Anda di halaman 1dari 18

ABSTRAKSI Zaman sekarang yang dikenal dengan sebutan era globalisasi telah didominasi oleh pesatnya perkembangan informasi,

komunikasi, dan

teknologi.keadaan ini telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat dalam banyak segi. Perubahan itu mengusung kemajuan yang luar biasa ,sekaligus menimbulkan kegelisahan di kalangan orang banyak. Semakin tingginya frekuensi arus globalisasi di era modernisasi sangat berpengaruh besar terhadap pergaulan bebas dengan lain jenis (kumpul kebo), baik diperkotaan maupun di perdesaan. Kondisi semacam ini juga sangat mempengaruhi terhadap ideologi masyarakat, sehingga ada sebagian mereka beranggapan kalau tidak bergaul dengan lain jenis maka dinilai ketinggalan zaman. Disadari atau tidak kita harus menjaga jarak dalam pergaulan terutama pergaulan dengan lain jenis. Anakanak mudah sekarang dengan enaknya tanpa ada malu sedikitpun ketika berkencan atau berpacaran di muka umum. Seakan-akan itu semua adalah suatu kewajaran dan bukan larangan norma Agama. Berbagai contoh pergaulan bebas diantaranya: seks bebas, narkoba, alcohol, kumpul kebo dan lain sebagainya. Terdapat berbagai upaya-upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga kelak Indonesia dapat melahirkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

A. Latar Belakang Zaman sekarang yang dikenal dengan sebutan era globalisasi telah didominasi oleh pesatnya perkembangan informasi, komunikasi, dan

teknologi.keadaan ini telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat dalam banyak segi. Perubahan itu mengusung kemajuan yang luar biasa ,sekaligus menimbulkan kegelisahan di kalangan orang banyak. Semua itu telah membawa perubahan besar terhadap perilaku manusia yang menjadi wilayah kompetisi moral. Sekarang banyak orang mulai mempertanyakan kembali kompetisi kemampuan moral untuk mengantisipasi, mengatur dan mengendalikan moral masyarakat. Semakin tingginya frekuensi arus globalisasi di era modernisasi sangat berpengaruh besar terhadap pergaulan bebas dengan lain jenis (kumpul kebo), baik diperkotaan maupun di perdesaan. Kondisi semacam ini juga sangat mempengaruhi terhadap ideologi masyarakat, sehingga ada sebagian mereka beranggapan kalau tidak bergaul dengan lain jenis maka dinilai ketinggalan zaman. Inilah salah satu dampak arus globalisasi. Oleh karena itu dalam kondisi semacam ini manusia di tuntut untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Ternyata pergaulan bebas itu tidak hanya sebatas bergaul melainkan terkadang mendorong untuk melakukan hal yang lebih tidak di sukai oleh agama, seperti bercumbu rayu, berciuman dan bahkan terjebak dalam perzinahan. Oleh karena itu tampak ada sekat-sekat pembatas antara wanita dan laki-laki yang bukan muhrim maka dampak dan bahaya seperti itu. Secara mendasar ternyata hal semacam ini karena kebebasan di artikan bebas secara mutlak tanpa ada butirbutir aturan yang menjaga jarak antara mereka. B. Rumusan Masalah 1. Apa itu pergaulan bebas ? 2. Apa itu kumpul kebo ? 3. Bagaimana dampak kumpul kebo di masyarakat ? 4. Bagaimana cara mencegah pergaulan bebas (kumpul kebo) di kalangan masyarakat baik remaja maupun orang tua ? 5. Bagaimana sikap kita terhadap kumpul kebo ?

C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian pergaulan bebas serta contoh-contohnya. 2. Mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya pergaulan bebas dikalangan masyarakat. 3. Mengetahui bagaimana sikap kita jika kita menemui kasus kumpul kebo di lingkungan kita. D. Pembahasan Disadari atau tidak kita harus menjaga jarak dalam pergaulan terutama pergaulan dengan lain jenis. Anak-anak mudah sekarang dengan enaknya tanpa ada malu sedikitpun ketika berkencan atau berpacaran di muka umum. Seakanakan itu semua adalah suatu kewajaran dan bukan larangan norma Agama. Perbuatan zina sudah menyebar mulai dari perkotaan hingga ke pelosok-pelosok pendesaan. Baik zina yang di lakukan atas dasar suka sama suka ataupun atas dasar pemaksaan (pemerkosaan). Bahkan mulai menggerogoti beberarapa lembaga pendidikan, yang notabene merupakan tolak ukur dan wajah masa depan bangsa. Adanya siswa sekolah yang hamil di luar nikah, mahasiswa yang hidup bersama dalam satu kontrakan, rumah, atau kos tanpa ada ikatan pernikahan (kumpul kebo). Bahkan lebih tragis lagi adanya hubungan badan antara orang tua dengan anak dan adanya orang-orang tua yang sudah berkeluarga

