Anda di halaman 1dari 6

TUGAS DAN PERAN GURU DALAM MANAJEMEN SEKOLAH

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sekolah Dosen Pengampu : Sugeng Purwanto

1. Tomi Heru

Disusun Oleh : (5201411029) (5201411058) (5201411085) (5201411089)

2. Dedi Sugiarto 3. Zaeni Ali Rosidin 4. Dyas Fiansyah

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manajemen sekolah merupakan prosedur tindakan untuk menertibkan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lancar. Sudah berarti tentu sekolah yang tertib adalah bersifat relatif. Dalam arti, sekolah yang tertib untuk siswa kelas satu, akan berbeda dengan kelas dua, atau kelas lainnya. Sekolah yang tertib untuk suatu daerah belum tentu dianggap tertib di daerah yang lainnya. Ini semua tergantung pada perspektif kultural yang dibawa oleh masing-masing guru atau instruktur dan siswa suatu daerah. Pemahaman terhadap ketertiban sekolah menuntut pemahaman kultural di suatu masyarakat, dalam hal ini peran guru sangatlah penting di dalam manajememen sekolah untuk senantiasa menjaga ketertiban sekolahnya. Guru mempunyai banyak tugas, bak yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas, dalam bentuk pengabdian. Apabila kita kelompokkan terdapat jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan, dan tugas dalam kemasyarakatan. Guru merupakan profesi/ jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sebarang orang di luar bidang pendidikannya, walaupun kenyataannya nasih dilakukan orang di luar kependidikan. Itulah sebabnya jenis profesi ini paling mudah terkena pencemaran.

B. Rumusan Masalah 1. Apa tugas seorang guru? 2. Apa tugas profesional guru? 3. Apa tugas guru berkaitan dengan manajemen kelas? 4. Apa peran guru dalam pengelolaan kelas? 5. Apa peran guru dalam mengelola perilaku siswa? 6. Apa tugas guru dalam pengadministrasian?

C. Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan tugas seorang guru 2. Menjelaskan tugas profesional guru? 3. Menjelaskan tugas guru berkaitan dengan manajemen kelas?

4. Menjelaskan peran guru dalam pengelolaan kelas? 5. Menjelaskan peran guru dalam mengelola perilaku siswa? 6. Menjelaskan tugas guru dalam pengadministrasian?

D. Manfaat Penulisan 1. Mengetahui tugas seorang guru 2. Mengetahui tugas profesional guru? 3. Mengetaui tugas guru berkaitan dengan manajemen kelas? 4. Mengetahui peran guru dalam pengelolaan kelas? 5. Mengetahui peran guru dalam mengelola perilaku siswa? 6. Mengetahui tugas guru dalam pengadministrasian?

BAB II PEMBAHASAN

A. Tugas Guru Sebagai Profesi Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, mengajar berarti mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilanketrampilan pada siswa. Tugas guru seagai seorang pengajar memliki konsekuensi untuk memiliki peran-peran tertrntu dalam kaitannya dengan manajemen sekolah. Pera tersebut meliputi peran guru dalam proses belajar mengajar yang sering disebut dengan manajemen kelas, peran guru dalam pengadministrasian, peran guru secara pribadi dan peran guru secara psikologis. a. Peran Guru dalam Manajemen Kelas Peranan dan kompetensi guru dalam proses pembalajaran meliputi banyak hal sebagaimana dikemukakan oleh Adam & Decey dalam Basic Principles of Student Teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, perencana, supervisor, motivator, dan konselor. Dari hasil riset yang digelar sekitar tahun 1980-an, secara ringkas dapat dijelaskan dapat dijelaskan mengenai faktor mayor (major factor) atau area ketrampilan terpaut dengan manajemen kelas yang efektif. Kelima faktor meliputi 1. Pengembangan solidaritas pemahaman personal atau psikologis siswa dan kebutuhankebutuhan belajar. 2. Pemapanan hubungan positif antara guru dan siswa serta antar siswa untuk membantu menemukan kebutuhan dasar psikologis siswa. 3. Pengimplementasian metodologi pengajaran yang memfasilitasi belajar optimal dengan jalan memberi respon kebutuhan-kebutuhan akademik siswa dan kelompok 4. Penggunaan metode organisasi dan pengelolaan kelompok yang dapat

memaksimalkan perilaku tugas (on task behavior) siswa. 5. Penggunaan metode-metode konseling dan penataan perilaku yang diperluas untuk membantu siswa yang tidak tepat dalam menjawab soal-soal ujian atau mengalami misperilaku.

