Anda di halaman 1dari 2

MANIFESTASI KLINIK Lama periode prodromal 3-5 hari dengan tanda-tanda penyakit atipis, seperti nyeri kepala dan

otot, mual, anoreksia, rasa letih dan sakit. Kemudian timbul serangan malaria primer yang khas, seperti menggigil dan sangat dingin, disusul perasaan panas dan demam tinggi yang disertai keringat berlimpah. Gejala penting lainnya adalah anemia akibat hemolisa dan membesarnya limpa (Tjay dan Rahardja, 2002). Gejala umum pada malaria tropika adalah berkurangnya kesadaran dan serangan demam yang tidak menentu, seringkali terus menerus dan suhu rektal di atas 48C, dapat juga berlangsung berkala tiga hari sekali. Tidak menimbulkan residif (kambuh) seperti jenis malaria lainnya. Penyakit ini juga sering ditandai dengan pembesaran hati dengan adanya penyakit kuning (icterus) dan urin berwarna coklat tua atau hitam akibat hemolisa (blacwater fever). Malaria otak merupakan komplikasi malaria tropika yang lebih gawat yang ditandai dengan hilangnya kesadaran secara cepat, timbul kejang-kejang, koma dan kematian (Tjay dan Rahardja, 2002). Sedangkan pada malaria tertiana ditandai dengan demam berkala selama tiga hari sekali dengan puncak setelah 48 jam. Gejala lainnya berupa nyeri kepala dan punggung, mual, pembesaran limpa dan malaise. Pada malaria kwartana ditandai dengan demam berkala selama empat hari sekali, dengan puncak demam setiap 72 jam serta gejala lain yang sama dengan malaria tersiana. Secara umum manifestasi klinis malaria terdiri dari: a. Gejala awal meliputi demam, menggigil, muntah, hipotensi ortostatik, abnormalitas elektrolit. b. Fase Eritrositis 1) Prodrome: sakit kepala, anoreksia, malaise, mual, lelah 2) Gejala nonspesifik: nyeri abdominal, diare, nyeri dada 3) Paroxysm (serangan tiba-tiba): demam tinggi, menggigil 4) Fase dingin berlangsung dari 30 menit sampai satu jam karena timbulnya penyempitan pembuluh (vasokonstriksi). Penderita mengigil karena merasa sangat dingin dan suhu badan meningkat dengan cepat mencapai 41C.

5) Fase panas segera menyusul fase dingin pada saat tubuh terasa sangat panas kira-kira 2-6 jam. Pada fase ini penderita kadang-kadang mengigau (delirium) yang kemudian disusul dengan fase berkeringat. 6) Fase berkeringat ditandai dengan demam hilang, mual, kulit kering, takikardi, batuk, sakit kepala yang berat, muntah, lelah, nyeri abdominal, diare, mengigau. 7) Anemia dan splenomegaly (pembesaran limpa) c. Infeksi P. falciparum meliputi hipoglikemia, gagal ginjal akut, edema pulmonary, anemia berat, trombositopenia, kejang, koma. (Tjay dan Rahardja, 2002; DiPiro et al., 2008)

DiPiro, T., et al. 2008. Pharmacoterapy A Pathophysiologic Approach Seventh Edition. Mc Graw Hill Medical: New York Tjay, Tan Hoan dan Kirana R. 2002. Obat-Obat Penting. PT Elex Media Komputindo: Jakarta