(bersuami/beristri) yang masih juga mencari partner untuk selingkuh. Rapuhnya fondasi agama merupakan salah satu faktor besar yang menyebabkan munculnya kemaksiatan, kemungkaran, dan perzinaan. Selain itu juga tidak adanya kesadaran akan prinsip-prinsip dan norma-norma agama yang harus di junjung tinggi dan karena agama tidak menjadi bagian dari kepribadiannya. Pergaulan bebas merupakan kalimat yang menggambarkan akan suatu peristiwa atau kejadian akan suatu pergaulan yang melewati batas-batas norma dalam pergaulan itu sendiri. Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif .Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan halhal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal tabu

sehingga sering kali kita mendengar ungkapan jauhi pergaulan bebas. Pergaulan bebas dimana usia bukanlah menjadi pembatas. Tetapi yang banyak terjadi pergaulan bebas adalah remaja,dan orang dewasa tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak dibawah umur. Remaja adalah masa peralihan antara tahap anak dan dewasa yang jangka waktunya berbeda-beda tergantung faktor sosial dan budaya. Pada kondisi ini remaja sangat labil karena mereka masih mencari jati dirinya. Dimana mereka beringinan dirinya dianggap gaul dan dewasa dengan menirukan orang lain. Apabila mereka tidak didukung pendidikan,sekolah,orang tua dan agama yang kuat akan terjerumus ke hal hal yang merugikan banyak pihak, terutama dirinya sendiri. Berbagai contoh pergaulan bebas diantaranya: 1. Seks bebas Dengan terus berkembangnya teknologi, maka informasi yang salah tentang seksual mudah sekali didapatkan oleh para remaja, sehingga media massa dan segala hal yang bersifat pornografis akan menguasai pikiran remaja yang kurang kuat dalam menahan pikiran emosinya, karena mereka belum boleh melakukan hubungan seks yang sebenarnya yang disebabkan adanya norma-norma, adat, hukum dan juga agama (Soetjiningsih, 2004, pp. 139-140). Apabila anak remaja sering dihadapkan pada hal-hal yang pornografi baik berupa gambar, tulisan, atau melihat aurat, kemungkinan besar dorongan untuk berhubungan secara bebas sangat tinggi, bisa lari ketempat pelacuran atau melakukan dengan teman sendiri. Hal-hal yang merugikan dari perilaku terhadap seks bebas tidak akan terjadi, apabila individu memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang kuat. Ada beberapa faktor yang dianggap menimbulkan perilaku seksual pada remaja, diantaranya perubahan hormon pada masa pubertas yang dapat meningkatkan hasrat seksual remaja, penyebaran informasi yang salah misalnya dari buku-buku dan film porno, penundaan usia kawin karena norma-norma yang berlaku bahwa tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum menikah, serta kurangnya pengetahuan yang didapat dari orang tua dikarenakan orang tua menganggap hal tersebut tabu untuk dibicarakan (Sarwono, 2011, pp. 187-188).

