutangnya dan sebagainya.
Normalnya, kehidupan manusia memang seperti itu, dan dengan kemampuan akalnya,
manusia mencoba berusaha keluar dari persoalan-persoalan itu. Namun terkadang manusia
terjebak dalam kegalauan, stres berkepanjangan atau bahkan sampai berujung pada kegilaan.
Tentunya bukan itu yang dikehendaki Allah SWT. Allah menghadapkan manusia dengan
berbagai masalah hanya sebagai ujian keimanan seseorang. Dan konteks keimanan seseorang
dalam hal ini adalah sabar sebagai tolak ukurnya.
Maka Islam menawarkan sabar sebagai bentuk solusi berupa sikap mental ketika berhadapan
dengan berbagai masalah. Kedudukan sabar dalam islam adalah kunci, ciri mendasar orang
bertaqwa, dan sebagian ulama mengatakan bahwa sabar adalah setengah dari keimanan,
sepeti jasad dengan kepalanya, tidak ada jasad yang tanpa kepala dan tidak ada keimanan
yang tidak disertai dengan kesabaran. Dan alquran sendiri menegaskan bahwa sabar adalah
perisai-penolong bagi orang beriman :








Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 2:153)
Keburukan yang kita alami justru bermula dari sikap mental kita yang salah terhadap
kenyataan. Sebagaimana dalam hadits qudsi : Anaa inda dzonni abdi. Aku sebagaimana
persangkaan hambaku saja. Jika kita berprasangka buruk terhadap Allah, maka keburukanlah
yang akan kita terima, tapi jika berperasangka baik kepada Allah, maka kebaikanlah yang
akan kita dapat. Makanya Rasulullah mengajarkan ucapan-ucapan ketika kita berhadapan
dengan kenyataan agar hati kita tetap koneks kepada Allah SWT. Misalnya kita ucapkan
bismillahirrahmanirrahim apabila hendak memulai sesuatu, mengucapkan alhamdulillah

apabila mendapat nikmat, mengucapkan masyaallah la quwwata illa billah apabila melihat
kecelakaan, dan mengucapkan innalillahi wainna ilaihi rojiun apabila mendapatkan musibah.
Semua itu kita ucapkan agar kita tidak menilai buruk terhadap Allah. Dan agar kita senantiasa
memperoleh kebaikan dalam hidup, dan apapun yang menimpa kita Allah ridha terhadap kita.
Jamaah Jumat yang berbahagia
Kembali kita mendalami makna sabar. Secara bahasa, sabar (ash-shabr) berarti menahan (alhabs). Dari sini sabar dimaknai sebagai upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau
meninggalkan sesuatu untuk mencapai ridho Allah. Sabar, menurut Dzunnun AlMishry,
adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama dan bersikap tenang
manakala terkena musibah, serta berlapang dada dalam kefakiran di tengah-tengah medan
kehidupan.
Lain lagi menurut syeikh Ibnu Qoyyim Al-jauziyah, bahwa sabar merupakan
budi pekerti yang bisa dibentuk oleh seseorang. Ia menahan nafsu, menahan sedih, menahan
jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan, dan juga menahan anggota
badan dari melakukan yang tidak pantas. Sabar merupakan ketegaran hati terhadap takdir dan
hukum-hukum syariat. Secaraumum sabar terbagi ke dalam tiga tingkatan.
Pertama, sabar dalam menghadapi sesuatu yang menyakitkan; musibah,
bencana, atau kesusahan. Kedua, sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat. Ketiga, sabar
dalam menjalankan ketaatan.
Adapun contoh kesabaran pertama adalah ada pada sosok Nabi Ayub, as. Yang sangat
terkenal kesabarannya itu. Nabi Ayub bertahun menderita penyakit yang menyebabkan ia
terkucil dari masarakatnya sampai istrinya saja meninggalkannya sendirian, anak-anaknya
meninggal dunia. Tapi nabi Ayub bersabar dengan penderitaannya itu, alquran melukiskan
kesabaran nabi Ayub :



Sesungguhnya

kami

dapati

dia(Ayyub)

seorang

yang

sabar.Dialah

sebaik-baik

hamba.Sesungguhnya dia amat ta'at(kepada Rabbnya). (QS. 38:44)


Demikian juga dengan nabi Yakub as, yang menjadi korban persekongkolan putra-putranya
sendiri, mengakibatkan ia harus berpisah dengan putra kesayangannya Yusuf as. selama
bertahun-tahun sampai buta matanya karena habis air matanya. Namun di tengah
penderitaannya itu ia masih sanggup berkata :



maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)
Selanjutnya, contoh sabar yang kedua dapat kita teladani pada pribadi nabi Yusuf as .
Sebagaimana nabi Yusuf as berhasil lolos dari jebakan wanita cantik yang sangat
mengaguminya. Siti Zulaikha, seorang wanita cantik lagi terpandang berusaha menggoda
Yusuf untuk melakukan perbuatan maksiat, sementara Yusuf berada dalam posisi yang amat
memungkinkan untuk melakukan perbuatan maksiat itu dan Yusuf pada saat itu pun
menyukai Zulaikha. Dapat kita baca dalam al-quraan bagaimana Allah mengambarkan
situasai pada saat peristiwa itu.















Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan
Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda
(dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan
kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba -hamba kami yang terpilih. (QS. 12:24)
Dan yusuf karena kesabarannya megendalikan hawa nafsu akhirnya dapat terhindar dari
kenistaan. Sungguh merupakan ujian yang sangat berat yang diberikan Allah kepada Yusuf
pada saat itu. Hal ini harus mejadi pelajaran bagi generasi muda khususnya yang manakala
godaan asusila saat ini semakin dahsyatnya, pornografi, globalisasi budaya dan informasi
semakin menyemarakan prostitusi, mesum sudah menjadi fenomena yang lumrah dan terangterangan bahkan yang paling menghawatirkan dilakukan oleh banyak pelajar. Maka sebagai
orang tua, guru atau pendidik hal ini menjadi tantangan yang terberat disamping ancaman
narkoba yang juga semakin merajalela.
Demikianlah kesabaran akan menghantarkan seseorang kepada derajat dan kedudukan yang
tinggi di sisi Allah SWT






Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.
(QS. 39:10)

Khutbah II





.














,













.



.




. :









.








. . .








.






















,
.





.















.