b. Peran Guru dalam Manajer Kelas Hampir seluruh hasil survei mengenai keefektifan guru melaporkan bahwa keterampilan manajemen kelas menduduki posisi primer dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang diukur dari evektifitas proses belajar siswa atau peringakt yang dicapainya. Dengan demikian, keterampilan manajemen kelas sangat krusial dan fundamental dalam mendukung proses pembelajaran. Guru guru yang rendah keterampilannya dalam bidang manajemen kelas, barangkali tidak dapat menyelesaikan banyak hal yang menjadi tugas pokoknya. Pendapat ini dikemukakan oleh Brophy dan Evertson dalam Learning Form Teaching, tahun 1976. Menurut Julia Sanford dkk, konsep manajemen kelas dan menata lingkungan kerja menjadi produktif bagi proses pendidikan pembelajaran. Hasil penelitian yang lebih kontemporer mengenai urgensi dan esensi manajemen dipublikasikan oleh Good dan Brophy pada tahun 1994 dalam karya tulis mereka yang berjudul Looking in classroom. Menurut dua pakar ini, temuan penelitian menunjukan bahwa guru yang mendekati manajemen kelas sebagai proses pemapanan dan pemeliharaan lingkingan belajar efektif cenderung lebih sukses daripada guru guru yang memposisikan atau memerankan diri sebagai figur otoritas atau penegak disiplin belaka. Kinerja manajemen kelas yang efektif memungkinkan lahirnya roda penggerak bagi pemahaman diri, evaluasi diri, dan internalisasi kontrol diri pada kalangan siswa.

c. Tugas Guru dalam Manajemen Perilaku Siswa Dalam keseharian tugas dinasnya bahwa siswa paling banyak berhubungan dengan guru dan demikian juga sebaliknya merupakan perwajahan sekolah yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Dalam tugas kesehariannya, guru berhadapan dengan siswa yang tinggi, sedang, atau rendah prestasi akademiknya. Dia pun berhadapan dengan siswa yang baik-baik dan santun, arogan, cuek, pengganggu bahkan siswa pernah melakukan tindakan kriminal. Juga siswa yang kuat, sedang atau lemah fisiknya. Belum lagi manakala keragaman itu dilihat dari perspektif sosial, ekonomi, kultur, kebiasaan, agama, kepedulian dan derajat kohesivitasnya, dan sebagainya. Keadaan negatif yang dirasakan guru ini benar-benar terasa mengganggu mereka. Ini seperti dilaporkan oleh Gump (1967), lebig dari separuh waktu sekolah digunakan oleh guru untuk mengajar. Selebihnya, waktu sekolah digunakan untuk menjalankan fungsi manajemen, seperti mengorganisasi dan menata siswa untuk kegiatan belajar (23%),

menangani siswa yang berperilaku menyimpang (14%) dan selebihnya (12%) menangani siswa bermasalah secara individual. Untuk menangani permasalahan siswa tersebut sekolah seharusnya menciptakan iklim yang kondusif. Seperti memperkuat kinerja dan misi akademik sekolah, menetapkan tata aturan dan prosedur disiplin yang jelas dan standar, melembagakan dan memberi keteladanan mengenai norma-norma etik yang menjadi pemandu hubungan antar subjek di lingkungan sekolah.

B. Peran Guru dalam Pengadministrasian Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut: a. Pengambilan inisiatif, pengarah dan penilaian kegiatan kegiatan pendidikan. Hal ini berarti guru turut serta memikirkan kegiatan kegiatan pendidikan yang direncanakan serta nilainya. b. Wakil masyarakat, yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota masyarakat Guru harus mencerminkan suasana dan kemauan masyarakat dalam arti yang baik. c. Orang yang ahli dalam mata pelajaran. Guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda yang berupa pengetahuan. d. Penegak disiplin, guru harus menjaga agar tercapai suatu disiplin. e. Pelaksana administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, gurupun bertanggung jawab akan kelancaran pendidikan yang harus mampu melaksanakan kegiatan kegiatan administrasi. f. Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak di tangan guru. Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk menjadi anggota masyarakat yang dewasa. g. Penerjemah kepada masyarakat, artinya guru berperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar pada masyarakat, khususnya masalah masalah pendidikan.