Pergaulan bebas sering kali mewarnai kehidupan anak muda dewasa ini,oleh sebab itu tidak heran jika masa depan akan generasi muda terus merosot jauh,karena pengaruh dari pergaulan bebas. Sehingga jalan terakhir untuk seks bebas adalah aborsi untuk

menghilangkan jejak. Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah) Berdasarkan survey: Amerika Serikat, terdapat 87% pelajar SMU melaporkan telah melakukan hubungan seksual. Di Thailand, terdapat 37% remaja umur 15-19 tahun telah berhubungan seks. Di Korea, sebanyak 36% pelajar SMU telah melakukannya juga. Di indonesia, menurut survey yang dilakukan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada tahun 2001 di lima kota yaitu, Kupang, Palembang, Singkawang, Cirebon, dan Tasikmalaya, menunjukkan bahwa sebanyak 16,46% dari remaja berumur 15 sampai 24 tahun mengaku telah berhubungan seks (PKBI Pusat. 2001). Dari survei yang juga dilakukan oleh Pilar Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Semarang tahun 2004 tentang cara berpacaran remaja didapatkan bahwa, saling ngobrol 100 %, berpegangan tangan 93,3 %, mencium pipi/ kening 84,6 %, berciuman bibir 60,9 %, mencium leher 36,1 %, saling meraba (payudara dan kelamin) 25 %, dan melakukan hubungan seks 7,6 %. Khusus untuk yang melakukan hubungan seks, pasangannya adalah pacar 78,4%, teman 10,3 % dan pekerja seks 9,3 %. Alasan mereka melakukan hubungan seks adalah coba-coba 15,5 %, sebagai ungkapan rasa cinta 43,3 %, kebutuhan biologis 29,9 %. Sedangkan tempat untuk melakukan hubungan seks adalah rumah sendiri/ pacar 30 %, tempat kos /kontrak 32 %, hotel 28 %, dan lainnya 9 % (PKBI Semarang. 2004). Dengan pengetahuan yang remaja yang kurang, maka sangatlah mungkin jika membuat mereka salah dalam bersikap dan kemudian mempunyai perilaku terhadap seksualitas. Perilaku seksual remaja kota Semarang tahun 2010 aktivitas pacaran yang sampai dengan intercourse 14,1% dibanding dengan cara yang lain,

usia pertama kali melakukan intercourse, prosentasi paling besar adalah pada usia 18 20 tahun. Pasangan yang melakukan hubungan seksual intercourse lebih dari 4 kali pada 3 bulan terakhir 45%, tempat melakukannya 41% di rumah sendiri atau pacar, alasan melakukan intercourse karena wujud ungkapan sayang dengan pacar 51% (PKBI Semarang. 2010). 2. Narkoba Narkoba merupakan obat yang dapat menenangkan saraf,menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan rasa mengantuk. Tetapi jika dipakai terus menerus dan dalam jumlah yang banyak akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk kesehatan serta kecanduan. Dalam dunia kedokteran zat adiktif ini sangat diperlukan tetapi dalam jumlah atau kadar yang sedikit yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit sebelum dan setelah melakukan pembedahan. Dewasa ini bukan saja dalam dunia kedokteran yang menggunakan zat adiktif tersebut tetapi masyarakat luas.apalagi para remaja dan orang dewasa,karena kurangnya pemahaman yang mendasar tentang zat adiktif tersebut sehingga masyarakat luas pun ikut menggunakan zat tersebut. Narkoba memiliki dampak negative yang sangat besar dibandingkan keuntungannya,oleh sebab itu sampai saat ini usaha pemerintah untuk melakukan pencegahan akan penggunaan narkoba terus ditingkatkan. Oleh sebab dampaknya yang sangat merugikan sehingga ada kalimat yang mengatakan say no to drugs. Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang. Jenis jenis narkoba

Opiat (opium): dikenali sebagai narkotik adalah bahan yang digunakan dalam perubatan untuk menidurkan atau melegakan kesakitan,tetapi mempunyai potensi yang tinggi untuk menyebabkan ketagihan.Sebahagian

daripada opiat ,seperti candu,morfin,heroin dan kodein diperoleh daripada getah buah popi yang terdapat atau berasal dari negara-negara Timur Tengah dan Asia.Lain-lain jenis opiat seperti metadon adalah dadah sintetik/tiruan.

Ganja: tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetrahydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Amfetamin: Amfetamin atau Amphetamine atau Alfa-Metil-Fenetilamin atau beta-fenil-isopropilamin, atau benzedrin, adalah obat golongan stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter) yang biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurang perhatian atau Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada pasien dewasa dan anak-anak. Juga digunakan untuk mengobati gejalagejala luka-luka traumatik pada otak dan gejala mengantuk pada siang hari pada kasus narkolepsi dan sindrom kelelahan kronis. Pada awalnya, amfetamin sangat populer digunakan untuk mengurangi nafsu makan dan mengontrol berat badan. Merk dagang Amfetamin (di AS) antara lain Adderall, dan Dexedrine. Sementara di Indonesia dijual dalam kemasan injeksi dengan merk dagang generik. Obat ini juga digunakan secara ilegal sebagai obat untuk kesenangan (Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat penampilan (menambah percaya diri atau PD). Istilah Amftamin sering digunakan pada campuran-campuran yang diturunkan dari Amfetamin.

