Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH SUMBER DAYA DAN LINGKUNGAN

Dosen Pengampu : Dra. Bitta Pigawati, MT. Review Literatur Sumberdaya Air

Disusun oleh : Nadia Imansari 21040111130034

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

Lingkungan terbagi menjadi dua jenis, yakni lingkungan biotik dan abiotik. Baik lingkungan biotik ataupun abiotik membentuk keseluruhan lingkungan dari mahkluk hidup maupun non hidup. Lingkungan abiotik terdiri dari faktor-faktor seperti tanah, air, udara dan radiasi. Lingkungan abiotik memiliki beberapa faktor yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan dapat mempengaruhi ekosistem lain yakni seperti tanah, suhu, cahaya matahari, air, udara, mineral, derajat keasaman (pH), kadar asam (salinitas), topografi, dan garis lintang. Salah satu contoh dari lingkungan abiotik adalah sumberdaya air. Air adalah semua air yang terdapat di atas maupun di bawah permukaan tanah. Air dalam pengertian ini termasuk air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang dimanfaatkan di darat. Sedangkan pengertian sumberdaya air adalah air dan semua potensi yang terdapat pada air, sumber air, termasuk sarana dan prasarana pengairan yang dapat dimanfaatkan, namun tidak termasuk kekayaan hewani yang ada di dalamnya (Sunaryo, 2004). Air merupakan elemen yang paling melimpah di atas bumi, yang meliputi 70 persen permukaannya dan berjumlah kira-kira 1.4 ribu juta kilometer kubik (Middleton dalam Sunaryo, 2004). Adapun definisi sumber daya air dapat dilihat didalam Undang-Undang Sumber Daya Air Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 : Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung didalamnya. Air adalah semua air yang terdapat pada, diatas, ataupun dibawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan dibawah permukaan tanah. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah. Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan atau pada sumber daya air yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air.

Adapun pengertian-pengertian lain mengenai sumberdaya air adalah sebagai berikut: Pendayagunaan sumberdaya air yakni upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air agar berdaya guna dan berhasil guna. Pengendalian daya rusak air adalah upaya mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan daya rusak air. Daya rusak air adalah daya air yang dapat merugikan kehidupan. Air tidak hanya berfungsi untuk kehidupan saja namun juga untuk keseimbangan ekosistem. Beberapa karakteristik dasar dari sumberdaya air dinyatakan antara lain oleh aliran yang dapat mencakup beberapa wilayah administratif sehingga air sering kali disebut sebagai sumberdaya dinamis yang mengalir (dynamic flowing resource). Selain itu, air pun dimanfaatkan oleh berbagai sektor, tidak hanya untuk keperluan domestik seperti minum dan mencuci, namun juga untuk usaha di bidang pertanian, industri, pembangkitan daya listrik, peternakan hewan, serta transportasi. Oleh karena sifat air yang selalu mengalir, maka dengan sendirinya ada keterkaitan yang sangat erat antara kuantitas dan kualitas, hulu dengan hilir, in-stream dengan off-stream, air permukaan dengan air bawah tanah. Air memerlukan sifat kelanggengan ketika dipergunakan atau dimanfaatkan baik oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang (Sunaryo, 2004). Menurut Sunaryo (2004) berbagai persoalan tentang sumberdaya air yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitasnya menyadarkan semua pihak bahwa persoalan air perlu dilakukan dengan tindakan yang tepat sehingga menghasilkan solusi yang optimal. Diperlukan pengelolaan sumberdaya air terpadu, menyeluruh dan berwawasan lingkungan agar sumberdaya air dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Salah satu tujuan pengelolaan sumberdaya air adalah mendukung pembangunan regional dan nasional yang berkelanjutan dengan mewujudkan keberlanjutan sumberdaya air (Sunaryo, 2004). Pengelolaan sumberdaya air dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti terpadu (mutisektor), menyeluruh (hulu-hilir, kuantitas-kualitas, in-stream-off-stream, air permukaan-air tanah), berkelanjutan. berwawasan lingkungan, dan sebagainya. Sumberdaya air harus dikelola dengan sangat baik, selain itu eksploitasi terhadap sumberdaya air pun jangan sampai terlalu berlebihan karena sesungguhnya air pun kadang menimbulkan permasalahan. Apabila jumlahnya terlalu banyak dapat mengakibatkan banjir akan tetapi jika terlalu sedikit

akan timbul kelangkaan air terlebih jumlah penduduk dan berkembangnya sosioekonomu mengakibatkan kebutuhan akan air meningkat. Disamping permasalahan tersebut, masalah lainnya yang timbul adalah pencemaran air misalnya air yang terkontaminasi limbah, racun, maupun sampah dimana masalah-masalah tersebut bersumber dari manusia sendiri.

Daftar Pustaka: http://repository.ipb.ac.id. Tanpa angka tahun. Sumber Daya Air, dalam ipb.ac.id. Diunduh Minggu, 31 Maret 2013. Rohmat, Dede dan Dadang Ruhiat. 2009. Pengelolaan Sumber Daya Air, dalam file.upi.edu. Diunduh Minggu, 31 Maret 2013. Susilo, Hadi. Tanpa angka tahun. "Pengembangan Sumber Daya Air, dalam kk.mercubuana.ac.id. Diunduh Minggu, 31 Maret 2013.