Kokain: senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan. Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-

nya juga membantu. Kokaina diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina dan heroina karena efek adiktif.

Alkohol: minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Latar belakang pemakai narkoba: 1. Depresi Orang-orang yang mengalami depresi akan menggunakan obat-obat tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan ketenangan dari permasalahnnya. Karena obatobatan tersebut mengandung zat yang dapat menenangkan pikiran seseorang serta orang yang menggunakan obat obat tersebut sering melakukan imajinasi yang tinggi sehingga mereka selalu merasa bahagia. 2. Coba-Coba Ciri-ciri makhluk hidup adalah rasa ingin tahu yang selalu menyelimuti pikiran manusia.Para remaja sering mencoba segala sesuatu yang baru tanpa memikirkan sebab dan akibat apalagi remaja merupakan masa peralihan dari anak ke tahap dewasa dimana masa mencari jati diri dalam hal ini pemikiran mereka masih labil. 3. Lingkungan Lingkungan mempengaruhi pergaulan seseorang.bila seorang anak yang mula-mulanya belum tahu apa-apa tentang obat obat terlarang,Dia bisa mengetahuinya lewat teman teman bermainnya yang memperkenalkan atau memberikan penawaran kepada anak tersebut. Tanpa disadari anak tersebut akan mencoba menggunakan dan akhirnya anak tersebut kecanduan.jadi lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan seseorang. 3. Kehidupan malam

Kehidupan malam identik dengan seks bebas, alkohol dan obat terlarang.Itu tidak bisa dipungkiri ketika mewabahnya ekstasi dan shabu-shabu.Obat terlarang jenis ini sering ditemui di klub-klub malam.Alkohol mudah sekali dijumpai ketika kita masuk dalam klub-klub malam.Dunia ini banyak dirambah oleh kalangan atas dan kalangan selebritis.Mereka menghambur-hamburkan uang demi kepuasan sesaat. Mereka menganggap kehidupan malam adalah kebutuhan hidup yang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas mereka.Perspesi masyarakat Indonesia tentang kehidupan malam adalah tabu, mereka menganggap kehidupan malam itu tak ada dalam adat istiadat mereka. Mereka menganggap kehidupan malam itu sebagai dunia kelam yang akan menghancurkan generasi bangsa. Tapi dalam masa ini, sudah berapa banyakkah klub-klub, cafe-cafe dan diskotik di Indonesia?Indonesia telah berubah, bukan seperti dulu lagi.Kehidupan malam dianggap sudah biasa bagi kalangan remaja. 4. Alkohol (Minuman Keras) Kita sudah tidak asing lagi dengan kata minuman keras, minuman keras atau yang sering disebut miras mudah sekali ditemui di manapun kita berada.Alkohol adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dalam peragian tersebut akan menghasilkan kurang lebih 15%, tetapi jika dilakukan penyulingan maka dapat menghasilkan kurang lebih 100%. Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol, efeknya berbedabeda tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan. Bila dikonsumsi berlebihan, akan muncul efek sebagai berikut: a. merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri b. tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan)

c. muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri Pengonsumsian alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan pengerutan otak dan pengonsumsian alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak.Kadangkadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat-obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar. Tapi bodohnya masyarakat Indonesia sudah terbukti, banyak terdengar kabar para pemabuk tewas ketika menengguk minuman keras, ternyata minuman keras itu sudah dicampur dengan bahan-bahan yang berbahaya seperti baygon, soklin, soffel dan banyak lainnya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman: Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatanperbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan.Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Maidah: 90-91).

Jadi janganlah anda sekali-kali minum minuman keras karena itulah hal yang paling dibenci Allah SWT.

5.

Kumpul Kebo Kita tentu sering sekali mendengar istilah kumpul kebo.Istilah ini digunakan

untuk mengambarkan perilaku dua orang manusia yang berlainan jenis kelaminnya yang tinggal dalam satu rumah tanpa adanya ikatan

10

perkawinan.Beberapa artikel awal yang saya temukan mengasumsikan bahwa istilah kumpul kebo berasal dari kebiasaan kerbau yang tinggal dalam satu kandang tanpa adanya ikatan. Sebagian lain mengaitkannya dengan kebiasaan kerbau yang tiba-tiba saja hamil. Tapi saya merasa sedikit kurang bisa menerima pendapat ini, kalau memang hal ini yang menjadi alasan kenapa kita tidak menggunakan sapi sebagai kiasan, atau kenapa kita tidak menyebutnya kumpul kerbau saja sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. artkel di Kompasiana yang berjudul Samenleven Bukan Bermakna Kumpul Kebo. Dalam artikel itu sang penulis mengatakan istilah kumpul kebo berasal dari kata "koempoel gebouw". Koempoel merupakan ejaan lama untuk kata kumpul, sedangkan gebouw adalah bahasa belanda yang berarti rumah.Secara sederhana koempoel gebouw bisa diartikan sebagai kumpul dalam satu rumah. Penggunaan kata yang bercampur seperti ini, bahasa Indonesia dan bahasa Belanda, adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang Belanda pada masa penjajahan dahulu, jika tidak percaya coba saja lihat film-film bertema jaman kolonial. Perubahan kata koempoel gebouw menjadi kumpul kebo kemungkinan dikarenakan kemiripan bunyi dari kedua kata itu di telingan orang

Indonesia.Selain itu mungkin juga kata koempoel gebouw ini kemudian menjadi berubah pengucapannya ketika diucapkan oleh orang Indonesia. Bangsa kita umumnya akan mengucapkan kata yang sulit dilafalkan dengan menggantinya dengan kata yang berbunyi mirip, contohnya pemadam kebakaran yang dalam bahasa belanda disebut brandweer dalam beberapa bahasa daerah berubah menjadi blangwer. Dan karena kata kebo yang mirip dengan kata gebouw maka lahirlah sebuah istilah kumpul kebo yang begitu fenomenal. Dampak Pergaulan Bebas Banyak perbuatan yang menyangkut moral dimasyarakat Indonesia sekarang ini yang perlu di benahi dengan penegakan hukumnya secara benar mengingat akibat negatif atau hukum yang timbul sangat banyak.

11

Seperti RUU KUHP pasal 422 tentang larangan kumpul kebo (hidup bersama sebagai suami istri diluar perkawinan yang sah), disamping semua agama jelas jelas juga melarangnya dan itu merupakan penyakit moral mayarakat. Sebetulnya pemerintah melarangnya kumpul kebo dalam rancangan hukum positif itu bukan mencari cari masalah atau kurang kerjaan kata sebagaian orang dalam komentarnya, tapi pemerintah sadar akan penegakan hukum pada masyarakatnya. Menginat cara, wadah untuk berhubungan antara seorang laki laki dengan seorang perempuan sebagaimana suami istri sudah diatur yaitu lembaga perkwinan sebagaimana diatur dalam UU No. 1 th 1974 yang akan melindungi hak hak dan kewajiban mereka dan anak yang dilahirkannya - disamping akan memberikan ketenangan dan menjadikan terhormat. Kalau mereka yang tidak setuju konsep RUU KUHP tentang larangan kumpul kebo dengan alasan hak pribadi, hak asazi atau malah mengatakan pemerintah kurang kerjaan, hal tersebut yang dinamakan kurang faham akan tujuan hidup sukanya suka kumpul kebo, bisa ganti ganti pasangan dan tidak kena pasal, memang ada yang demikian itu karena dia tidak melihat bagaimana akibat negatif, dan akibat hukum yang terjadi dari akibat kumpul kebo itu. Dampak nyata dari kumpul kebo adalah merusak moral masyarakat dan bangsa Indonesia, dan anak yang dilahirkan akan membawa beban psikologis dalam lingkungannya dan akan tumbuh generasi kumpul kebo, terjadi rusaknya nasab seseorang, atau rusak, kaburnya garis keturunan seseorang karena banyak terjadi pembuahan biologis yang tidak jelas siapa bapaknya. Seperti di negara negara eropa dan manca negara lainnya - karena budanya sudah kumpul kebo anak anak merakapun akan mewarisi budaya free sex, free love dan kumpol kebo tersebut. Sehingga mereka sudah tidak percaya lagi dengan apa itu perkawinan, dan hal tersebut yang saat ini terjadi di negara negara barat. Belum lagi karena tidak jelasnya atau rusaknya garis keturunan anak yang dilahirkan akibat budaya kumpul kebo ini, pada saatnya nanti akan banyak pelaku kumpul kebo antara saudara dekat, sedarah bahkan antara saudara kandung sediri karena tidak saling tahu, dan akan dilahirkan anak anak bangsa yang kurang baik (secara fisik,

12

mental) dan serta banyak timbul kriminalitas karena banyak aborsi bila kehamilan tidak diinginkan. Maka konsep RUU KUHP tentang larangan kumpul kebo adalah sangat positip dalam rangka meluruskan kembali keadaan moral yang begitu bobrok yang sudah mulai menjamur di Indonesia ini. Cara Mencegah Pergaulan Bebas (Kumpul Kebo) Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas-batas norma ketimuran. Biasanya orang-orang yang kebanyakan terjerumus dalam pergaulan bebas ini adalah kalangan remaja, meski tidak tertutup kemungkinan para orang tua juga sebenarnya bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas dikalangan remaja disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : 1. Karena salahnya pergaulan yang mereka pilih dan kurangnya faktor pengawasan orang tua mereka. 2. Kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil. 3. Remaja sekarang lebih mampu berekpresi pada emosi dan mengungkapkan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu. 4. Ketidakseimbangan yang menyebabkan remaja sangat sensitif dan rawan terhadap stress. 5. Lemahnya akses akan informasi tentang HIV/AIDS yang benar. Untuk menghindari pergaulan bebas, khususnya bagi para anak-anak remaja yang sering juga disebut sebagai anak ABG, maka akan dibahas mengenai cara mengindari pergaulan bebas itu sendiri. Adapun cara mengindari pergaulan bebas tersebut antara lain dapat dilakukan dengan cara : 1. Bila tidak ada acara-acara yang memang benar-benar perlu, maka usahakanlah untuk tidak keluar dari rumah. 2. Jangan pergi ke warnet bila memang tidak ada tugas sekolah atau tugas-tugas lain yang memang perlu dan penting untuk di kerjakan.

13

3. Bila belum cukup umur, usahakan agar menunda dulu hubungan berpacaran, sebab ada kemungkinan bila belum cukup usia, kita bisa saja terjebak dalam hubungan ini yang menggiring kita ke arah pergaulan bebas. 4. Mendalami agama sesuai dengan kepercayaan kita. 5. Selalu Berpikir positif (Positive Thinking). Segala sesuatu yang kita pikirkan hendaknya mengenai hal-hal yang baik-baik saja (positif). Dengan berpikir positif maka kita akan berperilaku dan berbuat hal yang positif pula. Penyimpangan sosial tidak akan muncul dari individu-individu yang berpikir positif (positive thinking). 6. Hindari pacaran didalam kamar baik di hotel,kost-kostan. 7. Hindari mencoba-coba segala sesuatu tanpa memikirkan sebab dan akibat. 8. Hindari teman yang akan menjerumuskan kita pada pergaulan bebas. 9. Belajar menolak segala Sesuatu yang belum kita ketahui dengan jelas. 10. Melakukan atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang membangun seperti ibadah,organisasi-organisasi. 11. Mengakses informasi yang sewajarnya. 12. Hindari menonton,membaca segala sesuatu yang porno. Pergaulan bebas juga merupakan bagian dari penyimpangan sosial, berikut adalah upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi serta mencegah terjadinya penyimpangan di masyarakat. Antisipasi adalah usaha sadar yang berupa sikap, perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang melaui langkah-langkah tertentu untuk menghadapi peristiwa yang kemungkinan terjadi. Jadi sebelum tindak penyimpangan terjadi atau akan terjadi seseorang telah siap dengan berbagai perisai untuk menghadapinya. Upaya mengantisipasi tersebut melalui: Penanaman nilai dan norma yang kuat Penanaman nilai dan norma pada seseorang individu melalui proses sosialisasi.

14

Selain itu, kita juga dapat memberikan sosialisasi kepada warna atau remaja.

Adapun tujuan proses sosialisasi antara lain sebagai berikut: Pembentukan konsep diri Pengembangan keterampilan Pengendalian diri Pelatihan komunikasi Pembiasaan aturan.

Sikap Kita Terhadap Kumpul Kebo Jelas, perintah untuk saling menasehati dalam kehidupan ini secara normatif sudah sangat kita maklumi bersama dalilnya, Allah berfirman : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Ashr, 103 : 1-3). Dengan demikian, yang harus kita lakukan dalam menyikapi kasus kumpul kebo ini dengan langkah-langkah : 1. Laporkan ke ketua RT setempat agar dicek kebenarannya. 2. Jika benar yang bersangkutan tidak ada hubungan suami isteri yang sah Ketua RT dapat memberikan penjelasan yang bijaksana tentang etika bertamu di rumah warga di lingkungan RT orang lain agar tidak menimbulkan hal-hal negatif di masyarakat. 3. Apabila yang bersangkutan tidak mengindahkan, Anda melalui Ketua RT dapat mengundang Kepala Desa/Lurah, tokoh agama/ketua masjid, tokoh pemuda dan remaja masjid, untuk bersilaturrahim ke tempat tinggal yang bersangkutan menanyakan maksud sebenarnya antara wanita penguni rumah dan laki-laki yang sering bertamu hingga dini hari. 4. Jika tidak diindahkan juga, dan terbukti berbuat asusila (berzina) atau meresahkan masyarakat, laporkan kepada polisi setempat.
15

Perlu diingat bagaimanapun kita tidak boleh main hakim sendiri atau dengan cara kekerasan. Selain itu, strategi yang perlu dilakukan yaitu edukasi lewat jalur intrakurikulum, semi-kurikulum maupun ekstra-kurikulum,terlebih lagi dengan diterapkannya berbasis kompetensi. Sehingga, sekolah juga berperan aktif dalam menanggulangi masalah pergaulan bebas dikalangan remaja. Dan sebaiknya para petinggi pendidikan maupun para pejabat Negara (yang sekarang ini marak melakukan hubungan diluar ikatan yang sah) dapat memberikan contoh yang baik bagi remaja-remaja Indonesia sehingga Indonesia dapat melahirkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Pada dasarnya kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, bermasyarakat artinya makhluk bergaul tetapi pergaulan yang seperti apa yang harus kita laksanakan. Apakah pergaulan yang dapat membangun atau mengembangkan karakter kita atau sebaliknya, jadi pandai-pandailah memilih dan memilah akan kehidupan ini. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Pergaulan bebas merupakan suatu ungkapan yang menggambarkan akan suatu peristiwa atau kejadian akan suatu pergaulan yang melewati batas-batas norma dalam pergaulan itu sendiri. Ada beberapa contoh pergaulan bebas, diantaranya : seks bebas, narkoba, kehidupan malam, alkohol, dan kumpul kebo. Hal yang sekarang marak di masyarakat yaitu kumpul kebo. Kumpul kebo merupakan suatu ungkapan dimana perilakuk dua orang manusia yang berlainan jenis kelaminnya yang tinggal dalam satu rumah tanpa adanya ikatan perkawinan. Meskipun peraturannya sudah diatur dalam RUU KUHP tetapi masih ada masyarakat yang melanggarnya. Dampak nyata dari kumpul kebo yaitu rusaknya moral masyarakat dan bangsa Indonesia.

SARAN

16

Kita sebagai remaja Indonesia, janganlah mudah terhasut oleh hal-hal yang negatif yang dapat merusak diri kita sendiri serta bangsa kita.

17

DAFTAR PUSTAKA Bamboomedia OnNet http://www.menu.sman3-

kag.sch.id/onnet/onnet3/content/sosiologi3.htm, Tanggal akses : 4/10/2013 4:33 AM Perkembangan Moral Remaja di Era Moderenisasi | KainSutera.com

http://www.kainsutera.com/info-remaja/perkembangan-moral-remaja-di-..., Tanggal akses : 4/10/2013 4:18 AM http://wap.gatra.com/komentar.php?cid=21922

18